
Pagi itu Alessya berangkat ke kampus dengan sangat buru-buru, langkah nya yang cepat saat turun dari mobil membuatnya berlari karena takut ketinggalan kelas. Kecerobohan Alessya lupa mengaktifkan Alarm membuatnya telat bangun pagi. Alessya terus berlari tanpa memperdulikan panggilan teman-temannya. Tiba-tiba ketika hendak masuk kelas, Alessya dihadang oleh Daffa.
"Stop ! kenapa lari-lari sih, nanti cantiknya juga lari loh," Daffa berdiri di depan Alessya membuat Alessya tidak bisa masuk kelas.
"Ihh apa'an sih, tolong minggir... aku mau masuk," Alessya berusaha menghindar dari tubuh Daffa namun Daffa tidak pergi.
"Prof Albert gak ada... barusan dia masuk bentar dan ngasih tugas kelompok 2 orang, nih tugasnya. Kamu mau kan jadi teman kelompokku," Daffa tersenyum memberikan lembar tugas dari Prof Albert.
"Gak mau, aku gak mau kelompok'an sama kamu, mending aku cari teman lain aja," ucap Alessya menolak Daffa karena ia tidak ingin lagi berhubungan Daffa.
"Gak bisa gitu... kan kamu datangnya telat, jadi kamu sudah gak akan kebagian kelompok lagi kecuali aku. Lagian kenapa sih kan kita cuma butuh sehari, apa kamu takut jatuh cinta lagi sama aku..," ucap Daffa tersenyum menatap Alessya di depannya.
"Dihh yaudah ayo kerjakan sekarang biar gak kelamaan," ucap Alessya cemberut, hatinya sedikit kesal karena ia masih harus dekat kembali dengan Daffa.
Masih dengan perasaan kesal, akhirnya Alessya dan Daffa pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliah dari Prof Albert. Alessya tidak berani menatap Daffa karena ia tidak ingin semakin teringat bayangannya jika menatap wajahnya. Semakin lama rasa canggung itu sedikit berubah, didukung dengan suasana serius tanpa guyonan dan canda tawa membuat Alessya dan Daffa bisa fokus mengerjakan tugasnya tanpa mengingat jarak yang kini ada di antara hubungan mereka.
"Aku senang kamu tidak sedih lagi, aku ingin walaupun kita sudah bukan pasangan lagi tapi kita masih bisa berteman," Daffa menatap Alessya yang masih menulis jawaban.
"Aku sudah belajar melupakanmu kok, tenang saja... kamu gak perlu khawatir. Nih sudah selesai," Alessya tersenyum dan memberikan lembar jawabannya pada Daffa dan mulai menata buku-buku di mejanya.
"Syaaa bagaimana kalau kita main es skating, bukannya kamu bilang kalau kamu sangat pintar main itu, aku ingin melihatmu berseluncur di atas es," Daffa mengajak Alessya agar ia bisa menghibur Alessya
"Gak deh, aku gak mau Adinda salah paham sama kita,"
"Sekali aja kok syaa.. aku cuma ingin meluangkan waktu ku bersamamu untuk yang terakhir kalinya sebelum jarak benar-benar memisahkan kita," ucap Daffa meyakinkan Alessya dan ingin menebus semua kesalahannya dengan membuatnya bahagia.
"Okay, berangkat," Alessya tersenyum menerima ajakan Daffa karena ia sudah lama tidak main berseluncur di atas es.
Sesampainya ditempat itu Alessya memeriksa ponselnya dan melihat apakah ada pesan masuk dari Alex karena ia baru ingat jika semalam Alex mengajaknya pergi membeli dasi, namun Alessya tidak melihat pesan masuk dari Alex. Ia pun bersiap-siap memakai sepatu skate untuk menyusul Daffa yang sudah mulai bermain di atas es.
__ADS_1
"Huuuhhuyyy teman-teman semua... lihatlah si cantik Alessya kini mulai berseluncur," teriak Daffa dengan tersenyum dan memberikan tepuk tangan pada Alessya yang sangat hebat. Teman-temannya pun ikut bertepuk tangan.
Melihat dirinya disanjung oleh banyak orang membuat Alessya tertawa lepas dan bahagia.
Daffa mendekati Alessya dan memegang tangan Alessya kemudian berjalan di atas bersama Alessya. Alessya pun mengikuti langkah Daffa. Kini Alessya dan Daffa menjadi pusat perhatian mahasiswa, bahkan banyak mahasiswa lain memotret Alessya dan Daffa yang terlihat sangat romantis. Foto itu kini menjadi topil trending di media sosial kampusnya.
Alessya menatap Daffa dengan tersenyum, hatinya merasakan perasaan aneh.
"Kok aku biasa aja sih dekat sama Daffa. Bahkan kini dia sangat dekat denganku, tapi aku tidak merasakan apa-apa ketika bersamanya. Apa aku sudah bisa melupakannya," batin Alessya dengan bibir yang tersenyum menatap Daffa yang berusaha menariknya untuk berseluncur.
**********
Alex merasa senang ketika melihat foto di media sosial kampusnya dimana Alessya terlihat tersenyum bersama Daffa. Dugaannya benar, jika Alessya hanya bisa bahagia ketika bersama Daffa.
Alex melangkahkan kakinya menuju jendela kamarnya, ia melihat diluar sedang hujan dan teringat saat pertama kali dirinya memotret Alessya diam-diam, saat itu juga cuacanya sedang hujan.
"Hmmmp Cuaca hari ini sama seperti diriku saat ini" Ucap Alex memandang hujan diluar kamarnya.
Ketika Alex memasukkan semua baju-baju dan barang lainnya ke dalam koper, ponselnya bergetar. Alex melihat Alessya mengirim pesan teks padanya.
"Kak jadi kapan mau cari dasinya ???" Alessya
Alex tersenyum melihat pesan teks dari Alessya, mungkin karena saat ini hatinya sedang senang hingga membuat dirinya teringat oleh janji yang semalam.
"Gajadi sekarang deh syaa, lain kali aja. Toh sekarang kan kamu lagi sama Daffa, udah nikmatin aja kebersamaanmu dengannya" Send
Alex kembali menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa. Ia melihat buku yang semalam ia hiasi dengan foto-foto Alessya. Alex kembali tersenyum melihat foto Alessya yang sangat cantik saat ia bahagia.
Drettt Dreettt (Ponsel Alex kembali bergetar)
__ADS_1
Alex kembali melihat ponselnya dan membaca pesan teks dari Alessya.
"Loh gimana sih kak... yaudah kalau nanti sore gimana? Aku tunggu dirumah, pokok harus jemput" Alessya
"Dasar anak ini, yang ngajakin sapa dan yang ngebet pergi sapa coba" Ucap alex geleng-gelang kepala dengan senyuman menatap layar ponsel di tangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siapakah kira-kira yang akan Alessya pilih? masihkah Daffa ataukah Alex ???
Simak terus kelanjutan kisahnya dan jangan pernah bosan... tetap dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
__ADS_1
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗