
Alessya kembali ke kamarnya dan menangis hingga ia sama sekali tidak tidur, ia terus memikirkan Daffa yang telah salah paham terhadap dirinya, namun Alessya tidak bisa memberi penjelasan pada Daffa karena Daffa sudah terlanjur salah paham tentang hubungannya dengan Alex. Alessya berbaring menangis sambil menghapus satu persatu foto yang bersama Daffa di ponselnya.
Pagi hari Alessya berusaha lebih tenang dalam menyikapi kejadian semalam yang ia alami, menurutnya ia tak perlu khawatir tentang apa yang ada dipikiran Daffa, karena hanya dengan cara itu Daffa mau menerima keputusannya untuk mengakhiri hubungan yang ia jalani. Alessya meletakkan boneka pemberian Daffa di dalam kotak dan kemudian menyimpannya di gudang.
"Alessya kamu kenapa sayang? kok muka kamu pucat begini," tanya Widhia terkejut melihat wajah putrinya yang sangat pucat dan matanya sembab.
"Gapapa kok maa... Tadi malam aku melihat nilaiku dan ternyata nilaiku kecil. Aku sedih karena aku merasa tidak bisa mengikuti kejuaraan IPhO," ucap Alessya berbohong karena tak ingin mama dan papanya tahu.
"Gak usah dipikir sampai segitunya dong sayang... Kalau kamu emang ingin kuliah di London tinggal bilang aja, meskipun kamu gk lulus IPhO mama sama papa bisa kok kuliahin kamu disana," ucap Widhia memeluk putrinya. Alessya hanya tersenyum dan membalas pelukan mamanya.
**********
IPhO - International Physics Olympiad tinggal satu bulan lagi, Alessya sadar jika ia sudah hampir melupakan impian dan keinginannya. Kini sudah tidak ada alasan lagi untuk terus merasa terpuruk, Alessya ingin melupakan semuanya dan hanya akan memikirkan impiannya. Dengan wajah yang pucat dan mata yang sembab Alessya menyempatkan diri belajar di perpustakaan seorang diri. Alessya melihat Daffa dari kejauhan, ia terlihat duduk sendiri dengan buku ditangannya.
Alessya tersenyum memandang Daffa dari kejauhan namun ia tidak berniat untuk mendekati atau menghampiri Daffa, Alessya pergi dan memilih tempat lain sebelum Daffa melihatnya.
Alessya duduk ditempat sudut paling belakang dan itu adalah tempat terjauh dari tempat Daffa, ia duduk dengan mengerjakan beberapa soal-soal yang ada dibuku.
"Sudah dari tadi???" ucap Alex tiba-tiba berdiri di depan Alessya.
Alex melihat Alessya yang duduk menyendiri dan ia pun menghampirinya.
"Baru aja kak," jawab Alessya tersenyum dan menatap Alex.
"Eh kamu gapapa syaa... kok pucat banget," Alex terkejut melihat Alessya yang sangat pucat dan tampak sangat lelah.
__ADS_1
"Aku gapapa kok kak, cuma gak pake make up aja tadi. Oh iya kak, menurut kakak apa aku masih bisa mengikuti seleksi IPhO," Alessya mengalihkan pembicaraan agar Alex tidak terus-terusan curiga.
"Kalau kamu terus berusaha kenapa tidak. Mangkanya belajar yang rajin.." ucap Alex mengacak-acak rambut Alessya dan ia kembali melihat Alessya yang cemburut.
"Kalau aku gak lolos gimana dong kak..." ucap Alessya terlihat sedih dan mulai kepikaran dengan impian yang selama ini ia inginkan.
"Yaa kalau kamu gak lolos, aku ke Londonnya palingan juga sendiri eh itu pun kalau Ibel gak lolos sih, tapi kalau lolos ya kemungkinan bareng dia," jawab Alex santai sambil membaca buku ditangannya.
Seketika Alessya merasa tidak ingin terkalahkan oleh Ibel, ia tidak ingin jika impian dan keinginannya kali ini direbut oleh orang lain lagi. Alessya bertekat akan lebih rajin dalam waktu dekat karena ia akan lebih fokus dengan perlombaannya.
Dua jam mereka lalui di perpustakaan, Alex menutup bukunya dan merasa sangat lelah, ia melihat Alessya di depannya masih fokus belajar. Alex tersenyum melihat keseriusan Alessya, ia pun berdiri dan beranjak keluar perpus.
"Kak, mau kemana???" tanya Alessya melihat Alex berdiri dan hendak pergi.
"Mau main, kenapa?" Alex menghentikan langkahnya dan berbalik arah ke Alessya.
Saat hendak mencari buku lain di bagian rak buku belakang, tiba-tiba pandangan Daffa teralihkan dan ia melihat Alessya sedang bersama Alex belajar bersama. Daffa mengepalkan tangannya dan menghampiri Alessya dan Alex.
"Oh... hebat yaa, ternyata benar ucapanku semalam. Hagghh!!! gak nyangka banget bisa mergokin kalian berdua begini. Bilangnya ingin putus karena keluargaku tidak merestui, tapi kenyataannya begini. Salah banget kalau aku mengira kamu cewek baik dan polos yang ternyata begini kelakuan aslinya," ucap Daffa berdiri di depan Alex dan Alessya kemudian pergi keluar dari perpustakaan.
Alex yang tidak mengerti dengan maksud Daffa merasa bingung, sementara Alessya hanya menunduk dan tidak ingin menanggapi ucapan Daffa. Walau hatinya sangat sakit dengan perkataan Daffa namun ia tidak ingin lagi menjelaskan apapun pada Daffa. Alex berlari menyusul Daffa karena ia tidak ingin Daffa salah paham terhadapnya.
"Daff, maksud loe apa tadi," Alex menarik lengan Daffa mencoba mengentikan Daffa.
"Gak usah pura-pura gak tau deh, selama ini loe sering kan jalan bareng, keluar bareng sama Alessya tanpa sepengatahuan gue. Gue itu gak bodoh, gue tau kalau loe suka sama Alessya dan berusahan mendekatinya. Kali ini loe menang, silahkan ambil bekas gue" Ucap Daffa menepis tangan Alex dan beranjak meninggalkan Alex namun Alex tidak menyerah dan terus mengejar Daffa.
__ADS_1
"Loe salah, Alessya itu hanya cinta sama loe. Gue gak ada apa-apa sama dia. Oke selama ini kita memang belajar bareng, tapi itu murni bener-bener belajar dan kalau untuk jalan bareng Alessya berdua, gue berani sumpah kalau gue gak ngelakuin itu. Loe salah paham Daff, setidaknya loe dengerin penjelesan Alessya," ucap Alex dengan suara lantang dan membuat Daffa terhenti.
"Gue memang suka sama Alessya, tapi gue sadar kalau dia milik loe. Gue gak pernah ngungkapin perasaan gue sama Alessya dan Alessya gak tahu kalau gue suka sama dia, dan yang terpenting di hati Alessya itu cuma ada loe. Alasan dia menjauhi loe itu memang murni karena permintaan nyokap dan bokap loe ke dia. Selebihnya gue gak tau dan pesan gue setidaknya loe dengerin penjelasan dia dan coba hargai keputusannya," ucap Alex menepuk pundak Daffa dan meninggalkan Daffa. Seketika Daffa terdiam dan tak tahu harus bagaimana. Pikiran kalut dan merasa bingung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Autor gak akan pernah bosan untuk mengingatkan kalian untuk tetap L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
__ADS_1
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗