Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Kecewa


__ADS_3

Alessya dan Daffa memasuki ruang kelas yang kini telah dipenuhi mahasiswa lain. Masih sama seperti biasa, Alessya dan Daffa tidak duduk satu bangku atau bersebelahan. Alessya memilih duduk dikursi paling belakang karena ia merasa tidak percaya diri untuk mengikuti kelas Desain Grafis, sedangkan Daffa duduk diposisi paling depan. Alessya merasa gugup dan bingung, pikirannya kacau memikirkan tugas yang akan diberikan dosen nanti.


Bunyi langkah kaki itu terdengar jelas, Prof muda yang bernama Dio Herlambang yang akan membimbing mahasiswa matakuliah Desain Grafis. 30 menit Prof Dio menerangkan membuat Alessya sangat ngantuk duduk dibelakang, Alessya mulai meregangkan otot-otot lehernya dengan menggerakan kekiri dan kekanan, Alessya melihat Alex sedang memandangi kelakuannya.



Kemudian Alex tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat Alessya yang dari tadi sedang munguap karena ngantuk. Alessya merasa malu dan hanya tersenyum pada Alex.


Prof Dio memberikan tugas pada mahasiswanya untuk dikumpulkan hari ini juga. Tugas Prof Dio cukup berat bagi Alessya yaitu menggambar perseptif bangunan kampus dari arah depan dan samping. Alessya ingin menangis meratapi nasibnya yang begitu bodoh dalam bidang itu. Prof Dio meninggalkan ruang kelas dan memberi perintah pada mahasiswanya untuk segera menggambar bangunan area kampus.


Alessya melihat Daffa yang dengan semangat pergi keluar untuk mencari objek bangunan yang akan ia gambar. Alessya tak tahu harus kemana dan bagaimana.


"Huffftt aku harus gimana? apa yang harus aku lakukan," batin Alessya.


Alessya melihat Ariyani sedang menggambar dari arah samping. Ariyani terlihat sangat serius. Sedikit demi sedikit gambar bangunan itu terlihat mirip dengan aslinya walaupun sedikit berantakan.


"Wah... gak nyangka banget ternyata kamu pinter juga gambar beginian," ucap Alessya melihat gambar Ariyani.


"Hemm gini-gini bapak ku Arsitek jadi bisalah aku sedikit-sedikit walaupun berantakan," jawab Ariyani sambil menggambar.


"Loh gambarmu mana? kok bukumu masih kosong," tanya Ariyani kebingungan menatap lembar kosong yang Alessya pegang.


"Kamu mending masih bisa gambar walau pun berantakan, lah aku gabisa menungkan pandanganku dalam gambar, gimana mau menggambar. Aku gatau harus memulai dari sudut mana," ucap Alessya memelas.


"Kan ada Daffa sya.. kenapa kamu gak minta gambarin dia aja, tadi aku lihat dia udah selesai gambarnya," sahut Ariyani dengan santai.


"Aku malu mau minta digambarin, ntar dia kira aku malas," jawab Alessya.


"Yaudah ayo aku anter, ntar aku yang ngomong deh," Ariyani mengajak Alessya.


Alessya dan Ariyani pergi menemui Daffa, ia melihat Daffa sedang di dekati banyak teman-temannya. Gilang, Reno, dan Jessy sedang bersama Daffa. Alessya tersenyum melihat Daffa yang sudah bisa berinteraksi dengan temannya. Alessya melihat Daffa sedang membantu temannya menggambar bangunan. Alessya lega ternyata bukan hanya dirinya yang tidak tahu menggambar, masih banyak mahasiswa lain yang tidak bisa dan mereka tidak sungkan untuk meminta tolong Daffa dan Daffa mau membantunya.


"Daffa baik banget sih.. mau gambarin mereka," batin Alessya bahagia.


Alessya semakin percaya jika pacarnya akan membantunya dan ia tak ragu lagi untuk meminta tolong padanya.


"Aku dong.. gambarin juga," Alessya menyodorkan bukunya pada Daffa.


"Iyaa sebentar yaa, ini masih gambarin punya gilang," jawab Daffa.

__ADS_1


"Okey," ucap Alessya.


Alessya menunggu disamping Daffa, berharap Daffa mau sedikit meliriknya, Namun Daffa sangat fokus menggambar.


20 menit Alessya menunggu dan tak tahan, Alessya meletakkan bukunya di samping Daffa.


"Daff.. ini bukuku, aku tinggal bentar yaa," ucap Alessya.


"Iyaa," jawab Daffa tanpa menoleh.


Alessya pergi ketaman untuk menghirup udara segar dan mencoba menenangkan pikirannya yang pusing karena gak bisa gambar bangunan yang Prof Dio perintahkan. Namun Alessya merasa tenang karena Daffa pasti akan membantunya.


**********


"Woaahhmm bosen banget gue gambar dikelas sendirian," batin Alex sambil menguap.


"Topik hari ini gk menarik, tugas hanya gambar bangunan itu hal yang dasar, anak SMA juga bisa," Alex mengomel sendirian sambil memotret Gedung PHd 8 Lantai.


Alex melirik jam ditangannya, dia merasa ngantuk dan ingin tidur siang. Alex segera menuju taman untuk tidur sejenak di bangku taman yang telah disediakan. Taman memang tempat yang rindang dan sejuk, cocok untuk tidur. Selama dikampus Alex memang suka pergi ketaman selain untuk hobi nya memotret Alex, gunakan untuk tidur karena tidur ditaman sangat tenang tanpa ada gangguan dari siapapun. Alex merebahkan tubuhnya dibangku taman dan memejamkan matanya.


********


Sementara Alessya kembali keposisi Daffa, ia melihat Gilang sudah tidak bersama Daffa. Mungkin Daffa telah menyelesaikannya, namun Alessya masih melihat Daffa sibuk menggambar.


Alessya bergegas menghampiri Daffa dan penasaran dengan gambar yang Daffa buat dibukunya. Seketika senyum Alessya memudar, ia melihat bukunya masih tergeletak disamping Daffa, buku yang Daffa pegang saat ini bukan lah buku Alessya melainkan buku orang lain. Alessya mengambil bukunya dan membukanya, terlihat buku itu masih kosong tanpa coretan.


"Kok punyaku belum kamu gambar," tanya Alessya heran pada Daffa


"Oh iyaa aku lupa, bentar yaa aku selesaikan punya Fiona dulu," jawab Daffa masih fokus menggambar tanpa melirik Alessya


"Fiona kan tadi gak ada... bahkan lebih dulu aku disini dari tadi nungguin kamu," ucap Alessya kecewa


Daffa diam tanpa jawaban, ia masih fokus menggambar. Alessya tak tahu mengapa Daffa tidak merespon pertanyaannya. Apakah Daffa tidak mendengar suaranya atau Daffa sedang mengabaikannya. Alessya melirik jam ditangannya, waktunya tinggal sedikit lagi untuk mengumpulkan tugasnya, sedangkan Alessya masih belum selesai. Alessya pergi meninggalkan Daffa dan menangis. Alessya sangat kecewa pada Daffa yang mengabaikannya. Alessya berlari ketaman dan mencoba untuk menggambar seadanya. Air matanya terus mengalir dipipinya.


"Jahat banget sih...bisa-bisanya dia mendahului orang lain sedangkan aku pacarnya malah diabaikan," Alessya menggrutu sambil menangis.


Alessya berusaha menggambar namun gambarnya sangatlah jelek, tidak berbentuk perseptif bangunan sedikit pun. Alessya terus merobek bukunya dan merasa lelah. Dirinya menyerah dan tidak akan mengumpulkan tugasnya. Alessya bersiap menanggung hukuman dari Prof Dio. Alessya masih menangis sangat kencang, ia merasa tidak akan ada orang lain tahu jika dirinya menangis.


Namun salah, Alex terbangun dari tidurnya karena mendengar suara wanita menangis. Alex sempat mengira bahwa itu adalah tangisan kuntilanak, Alex bangun dari tidurnya dan melihat Alessya sedang duduk dan menangis. Alex ingin mendekatinya namun mengurungkan niatnya, Alex merasa Alessya butuh waktu untuk sendiri. Alex melihat Alessya sedikit tenang dan mengambil kertas-kertas yang ia sobek dan merubahnya menjadi pesawat. Alex tersenyum melihat Alessya yang pintar membuat pesawat. Tanpa berfikir panjang Alex memotret Alessya diam-diam

__ADS_1


Ceeekkrekk (suara kamera)



Alessya terlihat sedih memandang kertas yang ia robek. Alessya terus memandangi kertas tersebut.


"Kira-kira pesawat itu diterbangkan gak ya," batin Alex.


Alex melihat Alessya mau menerbangkan pesawatnya, segera Alex kembali bersiap memotret momen Alessya menerbangkan pesawatnya. Alex tersenyum melihat Alessya yang tersenyum, Alex tidak sadar bahwa pesawat Alessya mengarah kepadanya. Alex masih memandang kameranya dan melihat hasil foto Alessya.


"Kak Alex??" ucap Alessya.


Alex kaget mendengar Alessya memanggilnya, dan kini pesawat Alessya jatuh tepat di paha Alex.


"Eh syaa.. ini pesawat kamu," ucap Alex memberikan pesawat Alessya.


"Buang aja kak, aku malas melihat kertas itu," jawab Alessya.


"Oh iya gimana gambarmu, udah selesai? " tanya Alex.


Mendengar pertanyaan Alex, Alessya kembali menangis lebih keras dari sebelumnya. Alex bingung melihat Alessya menangis, ia tak tahu mengapa Alessya menangis. Alex tak tahu harus bagaimana.


.


.


.


.


.


.


.


.


Haduh Daffa kenap sih pacarnya dibuat nangis, kan kasian neng Alessyanya 😁😁

__ADS_1


Simak terus kelanjutannya, jangan lupa Like dan Komen pendapat kalian yaa..😊


Thanks you guys....😘


__ADS_2