
Cinta itu memang indah, tergantung dengan siapa diri ini jatuh cinta. Belajar dari pengalaman sebelumnya, kini Alessya bisa melihat jelas mana yang cintanya benar-benar tulus dan cinta yang hanya sekedar kata. Namun terkadang ketika diri sudah terjebak dan terbuai dalam indahnya cinta, semua hal yang tidak sepatutnya dilakukan akan tetap ingin dilakukan karena besarnya sebuah rasa ingin memiliki.
"Sudah malam... tidur gih," Jarinya yang mengetuk hidung mungil Alessya.
"Eemmp... kak Alex mau kemana?" ucap Alessya dengan manjanya menahan lengan Alex yang ingin beranjak keluar kamar.
"Mau tidur lah... emang kamu gak mau tidur," sahut Alex menatap Alessya yang tengah duduk dan mencoba menahannya.
"2 hari lagi aku balik loh kak... dan waktu kita buat bereng tinggal sedikit, masak kak Alex gak mau nemeni aku," Alessya yang merasa sedih ketika harus mengingat kembali waktu dimana ia akan berpisah, ia pun mengalihkan pandangannya dengan tangan yang masih mencoba menahan Alex.
"Yaudah... aku akan tetap disini dan nemenin kamu sampai kamu bisa tidur nyenyak," Alex tersenyum dan mengusap-usap kepala Alessya dengan lembut, kemudian menarik kursi di sebelahnya.
"Kok kak Alex duduk, kak Alex gak mau tidur sama aku?? tanya Alessya merasa heran melihat Alex lebih memilih duduk di kursi dari pada berbaring di sebelahnya.
Dengan tersenyum, Alex mendekati Alessya dan memeluknya.
"Sayang... kamu ini bagiku seperti berlian. Tau kan berlian? Berlian itu kalau kecoel dikit aja nanti harganya akan turun dan pastinya akan mengurangi peminat dari orang. Bukannya aku gak mau tidur sama kamu, justru aku malah ingin banget bisa tidur sama kamu, peluk kamu, cium kamu. Dan yang lebih penting, aku ini cowok sama seperti yang lain... yaitu punya nafsu. Tapi... aku gak ingin buat kesalahan, aku tidak ingin jika suatu saat kamu sudah tidak lagi mencintaiku dan kamu menyesal karena kehormatanmu sudah kamu serahkan padaku,"
"Yaudah... aku tidur disini tapi kak Alex gak boleh pergi sebelum aku bener-bener nyenyak," Alessya melepas pelukan Alex.
"Iyaa.. aku akan disini bersamamu," ucap Alex membelai rambut Alessya yang terurai.
CUP (Alessya mencium kedua pipi Alex)
"Hemmp tuu kan... kelihatannya memang berat kalau hanya satu pihak yang mencoba menahan, apalagi kalau ada yang mancing-mancing kayak gini. Apa kata-kataku yang tadi aku tarik aja yaa, sebagai hukuman buat cewek usil kayak kamu," ucap Alex tersenyum yang dengan perlahan mendekati Alessya.
"Aaaaaaaaa gak mau, aku mau tidur aja," dengan cepat Alessya menutup semua tubuh dan mukanya dengan selimut karena takut,"
"Mangkanya... apa aku bilang jangan nakal..," Alex membuka selimut dari muka Alessya dan mencubit pipinya dengan gemas.
Alessya tersenyum melihat Alex yang kini pindah tempat dan duduk di kursi sebelahnya sambil membaca buku, dirinya sangat bersyukur memiliki kekasih yang sangat menjaganya.
Pukul 01.45 rasa lelah itu kini mulai terasa, Alex menutup bukunya dan melakukan peregangan pada tubuhnya yang sangat lelah karena terlalu lama duduk. Namun rasa lelah itu pun hilang ketika melihat posisi tidur Alessya yang sangat lucu, kakinya keluar dari selimut dan kedua tangannya yang mengangkat ke atas. Alex tersenyum menghampiri Alessya dan menutupi kaki dan tangan Alessya dengan selimut. Dengan perlahan Alex berjalan keluar agar Alessya tidak mendengar suara langkah kakinya.
__ADS_1
*********
Ting (Bunyi Ponsel)
Alessya terbangun dan tatapannya langsung tertuju pada kursi sebelahnya telah kosong, ia pun meraih ponsel yang berada di meja sebelahnya.
Alex :
Kalau sudah bangun, aku tunggu di mobil.
Masih dengan tatapan kosong yang seolah baru sadar, ia pun beranjak mandi dan bersiap-siap menemui Alex. 10 menit kemudian dengan masih menggunakan handuk, Alessya memeriksa keberadaan Alex dari balkon.
"Kak... tunggu bentar yaa, aku mau make up dulu, bentar kok..," teriak Alessya dari atas.
"Heemmp anak itu.. kenapa keluar balkon cuma pake handuk aja sih, kalau ada yang liat gimana?" Alex menggrutu sambil geleng-geleng kepala ketika melihat Alessya yang hanya menggunakan handuk.
Tak lama kemudian terlihat Alessya berlari menghampiri Alex yang tengah menunggunya di luar mobil.
"Lain kali jangan kayak gitu lagi," ucap Alex membuka pintu mobil untuk Alessya.
"Apanya kak?"
"Yaa kamu... jangan keluar kamar kalau lagi pake handuk, dimana pun, gak disini dan juga gak di Indonesia," Alex mengomel dengan muka bete di mobil.
"Hemmp iyaa iyaaa sayangku...," sahut Alessya tersenyum dan memeluk Alex.
Hari ini adalah h-1 Alessya akan meninggalkan Inggris dan Alex berencana mengajak Alessya melihat danau yang menurutnya sangat indah dan cukup tenang. Sesampainya di danau Alex memarkirkan mobilnya dan hendak membukakan pintu untuk Alessya.
"Lah kok... main ninggal aja," Alex melongo ketika dirinya masih membuka sabuk pengaman namun ia melihat Alessya langsung keluar dari mobil dan berlari ke tepi danau tanpa menunggunya. Ternyata buat anak orang bahagia itu sederhana, melihat Alessya yang sangat senang di tepi danau ia pun menghampirinya.
"Kenapa baru ngajak sekarang sih kak...," ucap Alessya yang kegirangan membuka sepatunya dan memainkan air danau dengan kakinya.
__ADS_1
"Sibuk sayang... maaf yaa," ujar Alex mengacak-acak rambut Alessya.
Alex senang ketika melihat Alessya yang tersenyum bahagia namun ia juga merasa sedih karena besok dirinya harus mengantarkan Alessya ke bandara. Saat tengah asyik menatap Alessya yang memainkan air daun dengan kakinya, terlihat seorang pria muda mendekati Alessya.
"Hei, dari Indonesia yaa?" sapa seorang pria dengan membawa es krim di tangannya.
"Eh iyaa...," jawab Alessya tersenyum.
"Cantik-cantik kok sendirian aja nih," ucapnya tanpa melirik Alex sedikit pun.
"What sendirian? lah gue disini apa'an boy, batu gituh," batin Alex kesal.
Alessya hanya tersenyum dan melirik Alex di sebelahnya yang sudah mulai badmood.
"Oh iya... ini aku beli es krim dua, satu untuk kamu," ucap pria muda itu memberi Alessya es krim.
Belum sempat Alessya terima, dengan secepat kilat Alex mengambil es krim itu dan membuangnya ke bawah, sontak hal itu membuat Alessya terkejut.
"Maaf, pacarku tidak menerima makanan dari orang lain," Alex merangkul Alessya dan membawanya menjauh dari pria itu.
"Padahal aku suka es krim...," ucap Alessya menatap Alex dengan muka memelas merasa sangat disayangkan es krim tadi di buang oleh Alex.
"Tunggu disini !!! jangan kemana-mana," ucap Alex kemudian berlari membeli es krim.
Alessya tersenyum melihat Alex berlari membeli es krim untuk dirinya. Sisi baru dari sifat Alex yang sebenarnya yaitu sangat cemburuan namun ia tidak pernah sesekalinya marah jika sedang cemburu. Alex Briand Lee... sosok kakak senior yang sangat dewasa dan sangat menyayangi dirinya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To Be Continued....