
**********
Akan ada suatu kejadian yang akan selalu teringat, kejadian itu terkadang berupa moment membahagiakan dan juga bisa berupa moment menakutkan. Sejak kejadian itu Ariyani merasa takut berjalan sendirian. Ariyani belum sempat menceritakan hal itu pada Alessya karena dirinya tak ingin mengingat moment menakutkan itu. Perasaan takut selalu terbayang ketika hendak menuruni tangga.
"Kenapa sih jadwal kuliah ku selalu pulang sore, kalau kayak gini kan nakutin banget," ucap Ariyani dengan langkah cepat dan meninggalkan kelas.
Ariyani mendengar suara langkah kaki sedang mengikutinya, sontak Ariyani semakin mempercepat langkahnya. Ia tidak berani menoleh kebelakang karena perasaannya yang takut. Ariyani berlari kecil menuruni tangga tiba-tiba lengan Ariyani tertari oleh tangan seseorang
"Aaaaa tolong tolong... jangan tangkap aku, please mohon," teriak Ariyani sambil menutup matanya.
"Hei, apa'an sih. Buka dong matamu... ini aku David," ucap David menyadarkan Ariyani.
"Ihhh kak David ngapain sih ngikutin aku kayak gitu, aku pikir kakak preman kemarin," ucap Ariyani ketakutan dengan suara gemetar.
"Lah yang ngikutin kamu siapa? aku dari tadi di sebelah pintu kelasmu tapi kamu melewati aku tanpa menoleh sedikitpun. Jadi aku mengejarmu," jawab David tersenyum
"Emang ngapain kak David di sebelah pintu kelas ku?" tanya Ariyani merasa heran.
David tidak menjawab pertanyaan Ariyani, ia tak habis pikir cewek didepannya sangat tidak peka.
"Udah ayo pulang aku anter," ucap David menggandeng tangan Ariyani.
Ariyani dan David berjalan menuju parkiran. Dalam hati Ariyani masih bertanya-tanya mengapa David sering muncul di dekatnya. Ariyani terus menatap David dengan sedikit mendongak ke atas. Ponstur tubuh David yang tinggi membuat leher Ariyani sakit memandangnya terlalu lama.
"Eh, liat deh kak... mataharinya cantik yaa kak, Warnanya orange," ucap Ariyani menunjuk ke arah matahari terbenam.
"Bentar deh kak, aku mau selfie dulu," ucap Ariyani melepas tangan David dan mengambil ponselnya.
"Gilak... baru kali ini ada orang yang gak mau gue gandeng," batin David geleng-geleng kepala.
Ariyani senang melakukan selfie. Pantulan cahaya matahari itu sangat indah hingga membuat Ariyani tampak senang dan terus selfi dengan berbagai pose.
"Huuuftt mau sampek kapan? Sini Handphone mu," ucap David mulai lelah dan mengambil ponsel dari tangan Ariyani.
"Eh kak, aku kan belum selesai," jawab Ariyani cemberut.
"Sini foto bareng aku, trus udahan," ucap David.
"Ini apa'an sih Ariyani... ngalangin banget dah," ucap David sambil menyentil aksesoris kelinci di kepala Ariyani.
__ADS_1
"Loh ini tuh bagus kak, cantik kayak aku," ucap Ariyani membenarkan bandonya karena disentil David
"hemmp Ya Ya Yaa," jawab David sambil berjalan.
David menaiki sepedanya dan disusul dengan Ariyani yang sudah siap dibonceng. Tanpa sepatah kata yang terucap, David meraih tangan Ariyani dan melingkarkannya di perut David. Ariyani hanya terdiam melihat perlakuan David yang begitu Cool dan keren.
"Apa semua cewek diperlakukan seperti ini yaa sama kak David?" batin Ariyani.
David mengendari motornya dengan sangat cepat, ia merasakan Ariyani semakin memperkuat pelukannya. Mungkin karena Ariyani merasa takut.
"Kak David..." ucap Ariyani memanggil David di tengah keheningan.
"Ada apa?" jawab David.
"Rumah Kak David jauh gak dari sini," tanya Ariyani.
"Lumayan... tapi lebih jauh Alex sama temenmu Alessya," ucap David.
"Why? Apa kamu ingin kerumahku? tanya David.
"Emang boleh??" ucap Ariyani.
Jantung David berdetak sangat cepat, ia merasa gugup karena ia baru pertama kalinya membawa wanita kerumahnya. Walaupun sebelumnya David memiliki banyak kekasih, namun ia tak pernah membawanya kerumah apalagi mengenalkannya pada mamanya. Ariyani yang sama polosnya seperti Alessya tidak mengerti maksud David ingin mengenalkan dirinya pada mamanya. Ia hanya menerima ajakan David tanpa memikirkannya terlebih dahulu, bahkan ia tidak memikirkan penampilannya saat ini.
Tibalah Ariyani di depan rumah yang sangat besar dan megah. Ia tak menyangka jika David sekaya itu. Melihat rumah David membuat Ariyani semakin bertanya-tanya mengapa David memilih kuliah yang jauh dan desa.
"Wahh rumah kakak gedhe banget, kalau rumah kakak sebesar ini bagaimana dengan rumah Alessya," ucap Ariyani.
"Rumah temenmu lebih dari yang kamu bayangkan, aku sudah pernah melihatnya. Yahh bisa dibilang dia anak orang paling kaya nomer 1 sampai 3 lah," ucap David melepaskan Helm di kepala Ariyani.
"Seriusan kak, wah Alessya hebat banget bisa sebaik itu dan tidak sombong," ucap Ariyani.
"Yaudah ayo masuk, dan jangan pakai kepala kelinci itu," ucap David meminta Ariyani untuk menyimpannya ditas.
"Iyaa iyaa Kakak ganteng," sahut Ariyani tersenyum.
David tersenyum dan kembali menggandeng tangan Ariyani memasuki rumahnya. David melihat rumahnya sepi hanya pak kebun dan pembantunya yang sedang memperhatikan David karena membawa wanita. David pergi ke belakang rumahnya yaitu ke taman, karena biasanya mamanya sedang merangkai bunga ditempat itu.
"Mama ngapain?" ucap David memeluk mamanya dan menciumnya.
__ADS_1
"Eh kamu sudah pulang, loh ini siapa?" ucap Rosa mama David.
"Kenalin maa, dia junior aku di kampus," ucap David mulai grogi.
"Saya Ariyani tante, adek tingkat kak David," ucap Ariyani memperkenalkan diri
"Junior apa pacar kamu ini vid?" tanya Rosa tersenyum
"Calon maa..." jawab David singkat dan malu-malu
Mendengar hal itu Ariyani kaget, pikirannya campur aduk tak paham maksud David. ia bingung dan tak tau harus bagaimana
"Calon yang dimaksud adalah calon apa?" batin Ariyani bertanya-tanya.
"Yaudah ayo sayang masuk, jangan disini. Kita makan dulu yaa, kamu sudah makan belum," ucap Rosa merangkul Ariyani.
Rosa tampak sangat menyukai Ariyani, selama ini Rosa selalu ingin diperkenalkan dengan wanita yang menjadi kekasih David, namun tak pernah David tiruti. Kini Rosa yakin bahwa Ariyani adalah pilihan terkhir David.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Simak terus kelanjutannya, jangan pernah bosan yaa dan jangan lupa likeπ
Thanks You Guys...ππ
__ADS_1