Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Permintaan Maaf


__ADS_3

Alessya menundukkan kepalanya diatas meja, ia tak mau orang lain melihat dirinya yang sedang menangis. Hatinya sangat kecewa karena Daffa yang tak kunjung datang. Namun tiba-tiba terdengar suara yang sangat ia kenal


"Maaf, aku telat..." ucap Daffa dengan nafas terpenggal-penggal.


Alessya mengangkat kepalanya dan melihat sosok Daffa berdiri di hadapannya.



Alessya menangis dan memukul perut Daffa


"Kemana aja...aku sudah dari tadi menunggumu disini," ucap Alessya sambil menangis.


"Maaf tadi motorku lupa gak dikasih minum, jadi ngambek di jalan," jawab Daffa tersenyum mencoba menghibur Alessya.


Alessya tidak menghiraukan ucapan Daffa, ia masih kecewa karena Daffa tak memberinya kabar dan memperlakukannya kurang baik selama di kampus.


"Sudah... jangan nangis lagi, aku kan sudah disini," Daffa mengusap air mata Alessya agar Alessya berhenti menangis.


"Kamu jahat... apa salahku sampai kamu cuekin aku kayak gitu, apa kamu ingin kita putus," ucap Alessya masih terus menangis.


"Ssssyyutt, jangan katakan itu. Aku gak mau kita putus. Maafkan aku, aku salah," seketika Daffa memeluk Alessya dengan sangat erat, dirinya merasa sangat bersalah karena telah berperilaku buruk pada Alessya.


Alessya mulai tenang saat Daffa memeluknya, dirinya tidak ingin berpisah dari Daffa. Sementara Daffa yang terus memeluk dan membelai rambut Alessya merasa sangat bersalah karena membuat Alessya sedih hingga meneteskan air mata.

__ADS_1


"Kita pergi yuk, gak enak kalau peluk kamu disini," Daffa yang tersenyum menatap Alessya sambil membelai rambut Alessya.


Alessya yang menatap Daffa menganggukkan kepalanya. Melihat Alessya yang setuju Daffa bangkit dari duduknya dan pergi dengan menggandeng tangan Alessya. Daffa mengajak Alessya pergi ke taman agar rasa sedih Alessya bisa berkurang. Dengan berjalan menyusuri taman, tangan Alessya tidak lepas dari genggaman Daffa. Sesekali Daffa mencium tangan mungil Alessya. Alessya tersenyum melihat perlakuan Daffa pada dirinya.


"Aku mau Es Krim," ucap Alessya ketika melihat seorang anak berjalan sambil memakan es krim.


"Oke tuan putri, sebentar yaa aku belikan kamu Es Krim dulu," ucap Daffa membelai rambut Alessya.


"Jangan kemana-mana, tetep disini dan kalau ada yang ganggu cepet hubungi aku," Daffa memegang pundak Alessya dan memintanya untuk duduk di bangku taman.


Daffa berjalan meninggalkan Alessya untuk membeli Es Krim. Langkah Daffa terhenti dan Daffa kembali ke arah Alessya, Daffa berlari dan menghampiri Alessya.


"Kok kembali.." tanya Alessya bingung melihat Daffa kembali menemuinya.


"Inget, jangan kemana-mana.. aku segera kembali," ucap Daffa kembali mengingatkan Alessya agar tidak meninggalkan tempatnya dan ia pun mencium kening Alessya.


Daffa pergi berlari menyebrangi jalan untuk membeli Es Krim di Indomart terdekat. Tak hentinya ia memandang Alessya dari kejauhan. Daffa segera membayar es krim pada kasir, dan berlari kembali ke taman. Daffa tak ingin meninggalkan Alessya terlalu lama di taman sendirian. ia tak ingin kekasihnya diganggu orang lain.


Dari kejauhan Alessya tersenyum melihat Daffa yang berlari menghampirinya.


"Kenapa kamu lari...," tanya Alessya dengan lembut mengusap keringat di kening Daffa.


"Takut es krim nya mencair," sahut Daffa dengan nafas terpenggal-penggal, alasan sebenarnya ia berlari bukan karena ia takut es krimnya mencair, melainkan ia takut Alessya di ganggu oleh anak punk.

__ADS_1


Daffa kemudian membukakan Es krim yang ada di tangannya dan memberikannya pada Alessya. Alessya sangat menyukai Es krim, dirinya tak sadar bahwa mulutnya clemotan seperti anak kecil. Daffa tersenyum melihat Alessya yang sedang clemotan. Ia mengusap Es krim yang menempel di bibir Alessya.


"Sayang... makannya pelan-pelan yaa," ucap Daffa tersenyum membersihkan es krim di bibir Alessya dengan sangat lembut.


"Enak loh Daff... cobain deh," ucap Alessya dengan menyodorkan Es Krim pada Daffa.


Daffa tersenyum melihat Alessya menawarkan Es krim padanya. Daffa mendekatkan dirinya pada Alessya dan


Cup ( Daffa mencium bibir Alessya yang clemotan )


Sementara Alessya yang merasa kaget melihat Daffa tiba-tiba menciumnya, ia hanya bisa terdiam dan tak tau harus bagaimana.


"Lebih enak bibir kamu, manis rasanya," ucap Daffa tersenyum usai mencium bibir Alessya.


"Ihhh... nakal," Alessya memukul Daffa dengan sangat keras, dirinya merasa sangat malu karena itu adalah pengalaman pertamanya.


"Aduuhh sakit sayang..," Daffa menahan tangan Alessya yang terus memukul lengannya.


"Suruh sapa nakal," ucap Alessya dengan mencubit perut Daffa.


Daffa memegang tangan Alessya agar ia tidak terus mencubitnya. Namun Alessya tetap berusaha untuk mencubiti Daffa. Melihat kelakuan Alessya yang menyebalkan, Daffa menarik tangan Alessya sampai Alessya terseret sangat dekat dengan tubuhnya. Alessya terdiam menatap Daffa sangat dekat. Daffa semakin mendekatkan wajahnya pada Alessya dan mengecup bibir Alessya. Melihat Alessya yang menutup matanya, Daffa memberanikan diri untuk ******* bibir Alessya dengan sangat romantis. Alessya terdiam tanpa perlawanan, ia menikmati sentuhan bibir Daffa yang lembut.


"Jangan suka nyubit lagi, sakit dan aku bisa membalasnya lebih dari ini," ucap Daffa tersenyum menyudahi kecupannya.

__ADS_1


Alessya menganggukkan kepalanya, ia tak dapat berbicara apa-apa karena malu. Alessya tak menyangka jika ciuman pertamanya ia lakukan dengan Daffa, orang yang sangat ia cintai.


__ADS_2