Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Hatinya Yang Cantik


__ADS_3

Sesampainya dirumah Alessya langsung membuka laptop dan bukunya, ia masih ingin melanjutkan belajarnya. Dirinya akan berusaha sampai gambar ia miliki bisa lebih baik dari sebelumnya, Alessya tidak ingin mendapatkan nilai minus di Ujian kedua besok, ia akan merasa rugi jika ia mendapatkan minus karena dirinya telah dibimbing langsung oleh pakar ahli Fisika Atom atau mahasiswa kesayang Prof Albert. Alessya terus berusaha sampai dirinya lupa waktu. Alessya meraih ponselnya dikasur dan melihat jam, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Alessya menyudahi kegiatan belajarnya, matanya yang sangat ngantuk membuatmya ingin segera tidur. Alessya mulai memejamkan mata, namun tiba-tiba ia teringat tentang Daffa.


"Kira-kira dia ngapain ya sekarang? Apa dia juga masih belajar," batin Alessya.


Seharian full Daffa tidak mengirim pesan teks pada Alessya. Mengingat kejadian saat di kampus, Alessya kembali sedih. Daffa tidak ada respon apapun terhadapnya, Daffa tidak mengejar Alessya saat pergi dan saat inipun tidak ada permintaan maaf dari Daffa pada Alessya.


"Daffa tidak mengabari ku seharian ini, dan mungkin tadi aku yang salah karena telah mengganggunya diperpus," batin Alessya.


Alessya tidak ingin memikirkan hal yang tidak-tidak, ia tidak ingin membuat hubungannya berantakan dan terjadi pertengkaran karena masalah sepele. Alessya merasa dirinya harus bisa menerima semua ucapan Daffa termasuk break disaat ujian, karena bagi Daffa itu sangat penting untuk tujuannya yaitu fokus dibidang akademik.


"Aku harus bisa melewati hari-hari kedepan untuk sementara tanpa Daffa," ucap Alessya.


Alessya bertekat akan menyanggupi permintaan Daffa untuk tidak bertemu saat belajar, tidak pergi kencan, dan tidak menggangu satu sama lain. Alessya akan menghargai usaha Daffa dalam belajar karena setiap orang memiliki usaha yang berbeda.


"Semangat sayang belajarnya... maaf karena tadi siang aku mengganggumu belajar, aku janji besok aku tidak akan mengganggumu lagi. Good Night 💖" Send


Alessya mengirim pesan teks pada Daffa dan kembali memejamkan matanya, ia tahu bahwa Daffa tidak akan langsung membalas pesan Alessya.


**********


Alessya bangun setelah mendengar alarm ponselnya berbunyi, Alessya melihat handphone nya dan masih seperti biasa Daffa tidak membalas pesan tekst Alessya disaat ia sibuk. Alessya bergegas mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus. Namun Alessya merasa bingung didepan cermin karena melihat rambutnya harus dimodel bagaimana.


"Aku ikat apa aku urai aja yaa.." ucap Alessya merapikan rambutnya.


"Aku ikat aja deh, takut ganggu ntar saat gambar," ucap Alessya tersenyum menatap cermin.


Alessya mengikat rambutnya dan segera ia keluar kamar untuk menemui mamanya dibawah, karena sudah dari tadi mamanya memanggilnya. Alessya menuruni anak tangga dengan berlari kecil kemudia memeluk mamanya dari belakang.


"Maa.. Doa'in Alessya yaa hari ini, semoga Alessya bisa menyelesaikan soal yang diberikan Prof Albert," ucap Alessya sambil memeluk mamanya.


"Iya sayang... doa mama menyertaimu dan mama yakin kamu pasti bisa," ucap Widhia mencium anaknya.


"Tapi maa... Alessya gak yakin bisa diposisi pertama. Kalau Alessya gak diposisi pertama, mama jangan kecewa yaa," sahut Alessya kembali memeluk mamanya.


"Yaa bagus dong sayang... kan kamu bisa merasakan posisi ke 2, ke 3 atau ke 4. Masak kamu gak bosen diposisi pertama terus" Ucap Widhia tersenyum menghibur Alessya.


"Ahh maama... jangan gitu dong... kan Alessya ingin mama papa bangga," ucap Alessya sambil memakan roti.


"Iyaa deh... semoga anak mama diposisi pertama. Udah cepet makannya trus ini udang kesukaan kamu dimakan juga," ucap Widhia.

__ADS_1


Alessya mengangguk dan mengambil udang masakan mamanya. Alessya sangat suka udang dan lobster, namun Alessya memiliki alergi pada cumi-cumi.


"Ini mama juga siapin buat Daffa, nanti tolong kamu berikan yaa biar dia ujiannya jadi semangat," ucap Widhia.


Mendengar ucapan mamanya Alessya merasa sangat senang karena ia memiliki alasan untuk menemui Daffa. Alessya tersenyum sambil mengunyah makananya. Alessya menyudahi makannya dan segera berangkat kekampus dengan membawa tas berisi kotak makan serta jus.


Sesampainya dikampus, Alessya sangat bersemangat untuk menemui Daffa. Ia sangat senang karena dengan memberi Daffa makanan bisa membuat Daffa akan lebih bersemangat. Alessya melihat Daffa di tangga menuju ke kelas, tanpa berfikir panjang Alesya menganggilnya.


"Daffa..." teriak Alessya.


Daffa tidak menoleh meskipun Alessya memanggilnya sampai tiga kali. Alessya mengira bahwa Daffa tidak mendengar karena suara Alessya tidak terlalu keras. Alessya berlari agar lebih dekat dengan Daffa. Alessya menepuk pundak Daffa


"Daffa aku memanggilmu dari tadi," ucap Alessya dengan nafas terengah-engah


"Maaf aku tidak mendengarnya," jawab Daffa singkat.


"Ini makanan dari mama, dimakan yaa dan semangat ujiannya. Semoga lancar," ucap Alessya tersenyum menberikan makanan dari mamanya.


Alessya memberikan tas yang berisi kotak makan dan jus pada Daffa. Terlihat Alessya sengat bahagia dan tersenyum sangat cantik seolah-olah tidak terjadi apa-apa kemarin.


Daffa menerimanya dengan senyuman. Ingin rasanya ia memeluk Alessya namun ia menahan diri karena ia tidak mau jika hal itu akan mempengaruhi konsentrasi belajarnya.


"Terimakasih syaa... sampaikan ke tante terimakasih," ucap Daffa merasa tidak enak.


Daffa dan Alessya segera memasuki ruang kelas karena waktu ujian akan dimulai. Selagi menunggu Dosen Akadamik membagikan lembar soal dan lembar jawaban kepadanya, Alessya tak henti-hentinya berdo'a agar apa yang telah ia pelajari semalam dapat ia jawab hari ini. Ketika Alessya melihat lembar soal, ia tersenyum bahagia. Benar kata Alex, soalnya hanya satu dan itu seperti yang Alex ajarkan pada Alessya. Alessya dengan percaya dirinya mengerjakan soal.


Alessya mengerjakan soal dengan sangat hati-hati dan teliti. Perhitungan dan gambar yang dibuat harus sesuai karena jika tidak maka hasilnya akan sangat fatal. Alessya butuh waktu lebih lama yaitu 100 menit untuk mengerjakan soal itu karena dirinya tidak berbakat dalam menggambar. Berbeda dengan Alessya, Daffa mengerjakan soal tersebut hanya dengan waktu 45 menit dan kemudian menyerahkan pada Dosen Akademik yang bertugas menjadi pengawas. Setelah banyak mahasiswa lain mengumpulkan, Alessya pun juga mengumpulkan soal tersebut dengan tangan gemetar. Ia takut jika itu salah dan ia pasrah dengan hasil yang Alessya dapatkan nanti.


"Punya mu tadi gimana, maaf yaa tadi aku gabisa kasih kamu contekan soalnya tadi kamu jauh banget duduknya," ucap Alessya merasa bersalah pada sahabatnya.


"Eh ngapain harus minta maaf sih syaa...kamu ini aneh, aku tadi lumayan bisalah gambarnya tapi itungannya aku gak yakin bener ahahahha," jawab Ariyani ketawa.


"Iyaa deh, eh kita kemana nih sekarang?" tanya Alessya.


"Oh iya aku lupa, syaa... kamu kemarin menangis yaa, ayo dong cerita sama aku. Kalau kita ketaman bagaimana?" ucap Ariyani berbisik pada Alessya.


"Kamu tau dari siapa? bukannya kamu pulang kemarin," tanya Alessya merasa heran.


"Adadeh pokok, yuk cerita," sahut Ariyani tersenyum.

__ADS_1


Ariyani tidak ingin memberitahu Alessya karena ia mengetahuinya dari David, sedangkan David mengetahui hal itu dari Alex yang menceritakan pada David karena Alex merasa kasihan melihat Alessya menangis namun dirinya tidak bisa melakukan apa-apa.


Alessya menceritakan secara detail pada Ariyani. Semua uneg-uneg yang ia pendam kemarin, ia keluarkan hari ini dengan Ariyani. Ariyani merasa heran mengapa Daffa bersikap berlebihan terhadap Alessya.


"Gilak yaa... aku gak pernah denger orang pacaran tiba-tiba ngajakin break cuma karena ujian bahkan ketemupun gak boleh," ucap Ariyani kesal.


"Yaa begitulah Ariyani... katanya sih kalau dia ketemu aku ntar dia bakal gak fokus lagi dan dia bakal melakukan hal lain, seperti bercada sama aku, gemes sama aku dsb. Makanya dia gamau menemuiku, chatku juga gak dibales," ucap Alessya sedih.


"Inget syaa kamu harus bisa membuktikan kalau kamu itu bisa lebih baik darinya, aku tau dari awal kalau dia menginginkan posisi pertama dikampus ini," ucap Ariyani meyakinkan Alessya untuk terus semangat.


"Enggak mungkin kayak gitu... masak ia sih pacaran tapi merasa tersaingi. Kayaknya enggak deh," ucap Alessya tidak percaya.


"Yaudah terserah kamu percaya apa gak yang jelas kamu harus terus semangat," sahut Ariyani.


Ditengah perbincangan, mereka mendengar suara kabar dari mahasiswa lain yang memberitahukan bahwa nilai telah diumumkan di mading kampus, Alessya dan Ariyani bergegas pergi untuk melihatnya. Alessya berusaha melewati krumunan mahasiswa lain dan rela terhimpit karena ingin mengetahi nilai yang ia peroleh. Alessya melihat Daffa ada dipaling depan krumunan, dan Alessya berusaha mendekatinya.


"Daaaff, uhhh..tolong dong liatin namaku," ucap Alessya berusaha melepaskan diri yang terhimpit


Daffa hanya menoleh ke Alessya dibelakangnya tanpa sepatah kata dan pergi meninggalkan Alessya ditengah kerumunan mahasiswa. Seketika Alessya tercengang dan merasa sakit untuk kesekian kalinya karena melihat perlakuan Daffa padanya. Belum sempat sampai kedepan dan melihat nilai, Alessya menghentikan usahanya untuk melawan desakan mahasiswa lain. Tubuhnya melemah ketika melihat Daffa mengabaikannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Simak terus kelanjutannya, jangan lupa like dan koment disetiap episode nya😊


Terimakasih atas dukungannya, semoga kalian suka 💖💖💖


__ADS_2