
Prof Albert menyudahi pertemuan kelas pertamanya dengan memberikan tugas dengan hanya dua soal saja. Prof Albert meninggalkan kelas dengan masih menatap Alessya, ia tidak menyangka jika di kampus yang tidak begitu populer layaknya kampus kota terdapat mahasiswa yang sangat jenius dan juga cantik.
"Untung cuma dua soal, jadi bisa sedikit santai," Alessya menutup bukunya.
"Cuma dua soal sih syaa.. tapi jawabannya bisa berlembar-lembar dan nanti akan ada bekas pulpen mendelep di jariku," ucap Ariyani memandangi jari-jarinya yang mungil.
"Haha yaa namanya juga kuliah, harus rela dong jarinya kriting karena nulis banyak tugas," ucap Alessya sangat mengerti penderitaannya ketika menulis.
"Kalau mau cari aku, aku diperpus. Kamu makan aja dulu sama Ariyani," Daffa tiba-tiba mencubit pipi Alessya dengan lembut.
"Siap bos," ucap Alessya terseyum.
"Aduhh gusti kapan aku punya pacar semanis Daffa yaa," Ariyani membubarkan adegan romantis antara Daffa dan Alessya
"Dihh kan kamu sudah ada kakak ganteng mu itu, yaudah kejar terus," ucap Alessya meledek Ariyani.
"Hah udahlah gak usah bahas kak David ntar dia muncul, bisa-bisa di makan mentah-mentah aku ini," jawab Ariyani tiba-tiba merinding mendengar namanya.
"Yaudah yuk kantin..." ajak Ariyani pada Alessya tidak ingin berlama-lama di kelas.
Dikantin Alessya dan Ariyani melihat keramaian mahasiswa memesan makanan. Mereka sedikit ragu untuk melanjutkan langkahnya. Selain ia bingung mau makan apa, Alessya tampak tak yakin bisa memesan ditengah antrian yang berdesak-desakan itu. Badan mungil Alessya yang tak beda jauh dengan Ariyani pasti akan terhimpit oleh banyaknya mahasiswa yang tinggi besar.
"Syaa... rame banget... gimana ini kita jadi makan apa ndak," ucap Ariyani yang sama ragunya dengan Alessya
"Ntah lah... kita ikut ngantri aja deh siapa tau ada manusia berhati malaikat yang bisa nolong kita," Alessya memandangi sekitar kantin berharap ada seseorang yang bisa membantunya. Perutnya yang mulai lapar terus berbunyi meminta makan. Wangi sedap mie, bakso dan soto sudah mensugesti pikiran Alessya. Dirinya semakin tak sabar untuk menyantap makanan itu. Namun tiba-tiba suara yang ia kenal membubarkan lamunannya.
"Kok diem aja, gak mau ikutan pesen didepan?" ucap Alex membuat Alessya dan Ariyani menoleh kebelakang.
Ariyani kaget melihat melihat Alex berdiri di belakangnya bersama David. Ia tak menyangka jika hari ini akan bertemu lagi dengan David, setelah kejadian yang tadi pagi membuatnya malu. Namun David bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Eh kak Alex, ia nih kak.. kita takut buat ikutan ngantri di depan. Takut terhimpit dan tenggelam di tengah-tengah manusia yang tinggi besar," sahut Alessya memasang raut wajah memelas.
"Yaudah sini biar aku sama Alex yang pessenin," ucap David sambil melihat menu di dinding.
"Kamu mau pesen apa syaa, mending kamu sama Ariyani yang pilih tempat duduk buat kita, makanannya biar aku sama David yang pesen," kata Alex tersenyum menatap Alessya yang terlihat kelaparan.
__ADS_1
"Emmmp aku mau, mie ayam solo pakek ceker, dikasih kuah sama minumnya coklat cincau aja kak," ucap Alesssya.
"Kalau kamu mau pesen apa cil," tanya David tersenyum pada Ariyani.
"Cil??? Namaku Ariyani bukan cil, Dih... ketahuan banget banyak pacarnya sampe namaku aja lupa," sahut Ariyani dengan sinis sangat kesal karena David salah memanggil namanya.
"Aku pesen soto lamongan trus minumnya Macha aja deh kak," lanjut Ariyani membaca menu yang ingin ia pesan.
"Cil itu Bocil (Bocah Kecil), tenang... gak usah cemburu, yang udah liat masa depan aku cuma kamu kok," ucap David tersenyum menggoda Ariyani dengan mengingatkan kejadian tadi pagi.
"ihh apaan sih, yuk syaa kita cari tempat duduk," Ariyani menarik lengan Alessya agar David tidak melanjutkan pembicaraannya yang melantur.
David tertawa melihat Ariyani yang malu-malu dan wajahnya memerah. Ia dan Alex segera memesan makanan tanpa harus ikutan antri panjang dan berdesak-desakan. David dan Alex sangat disegani mahasiswa lain sehingga banyak mahasiswa yang mengalah dan memberikan jalan pada David dan Alex. David yang terkenal tegas dan jago berkelahi membuat mahasiswa lain ciut ketika berhadapan dengannya. Berbeda dengan David, Alex justru terkenal ramah dan dermawan.
Makanan sudah datang, Alex dan David bagaikan pangeran yang sedang memanjakan permaisurinya dengan membawa makanan ke meja. Sesekali Ariyani memandang David dan membuat jantungnya terus berdegup kencang.
"Yok dimakan," ucap Alex dengan semangat setelah melihat makan di meja.
Mereka menyantap makanan dengan nikmat. Ditengah-tengah menghabiskan makanan, Alex tersenyum melihat Alessya yang memakan mie dengan sangat blepotan di sekitar bibirnya.
"Hmmmp enak banget kak, aku baru tau kalau disini mie ayamnya lebih enak dari pada mie ayam di kota," ucap Alessya sambil menyantap mie kesukaannya.
"Sangking enaknya sampai gak mikir yaa kalau makanannya blepotan kemana-mana," Alex menyodorkan tissue di sekitar bibir Alessya dan mengelapnya.
"Hehe maaf yaa kak, aku ganggu pemandangan," Alessya tersenyum malu.
Alex hanya tersenyum melihat kelakuan Alessya yang begitu menggemaskan. Sedangkan kedua pasangan lainnya hanya merasa dirinya hadir sebagi obat nyamuk. Pasangan itu adalah Ariyani dan David.
"Kak, makasih yaa sudah mau bantu buat pesanin makanan," ucap Alessya usai makan.
"Okay," jawab David dan Alex.
"Yaudah kak, aku mau ke perpus dulu," ucap Alessya bangun dari duduknya.
Alessya dan Ariyani berpisah, Alessya pergi ke perpus untuk menghampiri Daffa sedangkan Ariyani mengambil matakuliah lain yang beda kelas dengan Alessya. Alessya mengirim pesan pada Daffa
__ADS_1
Alessya :
Daff, aku otw dan jangan kemana-mana 💖
Daffa :
Okay, aku menunggumu😘
Alessya tersenyum melihat balasan chat dari Daffa. Sesampainya di perpus ia melihat Daffa berdiri di depan rak buku sambil memandang Alessya yang sedang didepan pintu.
"Ternyata Dia menungguku," batin Alessya.
Saat Alessya akan memasuki pintu, namun tiba-tiba terlihat seorang wanita jatuh di depan Daffa dengan tertimbun buku yang begitu banyak karena berjatuhan dari rak. Sontak Alessya berlari dan beruntungnya wanita itu ditolong oleh Daffa. Daffa menahan rak yang akan roboh pada wanita tersebut dengan penuh kekuatan yang memperlihatkan otot-ototnya menegang. Alessya menghampirinya dan membangunkan wanita tersebut. Wanita tersebut mengucapkan terimakasih pada Alessya dan Daffa. Namun tangan Daffa terluka akibat tergores oleh rak buku saat menahannya. Wanita itu memegang tangan daffa dan tak hentinya meminta maaf. Alessya yang saat itu berada disampingnya merasakan hal aneh. Wanita itu pergi mengambil obat di tasnya untuk mengobati luka Daffa. Tak hanya itu wanita tersebut sampai membalut luka Daffa dengan perban. Daffa berulangkali menolak namun wanita itu tidak menghiraukan.
Alesssya yang tampak kesal melihatnya langsung pergi meninggalkan Daffa
"Syaa mau kemana?" tanya Daffa kebingungan.
Alessya pergi tanpa memperdulikan panggilan Daffa.
.
.
.
.
.
.
Simak terus kelanjutannya😊 jangan lupa like di setiap episodenya, karena 1 like bisa membuat autor lebih semangat melanjutkan kisah mereka☺
__ADS_1
Thanks You Guysss.😘😘😘