Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Melihatnya Tersenyum


__ADS_3

"ALESSYA !!!" Bentak Alex melihat Alessya minun dengan ditemani Pongky disebelahnya. Seketika semua mahasiswa menoleh dan memandang Alex. Alex menghampiri Alessya dan meletakkan gelas yang ada ditangannya.


"Ayo pulang!" Ucap Alex menarik lengan Alessya pelan, namun Alessya sangat lemas sampai tak kuat berdiri.


"Kak Alex, apa benar ini kak Alex...Waaooo benar ternyata kak Alex" Ucap Alessya tersenyum dengan membuka sedikit matanya dan memegang kedua pipi Alex.


Melihat Alessya yang semakin mabuk dan ngomong nglantur membuat Alex semakin kesal hingga menaikkan tubuhnya ke punggung Alex.


"Sudah tau berat masih aja nyoba-nyoba alkohol sampai teler begini" Ucap Alex menggendong Alessya dan membawanya keluar.


"Apa kakak bilang ! Aku berat... aku itu ringan seperti bulu... apa kakak tau, aku itu saaangat mahal...Jadi jangan sebut aku berat, mengerti!" Ucap Alessya dengan menjambak rambut Alex dengan kedua tangannya.


"Awww syaa sakit syaa... lepas gak syaa.. awas kamu kalau sudah sadar" Ucap Alex mencoba melepaskan tangan Alessya yang menjambaknya.


Alex membawa Alessya ke mobil, namun ia bingung akan mengantarkan pulang atau tidak. Ia melirik jam ditangannya dan masih pukul 22.15, Alex memutuskan untuk membawa Alessya kerumahnya agar ia kembali sadar terlebih dahulu sebelum ia dibawa pulang kerumahnya. Dimobil Alex melihat Alessya yang tertidur, ia tak habis pikir Alessya sangat nekat meminum minuman beralkohol itu. Sesampainya dirumah Alex menggendong Alessya dan membawanya masuk ke rumahnya.


"Loh Alessya kenap Lex..." Tanya Niken kebingungan melihat Alessya yang digendong Alex


"Mabuk dia mah.. di paksa temen-temennya buat minum" Ucap Alex berbohong karena ia tak ingin Alessya terlihat seperti gadis yang nakal yang suka minum.


"Yaudah bawa ke atas gih" Ucap Niken dengan membantu Alex agar Alessya tidak jatuh. Alex membawa kekamarnya dan meletakkan Alessya di kasurnya.


Alex menarik meluruskan pinggangnya yang sakit karena menggendong Alessya yang menurutnya cukup berat. Alex kembali heran melihat tubuh Alessya yang mungil namun begitu berat ketika ia gendong. Alex keluar dari kamarnya dan memasak mie instan juga membawakan segelas air agar Alessya lekas sadar.


Alex membangunkan Alessya yang tertidur sangat pulas, kali ini Alessya sangat sulit dibangunkan namun Alex tetap harus membangunkannya agar ia bisa mengantarkan Alessya pulang tidak terlalu malam.


"Syaa bangun... syaa... Alessyaa... bangun..." Alex mencubit dan mencoel pipi Alessya agar bangun, namun Alessya belum bangun juga. Alex keluar dari kamarnya dan mengambil 2 balok kecil es batu dan meletakkan dipipi Alessya.

__ADS_1


"Maaf syaa... kamu harus bangun, kalau tidak aku akan dimakan hidup-hidup sama papamu" Ucap Alex dengan menyentuhkan es batu ke pipi Alessya, seketika Alessya langsung membuka matanya.


"Awww dingin kak... apa'an sih kak Alex gabisa apa kalau banguninnya yang halus" Ucap Alessya merasa kesal


"Aku udah bangunin kamu dari tadi ndoro... aku panggil kamu dengan halus, aku cubit pipi kamu dengan halus tapi kamu gak bangun, dan sekarang kamu marah karena aku banguninnya pake es batu. Gimana yaa kira-kira kalau aku lapor Om Jordhan kalau putrinya ini mabuk dan sulit dibangunin" Ucap Alex menatap Alessya dengan tatapan sinis


"Hehhe maaf kak... dan please... banget jangan kasih tau papa yaa kak, kumohon..." Ucap Alessya memasanga muka melas


"Yaudah makan dulu ini mienya biar bau alkohol di mulutmu hilang" Alex menyodorkan mie kepada Alessya.


"Makasih kak Alex... Makasih sudah mau nyamperin aku di bar, dan makasih sudah bikinin aku mie" Alessya tersenyum sambil memegang mie



"It's Ok" Alex tersenyum dan ia bersyukur jika Alessya melupakan ucapannya sebelumnya yang mengatakan Alessya berat, mungkin jika Alessya ingat perkataan Alex, ia akan ngamuk dan marah.


"Syaa... aku harap ini yang terakhir kamu minum" Ucap Alex dengan sungguh-sungguh tidak ingin melihat Alessya mabuk untuk kedua kalinya.


"Suruh siapa gak mau nemenin aku" Alessya tersenyum berjalan sambil melirik Alex. Sebenarnya ia hanya penasaran dengan rasa minuman, namun ia kesal karena karena sendirian dan tidak ada teman ngobrol. Alessya kembali tersenyum melihat Alex yang sangat serius dengan ucapannya hingga ia terdiam tidak membalas ucapan Alessya.


"Iyaa deh iyaa... aku janji gak akan minum lagi" Ucap Alessya meyakinkan Alex agar suasana tidak terlalu tegang. Alex menatap Alessya yang tersenyum membuat ia tidak bisa marah pada Alessya.


"Aku gak marah sama kamu, itu hak kamu... kamu sudah dewasa. Tapi kamu harus perhatikan sekitarmu, jika ada Daffa atau orang dewasa yang bisa menjagamu itu tidak masalah, tapi jika kamu sendiri seperti tadi, bagaimana kamu akan menanggung semua akibat dari perbuatanmu" Ucap Alex menasehati Alessya. Sejujurnya jika Alessya minum bersama Daffa pun ia tidak bisa tenang, namun ia teringat dan masih sadar diri jika dirinya bukan siapa-siapa Alessya.


"Iyaa kak... terimakasih sudah menolongku, tapi jujur deh kak... ada suatu hal yang mengganggu pikiranku. Tapi aku tidak ingat... aku merasa aku kesal dengan sebutan-sebutan aneh, tapi sebutan apa yaa kak..." Ucap Alessya mulai bingung dengan ingatannya yang sedikit mengganggu saat dia mabuk.


"Hah... udahlah ayo kita pulang, lupakan semua yang terjadi malam ini. Awas jangan sampai ketahuan Om Jordhan kalau kamu mabok" Ucap Alex mengalihkan pembicaraan karena ia tak mau Alessya ingat dengan ocehannya saat ia menggendong Alessya dan menyebut Alessya berat.

__ADS_1


Alessya masuk ke mobil dan mencoba menenangkan pikirannya, sementara Alex fokus menyetir dan tidak memulai pembicaraan apapun agar Alessya tidak kembali teringat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutan kisahnya😊 jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.


Terimakasih atas dukungannya dan votenya💖💖

__ADS_1


__ADS_2