
Sesampainya di stasiun, Daffa membangunkan Alessya yang masih tertidur.
"Syaa bangun... sudah sampai" Ucap Daffa mencolek pipi Alessya.
Alessya pun terbangun dan melihat Daffa sudah berdiri disampingnya dengan mengambil tas dibagasi atas. Alessya masih berusaha sadar dari tidurnya yang panjang.
"Woy cepetan...." Ucap penumpang yang sedang menunggu Daffa untuk segera turun dan tidak menghadang jalan.
"Aku tunggu dibawah yaa" Ucap Daffa membelai rambut Alessya dan segera turun karena banyak penumpang yang sedang antri berbaris di belakang Daffa untuk turun.
Alessya hanya mengangguk dan menunggu penumpang lain keluar terlebih dahulu agar ia tidak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Alessya mulai berdiri dan melangkahkan kakinya dan ikut berbaris di belakang penumpang.
"Nak nak...sepertinya pacar kamu sangat menyayangi mu" Ucap seorang ibu-ibu memanggil Alessya di belakangnya dan membicarakan Daffa.
"Dari mana ibu tau.. kalau pacar saya sangat menyayangi saya?" Tanya Alessya merasa heran melihat ibu-ibu yang tiba-tiba membicarakan Daffa.
"Tadi saat kamu tertidur, pacarmu menyangga kepalamu dengan tangannya agar tidak tersungkur kedepan. Dia tidak minum dan tidak makan apalagi tidur. Dia bergantian tangan kiri dan kanan untuk menahan kepalamu agar tetap disandarannya, sungguh kau sangat beruntung nak.." Ucap seorang ibu penumpang pada Alessya dengan mengelus lengan Alessya.
Alessya menatap Daffa yang sedang berada diluar kereta, ia melihat Daffa sedang mengepal-ngepal kedua tangannya karena kesemutan. Alessya merasa tersentuh melihat perlakuan Daffa padanya. Ia rela tidak makan dan minum hanya untuk menjaga Alessya agar tetap tertidur. Alessya segera keluar dari kereta dan berjalan memeluk Daffa.
"Loh ada apa syaa...apa ada yang mengganggumu didalam kereta?" Tanya Daffa merasa heran karena Alessya tiba-tiba memeluknya.
"Gapapa kok Daff, aku cuma mau bilang kalau aku sayang kamu..." Ucap Alessya tersenyum masih memeluk Daffa dengan sangat erat.
"Lah kok tiba-tiba... ditempat umum lagi, kamu gak malu diliat banyak orang begini" Daffa tersenyum dan membalas pelukan Alessya, ia melihat orang lain sedang memperhatikannya namun Daffa tidak pernah malu pada siapa pun, Daffa justru senang melihat Alessya yang tiba-tiba memeluknya.
Alessya melepaskan pelukannya, ia tak sadar jika ia dilihat banyak orang di stasiun. Muka Alessya memerah karena malu. Alessya menarik lengan Daffa berjalan meninggalkan stasiun.
"Kamu tunggu disini yaa... jangan kemana-mana, aku mau ambil mobilku dulu" Daffa segera mengambil mobilnya yang sedang dititipkan pada penjaga kendaraan di stasiun.
Alessya mengangguk dan menunggu Daffa yang sedang mengambil mobilnya. Alessya melihat David dan Ariyani juga berdiri di seberang jalan dan Alessya menghampirinya.
"Loh kok kalian cuma berdua, kak Alex kemana?" Tanya Alessya dengan membawa koper menghampiri Ariyani dan David
"Masih ngambil mobil, loe mau bareng kita apa sama Daffa syaa?" Tanya David
"Sama Daffa, Daffa juga masih ambil mobilnya kok kak" Jawab Alessya
Alessya melihat Daffa dengan mobilnya menghampirinya kemudian disusul oleh Alex yang berada di belakang Daffa. Alessya segera masuk dalam mobil dan pulang bersama Daffa. Alessya menatap Daffa yang sedang menyetir. Dirinya masih teringat ucapan ibu-ibu saat di kereta. Alessya memeluk lengan Daffa yang sedang menyetir.
__ADS_1
"Eh... kenapa sayang?" Ucap Daffa terkejut ketika Alessya tiba-tiba memeluk lengannya dan menyandar disebelahnya.
"Gapapa... udah kamu fokus aja nyetirnya" Alessya tersenyum melihat Daffa yang kebingungan.
Daffa hanya geleng-geleng tak mengerti maksud Alessya, ia tetap fokus menyetir. Sesampainya dirumah Alessya, Daffa mengantarkan Alessya masuk dan membawa barang-barangnya kedalam, namun karena dirumah Alessya tidak ada orang tuanya dan hanya ada pembantu, Daffa tidak bisa berlama-lama dirumah Alessya karena takut terjadi hal-hal yang tidak diingikan mengingat Alessya yang sikapnya sangat manja mulai dari stasiun hingga pulang.
"Aku pulang dulu yaa" Daffa membelai rambut Alessya yang berdiri didepannya.
"Kamu gamau istirahat disini dulu...kan kamu belum tidur sama sekali waktu dikereta" Alessya memegang tangan Daffa agar ia tidak segera pergi.
"Dirumah kamu gak ada orang... bahaya, apalagi kamu dari tadi manja kayak gini. Kalau aku gatahan gimana?" Ucap Daffa tersenyum menggoda Alessya yang sedang manyun.
"ihhh apa'an sih, OMES kamu kambuh lagi deh.. udah sana kalau mau pulang. Kalau udah sampai jangan lupa kabari" Alessya melepaskan tangan Daffa dengan muka memerah karena Daffa menggodanya dengan gurauan mesum.
Sementara Daffa tersenyum melihat Alessya yang salah tingkah dan memerah karena malu. Daffa mencium kening Alessya dan masuk ke mobil. Alessya masuk kedalam rumahnya untuk membersihkan diri dan kembali beristirahat.
**********
Sesampainya dirumah Alex merasa sangat lelah, matanya ngantuk karena tak sempat tidur saat dikereta. Alex melihat mamanya duduk diruang utama bersama papanya.
"Baru pulang? Gimana liburannya..." Tanya Niken pada anaknya yang sedang lusuh kecape'an
"Yaa gak gimana-gimana maa... Alex keatas dulu mau tidur capek" Jawab Alex berlalu meninggalkan mamanya.
"Nanti mau yaa temenin mama sama papa kerumah temen, soalnya suami temen mama baru pulang dari luar negeri dan akan bekerja sama dengan papa kamu" Ucap Niken duduk disamping putranya yang sedang berbaring.
"Kenapa harus sama Alex sih maa... kan kerjasamanya sama papa, yaudah sama papa aja ma" Jawab Alex merasa heran tidak biasanya mamanya mengajak dia pergi.
"Katanya temen mama mau ngenalin putrinya ke kamu, dia cantik loh... setahun lebih muda dari kamu. Mama lihat kamu belum punya pacar, mama sih gak maksa kamu... cuma alangkah baiknya jika kamu berkenalan terlebih dahulu, kalau gak cocok yaudah gpp" Ucap Niken
"Iyaa maa... nanti Alex usahakan kalau Alex gak capek" Jawab Alex kembali memejamkan mata.
Niken meninggalkan Alex yang beristirahat. Niken berharap Alex mau ikut pergi bersamanya nanti malam karena ia sangat tidak sabar memperkenalkan putranya dengan putri temannya yang sangat cantik.
Alex yang hanya tertidur sebentar menoleh ke samping dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, ia teringat perkataan mamanya yang akan mengajaknya pergi ke rumah kerabatnya. Alex bangkit dari tidurnya dan mandi, ia tidak tega menolak permintaan mamanya untuk ikut bersamanya. Alex bersiap-siap dengan memakai pakaian rapi agar terlihat sopan. Entah kenapa perasaan Alex sangat tidak nyaman, namun Alex tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Alex keluar dari kamarnya dan bertemu papa mamanya. Mereka sudah bersiap-siap berangkat. Alex masuk di mobil bersama papa mamanya dan hanya terdiam didalam sambil memainkan ponselnya.
Firasat Alex kembali tidak nyaman ketika mobil berhenti disebuah rumah yang sangat besar, ia merasa sebelumnya pernah kerumah itu. Alex dan keluarganya turun dari mobil dan segera masuk ke dalam. Alex dan keluarganya disambut baik oleh pemilik rumah.
"Ooo ini anak kamu ken.. Ganteng yaa dan tinggi banget" Ucap wanita pemilik rumah.
__ADS_1
"Namanya Alex.. masih kuliah dan sebentar lagi akan lulus" Ucap niken memperkenalkan anaknya pada temannya.
Alex dan keluarganya dipersilahkan duduk. Mama dan papanya sedang asik memperbincangkan masalah bisnis sementara Alex hanya duduk diam dan melihat sekeliling rumah yang terlihat lebih mewah dari rumahnya. Tak lama wanita pemilik rumah itu pergi ke atas dan memanggil putrinya. Alex mengeluarkan ponsel disakunya tanpa memperhatikan teman mamanya yang membawa putrinya.
"Nah...kenalin putriku satu-satunya, Alessya" Ucap Widia mengenalkan anaknya pada Niken.
Mendengar nama Alessya, Alex terkejut dan berhenti memainkan ponselnya. Alex tidak menyangka jika Alessya yang ia kenal adalah anak dari teman mamanya.
"Alessya..." Ucap Alex menatap Alessya dengan heran.
"Loh, kak Alex kok disini" Alessya semakin bingung melihat situasi yang terjadi dirumahnya.
"Jadi kalian sudah saling mengenal" Ucap Niken tersenyum
"Iyaa maa.. Alessya ini juniorku dikampus" Alex tersenyum menatap Alessya
"Kemarin aku perginya sama kak Alex juga kok maa, iyaa kan kak" Alessya tersenyum
"Jadi kamu perginya sama Alessya... nakal yaa kamu gabilang mama" Ucap niken tersenyum dan memukul pipi Alex pelan
Alessya tertawa melihat Alex dipukul mamanya, namun ia masih bingung mengapa Alex bersama keluarga ada dirumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Simak terus kelanjutan kisahnya😊
__ADS_1
Jangan pernah bosan dan jangan lupa like serta beri pendapat kalian tentang mereka.
Terimakasih atas dukungan dan votenya💖💖