
Alessya berlari menjauh dari Alex dan berhenti ditempat lain, ia tidak menyangka jika Alex akan meninggalkan dirinya dengan waktu yang sangat lama tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Alessya pun tak bisa menahan air matanya, ia menangis di tengah keramaian bandara. Semua orang melihat kearah Alessya yang menangis.
"Sayang...udah jangan nangis, kan nak Alex pergi untuk S2 dan untuk mengejar cita-citanya," ucap Widhia memeluk putrinya yang saat ini menangis.
"Sudah gak usah nangis, kamu bisa mengunjunginya kan nanti," ucap Jordhan yang ikut menenangkan putrinya.
"Buat apa paah.. Buat apa Alessya mengunjungi kak Alex, Alessya bukan siapa-siapanya kak Alex, Alessya cuma juniornya di kampus gak lebih. Papa Lihat sendiri kan.. kak Alex tidak memberitahuku hal ini," sahut Alessya menangis.
"Ternyata kamu sama gak pekanya nak, seperti mamamu," batin Jordhan yang melihat putrinya menangis dan hanya bisa menghela nafas.
"Papa ini kok malah diam saja, lakukan sesuatu. Putrinya nangis kok malah diam gitu loh," ucap Widhia memukul Jordhan yang hanya diam menatap Alessya.
"Yaudah biarin aja.... urusan anak muda aku gak bisa apa," ucap Jordhan dan mengajak Alessya pulang.
Sementara itu Alex yang masih menunggu Alessya di menit-menit pemberangkatannya merasa sangat bersalah pada Alessya. Walau sudah mencoba untuk menahannya, namun Alex tidak bisa membendung air matanya.
"Waduh maa... ternyata putra kita bisa menangis juga" bisik Anton pada Nikzen melihat Alex yang menangis. Sementara Niken memukul suaminya yang terkesan mengejek putranya.
Tiba waktunya penerbangan, Alex pun mengusap Air matanya dan memakai kaca matanya karena tak ingin orang lain melihat dirinya yang menangis.
"Maa... paa... Alex pergi dulu," kata Alex memeluk mamanya.
"Iyaa nak, doa mama selalu menyertaimu," ucap Niken mulai merasa sedih melihat putranya akan ke luar negeri.
Alex duduk di kursi pesawat sambil menatap layar ponselnya yang terpampang jelas foto profilnya yaitu foto Alessya.
Alex ingin sekali mencoba menghubungi Alessya, namun mungkin saat ini Alessya tidak akan menerima telfon darinya.
"Permisi mas... saya lihat pacarnya sangat cantik dan sepertinya mas sangat mencintainya sampai dari tadi saya perhatikan masnya selalu menatap fotonya, tapi alangkah baiknya jika mas menonaktifkan ponselnya untuk sementara waktu karena pesawat akan segera berangkat," ucap Pramugari cantik sebelah Alex.
__ADS_1
"Oh iyaa mbak, maaf... akan saya nonaktifkan," ucap Alex kemudian menonaktifkan ponselnya.
**********
Tiga hari setelah Alex berangkat, Alessya berusaha bersikap sewajarnya. Kembali kuliah bersama sahabatnya Ariyani, makan bersama dsb. Alessya juga tetap mengikuti kelas bimbingan bersama teman-temannya yang lain, namun kali ini ia merasa ada yang kurang. Tempat yang biasa ia duduk bersama saat mengerjakan tugas dan latihan soal dari Prof William di kelas, kini kosong. Alessya yang biasanya duduk sebangku dengan Alex, namun kali ini ia duduk sendiri. Alessya merasa sangat sedih dan kesepian.
"Eh syaa, aku baru tahu kalau kak Alex ternyata ke Inggris," ucap Daffa mengejar Alessya yang hendak pulang.
"Hemmp yaa gitu deh," sahut Alessya malas menanggapi dan ingin cepat pulang.
"Pantesan waktu itu dia minta tolong padaku," ucap Daffa yang menurutnya harus memberitahu Alessya.
"Minta tolong apa'an? bukannya kamu gak deket yaa sama kak Alex, dan bukannya kamu benci banget sama kak Alex," tanya Alessya merasa heran dan penasaran.
"Kita ini cowok syaa.. gak kayak cewek yang main musuhan gitu aja. Intinya kak Alex itu minta tolong aku buat jagain kamu," ucap Daffa pada Alessya yang kini menatapnya dengan oenuh kecurigaan.
"Hah kak Alex minta tolong kamu buat jagain aku..., gak salah apa," tanya Alessya kebingungan.
Alessya merasa bingung dan tak mengerti dengan ucapan Daffa, namun perasaan Alessya sangat gelisah, ia pun terus menatap dan memeriksa ponselnya berharap Alex menghubunginya. Namun sudah 3 hari setelah Alex pergi, ia sama sekali tidak mengabari Alessya membuat Alessya resah dan gelisah.
"Pak, Pak Ponco pernah gak ngerasa kehilangan," gemming Alessya membuka topik pembicaraan pada sopirnya.
"Eh, pernah non... dulu waktu saya masih hidup sangat susah, ada seorang wanita yang tulus mencintai bapak. Setiap hari ia selalu mendukung apa saja yang bapak kerjakan untuk mencari uang. Tapi bapak waktu itu belum merasakan cinta sama dia non, sampai suatu ketika... cewek itu menikah dengan orang lain. Saat itu bapak merasakan kesedihan dan penyesalan yang sangat dalam. Bapak menyesal non waktu itu bapak menutup pintu hati bapak, padahal bapak sendiri sangat nyaman bersamanya," ucap Pak Ponco menceritakan semua kisahnya.
"Bapak....trus Alessya harus bagaimana hiks hiks," ucap Alessya tiba menangis ketika mendengar kisah Pak Ponco yang hampir mirip dengan dirinya saat ini.
"Non non... jangan nangis, mobil ini kan ada cctvnya, nanti kalau pak Jordhan marah gimana non," Pak Ponco tiba-tiba menghentikan mobilnya dan memberikan tissue pada Alessya.
"Non.. itu kan kisah bapak, jangan diambil hati yaa... Kalau jodoh gak akan kemana kok non. Walaupun pisahnya ke luar negeri pun kalau jodoh pasti balik lagi," ucap Pak Ponco asal nyebut agar Alessya tidak menangis.
__ADS_1
Alessya mengusap air matanya dengan tissue, ia benar-benar tak tahu harus bagaimana. Pikirannya yang bingung, perasaannya yang mulai gelisah. Alessya semakin takut jika apa yang terjadi saat ini merupakan tanda bahwa dirinya memang tidak di takdirkan bersama Alex.
"Non jangan nangis lagi yaa... kalau non nangi, bapak jadi merasa bersalah dan merasa gak bisa nepati janji bapak," ucap Pak Ponco memberikan tissue dan mencoba menenangkan Alessya.
"Janji apa sih pak... Papa nyuruh pak Ponco janji apa'an sampai bapak segitu takutnya," ucap Alessya mengusap air matanya.
"Bapak sudah janji sama teman non yang sering nganterin non pulang, kalau bapak akan jagain non dan akan selalu menghibur non Alessya kalau lagi sedih. Tapi sekarang non malah nangis karena cerita dari bapak, kan bapak jadi merasa bersalah non..." Pak Ponco mulai merasa kebingungan memikirkan cara agar Alessya tidak menangis.
"Teman??? siapa pak... Kak Alex kah??" tanya Alessya merasa heran dan penasaran.
"Nah iyaa non, namanya Alex yang biasanya sering nganterin non pulang dan selalu menunggu di depan sampai non Alessya benar-benar masuk," sahut Pak Ponco memberitahu Alessya.
Seketika Alessya merasa terharu mendengar pernyataan Pak Ponco yang mengatakan jika Alex meminta tolong padanya untuk menjaga Alessya dengan baik. Alessya tidak menyangka jika selama ini Alex selalu menghawatirkan dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
__ADS_1
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗