Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Foto Bukti


__ADS_3

Satu jam pun berlalu lebih cepat tanpa terasa, buku yang Alessya baca pun sudah sampai di halaman terakhir, wajar saja karena bukan untuk di baca melainkan untuk di pahami karena semuanya berisi rumus-rumus penurunan.


"Alessya, how are you?" terdengar suara Monic yang mendekati Alessya.


"What happend?" ucap Alessya merasa tidak ingin basa-basi dengannya.


"I want to prove that Alex is actually my ex and I still love him very much," Monica berbicara dengan serius dan ingin membuktikan pada Alessya jika Alex benar-benar mantan kekasihnya yang masih sangat ia cintai.


"Bukti apa'an sih, gila nih cewek gak ada urat malunya," batin Alessya.


"What proof do you want to show?" ucap Alessya kesal karena harus membuang-buang waktunya hanya untuk melihat bukti yang ingin Monic tunjukkan.


Dengan tatapannya yang terlihat sayu dan sedih, Monic mengeluarkan beberapa foto dari tasnya kemudian menyodorkan pada Alessya di atas meja. Saat Alessya menerima foto itu dan melihatnya dengan jelas, ia merasa hatinya sangat sakit, air matanya tiba-tiba tak tahan untuk keluar.


"Enggak, enggak ini gak bener.... kenapa kak Alex sejahat ini sama aku," ucap Alessya dengan tangan yang gemetar sambil melihat foto itu.


Dalam foto itu terlihat Alex sedang tidur bersama Monic dalam keadaan di dalam selimut. Seketika air mata Alessya semakin tak terbendung dan mengalir deras di pipinya.


"Sayang, kamu kenapa? kok nangis," Alex yang menemui Alessya tiba-tiba terkejut melihat Alessya menangis.


"Gak usah panggil aku sayang lagi," Alessya melempar foto-foto itu ke muka Alex dan beranjak pergi.


Alex memungut foto itu dan melihatnya sebentar, ia sama sekali tak tahu maksud foto itu dan dirinya sama sekali tidak merasa tidur dengan Monic.


"Wahh gilak, kali ini loe di jebak Lex," ucap Reza sambil melihat foto yang berserakan dibawah.


Alex berlari menyusul Alessya keluar perpustakaan dan terus memanggilnya berharap Alessya percaya pada penjelasannya.


"Alessya, tunggu !!! Foto itu gak benar, aku gak pernah tidur sama siapa pun kecuali kamu," Alex meraih lengan Alessya dan menghentikannya.


"Cukup kak, semua bukti-bukti itu sudah jelas. Aku memang bodoh datang kesini, seharusnya aku menyerah di awal," Alessya menepis tangan Alex dan berusaha menghindarinya, kini ia sama sekali tidak ingin menatap wajah Alex di depannya, hatinya sangat sakit ketika mengetahui kebenaran itu.



"Alessya, dengerin dulu penjelasanku... ALESSYA !!!" teriakan Alex tidak dihiraukan oleh Alessya. Alessya terus pergi dan memanggil taxi.

__ADS_1


"Sial !!!" Alex berlari masuk menuju perpus untuk menemui Monic.


"MONIC !!! SINI LOE CEWEK BANG*AT," teriak Alex membuat seisi perpus menoleh ke arahnya.


"What happened Alex," kata Monic tanpa bersalah.


"Berani-beraninya loe fitnah gue, jangan loe pikir diem gue selama ini karena gue suka sama loe, gue jijik sama loe dasar cewek murahan," genggaman tangan Alex yang begitu kuat memegang kerah baju Monic, ia pun ingin rasanya menghajar Monic habis-habisan.


"Ehh sudah lex, dia cewek. Loe gak boleh mukul dia," ucap Reza mencoba menyadarkan Alex.


"What do you say? I don't understand," Monic terlihat ketakutan ketika tubuhnya yang sudah hampir tercekik.


"BANG*AT !!! Tunggu pembalasan ku," Alex melepaskan kerah baju Monic dan pergi dengan menendang meja di depannya.


Tanpa berfikir panjang Alex keluar dari perpustakaan diikuti oleh Reza. Reza tak tahu kemana Alex akan pergi, sementara ia hanya mengikuti langkah Alex yang saat ini menuju kantin dengan emosi.


"Mack !!! I need your help," dengan nada emosi Alex menemui temannya yang bernama Mack.


"Hi Bro, what happened?" tanya Mack kebingungan melihat kedatangan Alex.


"Oke Bro, I will help you," ucap Mack dengan tersenyum dan berjabat tangan dengan Alex.


Alex berjalan menuju parkiran mobil dan ingin segera menemui Alessya dan menjelaskan semua padanya.


"Loe ngomong apa sama Mack tadi," tanya Reza penasaran.


"Gue akan tunjukin ke itu cewek bagaimana jebakan yang sebenarnya," jawab Alex sambil menyetir dengan kecepatan max.


Reza masih belum mengerti maksud Alex, mungkin Alex ingin membuat Monic menyesali perbuatannya, tapi apa hubungannya dengan Mack?? Pikiran Reza kembali bingung dengan apa yang direncanakan oleh Alex.


Sesampainya di Apartemen Alex mencoba menemui Alessya dengan mengetok pintu kamarnya.


"Alessya, aku mau ngomong... please dengerin aku sebentar, kamu salah paham syaa.." ucap Alex di balik pintu kamar Alessya.


Di kamar, Alessya menangis dan tidak menjawab perkataan Alex. Ia hanya membereskan baju-bajunya dan memasukkan ke dalam koper. Dirinya tidak ingin berlama-lama lagi di tempat Alex.

__ADS_1


"Alessya.... maafkan aku, tapi izinkan aku buat kasih tau yang sebenarnya sama kamu kalau yang kamu lihat itu gak bener," ucap Alex dengan perasaan khawatir akan hubungannya dengan Alessya. Ia tidak ingin jika Alessya sampai meninggalkannya.


"Udah lex... mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya, tunggu sampai dia benar-benar siap," kata Reza mencoba menasehati Alex.


"Gue minta, tolong loe jagain Alessya. Jangan sampai loe biarin Alessya pergi dari tempat ini. Gue mau keluar sebentar dan akan segera kembali," pinta Alex dengan terburu-buru dan pergi.


Reza semakin bingung dengan apa yang akan di rencanakan Alex, ia juga sangat khawatir jika terjadi apa-apa padanya di jalan, melihat kondisi nya yang saat ini kurang baik, namun dirinya tidak bisa menyusul Alex, karena ia harus menjaga Alessya.


Sementara Alessya yang tak lagi mendengar suara Alex ia pun sudah siap untuk pergi ke bandara. Alessya membuka pintu kamarnya dengan membawa koper.


"Heh loe mau kemana," Reza panik melihat Alessya keluar kamar dengan membawa koper.


"Aku mau pulang !!!" jawab Alessya menghindar dari hadangan Reza.


"Loe Sinting yaa ternyata, orang lain bilang loe jenius tapi kenyataannya loe B*GO' !!! Loe Bodoh, tau gak sih loe," teriak Reza emosi melihat Alessya yang akan pergi.


"Maksud kak Reza apa'an?" Alessya berbalik dengan perasaan heran mengapa kata-kata Reza sangat kasar terhadapnya.


"Loe tau kan kalau Alex dari dulu cinta sama loe. Loe tau kalau dia terus melindungi loe dan selalu buat loe bahagia. Loe tau itu syaa... Tapi loe bodoh !!! loe gak sepintar yang gue pikir. Hanya beberapa foto gajelas itu loe percaya jika itu Alex. Hanya karena foto itu loe mau ninggalin Alex. Loe gak mikir apah, kalau selama ini Alex selalu buat loe bahagia meskipun dulu ia sempat sedih melihat loe sama Daffa. Gilak mana otak loe yang katanya Jenius hah !!! Hanya karena foto itu loe lupain semua perjuangan Alex buat dapetin loe, buat bahagiain loe,"


Alessya terdiam dan menangis mendengar ucapan Reza yang benar adanya. Dirinya tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya diam dan terpaku di hadapan Reza.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To Be Continued....


__ADS_2