
Sesampainya di rumah, Alessya langsung menuju kamarnya dan kemudian berendam di bathup untuk menjernihkan pikirannya. Ada sedikit rasa ingin tahu dan penasaran tentang kabar Alex saat ini. Perasaannya tidak tenang setelah melihat postingan sticky note dari media sosial miliknya.
Usai mandi Alessya berjalan melewati ponsel yang tergeletak di atas meja kamarnya. Sambil memilih baju, Alessya milirik ponselnya berharap Alex menghubunginya terlebih dulu, namun kenyataannya tidak. Tidak ada pesan atau panggilan dari Alex. Perasaannya semakin gelisah dan takut jika Alex kini benar-benar telah berpaling darinya.
Dengan perasaan ragu-ragu Alessya membuka ponselnya dan mencoba mengetik pesan untuk Alex.
Alessya:
"???"
Sembari menunggu balasan dari Alex, Alessya terus menatap layar ponselnya dan menggigit kuku di jarinya karena merasa gugup. 5 menit Alessya menatap ponselnya namun belum ada tanda-tanda Alex membalas pesannya. Alessya bingung dan memeriksa pesan yang ia kirim, dan pesan itu telah terkirim juga telah terbaca namun belum ada balasan. Merasa lelah karena menunggu balasan sambil duduk, Alessya pun memilih untuk rebahan namun tetap menatap layar ponselnya.
Alessya semakin bingung karena sudah lebih 10 menit namun Alex tak kunjung membalas pesan Alessya. Alessya kembali duduk dan terus menaikkan posisi ponselnya keatas karena khawatir signal wifi dirumahnya kurang kuat, padahal jelas-jelas ia melihat signal di ponselnya sangat full namun Alex belum juga membalas pesannya.
"iiiihhh kak Alex kenapa gak bales sih, seharusnya di fast respon dong... toh kita juga udah lama gak komunikasian," ucap Alessya memaki-maki Alex dengan menatap ponselnya.
30 menit Alessya menunggu, ia pun merasa sangat kesal karena belum juga ada balasan dari Alex. Alessya akhirnya melempar ponselnya jauh-jauh darinya dan memilih tidur dan tak mau memikirkan Alex kembali.
**********
Paginya ketika Alessya baru membuka mata, ia pun langsung memeriksa ponselnya yang sempat ia lempar sebelum tidur dan ternyata hasilnya adalah Nihil, tidak ada balasan dari Alex. Dengan malas Alessya pun beranjak pergi mandi dan bersiap ke kampus.
Masih dengan perasan kesal, Alessya sangat malas untuk membuka ponselnya karena jika dirinya membuka ponsel, maka ia akan terus memeriksa pesan yang sudah ia kirim pada Alex yang sampai saat ini pun belum juga ada balasan. Saat turun dari mobil, Alessya merasa ada yang aneh ketika dirinya baru sampai di kampus. Seluruh mahasiswa kini sedang memperhatikan dirinya, seolah sedang membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. Dengan percaya diri Alessya terus melangkah tanpa menghiraukan sekitarnya.
"Alessya...," teriak Ariyani berlari dengan nafas terengah-erangah menemui Alessya.
"Eh, kampus lagi kenapa sih kok rasanya ada yang aneh," tanya Alessya pada sahabatnya yang masih mengatur pernafasannya.
"Ini yang gue mau bilang ke loe syaa...," ucap Ariyani menunjukkan ponselnya yang berisi video.
__ADS_1
Alessya melihat video itu tentang pernyataan Adinda jika faktor utama keluarganya mengalami kebangkrutan adalah ulah dari Alessya putri pengusaha kaya raya Roy Jhordan. Seketika tangan Alessya gemetar tak kuat memegang ponsel Ariyani.
"Syaa...apa itu benar?" tanya Ariyani penasaran dan tidak percaya jika Alessya melakukan itu pada Adinda.
Alessya terdiam dan hanya menggigit kuku berusaha untuk memikirkan sesuatu. Dirinya tidak menyangka jika masalah ini akan terkuak setelah sekian lama berlalu.
"Syaaa jawab... apa ini semua benar?"
Alessya hanya mampu menjawab pertanyaan Ariyani dengan mengangguk, sementara seluruh tubuhnya gemetar tak tenang ketika dirinya saat ini menjadi bahan omongan mahasiswa lain.
"Gilak yaa... cantik-cantik ternyata licik," ucap seorang wanita melirik Alessya.
"Jangan-jangan kekayaan dia hanyalah hasil merebut kekayaan orang lain," bisik segerombolan pria melewati Alessya.
"Alessya.... kenapa kamu lakukan ini? Duh gue gak ngerti sama loe. Tapi loe gak bisa diem aja, loe tunjukin ke semua orang kalau loe punya alasan melakukan ini," ucap Ariyani berusaha tenang agar Alessya tidak down.
Melihat Alessya yang kini hanya terdiam dan pucat, Ariyani menarik tangan Alessya dan mengajaknya pulang agar ia bisa aman dari bullyan mahasiswa lain. Di mobil Ariyani pun Alessya tetap diam dan bungkam, ia hanya terlihat bingung dan gelisah masih dengan menggigit kuku di ibu jarinya.
"Ke kantor, kita harus ke kantor papa sekarang," ucap Alessya pada Ariyani. Mendengar ucapan Alessya yang memintanya untuk ke kantor, Ariyani menancap gas dan membawa mobilnya dengan sangat cepat menuju kantor papa Alessya.
Sesampainya di kantor Alessya langsung berlari menemui papanya yang saat itu tengah meeting penting dengan orang-orang penting. Ketika Alessya membuka pintu ruang meeting, ia langsung memeluk papanya di depan banyak orang.
"Maafin Alessya paa... Hari ini Alessya berbuat salah," ucap Alessya menangis di pelukan papanya.
Melihat Alessya yang tengah memeluk papanya di depan banyak tamu-tamu penting membuat Ariyani merasa heran
"Mengapa Alessya meminta maaf?" batin Ariyani mengernyitkan dahi.
"Alessya kenapa nangis sayang... ada apa? bilang sama papa," tanya Jordhan kebingungan melihat putrinya menangis.
__ADS_1
"Coba papa lihat berita hari ini," ucap Alessya terus menangis dan merasa bersalah karena telah mengotori kehormatan keluarganya.
Salah seorang pegawai Jordhan akhirnya memeriksa berita yang Alessya maksud dan memutar video pernyataan Adinda di layar yang ada di ruangan meeting. Kenyataan memang di luar dugaan, bukannya marah atau kecewa, Jordhan dan staf kariyawan beserta tamu-tamu penting yang ada di ruangan meeting justru tersenyum serta ada sebagaian yang menahan tawa ketika melihat video itu diputar. Sementara Ariyani tengah melongo merasa aneh melihat suasana diruang meeting yang seolah tidak terjadi apa-apa dan dengan santuy nya tersenyum saat video itu di putar.
"Kamu ngapain harus menangisi hal ini sayang...papa gak habis pikir sama kamu, lihat karyawan papa, semuanya menahan tawa. Apa kamu tidak malu menghentikan meeting penting papa hanya karena masalah sepele ini," ucap Jordhan tertawa dan membelai rambut putrinya yang masih memeluknya.
Alessya melepas pelukan papanya dan menatap sinis karyawan yang tengah menertawakannya, tentu saja hal itu membuat karyawannya langsung menunduk.
"Kamu gak perlu khawatir, biar papa yang menyelesaikan hal ini. Kamu jangan sedih lagi. Ingat air mata anak papa itu mahal, siapapun yang membuatmu menangis pasti akan berurusan dengan papa," ucap Jordhan tersenyum.
"Iyaa Alessya... kamu tenang saja, semuanya akan beres 5 menit kedepan," ucap salah satu karyawan yang berusaha menyemangati Alessya.
Merasa sedikit tenang walau masih merasa gelisah Alessya pun pamit pulang pada papanya. Sedangkan Ariyani yang sejak tadi melihat respon papa Alessya, masih merasa ada keganjalan yang membuat dirinya tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan dengan cara L I K E dan V O T E untuk author karena dukungan kalian membuat author lebih semangat lagiπ
__ADS_1
Terimakasih.....πππ