
Sehari setelah melaksanakan test, Alessya tidak bisa tenang walaupun dirinya sudah pasrah dengan hasil yang akan ia dapatkan namun ia tetap tidak bisa tenang dan hari ini adalah hari pemberitahuan siapa saja yang akan lolos seleksi. Alessya berangkat ke kampus untuk melihat hasil pengumuman yang akan diumumkan. Jantung Alessya berdetak sangat cepat, perasaannya bercampur aduk.
"Sudah... gak usah terlalu dipikir, kalau sekarang gak lolos kan masih ada kesempatan berikutnya," ucap Alex tiba-tiba muncul di belakang Alessya saat ia berjalan.
"Aku gak takut kok kalau aku gak lolos, aku bisa terima itu," ucap Alessya mengepalkan tangannya.
Melihat Alessya yang tidak mengakui namun terlihat was-was Alex tersenyum dan meraih tangan Alessya. Alex menggenggam tangan Alessya sambil berjalan.
"Yang aku takutkan bagaimana jika kau pergi bersama Ibel, sedangkan ibel sangat menyukaimu kak," batin Alessya menatap Alex yang kini menggandeng tangannya.
Alex dan Alessya menuju mading kampus yang sudah menjadi krumunan mahasiswa. Alessya mundur karena merasa dirinya tak sanggup untuk menorobos di tengah banyaknya mahasiswa.
"Kamu mau lihat sekarang apa nanti syaa?" tanya Alex melihat Alessya yang terdiam.
"Aku penasaran kak, kalau kak Alex gimana?" ucap Alessya masih tidak yakin untuk berdesak-desakan di tengah banyaknya mahasiswa.
"Aku sih gak penasaran, kalau kamu mau lihat oke bentar akan aku usahain," ucap Alex mulai menyingkirkan teman-temannya dan merangkul Alessya agar tidak terhimpit.
"Woy tolong dong kalian minggir bentar, gue mau lihat hasil gue," teriak Alex dengan masih berusaha menerobos krumunan mahasiswa. Mendengar suara Alex, seketika mahasiswa lain minggir dan menepi memberikan jalan untuk Alex melihat hasil pengumumannya.
"Loe mah gak usah liat kali lex udah pasti lolos seperti tahun kemarin," ucap Bimo menatap Alex di sampingnya.
Alessya melihat namanya berada di urutan nomer 2 namun dengan garis merah. Seketika mata Alessya langsung mencari nama Ibel yang ternyata berada jauh darinya yaitu diurutan ke 5. Alessya menahan tawa dan segera pergi. Sementara Alex melihat namanya di paling atas bercetak tebal hitam dengan tulisan lolos.
"Loh, mana Alessya..." pikir Alex ketika melihat Alessya kini tidak disampingnya.
Tahun ini Alex harus pergi sendiri, karena walaupun Alessya berada di urutan ke 2 dikampusnya namun nilai Alessya belum mencapai target Internasional.
"Syaa tunggu," ucap Alex berlari mengejar Alessya.
"Aku gapapa kok gak lolos, oh iya selamat kak. Jangan lupa bawain aku oleh-oleh," ucap Alessya tersenyum.
Alex sangat memahami Alessya, walau pun ia tersenyum namun mungkin perasaannya saat ini sedikit kecewa dengan hasil yang ia dapatkan. Melihat keadaan Alessya saat ini membuat Alex tidak bisa untuk mengatakan tentang rencananya untuk melakasanakan S2 di Inggris. Alex pun akhirnya mengikuti Alessya masuk ke kelas.
__ADS_1
"Yang katanya mau ke London sama kak Alex tapi kok gak lolos," ucap Alessya ketika Alessya berpapasan dengan Ibel.
"Cuih situ juga gak lolos kali yaudah terima aja, lagian Alex juga gak butuh loe di London," Ucap Ibel menjawab sindiran Alessya.
Alessya hanya tersenyum, entah mengapa Alessya kini merasa lega karena dirinya bisa mengalahkan Ibel, dan yang terpenting Ibel tidak bisa mengikuti Alex ke London.
"Kamu kok seneng banget syaa... aku pikir kamu akan sedih," ucap Alex menatap Alessya.
"Gak lah kak... kalah menang kan udah biasa, Oh iyaa berarti besok kak Alex berangkat dong," ucap Alessya tersenyum menatap Alex di sampingnya.
Melihat Alessya yang tersenyum, membuat Alex merasa lega namun didalam hatinya yang terdalam Alex sedih karena ia akan meninggalkan Alessya ke Inggris setelah dari London.
"Iyaa aku berangkat besok, kamu mau kan mengantarkanku ke bandara," ucap Alex mengacak-acak rambut Alessya. Alessya pun mengangguk dengan senyum bahagia.
"Lex, loe dipanggil Prof William di kantornya," ucap Riko memberitahu, Alex pun beranjak dari duduknya dan berniat menemui Prof William.
Diluar kelas Alex melihat langit yang mendung dan mulai turun hujan seolah mengerti perasaan Alex saat ini. Alex menemui Prof William untuk mengisi berkas-berkas yang harus ia bawa besok untuk ke London, dan ia pun juga mengisi berkas-berkas persyaratan yang harus ia bawa untuk melanjutkan S2 di Inggris. Dulu ia sangat menginginkan menajutkan S2 nya di Inggris namun kini hatinya berat untuk pergi.
Setelah selesai mengisi semua berkas-berkas Alex keluar dari kantor Prof William, ia melihat hujan semakin deras diluar membuat mahasiswa lain tidak bisa pulang. Dari kejauhan Alex melihat Alessya yang tengah berdiri menunggu hujan reda bersama mahasiswa lain yang ingin pulang. Alex berbalik arah dan menuju kantin.
"Eh nak Alex, gak usah dibeli nak... Ambil aja kalau nak Alex butuh, ibu masih ada satu lagi disini," ucap ibu-ibu kantin memberikan payung pada Alex.
"Terimakasih bu... nanti saya ganti payung ibu," ucap Alex tersenyum.
Alex membuka payungnya dan berlari menuju kelas, ia tersenyum karena melihat Alessya yang masih berdiri menunggu hujan reda.
"Nih kamu pakai buat kedepan, sepertinya mobil kamu sudah menunggu di depan," ucap Alex memberikan payung pada Alessya.
"Loh trus kak Alex gimana? ucap Alessya bingung karena Alex memberikan payung padanya.
"Aku pakai motor, dan masih ada urusan disini. Kamu pulang aja duluan," sahut Alex memberikan payungnya dan meninggalkan Alessya.
"Loh kak, kak.... iihh kok malah ditinggal sih," ucap Alessya heran melihat Alex berlari pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Alessya pun memakai payung pemberian Alex, namun ia merasa ada yang aneh dari Alex. Seperti mencoba menyembunyikan sesuatu darinya, namun Alessya tidak bisa menebak apapun dari Alex. Alessya berjalan menuju mobilnya dan pulang bersama sopir pribadinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimanakah kelanjutan kisahnya???
Nantikan terus kisahnya....
Terus dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan jangan lupa V O T E kisah ini agar author lebih semangat lagi.
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗
T E R I M A K A S I H J U G A B U A T
__ADS_1
Y A N G S U D A H M E M B E R I K A N
V O T E 😊