Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Paparazi


__ADS_3

"Dwooorr...," teriak David mengagetkan Alessya dan Ariyani.


"Kamuuu ngapain disini?" tanya Ariyani yang merasa heran melihat keberadaan kekasihnya yang sudah lulus masih berada di kampusnya.


"Mau ngantri makanan buat kamu," ucap David tersenyum manis.


"Emmmp makasih sayang... yaudah aku sama Alessya yang pilihin tempat. Oke...," sahut Ariyani terlihat sangat senang.


Melihat ke uwuuan antara Ariyani dan David membuat Alessya sedikit iri dan ingin merasakan hal yang sama seperti mereka. Padahal seharusnya jika dulu dirinya sedikit lebih peka terhadap Alex mungkin ia juga akan merasakan hal yang seperti Ariyani saat ini.


"Eh gimana hubungan kamu sama kak Alex syaa?" tanya Ariyani penasaran.


"Sesuai rencana dong," ucap Alessya tersenyum.


"Kok kamu jarang banget sih ngabarin aku selama disana. Eh btw ceritain dong gimana proses mencari kak Alex disana, sumpah kepo aku... secara ini pertama kalinya aku liat sendiri ada seorang cewek langsung nyusul ke Inggris" Ariyani nyrocos semakin penasaran mendengar cerita Alessya.


"Panjaaang... ceritanya. Aku tuh gak langsung ketemu, masih nyari-nyari kayak orang nyasar gatau mau kemana. Tapi akhirnya ketemu sih trus pelukan...hehe," Alessya tersenyum ketika menceritakan pengalamannya mencari Alex sampai ia bertemu dan berpelukan.


"Eleehh kalau itu mah aku gak kaget, kamu pasti disana udah lebih dari pelukan kan sama kak Alex... secara kalian kan tinggal bersama, jadi gak mungkin kalau hanya pelukan doang,"


"Kamu salah sayang... Alex itu gak seperti itu, dia gak akan pernah tidur atau menyentuh wanita sembarangan. Selama aku kenal Alex dia hanya punya mantan satu dan itu pun hubungannya lama banget 5 th lah, dan selama itu mereka gak ngapa-ngapain. No kissing and no making love," sahut David membawa makanan untuk Ariyani dan Alessya.


"Hahh serius??" ucap Ariyani tak percaya.


"Iyaa serius aku... mereka dulu pacarannya dari kelas 3 SMP sampai kuliah semester 1 trus putus," jawab David menceritakan masa lalu Alex.


"Emang putusnya karena apa yaa kak?" tanya Alessya merasa penasaran.


"Di Hianatin sama ceweknya, tapi itu sihh udah lama dan gak ngaruh juga sih ke Alex nya. Soalnya pas waktu dia putus, dirinya sama sekali gak ada sedih-sedihnya blass dan nilainya masih konsisten di urutan pertama. Gak ngerti lah gue sama tuh anak, hatinya batu banget. Mangkanya gue gak kaget liat Daffa yang katanya dingin banget, soalnya ada yang lebih dingin dari dia, yaa Alex itulah orangnya," ujar David sambil menyantap mie kesukaannya.


Alessya masih tercengang dan sedikit penasaran dengan kisah masa lalu Alex karena sebelumnya ia sama sekali tidak mengetahui dan bertanya langsung pada Alex.


"Cantik gak mantannya kak Alex?" tanya Ariyani ikut penasaran.


"Beeehh cantik banget, dia itu kating sebenarnya. Umurnya lebih tua 1 tahun dari Alex dan dia itu model. Kalau gak salah sekarang ada di New York," jawab Alex dengan semangat menggambarkan sosok mantan Alex.


Mendengar cerita David yang mendeskripsikan sosok mantan Alex membuat Alessya sedik panas, ia pun langsung menyantap makanan yang ada di depannya dan tak mau lagi melanjutkan pembicaraan.


Ting ( Ponsel Berdering)


Mendengar suara dering ponsel, Alessya segera memeriksanya dan berharap itu adalah pesan dari Alex. Setelah Alessya membukanya ternyata ZONK tidak ada pesan masuk dari ponselnya.


"HP gue syaa....," ucap David tersenyum dan menunjukkan ponselnya pada Alessya.


"Ciee lagi nungguin chat siapa hayow...," sindir Ariyani tersenyum di depan Alessya.


Alessya hanya tersenyum dan melanjutkan kembali makannya. Mungin saat ini Alex sedang tidur atau sedang sibuk, pikirnya. Sementara David membuka pesan di ponselnya yaitu dari Alex.


Alex :


Loe di kampus kan? ketemu Alessya gak?

__ADS_1


David tersenyum melihat pesan dari sahabatnya yang sedang mencari pacarnya yang saat ini berada tepat di depannya. David pun membalas pesan dari Alex dengan sebuah foto.


David :


Pacar loe lagi makan, banyaaaak banget. Tolong di ingetin biar gak gendut wkwkwkwk.



Alex :


Mau gimana pun tetep cantik dia 😍


David:


Bacottt....


Sebelumnya David telah mengabari teman-temannya yaitu Alex dan Rikky jika dirinya ingin berkunjung ke kampus untuk menemui Prof Rena yang sebelumnya menjadi dosen pembimbing skripsinya.


David tak habis pikir dengan temannya Alex, disisi lain Alessya menunggu Alex mengiriminya pesan, namun disisi lainnya lagi Alex malah menanyakan keberadaan Alessya terhadap dirinya. Ternyata hubungan orang lain memiliki gaya tersendiri.


Selesai makan, Alessya dan Ariyani kembali ke ruang kuliah. Masih dengan melihat ke uwuan antara Ariyani dan David yang akan berpisah di depan pintu, membuat Alessya tersenyum geleng-geleng kepala. Mereka terlihat sangat manis, dan tidak ingin terpisahkan sama lain.


Materi kuliah selanjutnya yaitu Listrik Magnet yang memakan waktu sekitar 2 jam setengah yaitu 150 menit. Waktu yang sangat lama untuk pelajaran yang sangat susah di mengerti dan akan berlangsung hingga menjelang sore.


**********


Sesampainya dirumah Alessya langsung membersihkan diri mengingat hari sudah sangat petang dan seharian penuh ia beraktivitas di kampusnya, badannya yang lengket dan gerah membuat ia tidak tahan jika harus menunda waktu untuk mandi.


Saat Alessya tengah menikmati guyuran air dari shower, tiba-tiba ia mendengar ponselnya berdering, dengan cepat Alessya menyudahi mandinya dan segera memakai handuk, kemudian berlari menuju kasur dimana ponselnya di letakkan. Alessya tersenyum ketika melihat nama MY DEAR πŸ’–, ia pun langsung menerima panggilan Alex yang sangat ia tunggu-tunggu.


tanya Alessya dengan semangat membuka pembicaraan.


"Emang aku harus ada perlu yaa buat telfon kamu?"


"Eh... enggak sih, maaf kak... aku salah ngomong,"


ucap Alessya bingung mengapa dirinya langsung berkata seperti itu. Jelas-jelas seharian dirinya menunggu kabar dari Alex.


"I Miss You Alessya,"


Empat kata yang terdengar sangat singkat namun membuat hati Alessya sangat bahagia.


"I Miss You Too... kangen bangett aku tuh sama kak Alex, gak ada lagi yang bantuin aku ngantri makanan di kantin. Berasa sepii banget kalau gak ada kak Alex,"


ucap Alessya mengeluarkan isi hatinya yang tadi siang ia rasakan.


"Maafkan aku yaa sayang, disaat kamu butuh aku, akunya gak ada,"


Suara Alex terdengar lirih dan penuh perasaan.


"Ehh enggak kok kak, kak Alex gak salah apa-apa... justru aku menyesal karena dulu belum mengenali perhatian kak Alex padaku. Padahal sudah jelas-jelas kak Alex selalu disisiku, selalu melindungiku, selalu menjaga ku agar tidak terhimpit ditengah kerumunan mahasiswa, tapi aku tidak peka dan hanya memikirkan orang lain"

__ADS_1


Mengingat hal itu Alessya sangat sedih karena apa yang ia dapatkan dulu tidak bisa ia dapatkan saat ini.


"Sudah... gak perlu disesali lagi, yang penting kamu sekarang sudah jadi milikku dan aku juga milikmu. Aku harap kamu bisa sedikit bersabar, dan tetap setia bersamaku karena aku ingin suata saat orang lain mengenalmu bukan dengan sebutan Alessya Jordhan, tetapi Nyonya Alex,"


Lagi dan lagi Alessya dibuat meleleh oleh Alex, senyuman terus terpancar di bibir Alessya dan merasa sangat bahagia.


Alex hanya ingin Alessya bersabar untuk menunggunya yang saat ini sedang berjuang mengejar cita-cita agar kelak bisa mengubah status Alessya menjadi nyonya Alex.


"Awas loh yaa... kalau kak Alex bo'ong, aku akan suruh bodyguardku disini buat mukulin kak Alex sampe babak belur,"


ucap Alessya tersenyum


"Oke silahkan.... tapi jika aku benar dan menepati janji, aku akan membuat kamu kecapean dalam semalaman hahaha,"


Mendengar hal itu Alessya masih belum nyambung dan masih loding, apa maksud dari kata-kata Alex sebenarnya.


"Maksudnya? Kak Alex mau nyuruh aku kerja gituh,"


tanya Alessya belum paham dengan yang Alex maksud.


"Iyaa dong harus kerja, kerja melayani suami semalaman sampai kelelahan,"


"iiiihhhh kak Alex mulai lagi deh OMES nya,"


ucap Alessya gemmez sambil mukul-mukul bantal.


"Hehehe enggak kok... aku gak akan membiarkanmu sampai kelelahan. Yaudah kamu tidur sana, udah malam kan. Kamu juga pasti capek seharian kuliah,"


"Tapi aku masih ingin ngobrol... sama kak Alex,"


merasa sedih karena telfonnya akan ditutup oleh Alex.


"Besok telfonan lagi kok... tiap hari. Sekarang kamu tidur yaa... jangan begadang,"


"Eemmpp iyaa deh kak,"


"Love you...."


"Love you too,"


Dengan tersenyum Alessya menutup telfonnya dan ia pun memeluk guling sambil menatap foto Alex yang kini menjadi walpaper ponselnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu beri dukungan dengan cara L I K E dan V O T E untuk author karena dukungan kalian membuat author lebih semangat lagi😊


Terimakasih.....πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2