Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Sulit Ku Percaya


__ADS_3

Rasa sakit itu terasa sangat menyakitkan, entah apa yang telah dilakukan Alessya hingga Daffa begitu sangat kejam memperlakukan Alessya. Alessya berlari kecil dengan menangis, tangannya mengusap air mata yang membahasahi pipinya. Alessya tidak ingin orang lain tahu jika dirinya menangis. Alessya mencari tempat sepi, namun kali ini bukan lagi ditaman karena ia tak mau Alex sampai mengetahuinya. Alessya duduk dinggir kolam ikan, ditempat itu Alessya hanya sendiri dan tidak ada mahasiswa lain. Alessya masih menangis, hatinya kecewa melihat Daffa secara tidak langsung mengusirnya diperpus.


"Apa salahnya sih cuma ngobrol bentar, toh ujian hari ini juga selesai," ucap Alessya berbicara dengan ikan.


"Kenapa sih dia selalu aneh kalau menyangkut nilai, materi kuliah, dan bahkan dulu dia sampai mengabaikan aku. Disaat aku butuh dia, dia gak ada..." ucap Alessya menangis.


Suara hening ditempatnya sekarang membuat Alessya merasa sedikit lebih tenang dari sebelumnya, ia melihat pancuran air mancur dikolam dan ikan-ikan yang cantik sedang mendengarkan curhatannya. Namun tanpa ia sadari, sebenarnya Alessya dari tadi tidak sendiri.


Sebelumnya.....


Alex melihat Alessya berlari ketika keluar dari perpus, ia melihat Alessya berlari sambil menangis. Awalnya Alex tidak ingin mengejar Alessya karena mungkin Daffa lah yang akan mengejarnya, namun ketika ia perhatikan lebih lama, Alex tidak melihat Daffa keluar dari perpustakan. Segera Alex mengikuti Alessya namun ia tidak memanggilnya. Alex berfikir Alessya akan pergi ke taman, ternyata tidak. Alessya pergi ke arah belakang gedung Sastra yang memang tempat itu masih sepi karena tempatnya masih baru jadi dan belum digunakan untuk kegiatan kuliah. Seketika Alex paham mengapa Alessya pergi ketempat itu, yaitu Alessya butuh sendiri. Alex hanya bisa mengawasinya dari belakang karena ia takut Alessya di ganggu mahasiswa lain seperti Pongky dkk yang biasanya sering ditempat sepi untuk merokok.


"Syaa syaa... kenapa kamu gampang banget nangis," batin Alex merasa kasihan melihat Alessya menangis.


Alessya bangkit dari duduknya dan pergi berjalan kedepan. Alessya tidak memiliki tempat tujuan lain, mungkin jalan satu-satunya adalah pulang. Alessya mengirim chat pada sopirnya untuk menjemput Alessya. Ketika Alessya hendak menuju gapura depan tiba-tiba Alex menepuk pundaknya.


"Mau pulang???" ucap Alex mengagetkan Alessya.


"Eh kak Alex, ia nih kak aku mau pulang. Aku mau belajar buat ujian besok," jawab Alessya.


"Belajarnya nanti malam aja, sekarang tidur aja dulu tuh lihat mata kamu sampai hitam kayak panda," Alex menunjuk mata Alessya


Alessya segera mengambil kaca didalam tasnya untuk memastikan perkataan Alex. Terlihat mata Alessya memang sedikit hitam namun selain itu make up Alessya pun sedikit menghilang karena usapan air mata.


"Lagian tanpa kamu harus belajar keraspun kamu akan bisa melakukannya, kan kamu urutan pertama," ucap Alex.


"Gak bisa gitu kak... besok itu fisika atom, dan Prof Albert meminta kita untuk mempelajari Atom secara mendalam dan itu lumayam sih kak," sahut Alessya.


"Kalau boleh tau kak Alex kemarin nilai fisika atomnya urutan berapa kak?" tanya Alessya penasaran.


"Waktu itu aku ketolong sama gambar sih syaa... Gambar dan hitunganku kebetulan cocok jadi bisa di posisi 1, pokok setauku kalau Prof Albert itu harus lengkap. Si David cuma jawab itungan saja bisa merosot ke posisi 15 gilak jauh kan," ucap Alex.


"Memang sih... gambarnya itu butuh ketelitian karena harus detail, tapi kamu tenang aja soalnya cuma 1 nomer kok," Alex tersenyum semringah ketika mengingat kisahnya dulu.


"Hah gilakk... Gambar??? Kak ajarin aku dong.. sumpah aku gak paham banget kalau soal gambar," ucap Alessya memelas.


"Boleh, nanti malam yaa di perpus deket rumahmu aja," sahut Alex sangat senang bisa bersama dengan Alessya.

__ADS_1


"Gamau kak, ditempat lain aja deh kak," ucap Alessya.


Alessya menolak karena ia tahu bahwa Daffa akan berada ditempat itu untuk belajar, dan Alessya tidak mau Daffa melihatnya kemudian salah paham.


"Yaudah kita di Perpustakan Ziro aja deket rumahku gimana?" ucap Alex


"Okay..makasih kak," sahut Alessya menyetujui.


"Iyaa sama-sama... udah sana pulang, tuh jemputanmu sudah didepan," ucap Alex menunjuk ke arah mobil Alessya.


Alessya tersenyum dan pergi ke mobil. Alessya bersyukur bisa akrab dengan kakak tingkatnya baik dan tidak pelit. Bahkan Alex sering membantu Alessya disaat Alessya membutuhkan bantuan. Sesampainya dirumah Alessya menuruti perkataan Alex untuk tidur, karena ia tidak mau jika rasa kantuknya akan mengganggu konsentrasi belajarnya nanti malam bersama Alex.


**********


Pukul 19.00 WIB Alessya telah sampai di Perpustakaan Ziro, ia memilih ditempat yang terjangkau oleh AC. Alessya mengeluarkan laptop dan bukunya, tidak lupa ia mengabari Alex.


"Kak, aku sudah ditempat" Send


Alessya menyalakan laptopnya dan tanpa menunggu lama ponsel Alessya berbunyi karena notif pesan teks dari Alex


"Ok, OTW" Alex


"Gilak...anak itu pake mangap segala, untung cantik," ucap Alex dengan geleng-geleng kepala.


Alex menghampiri Alessya sambil tersenyum, ia tak habis pikir ada seorang cewek yang otaknya jenius tapi kelakuannya sangat polos.


"Sudah lama nunggu?" ucap Alex menarik kursi.


"Eh gak kok kak, baru aja," jawab Alessya.


"Sudah sampai mana belajarnya?" tanya Alex


"Ini kak, baru struktur dan unsur. Trus barusan udah browsing liat-liat gambar atomnya" Ucap Alex


Alex membimbing Alessya dengan sangat sabar, walau pun terkadang Alex sedikit gemes karena melihat gambar Alessya yang benar-benar jelek. Namun Alex tak patah semangat, ia yakin jika Alessya bisa melewatinya. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 21.40 WIB dan masih sama Alex sedang menilai gambaran Alessya


Huuuaammm (Alex menguap)

__ADS_1


"Capek yaa kak, maaf...." ucap Alessya cemberut sedih.


"Udah sana cepetan selesaikan dulu gambarnya," jawab Alex dengan mengacak-acak rambut Alessya.


"Siap bos," ucap Alessya tersenyum.


Setelah beberapa jam berlalu akhirnya Alessya sudah lebih memahami dan gambarannya sudah lumayan bagus. Namun Alessya tidak yakin jika dirinya bisa menempati posisi 1. Alessya dan Alex menyudahi kegiatan belajarnya dan bersiap untuk pulang.


"Kak, aku gak yakin bisa di posisi 1," ucap Alessya menunduk.


"Loh harus yakin dong, kan guru kamu aku.. Mahasiswa kesayanganya Prof Albert," ucap Alex meyakinkan Alessya.


"Tapi menurutku yang akan menempati posisi itu Daffa deh kak," sahut Alessya sedikit pesimis.


"Yaudahlah... berapapun hasilnya yang penting kamu harus berusaha jangan patah semangat dan jangan lupa doa," ucap Alex menyemangati Alessya.


Alex terus menyemangati Alessya agar Alessya tidak berkecil hati. Alex menemani Alessya yang sedang menunggu sopirnya. Alex tidak menawarkan dirinya untuk mengantarkan Alessya pulang, karena baginya Alessya adalah seorang gadis yang sudah memiliki pacar dan kemungkinan orang tua Alessya sudah tahu hubungannya dengan Daffa. Alex menemaninya hingga sopir pribadi Alessya datang, kemudia ia pulang kerumah. Alex berharap Alessya bisa menempati posisi pertama karena hal itu sangatlah diinginlan Alessya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terkadang selain cinta itu menyakitkan, cinta juga membingungkan😂

__ADS_1


Simak terus kelanjutan kisahnya, jangan pernah bosan dan jangan lupa like serta tambahkan ke favorit kamu😊


Terimakasih Guys..💖💖💖


__ADS_2