
Alessya menghampiri Alex di dapur yang tengah menyiapkan sup di meja makan. Raut wajahnya yang datar membuat Alessya sedikit takut karena tidak biasa Alessya lihat sebelunnya.
"Kak...,"ucap Alessya dengan menarik-narik kerah lengan Alex dengan memelas.
Alex menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya kembali dan menatap Alessya yang berusaha meminta maaf agar dirinya tidak marah. Sebenarnya dirinya sama sekali tidak marah melihat Alessya mabuk, namun ia hanya mengalami masalah dengan moodnya karena hari ini ia harus berpisah dengan Alessya. Tak akan ada lagi Alessya yang bawel di Apartemennya, tak ada lagi Alessya yang ceria ketika bersamany. Sungguh berat hati Alex menerima kenyataan ini.
"Aku gak marah, asal kamu tidak mengulanginya lagi," ucap Alex menatap wajah Alessya dengan serius.
"Iyaa kak, Alessya janji gak akan minum-minuman alkohol lagi," angguk Alessya masih takut dengan Alex yang sangat serius.
"Yaudah... supnya kamu makan dulu, setelah itu mandi dan Aku tunggu kamu di luar," Alex membelai rambut Alessya dan beranjak pergi.
Alessya bingung melihat Alex tidak seperti biasanya, bahkan ia pun tidak mau menemani dirinya makan. Sambil mengunyah sup buatan Alex, Alessya memikirkan apa yang telah ia perbuat tadi malam sampai Alex benar-benar bete dan dingin padanya, namun Alessya sama sekali tidak bisa mengingat hal itu. Selesai makan Alessya langsung mempersiap diri dan mengecek barang-barang yang sudah ia siapkan sebelumnya. Alessya membuka koper miliknya dan mengambil sweter warna biru putih kesukaannya dan menaruhnya di kamar. Dengan sengaja Alessya meninggalkan sweter itu agar Alex tidak melupakannya dan terus mengingat dirinya.
Merasa semuanya sudah siap Alessya bergegas turun dengan membawa kopernya yang sangat berat masuk lift. Disaat itulah Alessya merasa sedikit kesal karena Alex sama sekali tidak membantu dirinya membawa koper yang ia bawa, namun tidak mungkin juga jika Alessya ikutan marah. Kalau saja semalam dirinya tidak mabuk, mungkin Alex akan membantunya saat ini.
Saat lift sudah di lantai 1, terlihat Alex telah menunggunya tepat di depan pintu lift.
"Sini biar aku yang bawa," ucap Alex mengambil koper dari tangan Alessya.
"Hmmmp sepertinya kak Alex sudah tidak marah lagi," batin Alessya merasa lega.
Alex membawa kopernya ke bagasi mobil, sementara Alessya tidak masuk mobil karena masih menunggu Alex membukakan pintu mobil untuknya seperti yang biasa ia lakukan.
Namun Alessya ternganga ketika tiba-tiba melihat Alex langsung masuk ke mobil duluan tanpa membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
Tok Tok (Alessya mengetuk jendela mobil)
"Masuk aja syaa... gak di kunci kok," ucapnya sambil membuka kaca mobil.
Alessya membuka mobil dengan perasaan kesal dan malas pada perubahan sikap Alex yang sangat aneh hari ini. Sepanjang perjalanan menuju bandara Alessya enggan membuka pembicaraan dengan Alex. Alessya hanya memainkan ponselnya dan melihat jam yang masih pagi dan masih waktu cukup lama untuk pemberangkatan pesawat.
"Syaa, mau makan dulu gak?" tanya Alex pada Alessya yang sejak tadi memainkan ponselnya.
"Gak deh kak, tadi kan aku sudah makan sup," jawab Alessya menatap Alex yang fokus menyetir.
Alex bingung harus membawa Alessya kemana lagi, sementara Alessya hanya diam dan menolak ajakannya. Dirinya hanya ingin meluangkan waktu lebih lama sebelum penerbangan pesawat yang akan Alessya tumpangi. Tanpa berfikir panjang ia pun membawa mobil langsung menuju bandara walau masih banyak waktu yang tersisa.
Sesampainya di parkiran mobil, Alex mengeluarkan koper Alessya dari bagasi. Lagi dan lagi Alessya kesal karena Alex langsung turun dan hanya menuju bagasi tanpa membukakan pintu untuknya. Semua yang terjadi hari ini baginya sangat mengecewakan, sikap Alex yang dingin dan tak perhatian membuat dirinya kesal.
"Yuk kita ke taman dulu, masih ada waktu kan?" sambil membawa koper, Alex menghampiri Alessya dan menggandeng tangannya.
"Mau aku belikan es krim?" Alex menatap Alessya di sebelahnya.
"Eh gak usah deh kak... kak Alex jangan kemana-mana, disini aja sama aku," ucap Alessya tersenyum dan menahan lengan Alex agar ia tidak beranjak pergi.
Alex menarik nafasnya dalam-dalam dan merasa sesak di dadanya ketika melihat senyum Alessya di depannya. Matanya terasa sangat panas dan mulai tak tahan menahan kesedihan yang terbendung di dalam hatinya. Tak kuat menahan senyum Alessya yang akan meninggalkannya, Alex pun menarik lengan Alessya dan memeluknya.
"Aku gak tau harus berbuat apa lagi, aku hanya ingin lebih lama bersamamu. Aku ingin melihatmu bahagia dan aku menawarkanmu es krim tapi kamu menolaknya. Maafkan aku jika aku belum sepenuhnya mengerti tentangmu dan belum bisa membahagiakanmu. Tapi percayalah aku sangat mencintaimu jauh sebelum kamu mengenalku," Alex memeluk Alessya dengan sangat erat dan menyembunyikan tangisannya dibelakang Alessya.
"Kak Alex ngomong apa sih...aku sudah sangat bahagia sama kakak, berada disini tanpa es krim pun aku sudah bahagia asalkan aku bersama kak Alex. Aku juga ingin lebih lama disini tapi kak Alex ingatkan kalau ini semua permintaan kak Alex agar aku tidak meninggalkan kuliahku. Kak Alex jangan nangis... biar aku aja yang nangis, kakak gaboleh..." tangis Alessya pecah ketika merasakan punggungnya basah karena tetesan air mata milik Alex.
__ADS_1
Alex menghapus air matanya dan berusaha untuk tenang, ia pun melepaskan pelukan Alessya.
"Kamu disana jangan nakal yaa... gak boleh mabuk lagi, karena disana gak ada aku... kamu harus jaga hatimu untukku, jangan sampai kamu membuka lembaran lama ketika jauh dariku. Ingatlah aku yang disini sangat setia mencintaimu," ucap Alex mengusap air mata di pipi Alessya dan Alessya hanya mengangguk tak bisa menjawab apa-apa karena sesegukan dari tangisannya.
"Belajar yang rajin, kalau gak paham soal fisika tanya saja padaku, jangan sama orang lain. Tunggu aku, aku akan berusaha menyelesaikan kuliahku lebih cepat dari yang lain. Jangan lupa kasih aku kabar karena aku akan selalu merindukanmu," Alex membelai rambut Alessya dan juga mengusap air mata yang masih keluar dari mata Alessya.
"Udah... jangan nangis, kamu jelek kalau nangis," ucap Alex tersenyum mencoba menghibur Alessya.
"Iiihh kak Alex jahat," berhenti menangis dan menyandarkan kepalanya di pundak Alex.
"Kak Alex juga harus janji, gak boleh ngeladenin cewek-cewek lain yang suka ngejar kak Alex. Pokok gak boleh kasih respon dikit pun dan jangan bawa cewek ke Apartemen," ucap Alessya memeluk Alex.
"Iyaa sayang... aku janji gak akan kasih respon sama cewek lain dan gak akan bawa cewek ke apartemen," ucap Alex membelai rambut Alessya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To Be Continued....