
"Ayo sayang dimakan, jangan malu-malu," ucap Rosa tersenyum pada Ariyani.
"Iyaa tante," jawab Ariyani juga tersenyum pada mama David.
Mama David sangat baik pada Ariyani. Semua lauk yang ada dimeja diberikan pada Ariyani agar ia mau mencicipinya satu persatu. Bahkan Rosa pun menyuruh David untuk mengajak Ariyani main kerumahnya lebih sering.
"Kamu tau sayang, kamu adalah wanita pertama yang David bawa kerumah. Yahh... walau pun tante tau dia banyak pacarnya," ucap Rosa menceritakan semua tentang David.
"Yang benar tante? apa salah satu dari pacar kak David gapernah dibawa kesini?" tanya Ariyani merasa heran.
"Iyaa sayang.. tante gak bohong. Kamu yang pertama, mungkin karena David sangat menyukaimu," ucap Rosa membelai lengan Ariyani.
"Saya cuma adek tingkat kak David aja kok tante gak lebih, kak David sangat baik pada saya dan suka menolong saya disaat saya diganggu kakak senior yang lain," sahut Ariyani.
"Kamu ini gimana sih David... Ariyani akan diganggu terus jika kamu tidak segera memilikinya, jangan nyesel loh kalau ntar ada yang nikung," ucap Rosa memukul anaknya.
"Aww mamah, sakit mah. Iyaa ntar aku tanya dia dulu mau gak sama aku," sahut David melirik Ariyani.
Ariyani tak tahu harus bagaimana, dirinya sangat malu mendengarkan percakapan antara ibu dan anak yang sangat terbuka. Ariyani hanya bisa diam dan menunduk. Jantungnya berdetak tak karuan mendengar ucapan David.
"Gimana sayang, kamu mau kan sama anak tante David," tanya Rosa tersenyum penuh harapan.
"What! aku harus gimana ? apa yang harus aku katakan?" batin Ariyani.
"Udah mah.. gak perlu sekarang juga, kasian itu anak orang ketakutan," ucap David geleng-geleng kepala merasa tidak enak pada Ariyani yang terus di introgasi oleh mamanya.
"Yaudah... dipikir-pikir dulu yaa sayang, anak tante yang cakep ini akan selalu melindungimu," ucap Rosa.
"Emmp...Iyaa tante.." jawab Ariyani.
Selesai makan Ariyani membantu rosa mencuci piring, walau rosa telah melarangnya namun Ariyani tetap memaksa memberihkannya. Ariyani merasa tidak enak jika setelah makan piringnya dicuci orang lain. Setelah selesai Ariyani bersama Rosa pergi ke ruang tamu. Disitu terlihat David sedang duduk dengan kakinya yang panjang diselonjorkan. David tampak ngantuk karena kekenyangan.
"Kak David kenapa?" tanya Ariyani heran melihat David yang terkapar lemas.
"Kekenyangen" jawab David sambil memegang perutnya.
"Eh mau keliling rumahku gak, yok aku temani," ucap David mengajak Ariyani agar tidak bosan.
"Gak usah deh kak... gak sopan dirumah orang," jawab Ariyani sungkan.
"Gapapa sayang... kamu naik aja keatas, diatas ada balkon, ada tamannya juga. Sudah sana ikut David," sahut Rosa.
"Baik tante..." jawab Ariyani tersenyum menuruti ucapan mama David.
__ADS_1
Ariyani mengikuti langkah David. David menbawa Ariyani ke atas untuk melihat bintang di taman. Ditaman atas rumah David sangat indah, terdapat ayunan dan tanaman yang cantik.
"Indah banget rumah kakak," ucap Ariyani sangat takjub dengan keindahan yang ia lihat saat ini.
"Yahh mama aku suka taman dan bunga, jadi hampir setiap sudut rumah ada taman dan bunganya," jawab David.
"Udah ayo masuk, diluar dingin nanti kamu masuk angin," ucap David menarik tangan Ariyani dan menggandengnya.
"Kak, boleh aku lihat kamar kakak. Emmp dari luar aja kok, soalnya aku penasaran biasanya kan kamar cowok berantakan," ucap Ariyani tersenyum mengejek David.
"Oh tentu... kamu boleh melihatnya dari dalam pun boleh," ucap David tersenyum percaya diri.
David tidak seperti cowok pada umumnya, kamarnya selalu rapi dan bersih. ia tak suka jika kamarnya berantakan. Terkadang David suka marah jika Alex dan Rikky selalu membuat kamarnya berantakan. Kamar David sangat luas. Tak hanya Tv yang ada dikamarnya, kulkan dan lemari besar pun terdapat dikamaranya. Yang lebih menarik dari kamar David yaitu terdapat sebuah miniatur kerajaan dari kartu yang selalu David jaga.
"Ini kamarku, kamu boleh duduk disitu," ucap David menunjuk ke arah sofa kamarnya
"Kok rapi banget, apa benar ini kamar kakak," tanya Ariyani heran melihat kamar David yang sangat rapi dan bersih.
"Yaiyalah masak kamar mamahku," jawab David.
Pandangan Ariyani tertuju ke bangunan miniatur istina di meja David. Ariyani mendekatinya dan ingin menyentuhnya. David melihat Ariyani mendekati miniatur istana kartu sontak David menarik lengan Ariyani dengan keras hingga Ariyani terjatuh di pelukan David. David terjatuh di sofa sedangkan tubuh Ariyani berada diatas tubuh David.
"Jangan kamu sentuh itu, aku sudah membangunnya dengan susah payah," ucap David sambil menunjuk miniatur istana kartu.
Ariyani hanya terdiam memandangi David. David terus berbicara menasehati Ariyani untuk tidak sembarangan menyentuh benda miliknya. Ariyani terus menatap David dengan sangat dekat. Ariyani merasa puas melihat David yang sangat tampan berada dekat dihadapannya.
"Kak, kenapa kakak selalu muncul disekitarku," tanya Ariyani tersenyum menatap David yang kini sangat dekat dengannya.
"Hah... maksudnya," jawab David heran mengapa Ariyani menanyakan hal itu.
"Aku tanya... kenapa kak David selalu ada disaat aku butuh pertolongan. Dan kenapa harus kakak? kenapa bukan orang lain? Apa kakak selalu mengikuti ku?" tanya Ariyani tersenyum.
Mendengar hal itu membuat jantung David berdetak kencang, dirinya baru sadar jika posisinya saat ini sangat dekat dengan Ariyani. Tangan Ariyani yang dari tadi dilingkarkan di belakang kepala David membuat David tidak bisa bergerak bebas.
"Jawab kak? gak usah takut... Aku bisa mendengar suara jantung kak David," ucap Ariyani tersenyum
"Senyum anak ini sangat manis, ingin rasanya aku menciumnya," batin David.
"Kak David... jawab..." ucap Ariyani menampar pelan muka David.
"Kamu membuatku tertarik, kamu yang membuatku ingin selalu disampingmu, kenapa kamu tanyakan itu... jika dirimulah penyebab utamaku selalu muncul dihadapanmu," jawab David.
"Jadi kak David menyukaiku?" tanya Ariyani dengan menyenderkan kepalanya dipundak David.
__ADS_1
"Ya" jawab David singkat berusaha mengalihkan pandangannya
"Apa yang kak David suka dari aku," tanya Ariyani semakin penasaran.
"Aku suka semua yang ada pada dirimu, aku suka kamu yang ceria, dan aku suka kamu yang bawel. Dan yang paling utama aku suka karena kamu cantik," jawab David.
"Owh...." ucap Ariyani singkat.
"Trus, gimana?" tanya David sambil mengangkat tubuh Ariyani dari atas tubuhnya membenarkan posisi duduk.
"Apanya kak?" jawab Ariyani pura-pura tidak memahaminya.
"Kamu menyukaiku juga apa tidak?" tanya David penasaran.
Ariyani hanya bisa tersenyum dan mengangguk. David melihat senyum itu sangat indah dilengkapi dengan lesung pipi Ariyani membuat dirinya langsung memeluk Ariyani.
"I Love You," ucap David memeluk dan membelai rambut Ariyani.
"I Love You Too kak," jawab Ariyani tersenyum.
Keduanya sangat bahagia, dan David bersiap mengantarkan Ariyani pulang kerumahnya. Karena hari sudah semakin malam, David mengantarkan Ariyani dengan menggunakan mobilnya, ia tak mau Ariyani kedinginan jika mengendarai motor di malam hari. David meminta izin Rosa untuk mengantarkan Ariyani. Rosa pun mengijinkannya dan Rosa tersenyum bahagia melihat keduanya semakin lengket ketika keluar kamar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Simak terus kelanjutannya, jangan pernah bosanπ Dan jangan lupa Like dan Komen.
Terimakasih Guys...πππππ