Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Exam (Ujian)


__ADS_3

Tibalah hari Senin, hari dimana penuh dengan kesibukan, penuh tugas, dan hari yang sangat berat. Senin adalah hari dimulainya ujian pertama di kampus Universitas Negeri Glandmore. Alessya yang hanya tertidur 3 jam harus bersiap untuk pergi kekampusnya untuk ujian. Alessya sudah mempersiapkan materi yang akan diuji hari ini dengan sangat matang. Tak hanya Alessya Daffa pun sangat antusias untuk mengikuti ujian hari ini.


"Pak, ayo berangkat. Oh iya pak saya mau tidur sebentar yaa pak, nanti kalau sudah sampai jangan lupa bangunin saya," pinta Alessya pada sopir pribadinya


"Nggeh non," sahut Pak Ponco.


Alessya sangat mengantuk karena ia hanya tidur selama 3 jam. Berkat tuntutan dari Daffa ia menghabiskan waktunya untuk belajar. Alessya termasuk orang yang simple, mottonya saat akan ujian yaitu belajar secukupnya, namun raihlah nilai yang paling tinggi. Dari dulu Alessya tidak pernah belajar sampai semalaman penuh, ia hanya belajar 3-4 jam saja, sisa waktunya ia gunakan untuk mengajari temannya yang ingin belajat bersamanya dan bahkan ia gunakan untuk nonton Drakor.


Mobil Alessya telah sampai didepan gapura kampusnya, Pak Ponco pun membangunkannya.


"Non, bangun sudah sampai," ucap Pak Ponco membangunkan Alessya.


"Ohh iyaa pak, Terimakasih pak. Bentar pak, muka saya gak berantakan kan pak, atau ada ilernya?" ucap Alessya sambil merapikan rambutnya dan mengusap pipinya.


"Gak ada non... Non Alessya tetep cantik. Semangat yaa non, bapak yakin nilai non tidak akan mengecewakan," sahut Pak Ponco.


"Hemmp Pak Ponco bisa aja, Terimakasih pak dan hati-hati dijalan," ucap Alessya tersenyum malu karena pujian dari supirnya.


Alessya berjalan menujuk kelasnya, matanya masih berat karena ngantuk. Ia melihat mahasiswa lain sedang sibuk belajar dengan memegang buku. Alessya melihat Ariyani juga sama seperti mahasiswa yang lain, yaitu sibuk dengan buku yang ia pegang.


"Waw... sibuk banget kayaknya yaa," ucap Alessya menepuk pundak Ariyani.


"Eh kamu syaa, gimana gamau sibuk hari ini kan ujian pertama langsung matkul Fisika Kuantum, gilak gak sih susah parah ini," ucap Ariyani.


"Kalau kamu belajar kamu pasti bisa kok," ucap Alessya tersenyum.


"Masalahnya otakku gak seencer kamu syaa. Eh BTW kamu mau gak duduk sama aku bentar lagi. Mau ya syaaa please..." ucap Ariyani memelas pada temannya.


"Emmmp boleh," ucap Alessya.


"Boleh nyontek juga kan syaa... dikit aja yang penting kertas aku keisi," ucap Ariyani.


"Iyaa boleh Ariyani... tapi kamu juga harus belajar biar ngerti juga, kalau mau nanti kita belajar bareng deh. Gimana?" ucap Alessya.


"Serius kamu mau ngajarin aku sya," ucap Ariyani tak percaya.


"Loh kenapa? emang salah," sahut Alessya.


"Biasanya nih syaa... kalau orang pinter udah mau ngasih contekan, dia gak bakal mau ngajarin. Soalnya diajarin sama di kasih contekan efeknya beda. Orang yang kerjaannya nyontek terus dia akan bodoh selamanya. Tapi orang yang diberi bimbingan belajar, dia akan semakin paham dan semakin pinter dari sebelumnya," ucap Ariyani nyrocos masih tak percaya dengan kebaikan Alessya.


"Hemmp itu mungkin orang lain, tapi bukan aku. Lagian kan kamu sahabatku ngapain aku harus pelit," sahut Alessya tersenyum.


"Ulululuuuu makasih Alessya cantik," ucap Ariyani memeluk Alessya.


"Yaudah yuk masuk kelas, udah waktunya dimulai," ucap Alessya menarik lengan Ariyani.

__ADS_1


Alessya dan Ariyani masuk kedalam kelas untuk memilih tempat duduk yang pas. Alessya melihat Daffa sudah berada didalam kelas terlebih dahulu. Terlihat ia sangat fokus pada bukunya hingga ia tidak sempat melirik Alessya. Alessya hanya tersenyum melihat pacarnya yang sedang berusaha keras. Ariyani memilih tempat duduk di barisan tengah bersama Alessya. Dosen Akademik pengawas ujian pun datang dengan membawa lembar soal dan lembar jawaban ujian yang kemudian dibagikan kepada mahasiswa. Suasana sangat hening dan hanya terdengar suara hentakan kaki dosen yang sedang berkeliling.


Daffa mengerjakan soal dengan sangat serius. Sejauh ini ia masih bisa mengerjakan soal dengan mudah hanya memakan waktu 30 menit. Ia meletakkan alat tulisnya di meja dan meregangkan jari-jari tangannya. Tak sengaja ia melirik Alessya yang sangat serius mengerjakan soal.



Daffa tersenyum melihat Alessya yang belum selesai menulis jawaban. Daffa terus memandangi Alessya yang sangat cantik.


"Anak itu masih belum rupanya," batin Daffa tersenyum.


"Dia terlalu baik sama temennya, dari tadi dicontekin mulu gimana mau selesai," ucap Daffa pelan dan merasa kesal melihat Ariyani menyontek jawaban Alessya.


Daffa bangkit dari duduknya dan mengumpulkan lembar jawaban terlebih dulu walaupun waktunya masih tersisa banyak. Semua mahasiswa dikelas memperhatika Daffa yang telah selesai terlebih dahulu termasuk Alessya. Daffa pergi meninggalkan kelas dan pergi ke perpustakaan.


"Punyamu kenapa belum dikumpulin syaa... kan kamu juga udah selesai dari tadi," ucap Ariyani pelan.


"Nunggu kamu," jawab Alessya.


"Eh udah sana kumpulin duluan gpp, aku masih nulis punyamu panjang banget dah ni jawaban," ucap Ariyani sambil menulis dan menatap layar handphonenya yang tersembunyi.


Alessya hanya tersenyum melihat Ariyani yang kewalahan menulis jawaban Alessya yang sangat panjang penuh dengan rumus. Namun karena waktu telah habis, Ariyani terpaksa harus mengumpulkan jawabannya walau belum selesai.


"Thanks banget syaa udah bantuin," ucap Ariyani mengibas-ngibas tangannya yang lelah.


"Iya... eh BTW hasilnya bakal langsung keluar kan yaa bentar lagi," ucap Alessya.


30 menit Alessya dan Ariyani menunggu hasil keluar dengan makan dikantin. Alessya tak hentinya memikirkan Daffa. Pesan yang Alessya kirim tidak dibalas oleh Daffa. Bahkan setelah ujian selesai pun Daffa tidak menemuinya.


"Apa dia bakal diemin aku selama satu minggu?" batin Alessya memikirkan Daffa.


Suara heboh pun terdengar karena para mahasiswa sedang berebut untuk melihat hasil yang ia dapat ketika ujian barusan. Alessya dan Ariyani pergi ke mading kampus untuk melihat hasil ujian. Terlihat mahasiswa bergelombolan dan berdesak-desakan membuat Alessya dan Ariyani mengalah dan tak berani mendekat.


"Selamat yaa... kamu yang pertama di angkatanmu," ucap Alex mengagetkan Alessya.


"Hah, serius kak? kupikir Daffa yang pertama," sahut Alessya terkejut.


"Daffa kedua kayaknya, ia gak sih bro," ucap Alex menanyakan pada David.


"Gak liat gue barusan, gue cuma nyari nilai anak ini," ucap David mencubit pipi Ariyani


"Aku urutan keberapa kak?" tanya Ariyani.


"Sepuluh," ucap David tersenyum.


"Trus kak David sama kak Alex urutan berapa?" tanya Ariyani.

__ADS_1


"Alex mah dari dulu selalu satu, kedua Rikky, dan ketiga aku," ucap David.


"Hebat, bisa urut juga nilainya. Ternyata gak hanya keseharian yang kompak, nilai pun kompak," ucap Alessya kagum.


Alex dan David hanya tersenyum mendengar pujian yang sama disetiap semester. Alessya berencana mencari Daffa diperpus untuk mengabari urutan nilai yang Daffa peroleh. Sedangkan Ariyani memilih pulang bersama David (Pacar barunya). Alessya sangat iri melihat sahabatnya masih bisa bersama disaat musim ujian, segera Alessya bergegas menemui Daffa agar ia juga bisa bersama pacarnya.


"Kamu disini ternyata, aku cariin kemana-mana gak ketemu," ucap Alessya duduk didepan Daffa.


Daffa hanya memandang Alessya yang kini berada didepannya. ia tak tahu maksud Alessya menemuinya, padahal jelas-jelas kemarin ia sudah menyampaikan pada Alessya jika ia tidak mau belajar bareng karena mungkin akan mengganggu kefokusannya.


"ih... kamu kok diem aja, oh iya aku barusan udah lihat hasil fisika kuantum. Kamu sudah lihat belum?" tanya Alessya


"Belum," jawab Daffa singkat dengan mata masih tertuju pada buku


"Kamu diurutan ke 2, Selamat yaa sayang," ucap Alessya tersenyum bahagia.


Seketika Daffa terdiam dan merasa kaget. Dirinya tidak menyangka jika ia menempati posisi ke dua, padahal selama ini dia selalu menempati posisi pertama.


"Kalau aku di posisi 2 berarti Alessya di posisi 1 dong," batin Daffa.


"Ihhhh kamu kenapa sih dari tadi diem aja, aku masih disini loh seharusnya kamu hargai keberadaanku. Kamu gak ngerti apa aku lari dari depan kesini cuma buat ketemu kamu dan ngabarin hal ini kekamu," ucap Alessya kesal.


"Terimaksih karena kamu sudah memberitahuku, tapi aku kan udah bilang kemarin kalau kita libur dulu pacarannya, fokuskan diri kamu untuk belajar begitupun aku. Jadi aku gamau dengan kamu disini yang semulai niat aku ingin belajar menjadi hilang berubah menjadi momen pacaran, mesra-mesraan," ucap Daffa menutup bukunya.


Mendengar hal itu Alessya langsung meninggalkan Daffa tanpa sepatah katapun. Alessya pergi dengan rasa kesal dan ia sempat mengira Daffa akan mengejarnya namun ternyata ia salah, Daffa tetap diam ditempat semula tanpa memikirkan Alessya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutannya jangan lupa like dan komen. Jangan pernah bosan...😊😊

__ADS_1


Terimakasih...💖💖


__ADS_2