
Hari telah petang, perayaan penutupan OSPEK telah dilaksanakan. Semua mahasiswa telah sampai dirumah masing-masing, kecuali David dan Rikky yang masih dikampus untuk menukar kembali kendaraan mereka.
"Eh, Alex kemana kok gue gak kelihatan dia sama sekali" tanya Rikky yang memarkirkan motor David di depan rumahnya.
"Tadi sih katanya mau mengungkapkan perasaannya ke Alessya," jawab David yang juga kebingungan menyadari jika Alex tidak bersamanya.
"Coba deh loe telfon, gue takut dia ketinggalan dipantai," ucap Rikky sangat khawatir.
David pun mengeluarkan ponsel di saku celananya dan menelfon Alex.
(Ponsel Alex Bergetar)
"Hallo ada apa bro,"
Alex menerima panggilan dari sahabatnya.
"Ee woy kau dimana?"
Suara David terdengar sangat kebingungan dan terkesan ngegas.
"Dirumah lah...kenapa, mau main?"
"OTW"
Sahut David dengan bersemangat akan menyusuli Alex kerumahnya.
David bergegas kerumah Alex bersama Rikky. Tidak bisanya Alex pergi tanpa kedua temannya. Sesampainya dirumah Alex, Rikky dan David langsung mengintrogasi Alex
"Eh piye? lancar bro?" tanya David mengenai proses pendekatannya dengan Alessya dengan menggunakan logat jawa.
"Tak terungkap," jawab Alex dengan mimik wajah yang sangat kecewa.
"Why..... jangan bilang loe takut ditolak," tanya Rikky semakin penasaran mengapa Alex tidak jadi mengutarakan isi hatinya pada Alessya.
"Kalah cepat bro... Alessya sudah menjadi milik Daffa sekarang," ucap Alex menghela nafasnya.
"Aku tadi melihatnya dari atas tebing, Daffa mengungkapkan perasaannya dan Alessya menerimanya, lalu mereka berdua saling berpelukan," ungkap Alex menceritakan apa yang dirinya lihat saat di pantai.
"Huuufftt ya udahlah Lex cewek juga masih banyak," sahut Rikky menepuk-nepuk pundak Alex dan menenangkannya.
"Eh BTW kenapa loe gak coba deketin temennya Alessya aja Ariyani, dia lumayan juga anaknya," Rikky memberi ide yang cukup bermanfaat agar Alex lekas move on dari Alessya.
"Nguuaawurr..." David mengeplak kepala Rikky yang berbicara seenak jidatnya.
"Sakit Cok... lagian kenapa juga, kan dia masih jomblo," bentak Rikky yang merasa kepalanya sakit ketika tiba-tiba di pukul oleh David.
"Dia Milikku," jawab David singkat dan jelas.
"Sudaahlaahh kalian gak perlu menjodohkan aku sama orang lain, aku yakin kalau Alessya bukan jodohku pasti aku bisa melupakannya dan Allah akan mempertemukan dengan yang lain. Inget !!! jodoh itu gak kemana," ucap Alex melerai dan menjelaskan pada temannya.
"Bener sih..," sahut Rikky.
********
Pagi yang terasa sangat dingin membuat Alessya enggan untuk bangun lebih awal. Pukul 04.30 WIB dengan samar-samar Alessya mendengar ponselnya yang berdering.
Ting (Bunyi ponsel pesan masuk)
__ADS_1
Alessya membuka ponselnya dengan mata yang masih sedikit terpejam.
Daffa :
Hari ini aku jemput kamu.
"What, pagi ini?" batin Alessya seketika tersadar dari rasa kantuk yang sebelumnya ia rasakan, sontak Alessya terbangun dan bergegas cuci muka. Ia pun membalas pesan Daffa dengan cepat.
Alessya :
Gak usah Daff, kasian kamunya jauh buat jemput aku.
Daffa :
Gak papa kok, yaudah aku otw sebentar lagi.
"Haduhhh anak ini bandel" ucap Alessya menggerutu dan mulai panik.
Alessya beranjak untuk segera mandi dan kemudian bersiap-siap untuk berangkat kuliah. 10 menit kemudian Alessya turun dari kamarnya menuju lantai bawah untuk sarapan.
"Kok tumben pagi," tanya Widhia melihat putrinya sudah sangat rapi.
"Iyaa maa, aku bentar lagi mau dijemput jadi harus pagi," sahut Alessya sambil menyiapkan roti dan selai coklat kesukaannya.
"Dijemput siapa? Daffa?" tanya Widhia merasa penasaran, karena ini juga pertama kalinya Alessya berangkat tidak bersama sopir pribadinya.
"He'emp" jawab Alessya sambil memakan roti dengan lahapnya.
"Kamu sudah jadian?" Widhia kembali bertanya dan merasa dirinya sangat ingin tahu.
"Iyaa maa..... ih mama nihh tanya terus," ucap Alessya dengan mulut penuh mengunyah roti.
"Duhh maa banyak banget, aku mana habis ini," ucap Alessya menolak untuk dibuatkan roti karena sudah merasa sangat kenyang.
"Buat Daffa," kata Widhia menepis tangan Alessya yang menahannya untuk membuat roti.
"Kirain buat aku hehhehe," Alessya tertawa karena malu.
Ting tong ting tong (bel rumah)
Alessya berlari untuk membukakan pintu.
"Itu pasti Daffa," batin Alessya sambil berlari.
Alessya membukakan pintu dan benar fillingnya, Daffa yang datang menjemputnya sudah didepan mata.
"Sudah siap..." tanya Daffa sambil merapikan rambutnya.
"Sudah, yuk berangkat" ucap Alessya sangat senang melihat Daffa yang sangat tampan.
"Ganteng banget sih Daffa, wangi lagi" batin Alessya.
"Eh bentar, pamit dulu sama mama kamu," ucap Daffa menahan Alessya yang hendak pergi.
"Oh iya bentar" kata Alessya, dirinya baru ingat belum berpamitan dengan mamanya.
"Mamaaa... maa... Alessya berangkat yaa sama Daffa" teriak Alessya memanggil mamanya.
__ADS_1
"Eh mana boleh seperti itu... pamit yang bener, samperin trus cium tangan" ucap Daffa menasehati Alessya agar lebih sopan dengan mamanya.
"Iyaa mama izinin kok," Kata Widhia menghampiri Daffa dan Alessya.
"Eh tante, saya mau pamit tante... mau bawa Alessya ke kampus," ucap Daffa tersenyum.
"Iyaa tante izinkan, maaf yaa anak tante kurang sopan emang. Dari dulu dimanja sama papanya," sahut Widhia merasa tidak enak dengan kelakuan putrinya.
"Ahh mama... aku gak manja kok," ketus Alessya merasa tersindir.
" Ya sudah sana berangkat, keburu macet ntar" suruh Widhia pada Alessya dan Daffa agar segera berangkat.
"Pamit tante," Daffa mencium tangan Widhia sebelum pergi.
Alessya dan Daffa pun berangkat menuju kampus. Alessya masih malu untuk memeluk Daffa, ia hanya memegang jaket Daffa agar tidak jatuh.
"Sudahhh gak perlu sungkan dan minta maaf lagi, kalau mau peluk yaa peluk aja. Inget aku itu pacarmu," ucap Daffa sambil tersenyum mengingatkan Alessya yang masih malu-malu.
Alessya tersenyum dan malu-malu untuk memeluk Daffa dan ia pun memberanikan diri untuk memeluk Daffa. Wangi parfum Daffa sangat jelas tercium oleh Alessya.
"Tau gak, apa yang aku suka dari kamu selain kamu tampan," ucap Alessya sambil memeluk Daffa.
"Tinggi" jawab Daffa mencoba menebak.
"Bukan" sahut Alessya menggelengkan kepalanya.
"Pinter" jawab Daffa kembali menebak.
"Dihhh pinteran aku kali," ucap Alessya yang tidak mau kalah dengannya.
"Masaakkk... mau dibuktikan? " ucap Daffa yang tidak percaya jika Alessya lebih pintar darinya.
"Oke, sapa takut," jawab Alessya dengan sangat percaya diri.
"Trus apa yang kamu suka selain itu semua?" tanya Daffa semakin penasaran karena semua jawabannya salah.
"Kamu wangi," ucap Alessya tersenyum sambil mencium pundak Daffa.
"Ohh" sahut Daffa.
"Dikampus menurut aku yang wangi selain kamu itu... emmpp kak Alex," ucap Alessya sambil mengingat-ingat setiap teman-temannya dan kakak tingkat saat berpapasan. Menurutnya Alex lah yang sangat wangi ketika sedang berpapasan atau sedang bersama dengannya.
"Udah deh... jangan bawa nama orang lain kalau kita lagi berdua," ucap Daffa kesal karena dirinya di sama-samain dengan Alex seniornya.
Daffa sudah tau bahwa Alex dan Alessya sangat dekat. Daffa juga tau kalau saat kegiatan OSPEK Alex sering diam-diam memotret Alessya. Namun saat itu Daffa bersikap biasa saja karena dirinya belum mencintai Alessya.
.
.
.
.
.
.
Hayoooww kalian Team sapa? Daffa Alessya atau Alex Alessya? 😂😂
__ADS_1
Tunggu terus kisah selanjutnya, jangan lupa like yaa😘😘