Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Daftar Blokir


__ADS_3

Alessya tersenyum melihat kepergian Alex, namun dirinya juga sangat malu mengingat dirinya yang saat itu memejamkan mata.


"Bodoh... apa sih syaa yang kamu pikirkan, sampai-sampai kamu menutup mata segala," ucap Alessya menepuk jidat.


Ia masih mmmerasakan detak jantungnya yang sangat cepat, namun dibalik semua itu ia sangat bahagia karena saat ini dirinya sudah resmi menjadi pacar kak Alex. Dengan muka yang memerah Alessya pergi mandi karena merasa seluruh tubuhnya bau dan lengket akibat seharian mencari Alex. Sambil berendam di bathup, Alessya masih tidak menyangka jika dirinya saat ini berpacaran dengan Alex, dan ia pun sangat bahagia.


Sosok Alex yang sangat dewasa dan selalu ada disaat dirinya membutuhkan support dan penyemangat, kini telah menjadi kekasihnya.


"Kenapa aku bisa sebahagia ini yaa... padahal dulu waktu baru jadian sama Daffa, bahagiaku gak meluap-luap seperti sekarang. Lah ini pipiku aja sampai kerasa lelah karena senyum-senyum sendiri. Aaaa mama...


I miss you and I want to tell you mam," ucap Alessya guling-guling di atas ranjangnya karena sangking bahagianya.


********


Tak hanya Alessya yang terlihat sangat bahagia, Alex pun ikut merasakannya, merasakan bagaimana dirinya benar-benar tidak menyangka jika dirinya sudah berhasil memiliki Alessya yang selama ini ia inginkan.


"Loe kenapa senyum-senyum, tadi gue liat loe keluar dengan muka panik, lah sekarang senyum-senyum," ucap Reza yang heran melihat Alex baru datang dengan senyum yang tidak jelas.


"Loe tau gak, ada pepatah mengatakan kalau kita sabar dan tawakal dengan apa yang kita inginkan, suatu saat kita pasti akan mendapatkannya walau pun itu sulit," ucap Alex merangkul sepupunya yang kini menatapnya.


"Yaa trus," Reza masih menatap Alex yang terlihat sangat aneh.


"Gue sekarang baru dapetin itu," kata Alex tersenyum


"Emang loe baru dapet apa'an?" ucap Reza semakin kebingungan.


"Pacar," ucap Alex dengan senyum yang meyakinkan


"Siapa? Monic..." sahut Reza asal-asalan


"Aaa loe mah otaknya gak main, yaa kali gue mau sama monic. Monic mah gak ada apa-apanya dari pada Alessya," tiba-tiba mood Alex berubah ketika Reza menyebut nama monicha yang dari dulu selalu mengejarnya dan bahkan pernah hampir mencari kesempatan untuk tidur bersama Alex.


"Hehehe yaa sorry, loe jijik banget yaa sama monic," ucap Reza merasa bersalah.


"Awalnya gue anggap dia temen gue, yaa loe tau sendiri kan pas kita baru-baru disini, dia baik banget, care dsb. Tapi lama kelamaan gue ilfil sama dia yang terus ngintilin gue. Dan gue masih ingat waktu gue tinggal sendirian di sini pas gue baru pulang cari makan diluar bentar... eh tiba-tiba dia udah nyambut gue disini pake piyama. Gilak gak coba loe pikir," ucap Alex dengan raut wajah yang kesal.

__ADS_1


"Iyaa gue ingat, kan sejak itu loe ngajakin gue buat tinggal sama loe padahal awalnya kan loe bilang mau tinggal sendiri. Tapi kok loe bisa gak tergoda sih, padahal nih yaa kan monic itu cewek yang populer dikampus dan bodynya woahh... idaman semua pria," ucap Reza tiba-tiba ngelantur.


"Gue lebih tertarik sama Alessya yang cantik, polos, ngambekan, pintar," ucap Alex tersenyum dan membayangkan wajah Alessya.


"Kok gue mencium bau-bau bakal ditendang dari Apartemen ini yaa, oooo I know.... jangan bilang loe ntar bakal ngusir gue dan ngajakin Alessya tinggal disini," Reza menatap curiga Alex yang masih tersenyum.


"Nah, Ide bagus. Tempat Alessya juauhh bro, bener banget kalau loe bilang begitu. Tapi tenang aja... dia gak lama kok disini, kan dia harus lanjutin kuliahnya," ucap Alex dengan sangat bersemangat ingin meminta Alessya tinggal bersamanya untuk sementara waktu.


Alex pun beranjak ke kamarnya untuk memberitahu Alessya tentang pemikirannya. Alex pun mencoba menghubungi Alessya, namun nomer Alessya masih belum bisa ia hubungi. Alex merasa ada yang aneh dan teringat ucapan Alessya yang mengatakan jika dirinya juga tidak bisa menghubungi Alex.


Alex pun membuka Daftar nomer blokir di handphonenya, dan ternyata nomer Alessya masuk dalam daftar blokir.


"Sial !!! Ini pasti ulah Monic," Alex kesal dan marah ketika mengetahui Monic telah memblokir nomer Alessya.


Alex merasa sangat geram dan marah, jika saja Monic tidak memblokir nomer Alessya pasti Alessya tidak akan kesusahan mencari Alex dan ia juga tidak akan mengalami luka di kakinya. Alex pun menghapus nomer Alessya dari daftar blokir dan kemudian menghubungi Alessya kembali.


"Halo kak, ada apa?"


"Kok belum tidur..."


"Gak bisa tidur.... gatau kenapa"


"Apa... gak denger," ucap Alessya sambil menahan tawanya yang bahagia


"I miss you sayang..." ucap Alex tersenyum dan gemes mendengar suara Alessya yang pura-pura tidak mendengar ucapannya.


"I miss you too..."


"Kak Alex sendiri kenapa belom tidur"


"Aku baru sampai Apartemen, trus barusan masih ngobrol-ngobrol sama Reza dan mau ngajakain kamu pindah"


"Pindah? pindah kemana"


"Ke Apartemen aku, tempat kamu terlalu jauh... aku takut tidak bisa meluangkan waktu untukmu selama disini. Jadi aku mau ngajakin kamu pindah ke Apartemen aku, ada Reza juga kok, kamu gak perlu takut tinggal berdua sama aku"

__ADS_1


"Ngapain aku takut, bukannya dulu kita pernah sekamar berdua waktu di villa kak Alex"


"Dulu sama sekarang beda, sekarang kamu sudah jadi milikku, jadi jangan dipikir semuanya akan sama seperti dulu," ucap Alex tersenyum mendengar kepolosan Alessya


"Hehe iyaa kak... tapi Alessya percaya kok sama kak Alex"


"Yaudah... besok pagi aku jemput. Sekarang kamu tidur yaa... jangan begadang"


"Siap bos"


"I Love You"


"I Love You too"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued....

__ADS_1


T E R I M A K A S I H A T A S


D U K U N G A N N Y A 💖💖💖


__ADS_2