
Sebenarnya Alex merasa sangat lelah, namun dirinya ingin segera bertemu dengan Alessya dan sayangnya dirinya juga harus bertemu dengan Daffa yang sedang menamani Alessya yang membuat emosinya harus benar-benar ia tahan.
Selama perkuliahan berlangsung, Alex hanya tidur disamping Alessya. Dirinya tertidur dengan sangat pulas tanpa takut ketahuan dosen yang sedang mengajar. Sementara itu Alessya justru tidak tenang dan tidak fokus mengikuti perkuliahan yang sedang berlangsung, disisi lain Alessya sangat ingin menatap Alex yang tertidur pulas disampingnya namun ia juga takut jika ketahuan dosennya.
Kala itu perhatian Prof Anton hanya tertuju pada Alessya yang berada di bangku paling belakang. Dirinya ingin marah melihat mahasiswa nya tidur saat jam kuliahnya berlangsung, namun ia tidak bisa marah, melihat status Alex yang sudah bukan mahasiswa lagi dan juga dia tercatat sebagai Alumni terbaik dikampus. Alhasil Alessya lah yang menjadi tumbal kemarahannya.
"Coba itu mahasiswa yang dibelakang, maju sekarang dan kerjakan soal ini didepan," tunjuk Prof Anton meminta Alessya kedepan.
Dengan perasaan dag dig dug Alessya berjalan dan melepaskan tangan Alex yang menggandengnya sambi tertidur. Walau perasaannya sedikit takut karena dosennya terlihat sangat marah, namun dirinya cukup percaya diri untuk menjawab soal-soal yang diberikan oleh Prof Anton.
Semantara itu Prof Anton yang melihat Alessya dengan lancarnya menulis semua jawaban dari soal yang ia berikan, merasa tidak bisa berkata-kata apa" lagi. Memang benar kata dosen-dosen yang lain, semua dosen tidak bisa marah pada Alessya walaupun dirinya melakukan kesalahan. Alessya sangat berbeda tidak seperti mahasiswa yang lain, selain karena keluarganya, ia juga sangat cerdas.
"Oke, perkuliahan hari ini cukup sampai disini. Ingat lain kali tidak boleh ada yang tidur di perkuliahan saya," tegas Prof Anton menyudahi perkuliahan.
Dengan sigap Alessya berlari ketempat duduknya dan membangunkan Alex yang masih tertidur pulas.
"Ayo kak pulang, kuliah udah selesai," bisik Alessya membangunkan Alex.
Alex tersenyum dengan mata yang merah karena tidur yang kurang, tanpa menjawab ucapan Alessya, ia hanya meletakkan tangganya diatas kepala Alessya sambil tersenyum dan kemudia berdiri menggandeng tangan Alessya keluar kelas.
Alessya sedikit malu, karena semua mahasiswa berjalan memperhatikan dirinya dan Alex. Kabar jika Alex akan menikahi Alessya pun sudah beredar, entah dari mana datangnya. Tapi bodo' amat lah bagi Alessya, asalkan dirinya bisa melihat Alex didekatnya saat ini, dirinya sudah sangat senang.
Sesampainya di rumah Alessya, tangan Alex masih terus menggenggamnya. Bahkan Alex terlihat sangat tenang dan tidak takut jika papanya melihat. Saat pintu dibuka, ia sama sekali tidak melihat mama dan papanya, sementara itu Alex yang berjalan dengan tenangnya seolah tahu sesuatu.
"Tunggu kak, kak Alex mau kemana?" ucap Alessya menghentikan langkahnya karena merasa aneh dan takut sampai orangtuanya melihat Alex.
__ADS_1
"Mau keatas lah, ke kamar mu," sahut Alex dengan santainya dan terus menggandeng Alessya mengajak dirinya berjalan menuju tangga.
"Jangan kak, nanti kalau papa lihat bagaimana? kakak mau di depak dari sini dan gak diterima lagi sama papaku," Alessya mengoceh sepanjang anak tangga.
Sementara itu Alex hanya tersenyum dan terus menggandeng Alessya menuju kamarnya, tujuan dirinya hanya 1 yaitu berbaring dikasur yang empuk milik Alessya karena dirinya sangat lelah.
"Kak, iiihh kak Alex mah bandel... aku tuh gak mau kak kalau harus kakak tinggal ke Inggris lagi," ucap Alessya dengan wajah yang masam merasa kesal melihat Alex memasuki kamarnya.
"Gak akan sayang.... kalau pun nanti aku ke Inggris, aku akan membawamu,"
"Sekarang terserah kamu mau apa, aku hanya ingin 1, boleh aku pinjam ranjangmu? aku sangat lelah dari 2 hari 2 malam belum tidur," ucap Alex memegang kedua pundak Alessya.
"Kalau papa liat gimana?" tanya Alessya yang khawatir jika papanya melihat.
"Sayang, bukan kah tadi kamu yang memintaku untuk melakukan hal yang lebih?" ucap Alex menatap Alessya yang tubuhnya sangat dekat dengannya.
"Yaaa tapi gak disini juga kan kak?" sahut Alessya kebingungan. Perasaannya campur aduk antara grogi dan takut sampai papanya melihat.
"Bukannya besok kita akan menikah? lagian aku sudah menyelesaikan tugasku di Inggris, mumpung disini lagi sepi kenapa kita tidak lakukan itu sekarang?" Alex kembali menggoda Alessya dengan mendekatkan bibirnya dengan bibir Alessya, dan dirinya juga merasa tidak ada penolakan dari Alessya.
"Tapi kak, aku belum siap," sahut Alessya sambil memejamkan matanya.
Alex tersenyum melihat reaksi Alessya yang memejamkan matanya dan mulai pasrah, perlahan dirinya melonggarkan ruang gerak Alessya dan mengacak-acak rambutnya.
__ADS_1
"Aku cuma mau tidur bentar kok, boleh kan aku pinjam ranjang dan kasurmu?" ucap Alex menatap Alessya yang kembali membuka matanya.
"Emmp... iyaa boleh kok," kata Alessya dengan suara gugup.
Alex tersenyum dan segera menghampiri tempat tidur Alessya kemudian merebahkan tubuhnya yang sangat lelah. Ia pun langsung memejamkan matanya dan kembali tidur. Sementara itu Alessya tersenyum malu-malu karena dirinya hanya dikerjain oleh Alex, namun ia sangat senang karena saat ini Alex berada di kamarnya tanpa harus takut ketahuan orang tuanya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
Simak terus kelanjutan kisahnya dan jangan pernah bosan... tetap dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗
__ADS_1