
Alessya terdiam dan tidak bisa berbicara apa-apa, ia hanya bisa menatap lembar jawaban yang ia miliki dengan nilai 70. Sebelumnya nilai 90 pun tidak berani mendekati Alessya tapi yang terjadi sekarang adalah sebuah dugaan yang salah.
"Sudah...dapat nilai kecil itu biasa kok, gak usah dipikirin.. tinggal perbaiki lagi kan gampang" Ucap Alex melirik lembar jawaban Alessya dan melihat Alessya sedang terdiam murung.
"Huuaaaa hiks hiks hiks kecil yaa kak, ini nilai buruk kan" Alessya menoleh dan menangis didepan Alex dengan suara yang lumayan keras.
Betapa paniknya Alex setelah melihat dan mendengar tangis Alessya yang hampir membuat mahasiswa lain menoleh,
"Ehh kok nangis, jangan nangis..." Dengan sigap Alex membungkam mulut Alessya dan mendekapnya, kini wajah Alessya tenggelam di dada bidang Alex dengan suara tertahan. Alex tidak ingin mahasiswa lain melihat Alessya menangis karena nilainya yang jelek. Alex tidak ingin Alessya di bully atau ditertawakan, karena hal itu akan membuat semangat Alessya akan hilang.
"Ah sial, kenapa anak ini menangis tidak pada tempatnya sih..."Batin Alex.
"Udah jangan nangis yaa...aku tau kamu bisa, ini belum apa-apa kok" Ucap Alex membelai rambut Alessya yaang ia peluk. Mahasiswa lain memperhatikan perlakuan Alex yang sangat romantis pada Alessya. Ibel yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Alex membuat ia sangat kesal pada Alesssya.
"Maaf kak... aku tadi tidak mendengar saranmu, aku keras kepala. Seandainya aku mendengar saranmu mungkin nilai aku gak akan jelek" Ucap Alessya melepas pelukan Alex dan menghapus air matanya.
"Iyaa gapapa... udah yaa jangan nangis lagi. Aku gak mau mahasiswa lain ngeliat muka jelek kamu kalau nangis, cukup aku aja" Ucap Alex tersenyum menenangkan Alessya.
Alessya tersenyum namun hatinya masih kecewa dengan apa yang ia lakukan, Alessya ingin segera pulang dan belajar kembali dirumahnya agar ia bisa menemukan letak kesalahan yang telah ia lakukan. Alessya menghubungi sopirnya untuk menjemput, sebelumnya Alessya menolak tawaran Alex untuk mengantarkannya pulang karena Alessya merasa ingin sendiri.
**********
Disisi lain saat Daffa sedang melakukan latihan bermain Hoki, ia melihat sekelilingnya sedang heboh menatap ponsel masing-masing, awalnya Daffa tidak terlalu penasaran tengang berita apa yang membuat mahasiswa lain terlihat heboh.
"Eh bro... coba deh cek medsos kampus" Ucap Salah satu rekan team Daffa. Daffa mulai bingung mengapa temannya menyuruh dirinya untuk melihat medsos kampus.
Daffa melihat ponselnya dan membukan akun medsos kampusnya. Daffa terkejut melihat Alessya menjadi topik berita yang saat ini diperbincangkan banyak mahasiswa.
"Hahh berani-berani Alex membuat keributan dengan Alessya" Daffa yang mulai emosi berusaha menahannya. Ia kesal melihat Alex merangkul Alessya seperti yang ada di dalam berita.
Daffa menyudahi latihannya, ia tak tahan dengan rumor yang sudah banyak menyebar. Daffa pergi keruang ganti dan mengganti pakaiannya, ia merasa sangat kesal dan ia baru tahu jika Alex juga terpilih untuk mengikuti IPhO. Daffa tak habis pikir mengapa Alessya tidak cerita sebelumnya.
Daffa keluar dari arena latihan dan bergegas menemui Alessya dirumahnya. Di jalan Daffa masih memikirkan sosok Alex yang seenak jidat merangkul Alessya kekasihnya. Sesampainya dirumah Alessya, Daffa berusaha tenang dan membunyikan Bel yang ada dirumah Alessya.
__ADS_1
Ting Tong...3x (Bel Rumah)
Daffa bingung mengapa pintu rumah Alessya tidak terbuka walau pun sudah ia tekan. Ketika Daffa hendak pergi dari rumah Alessya, tiba-tiba seseorang membukakan pintu. Daffa terkejut ketika Alessya membuka pintu dan tiba-tiba memeluknya dan menangis.
"Kok kamu nangis...kenapa sya? apa aku ada salah sama kamu" Daffa kebingungan melihat Alessya memeluknya dan tiba-tiba menangis. Alessya tidak menjawab pertanyaan Daffa dan itu membuat Daffa sangat bingung. Daffa melepas pelukan Alessya dan membawanya keluar dari rumahnya, Daffa tidak ingin papa Alessya melihatnya dan akan menimbulkan salah paham.
Daffa membawa Alessya kepinggir danau, disana berusaha menenangkan Alessya yang tiba-tiba menangis dipelukannya.
"Ayo sekarang cerita, kenapa kamu tadi tiba-tiba menangis" Ucap Daffa menatap Alessya yang menunduk masih terlihat sedih.
"Nilaiku tadi sangat jelek...baru kali ini aku mendapat point 70 dan soal yang aku kerjakan tadi sangat susah" Ucap Alessya menunduk dan menangis
"Ooo jadi karena itu kamu tadi dipeluk sama Alex" Daffa memalingkan mukanya dari Alessya, ia masih sangat kesal namun ia berusaha menahannya.
"Kok kamu tau..." Tanya Alessya memandang Daffa, namun Daffa tidak memberikan respon apapun pada Alessya, ia hanya diam dengan pandangan ketempat lain.
"Sebenarnya tadi aku sempat nangis dikelas, aku kaget dan merasa putus asa melihat nilai dan note dari Mr. William, trus kak Alex mendekapku agar suara tangisanku tidak terdengar mahasiswa lain... cuma itu kok, dan aku tau kak Alex gak ada maksud yang lain.
"Hemmp yaaudah gak usah dipikirin lagi, besok kita belajar lagi" Ucap Daffa menenangkan Alessya dan tidak membahas rumor yang sudah tersebar di medsos kampusnya.
"Halo paa..." Ucap Alessya
"Kamu dimana? sama sapa? apa kamu sedang menangis" Jordhan terdengar sangat mengkhawatirkan Alessya
"ihh papa selalu aja nerima laporan dari mereka, Papa itu gak perlu khawatir sama Alessya..." Ucap Alessya merasa kesal karena bodyguardnya sudah melaporkan pada papanya
"Apa kamu bersama Alex?
"Alessya sekarang sama Daffa, dia selalu jaga Alessya. Papa gak perlu khawatir" Ucap Alessya tersenyum merangkul Daffa disebelahnya
"Udah dulu yaa pa... daa papa love you" Alessya menutup telfon papanya.
Daffa melihat ke sekeliling tempat ia berada, ternyata benar mobil hitam memantaunya dari kejauhan. Daffa tak habis pikir mengapa Alessya selalu dipantau. Kemana pun Daffa membawa Alessya dan sejauh apapun tempat itu, ia akan tetap terpantau.
__ADS_1
"Kok papamu kenal sama senior Alex" Tanya Daffa menatap Alessya dengan ekspresi muka yang terlihat kesal.
"Oh itu karena mamanya kak Alex temen kuliah mamaku, dan papanya kak Alex rekan bisnis papaku" Ucap Alessya tersenyum
Satu hal baru yang Daffa baru mengetahuinya yaitu Alex memiliki posisi istimewa di keluarga Alessya.
"Gadis yang sekarang aku lihat dan aku miliki saat ini, apa mungkin ia akan tetap bersama ku sampai nanti? atau kah ia hanya sekedar titipan?" Batin Daffa menatap Alessya yang tersenyum didepannya.
"Mau gak kalau misal aku bawa kamu kerumahku untuk berkenalan dengan orang tua ku" Ucap Daffa menatap Alessya. Ia ingin memperkenalkan gadis yang ia miliki kepada orang tua nya.
"Serius... kapan? aku mau..." Alessya tersenyum bahagia mendengar ucapan Daffa ingin memperkenalkan dirinya pada orangtua Daffa.
"Baik lah, nanti aku kabari kamu ketika semuanya sudah siap. Sekarang ayo aku antar kamu pulang, disini banyak nyamuk" Ucap Daffa menggandeng tangan Alessya dan mengajaknya pulang.
Alessya mengangguk dan mengikuti langkah kaki Daffa yang berjalan, ia tidak sabar untuk segera bertemu dengan orang tua Daffa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih buat kalian semua yang sudah dukung dan semangatin Author๐. Simak terus kisahnya jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.๐๐