Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Pertengkaran


__ADS_3

"Lepas!!! kamu denger gak sih," ucap Alessya menghentikan langkahnya dan menepis tangan Daffa


"Apa yang mau kamu katakan, sampai kamu nyeret aku kaya gini hah," bentak Alessya dengan memegang pergelangan tangannya yang terasa sangat sakit.


"Kamu gila ya, ngapain kamu duduk sama Alex dan mesrah-mesrah kayak gitu. Mana kesadaranmu syaa, kamu itu punya pacar kenapa kamu sangat mudah menerima perlakuan cowok lain," ucap Daffa membentak Alessya.


"What ! kamu bilang aku gila... Inget Daff Inget, siapa yang kamu acuhkan dari tadi dan siapa yang gak kamu hargai keberadaannya dari tadi. Aku Daff.. Aku! Aku pacar kamu!" ucap Alessya kembali membentak Daffa dengan air mata yang mengalir dipipinya.


"Aku yang dari tadi disampingmu berharap kamu sadar keberadaanku, aku yang dari tadi mengandalkanmu sebagai pacar aku ternyata kamu tidak sedikit pun menghiraukanku, dan aku juga yang meminta tolong meminta bantuanmu untuk gambar, tapi ternyata kamu lebih memilih membantu dan mendahului orang lain, sedangkan aku tidak kamu hargai," ucap Alessya menangis


"Kalau memang seperti itu, itu mungkin karena kamu tidak memanggilku dan mengapa kamu tidak menungguku disaat aku sedang membantu yang lain," jawab Daffa.


"Lagian aku tadi menanyakan alasanmu mengapa kamu bersikap murah seperti itu pada Alex," jawab Daffa.


Daffa berusaha mengontrol amarahnya, Daffa tak habis pikir ucapan Alessya yang tidak beralasan atas pertanyaannya.


"Ternyata benar, kamu dari tadi memang tidak menghiraukan keberadaanku. Asal kamu tau Daff, aku berada disampingmu sejak kamu menggambar buku Gilang, dan kamu bilang setelah punya Gilang kamu akan membantuku, tapi apa nyatanya? kamu malah memilih menggambarkan Fiona," Alessya berteriak sambil menangis


"Dan kamu tau disaat aku putus asa karena kamu abaikan, Kak Alex lah yang menenangkan aku. Dia yang bukan pacarku mau menggambarkan tugasku yang sama bagusnya dengan miliknya. Dan sekarang kamu tanya apa alasanku memilih duduk dan terlihat akrab bersamanya, jawabanku adalah itu karena aku merasa nyaman didekatnya, dia yang selalu ada disaat aku sedih dan tidak pernah meninggalkan aku disaat aku berhasil," ucap Alessya dan membalikan arah pergi meninggalkan Daffa dengan menangis.


Daffa berlari mengejar Alessya meraih tangan Alessya agar tidak pergi darinya. Daffa mencoba membicarakan sesuatu dengan Alessya.


"Syaa tunggu," teriak Daffa meraih tangan Alessya dan menghentikan langkahnya

__ADS_1


"Lepas!" Alessya menepis tangan Daffa.


"Kamu marah disaat kamu melihatku bersama wanita lain seharusnya kamu tahu bagaimana perasaanku jika hal itu terjadi pada kamu seperti sekarang yang saat ini kamu dekat sama cowok lain, seharusnya kamu menyadari itu, tapi mengapa kamu pergi dan marah," ucap Daffa merasa heran


"Aku gatau apa kamu ini bener-bener jenius seperti orang bilang, yang aku tahu saat ini kamu tidak bisa membedakan hal itu. Itu jelas-jelas hal yang beda Daff.. aku sudah memberimu alasan mengapa aku dekat dengan kak Alex. Oke kalau kamu ingin aku ngertiin kamu, silahkan kamu dekat dengan wanita manapun yang kamu suka. Aku tidak akan marah dan tidak akan melarangmu. Dan aku mau KITA PUTUS," ucap Alessya dan pergi meninggalkan Daffa.


Daffa kaget dan terdiam mendengar ucapan Alessya yang ingin mengakhiri hubungannya, ia tak menyangka Alessya dengan mudahnya meminta putus pada Daffa. Tanpa berfikir panjang Daffa kembali mengejar Alessya dan menarik tangan Alessya kemudian memeluknya.


"Lepass.. Lepasin aku, Aku mau kita PUTUS," Alessya meronta-ronta berusaha melepaskan pelukan Daffa


"Daff lepasin aku, Lepas!! Kamu denger gak AKU MAU PUTUS!!" Alessya memukul-mukul Daffa dengan keras


"Maafin aku... Aku gak ingin kita putus, Please Maafin aku," ucap Daffa memeluk Alessya dengan kuat.


"Maafin aku yang sudah membuatmu sakit dan menangis, kamu boleh pukul aku sekuatmu, aku mohon maafin aku. Beri kesempatan sekali lagi, Aku sangat mencintaimu Alessya," ucap Daffa memeluk dan membelai rambut Alessya.


Alessya terdiam dan menangis dipelukan Daffa, ia tak tahu harus bagaimana. Alessya juga masih mencintai Daffa namun ia sangat kecewa karena perlakuan Daffa yang tidak mengahargainya. Alessya menghentikan pukulannya pada Daffa, kini ia hanya menangis tanpa sepatah katapun. Daffa melepaskan pelukannya dan mendekatkan keningnya dengan kening Alessya.


"Maafkan Aku... aku salah, aku tidak ingin kehilanganmu syaa. Aku tidak tertari dengan wanita lain selain kamu, kumohon maafkan aku," ucap Daffa dengan air mata menetes di pipinya.


Alessya belum memberikan jawaban pada Daffa, Alessya hanya terdiam dan masih menangis. Hatinya sakit melihat Daffa juga menangis. Alessya tidak tahu harus bagaimana, ia hanya bisa diam.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sedih nih... kalau kalian jadi Alessya apa yang akan kalian lakukan?


Simak terus kelanjutannya... jangan pernah bosan dan jangan lupa like serta tambahkan di favorit kamu yaa💖💖💖


Terimakasih😊

__ADS_1


__ADS_2