Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Punyamu dan Punyaku


__ADS_3

Daffa mengantarkan pulang Alessya kerumahnya, sejujurnya dalam hati yang paling dalam ia masih takut untuk menemui papa Alessya, entah mengapa perkataan papa Alessya masih sangat teringat ketika ia bersama Alessya. Daffa memperhatikan kaca spion motornya dan ia melihat mobil hitam yang mengikutinya sejak diparkiran. Daffa teringat pesan papa Alessya jika kemana pun Alessya pergi, ia akan selalu diawasi oleh Bodyguard nya.


"Syaa... aku boleh nanyak sesuatu gak" Ucap Daffa dengan ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan pada Alessya.


"Mau tanya apa? Tanya aja kali Daff, aneh kamu ini" Jawab Alessya tersenyum dengan masih memeluk Daffa


"Mobil di belakang dari tadi ngikutin kita, apa perlu aku menghindarinya" Ucap Daffa melirik kaca spion.


"Oh, gak usah deh Daff. Mobil itu gak akan ngapa-ngapain kita" Alessya yang langsung menoleh kebelakang dan ia melihat mobil yang Daffa maksud. Alessya sudah hafal dengan plat mobil yang selalu mengawasinya.


"Dari mana kamu tau..." Daffa berpura-pura tidak tahu dan ia masih belum jujur pada Alessya jika ia telah menemui Papanya.


"Itu mobil suruhan papaku, aku dari dulu selalu diawasi karena ada suatu kejadian yang dulu hampir membuat papaku kehilangan aku, mangkanya papaku menggerakkan pasukannya saat aku keluar rumah " Ucap Alessya menceritakan semuanya pada Daffa. Tak banyak orang tau jika dirinya memilik banyak bodyguard karena gerak-gerak orang suruhan Jordhan sangat profesional dan tidak menimbulkan kecurigaan.


Daffa tersenyum mendengar pernyataan Alessya, dan ia merasa konyol karena gadis yang ia bawa kemana-mana, gadis yang selalu bersamanya dan gadis yang selalu ia khawatirkan bukan lah gadis biasa. Gadis itu sangat berharga yang kemana pun ia berada selalu terpantau. Daffa merasa benar-benar buruk, karena ia tak banyak tahu tentang siapa Alessya dan yang ia lakukan sebelumnya adalah membuatnya menangis.


Sesampainya dirumah Alessya meminta Daffa untuk masuk kerumahnya agar ia bertemu dengan papanya, namun Daffa menolak dengan alasan ia harus segera pulang dan melanjutkan tugasnya yang belum ia selesaikan. Alessya pun tidak memaksa Daffa dan mengijinkan Daffa pulang.


Alessya mesuki kamarnya dan merebahkan diri dikasur sambil memainkan ponselnya. Alessya melihat jadwal kuliahnya yang berubah, yaitu bertambah satu kelas kusus pembinaan mahasiswa untuk mengikuti IPhO. Alessya senang karena dirinya resmi mengikuti lomba kejuaraan itu walaupun waktunya menjadi sangat padat.


**********


Paginya seperti biasa Alessya mempersiapkan dirinya untuk kekampus. Alessya bertemu papanya diruang makan. Alessya menghampiri papanya dengan senyuman dan memeluk papanya.


"Paa aku resmi bergabung di perlombaan IPhO" Ucap Alessya tersenyum bahagia.


"Ooo ya Selamat..."Jawab Jordhan santai sambil memakan sepotong roti tawar.


"Kok papa biasa aja, seharusnya papa senang karena putri papa bisa mengikuti kejuraan dunia" Ucap Alessya melepaskan pelukan papanya dan mengambil roti dengan kesal.


"Kan kamu sudah sering dari dulu ikutan seperti itu, bahkan kamu dari SMP sudah diluar negeri kan syaa... kenapa papa harus kaget. Papa tau kemampuan kamu itu melebihi yang lain, sudah terlihat saat kamu masih kecil dan kamu bisa papa sekolahkan ke luar negeri tanpa koneksi" Ucap Jordhan memandang putrinya yang sedang manyun.


"Beda paa.. dulu kan aku sekolah di New York, kalau sekarang ini di London paa...Alessya akan ketemu bule-bule ganteng disana..." Ucap Alessya tersenyum melirik papanya yang mungkin sebentar lagi akan menjewernya.

__ADS_1


"Ooo awas aja kamu nakal kayak gitu, akan papa jemput paksa" Jawab Jordan dengan menatap putrinya yang sedang tersenyum bahagia.


"hahaha ya ya ya terserah papa deh, Alessya mau kuliah dulu" Alessya meninggalkan papanya dan berangkat bersama sopirnya ke kampus.


Hari ini Alessya sudah berjanji untuk menemui Daffa diperpus. Alessya ingin Daffa mengkoreksi jawaban dari soal latihan dari buku yang Daffa berikan. Alessya langsung menuju ke perpustakaan dikampusnya. Perpustakaan terlihat masih sepi karena masih sangat pagi. Alessya melihat sosok Daffa duduk menunggunya dengan membaca buku.


"Maaf aku telat, tadi macet dijalan" Ucap Alessya duduk disamping Daffa dan mengeluarkan buku di tasnya.


"Gapapa... santai aja" Jawab Daffa meletakkan buku yang ia baca. Alessya menunjukkan pekerjaannya dan meminta Daffa untuk mengkoreksi jawabannya. Daffa tersenyum dan menggeser kursinya agar bisa sangat dekat dengan Alessya. Daffa melihat jawaban Alessya sudah sangat benar, dan Daffa merasa tak perlu melihat dari awal sampai akhir karena jawaban Alessya sudah sangat detail dan hasil akhirnya pun sama walau dengan cara yang berbeda.


Saat Daffa memeriksa jawaban Alessya, tiba-tiba muncul ide gila untuk mengerjai Alessya. Daffa tersenyum dan memulai ide gilanya.


"Ini sih kurang bener menurut pemahamanku, dan mungkin kalau ada soal seperti ini dan jawabanmu ini maka kamu langsung di kalahkan" Ucap Daffa menahan tawa melihat Alessya yang mengerutkan Dahinya.


"Hah, masak iyaa sih Daff... trus jawaban yang bener gimana?" Tanya Alessya merasa bingung melihat jawabannya yang sangat panjang ternyata salah, dan Alessya mulai merasa lamas karena otaknya mungkin sia-sia memikirkan jawaban gak guna itu semalaman.


"Gini saayang... seharusnya kamu jawabnya tuh kayak gini..." Daffa menulis jawabannya yang hampir sama seperti Alessya namun lebih singkat, dan itu membuat Alessya bingung.



"Lah trus apa bedanya punyaku sama punyamu Daff... kan hasilnya sama" Ucap Alessya bertambah bingung karena ia tidak melihat sisi berbeda dengan punya Daffa.


"Yaa bedaa... punyamu kan modelnya milik perempuan syaa, lah punyaku modelnya milik laki-laki... masak kamu gatau syaa" Ucap Daffa dengan menahan tawa melihat Alessya yang masih zonk.


Daffa menyadari jika Alessya benar-benar polos bahkan dengan ucapan yang Daffa maksud masih membuat Alessya tidak mengerti dan tidak paham. Alessya masih mengerutkan dahinya dan menatap soalnya dengan masih mencari perbedaan antara miliknya. Seketika tawa dibenak Daffa berubah melihat gadis didepannya yang terlihat sangat cantik saat ia fokus. Daffa mendekatkan dirinya dan ingin mencium pipi Alessya.


"Kamu ngerjain aku yaa... yang kamu ucapakan barusan itu yaa jelas beda, kalau gak beda aku gak mau pacaran sama kamu" Ucap Alessya membuat Daffa terkejut dan membatalkan niatnya untuk mencium Alessya.


"Serius kamu ngerjain aku kan... jelas-jelas ini sama" Ucap Alessya menatap wajah Daffa yang sangat dekat dengannya, dan Daffa terlihat terkejut.


"Hah.... gini loe syaa, kamu kan ikut lomba kejuaraan dunia dan itu pasti memiliki batasan waktu. Kalau kamu jawabnya sepanjang dan sedetail ini kamu akan ketinggalan dan waktu akan habis sebeluk kamu selesai mengerjakan soal itu" Ucap Daffa kembali memberi penjelasan pada Alessya.


"Jadi coba deh kamu jawab soal dibuku ini dengan sesingkat mungkin tapi jawabannya sama benarnya denga jawabanmu yang detail. Lihat deh punyaku eh maksudku jawaban ku lebih simple dari punyamu... eh salah maksudku jawabanmu, tapi hasil akhirnya sama kan.." Ucap Daffa tersenyum melihat Alessya yang mulai menatap sinis karena pekataan punyamu dan punyaku yang memiliki arti berbeda.

__ADS_1


"Dasar OMES, kenapa sih pacarku OMES bangettt..." Ucap Alessya mencubit pipi Daffa dengan sangat keras hingga membuat Daffa kesakitan.


"Okey deh, akan aku coba menjawab dengan jawaban singkat tapi benar" Ucap Alessya kembali mengerjakan soal dari buku Daffa.


Daffa yang merasa mulai bosan mencoba untuk memainkan game diponselnya sambik menunggu Alessya yang mengerjakan soal kembali dengan jawaban singkat. Daffa bermain lumayan lama dan ia tidak sedikit pun melirik Alessya karena ia takut kalah dalam permainan. Ketika Daffa menyelesaikan permainannya ia meletakkan ponselnya dan berniat ingin melihat jawaban Alessya, namun ia melihat Alessya tertidur disebelahnya.


"Yahh dia tidur..." Ucap Daffa menatap Alessya yang tidur disampingnya.


Daffa tidak membangunkan Alessya dan ia hanya bisa menatapnya. Daffa melihat kedamaian ditidur Alessya. Alessya terlihat sangat cantik dan tidak membosankan. Daffa tersenyum dan bersyukur bisa memiliki Alessya di hidupnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutan kisahnya😊 jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.


Terimakasih atas dukungannya dan votenya💖💖

__ADS_1


__ADS_2