Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Suatu Perubahan


__ADS_3

Hari mulai terik, matahari sangat terasa menyengat dikulit. Alex mengajak Alessya dan Daffa kembali ke Villa untuk beristirahat.


"Loe udah beli tiket pulang belum Daff.." Tanya Alex dengan memegang ponselnya yang akan memesan tiket pulang


"Sudah kak, tadi sekalian beli sama tiket pulang. Aku juga udah beliin tiket untuk Alessya" Ucap Daffa merangkul Alessya


"Pulangnya bareng aja kak... kan tiketnya masih banyak toh, biar enak kalau berangkat bareng, pulang juga harus bareng" Alessya menatap Alex dan meyakinkannya


"Okay, tapi duduknya mungkin kita akan pisah" Alex memesan tiket pulang


"Gapapa deh yang penting masih satu kereta" Ucap Alessya tersenyum.


Sesampainya di villa, Alex menyuruh teman-temannya untuk beristirahat termasuk Daffa yang baru saja sampai, karena kereta akan berangkat jam 3 sore dan akan memakan waktu 6 jam perjalanan sampai kerumah. Alessya menyuruh Daffa untuk tidur dikamar Alessya, dan sedangkan Alessya memilih tidur dikamar Ariyani. Daffa pun menuruti perkataan Alessya dan segera masuk kekamar Alessya untuk beristirahat.


"Syaa... kamu cinta banget yaa sama Daffa" Tanya Ariyani pada Alessya yang sedang berbaring disebelahnya


"Yaiyalah.. kan dia pacarku, emang kamu gak cinta sama kak David?" Jawab Alessya merasa heran mendengar pertanyaan Ariyani


"Bukan gitu syaa... maksudku Daffa itu kan sering banget ngecewain kamu sampai buat kamu nangis, trus apa kamu masih cinta dia?" Ariyani berbalik memandang Alessya. Ia merasa heran melihat Alessya yang dengan mudah memaafkan dan kembali bertahan dengan Daffa.


"Aku emang sedih, aku dan aku marah ketika Daffa selalu membuatku kecewa, tapi hatiku gak bisa membenci dia. Yang aku tahu hanya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati manusia, jika saat ini aku masih sabar dan tidak membencinya mungkin ini sudah diatur. Tapi aku yakin jika aku terus dibuat sedih oleh Daffa, pasti Tuhan lah yang nantinya akan mengubah perasaan dihatiku" Ucap Alessya tersenyum menatap sahabatnya.


"Ooo yaudah deh syaa kalau memang seperti itu, aku akan selalu mendukungmu asal kamu bisa bahagia" Ariyani mencubit pipi Alessya


"Eh bentar deh, kayaknya ponselku ketinggalan dikamar. Bentar yaa aku ambil ponsel dulu" Ucap Alessya bangun dan beranjak keluar kamar.


Alessya melangkahkan kakinya sangat pelan dan membuka pintu juga sangat hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi yang mengganggu tidur Daffa. Alessya melihat ponsel di meja riasnya. Alessya mengambil ponselnya dengan perlahan dan Alessya melihat Daffa tidak tidur dikasur melainkan tidur disofa. Alessya mendekati Daffa yang sedang tertidur.


"Kamu ganteng dalam keadaan apapun" Ucap Alessya tersenyum menatap Daffa yang tertidur dengan sangat dekat.

__ADS_1


Alessya beranjak kembali kekamar Ariyani, ia tak ingin lama-lama menatap Daffa karena takut Daffa terbangun. Alessya melihat Ariyani sudah tertidur dengan pulas. Alessya dan Ariyani memiliki kesamaan yaitu sama-sama suka tidur. Dengan perlahan Alessya merebahkan tubuhnya disamping Ariyani dan memejamkan matanya.


************


Tak terasa waktu telah sampai dimana kereta akan berangkat. Terlihat Alex dan David sedang membereskan barang-barang dikoper yang akan dibawa pulang. Alex segera mengunci Villanya dan menuju gerbang dan menunggu taxi datang.


"Loe liat Alessya gak, dia udah keluar kan?" Tanya Alex pada David yang membawa koper


"Tuh dia" Ucap David menunjuk ke arah Alessya dan Daffa


"Ayo kak, Taxinya sudah dateng..." Ucap Alessya tersenyum dengan melambaikan tangannya pada Alex.


Terlihat dua taxi datang untuk menjemput mereka. Alex, David dan Ariyani menaiki taxi yang berbeda dengan Alessya dan Daffa. Taxi itu mengantarkan mereka ke stasiun. Sesampainya di stasiun, Daffa membantu Alessya mengangkat barang-barangnya ke bagasi. Alex yang hendak membantunya mengurungkan niatnya karena Daffa sudah lebih dulu membantunya. Alessya duduk disamping Daffa, sedangkan Alex, David dan Ariyani duduk dibagian belakang. Disamping Daffa, Alessya terlihat sangat bahagia. Sudah lama sejak ujian dimulai ia tidak bertemu Daffa, kini ia sangat dekat dengan Daffa, sampai Daffa rela menyusul Alessya ke tempat jauh.


"Apa alasanmu menyusulku kesini, padahalkan jauh.." Tanya Alessya menatap Daffa dengan penuh rasa penasaran


"Aku kan sudah bilang, kalau aku tidak ingin melihatmu bersama orang lain. Selain itu kamu juga merindukanku. Jadi apa salahnya aku menyusulmu" Jawab Daffa mencubit pipi Alessya karena gemas.


"Jangan kebanyakan senyum, ntar aku diabetes ngeliatnya" Daffa mengacak-acak rambut Alessya yang sejak tadi melihat pacarnya tersenyum


"Dihh... Apa'an sih" Alessya melepaskan tangannya dari genggaman Daffa


"Kalau capek tidur aja... perjalanan masih sangat jauh" Daffa kembali meraih tangan Alessya dan menciumnya


Alessya hanya mengangguk dan menatap kedepan, menonton acara di televisi kereta. Acaranya yang membosankan membuat Alessya mengantuk dan matanya mulai berat. Alessya menoleh ke Daffa yang sedang memandang ke luar kaca kereta. Alessya berusaha untuk tidak mengantuk namun matanya terasa sangat berat untuk dibuka hingga membuat Alessya harus memejamkan matanya. Daffa menoleh ke arah Alessya dan hendak membuka topik pembicaraan, namun Daffa mengurungkan niatnya. Ia nelihat Alessya tertidur dan tak kuat menahan kepalanya agar tetap tegak. Daffa mendekatkan pundaknya pada Alessya agar kepalanya bisa menyandar dipundak Daffa.


Daffa beusaha menahan kepala Alessya agar tidak jatuh dari pundak Daffa. Daffa menahan kepala Alessya dengan tangannya, ia tak bisa melepaskan kepala Alessya karena akan membuat kepala Alessya menunduk kedepan. Daffa tidak ingin membuat Alessya terbangun dari tidurnya, ketika ia merasa tangan kirinya kesemutan lalu Daffa menggantinya dengan tangan kanan.


"Apa kamu seperti ini ketika kamu berangkat pergi sebelumnya?" Batin Daffa memikirkan dengan siapa Alessya menyandarkan kepalanya saat ia tertidur seperti ini.

__ADS_1


Pikiran Daffa selalu teringat Alex yang mungkin dia lah yang memberikan pundaknya pada Alessya ketika ia tertidur. Daffa menatap Alessya dan semakin tidak ingin melihatnya bersama orang lain. Daffa kembali merasakan cemburu namun ia tidak bisa mengungkapkannya. Daffa sadar ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa kecuali dirinya. Dirinya menyesal ketika meninggalkan Alessya sendiri. Daffa menatap Alessya dan berjanji dalam hatinya jika ia tidak akan pernah meninggalkan Alessya sendiri karena ia tidak ingin Alessya menjadi milik orang lain. Daffa akan berusaha menjaga Alessya agar tidak ada orang ketiga dalam hubungan mereka.


"Maafkan aku syaa sudah membuatmu merasa sendiri, aku janji akan selalu ada untukmu" Bisik Daffa pada Alessya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Team siapakah kalian?


Team Alessya Daffa atau Alessya Alex?


Simak terus kelanjutan kisahnya😊 jangan pernah bosan dan jangan lupa like serta beri pendapat kalian tentang mereka.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya💖💖


__ADS_2