
Bermain Es Skating membuat Alessya sedikit lelah, padahal ia bermain tidak terlalu lama. Alessya meminta Daffa untuk menyudahi permainannya di atas es dan ia berniat pulang ke rumah. Daffa merasa ada yang aneh dari Alessya.
"Kamu gak nyaman yaa dekat aku," ucap Daffa menghampiri Alessya yang sedang melepas sepatu.
"Enggak kok, biasa aja...aku cuma mau pulang soalnya ntar sore ada janji," jawab Alessya tersenyum sambil berjalan.
"Sama Alex ???" tanya Daffa menyusul langkah Alessya.
"Yups, aku duluan yaa Byee.." Alessya berlari menuju parkiran.
Daffa merasa apa yang dipikirkan Alex kali ini salah. Daffa justru berfikir jika Alessya saat ini sudah mulai melupakan dirinya, dan mungkin saat ini Alessya sudah mulai nyaman bersama Alex. Daffa tak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak ingin terlibat dengan hubungan orang lain terlebih saat ini status Alessya adalah mantan yang masih ia sayangi.
Sesampainya dirumah Alessya mandi dan kemudian bersiap menunggu jemputan Alex. Sesekali ia menatap ponselnya namun tidak ada balasan pesan apapun dari Alex. Alessya mulai sedikit kesal karena sampai saat ini Alex belum menjemputnya.
"Mana sih kak Alex... katanya minta di temenin beli dasi, tapi dibatalin gitu aja," Alessya menggrutu di dalam kamarnya.
Alessya tak tahan dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Alessya langsung bergegas berangkat kerumah Alex bersama supir pribadinya. Alessya sedikit kesal karena Alex tiba-tiba plin plan, Alessya meminta supirnya lebih cepat mengendarai mobilnya agar cepat sampai. Sesampainya dirumah Alex, Alessya menekan bel rumahnya dan memanggil nama Alex.
"Kak Alex..." teriak Alessya sambil menekan bel. Cukup lama Alessya menunggu di luar akhirnya ia pun dibukakan pintu oleh Alex.
Alex terlihat terkejut melihat Alessya ada di depan rumahnya.
"Eh Alessya, ngapain???" ucap Alex merasa heran melihat Alessya dirumahnya.
"Aku masuk yaa..." ucap Alessya berusaha masuk kerumah Alex, namun dihadang oleh Alex.
"Ihhh kak Alex, aku kan mau masuk... kok malah di hadang," ucap Alessya merasa heran karena dirinya tidak boleh masuk ke dalam rumahnya.
"Kamu mau ngapain kesini, disini gak ada siapa-siapa.. cewek gak boleh masuk," ucap Alex berbohong dan melarang Alessya masuk. Alex tidak ingin Alessya melihat barang-barang yang sudah ia siapkan di beberapa koper.
"Yaudah aku tunggu dil luar, tapi ayo cepetan... katanya mau beli Dasi," Alessya menatap Alex dengan kesal dan cemberut.
"Oke bentar yaa cantik.., pokok kamu tunggu di luar dulu dan jangan masuk, BAHAYA!!" Alex langsung masuk kerumahnya dan mengambil jaket, tidak lupa ia menutup pintu rumahnya walau Alessya berada di luar sedang menunggunya.
"What!! kak Alex kenapa sih, segitu takutnya aku masuk kedalam," ucap Alessya kesal karena Alex menutup pintu rumahnya kembali.
Alex masuk hanya mengambil jaket dan kunci motornya, ia membuka pintu kembali dan keluar menemui Alessya. Kali ini muka Alessya sudah benar-benar terlihat bad mood karena tidak diperbolehkan masuk.
"Pake motor, gapapa kan?" tanya Alex pada Alessya yang sedang cemberut.
"Gapapa, yang gaboleh itu kalau ninggalin cewek di luar sendirian dan gak dibolehin masuk," ucap Alessya langsung menaiki motor Alex.
__ADS_1
Alex tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat Alessya yang saat ini marah padanya. Alex menarik tangan Alessya agar memeluknya.
"Pegangan, nanti jatuh," ucap Alex tersenyum memegang tangan Alessya yang kini memeluknya.
Alessya memalingkan mukanya dan tersenyum, kali ini ia tidak bisa marah melihat kelakuan Alex yang sangat manis. Wangi parfum Alex tercium jelas di hidung Alessya. Wangi itu tidak pernah berubah dari dulu saat Alessya baru mengenal Alex. Saat Alex mencoba ngebut dijalan, Alessya tersenyum dan mengencangkan pelukannya karena ia merasa nyaman dan aman saat memeluk Alex.
"Aku ngebut yaa, biar cepet nyampe," ucap Alex sambil menyetir
"Siap kak..." teriak Alessya tersenyum.
Sesampainya di toko baju, Alex membantu Alessya membuka pengait helm yang ia gunakan. Lagi-lagi Alessya tersenyum karena bentuk perlakuan Alex yang sangat perhatian padanya.
Alex dan Alessya masuk ke toko baju. Alessya mulai membantu Alex memilihkan baju yang pas untuk ia gunakan.
"Kak, coba deh pake ini," ucap Alessya menunjukkan baju yang ia pegang.
"Syaa... kita kesini itu beli dasi bukan beli baju," Alex heran melihat Alessya yang tengah memegang kemeja berwarna putih. Alex tersenyum dan langsung mengacak-acak rambut Alessya.
"Yaa kan sekalian sama bajunya kak, biar kelihatan cocok sama dasi nya," ucap Alessya dengan muka cemberut karena Alex tak mau mencoba pakaian yang ia pilih.
Melihat Alessya yang sangat kekeh meminta Alex untuk mencoba kemeja yang ia pilih, membuat Alex terpaksa menerima permintaan Alessya karena dirinya saat ini sudah menjadi perhatian para pelayan toko.
"Iyaa deh iyaa... sini bajunya biar aku coba, ingat tunggu disini !!! jangan kemana-mana," ucap Alex mencubit pipi Alessya. Alessya pun mengangguk dan menyuruh Alex segera mencoba baju yang ia pilih.
"Kelihatan banget kalau cowoknya mbak sangat mencintai mbaknya," ucap salah satu pelayan toko menghampiri Alessya yang tengah memilih dasi.
"Maaf mbak, dia senior saya di kampus. Bukan pacar saya," jawab Alessya tersenyum.
"Wahh berarti mas tadi jomblo dong, kalau begitu apa boleh sama minta nomer kontaknya mbak. Saya ingin kenal sama mas tadi," ucap pelayan toko pada Alessya dan seketika Alessya langsung menatap wajah pelayan itu dengan tatapan sinis.
"Minta aja sendiri mbak, itu pun kalau di kasih," ucap Alessya meninggalkan pelayan toko itu dan menghampiri Alex yang keluar dari ruang ganti.
Alessya sedikit kesal dengan mbak-mbak pelayan itu, namun rasa kesalnya sedikit berkurang ketika melihat Alex terlihat sangat cocok dengan memakai kemeja pilihannya.
"Kak, ini coba sama dasinya. Barusan sudah aku pilihkan yang bagus," ucap Alessya memberikan dasi pada Alex.
Entah apa yang ada dipikaran Alessya, tiba-tiba ia menarik kembali dasi yang hendak diberikan pada Alex ketika Alex mau menerimanya.
"Sini kak aku pasangin aja biar rapi," ucap Alessya memasangkan dasi pada Alex.
"Padahal aku bisa pasang sendiri loh syaa... kalau gini kan gak enak dilihat orang," bisik Alex merasa tidak nyaman ketika wajahnya sangat dekat dengan Alessya.
__ADS_1
"Sudah diam," Alessya menarik dasi Alex agar Alex sedikit menunduk hingga dirinya bisa memasangkan dasinya dengan rapi.
Setelah Alessya selesai memasangkan dasi pada Alex, Alex langsung melihat penampilannya di cermin. Semua yang ia gunakan saat ini adalah pilihan Alessya. Walaupun menurut Alex sedikit kurang pas dan bukan gayanya, namun Alex berusaha menerima dan membeli dasi dan kemeja pilihan Alessya, karena ia tidak ingin melihat Alessya cemberut dan sedih. Alex berganti pakaian kemudian membawa kemeja dan dasinya menuju kasir.
"Maaf mas, apa saya boleh meminta nomor kontak yang bisa dihubungi," ucap pelayan toko.
"Buat apa mbak..." Alessya langsung menanyakan maksud permintaan mbak-mbak pelayan toko itu.
"Untuk menghubungi masnya jika nanti toko kami mengeluarkan pakaian yang bagus-bagus mbak," jawab mbak pelayan toko dengan senyuman.
"Oh iyaa mbak, nomor saya 08.. aww sakit syaa..," ketika Alex hendak memberikan nomernya namun tiba-tiba Alessya mencubit Alex dan Alex merasa bingung dengan kelakuan Alessya yang tiba-tiba mencubitnya.
"Catat nomerku aja mbak,08xxxxxxx003," ucap Alessya menyebutkan beberapa digit nomer ponselnya. Pelayan itu menatap Alessya dengan raut wajah tidak ramah seperti pada awalnya.
Selesai membayar Alessya langsung menarik lengan Alex keluar dari toko, ia sangat kesal berada terlalu lama di dalam toko itu. Alex mengernyitkan dahinya dan merasa bingung melihat tingkah laku Alessya yang tiba-tiba bad mood kembali.
"Anak ini kenapa sih, perasaan tadi gak kenapa-kenapa deh," batin Alex
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Simak terus kelanjutan kisahnya dan jangan pernah bosan... tetap dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗
__ADS_1