Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Jangan Rebut Tempatku


__ADS_3

Daffa berbalik arah dan melangkahkan kakinya kembali masuk ke perpustakaan, ia melihat Alessya masih di tempat yang sama. Daffa mempercepat langkahnya dan menghampiri Alessya.


"Maafkan aku, aku sudah salah paham," ucap Daffa duduk di depan Alessya dan memegang tangan Alessya.


"Aku gapapa kok," Alessya tersenyum dan melepaskan tangannya dari genggaman Daffa.


"Apa gak ada cara lain selain memilih memutuskan hubungan ini, apa kamu tidak ingin bersabar sedikit lagi agar kamu bisa tetap bersama ku Alessya..." Daffa masih berusaha meyakinkan Alessya agar hubungannya tidak berakhir.


"Aku sayang sama kamu, tapi ibu kamu lebih menyayangi kamu. Sebelum kamu bersamaku, kamu sudah bersamanya. Kamu harus menghargai permintaan orangtuamu, karena mereka melakukan itu semua demi kebahagiaanmu. Aku gak bisa tiba-tiba merebutmu dari orangtua yang sudah membesarkanmu. Aku tidak ingin kita bahagia tapi ada orang lain yang menderita," Alessya menatap Daffa dengan keseriusan, hatinya sangat yakin jika keputusannya sudah benar.


"Baiklah kalau itu mau kamu, aku akan hargai keputusanmu. Tapi kita masih bisa berteman kan.." tanya Daffa menatap Alessya dengan perasaan yang sedih karena ia harus memilih hubungannya berakhir.


"Iyaa... kita masih bisa berteman," ucap Alessya tersenyum. Tak ingin berlama-lama bersama Daffa, Alessya pun pamit untuk menghadiri kelas bimbingan untuk IPhO. Kini perasaannya sedikit lega, namun ia tidak bisa berbohong jika dibalik itu semua ada rasa sedih yang harus ia pendam.


Alessya berjalan menuju toilet wanita dan mengganti pakaiannya dengan seragam untuk kelas bimbingan. Di toilet Alessya tidak sengaja berpapasan dengan Adinda, namun kali ini Adinda tidak menegurnya begitupun Alessya. Selama Alessya di dalam toilet ia mendengar mahasiswi lain sedang bergibah ria membicarakan keluarga Adinda, mulai dari penurunan pangkat sampai seluk beluk keluarganya yang amat sombong. Mendengar itu semua Alessya merasa tidak nyaman, walaupun itu sebagai pelajaran berharga dan memang sudah sepantasnya Adinda dapatkan, namun Alessya merasa tidak nyaman karena itu semua adalah permintaan Alessya sendiri. Alessya segera keluar dan menuju ke kelas bimbingan.


Alessya berdiri di depan pintu dan melihat Alex duduk bersama Ibel temannya, mereka terlihat sangat akrab dan posisi duduk Ibel sangat dekat dengan Alex. Seketika mood Alessya berubah menjadi kesal. Alessya menghampiri Ibel karena ia telah duduk ditempatnya.


"Permisi..." ucap Alessya dengan halus menyuruhnya pergi.


"Eh loe duduk di tempat gue aja dulu, gue masih ada urusan sama Alex," ucap Ibel tidak memperdulikan Alessya, dan memintanya bertukar tempat.


Entah apa yang dilakukan Alessya justru diluar dugaan, Alessya merasa tidak senang jika tempatnya ditempati orang lain. Alessya menarik tas yang di letakkan belakang punggung Ibel dan menjatuhkannya kebawah.


"Ini kan tempatku, ngapain aku harus duduk di tempatmu. Udah deh mending kamu kembali di tempatmu sana," ucap Alessya ketika ia menarik tas Ibel dan membuangnya ke lantai.


Alex tersenyum heran menatap Alessya, ia yang tak menyangka jika Alessya seberani itu mengahadapi Ibel.

__ADS_1


"Heh loe !!! berani-beraninya sama gue hah !!! Loe pikir loe sapa buang-buang tas gue di lantai, loe gak tak tau harganya sangat mahal. Uang saku loe gak akan cukup buat ganti tas gue !!! " Bentak Ibel dengan suara yang menggelegar.


"Eh mbak, Punya mbak ini Louis KW.. udah gak usah sok belagu deh pake bilang mahal segala. Kalau mbak mau yang asli ntar siang mbak kerumah saya deh nanti saya kasih yang baru, dan mending mbaknya sekarang berdiri trus pindah. Saya capek yang mau ribut" Alessya menarik lengan Abil agar keluar dari tempat duduknya dan ia langsung duduk di sebelah Alex.


Alex yang dari tadi hanya menonton merasa Alessya sangat menarik perhatiannya, ia benar-benar tidak menyangka cewek polos yang ia kenal ternyata bisa berbuat garang sampai Abil pun mengalah dan pergi kembali ketempat Aslinya.


"Maaf ini siapa yaa.. kok saya tidak mengenali anda," bisik Alex pada Alessya, ia berniat menggoda Alessya namun karena Prof William sudah masuk jadi ia harus mengecilkan suaranya.


"Ihhh... terus aja ngeledek. Giliran aku tadi tanya soal langsung ditinggal di perpus, nah giliran Abil aja segitu diladeninnya sampai gak mau pindah dari tempat dudukku," ucap Alessya menyubit lengan Alex dengan keras.


"Awww aww aduh sakit syaa... tadi kan ada Daffa, lagian Abil kan juga temenku ngapain kamu marahnya sama aku. Pake nyubit sakit banget lagi," Alex mengelus lengannya yang sakit.


Sementara Alessya hanya diam, ia tidak menjawab pembicaraan Alex dan memilih mendengarkan penjelasan Prof William di depan. Saat ini Alessya sangat fokus mengikuti bimbingan Prof William dan ia juga sering meminta pendapat pada Alex mengenai jawaban yang sudah ia tulis. Kali ini Alessya tidak kekeh dengan hasilnya sendiri, ia lebih mempercayai Alex karena ia tidak mau mengulangi kesalahan yang lalu.


Sesekali Alessya melirik Alex yang tengah serius mengerjakan soal di bukunya. Alessya merasa beruntung bisa mengenal Alex yang sangat baik pada dirinya.


"Mau sampai kapan ngeliatin aku....buruan kerjain, waktunya tinggal dikit," ucap Alex tiba-tiba membuat Alessya tersadar.


Alex menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat singkat, ia meletakkan pulpennya dan meregangkan jari-jarinya yang lelah. Alex tersenyum melihat Alessya masih fokus mengerjakan tugasnya. Keusialan Alex mulai beraksi, tangannya yang memegang bulu ayam entah dari mana ia dapatkan, ia gunakan untuk menggelitiki telinga Alessya, sontak Alessya merasa terganggu.


"Kak !!! ihhh..." Alessya memukul lengan Alex sangat keras sampai Prof William memandang Alessya. Kini wajah cemberut Alessya terlihat jelas.


"ALEX !!! " bentak Prof William yang melihat keusialan Alex terhadap Alessya.


"Sorry Prof... Just Kidding hehe..." Alex menahan tawa karena Prof William memarahinya.


Waktu mengerjakan soal sudah habis, kini semua soal sudah di kumpulkan dan menunggu hasil koreksi Prof William. Alessya masih kesal dengan keusilan Alex, ia masih memasang wajah cemberut tanpa menatap Alex disebelahnya.

__ADS_1


"Syuuutt maaf..." bisik Alex pada Alessya, namun Alessya tidak menghiraukan Alex.


Alessya maju kedepan dan mengambil lembar jawabannya ketika Prof William memanggilnya.


Alessya tersenyum melihat nilainya yang sempurna dengan Point 100 dan Prof William juga memberikannya sebuah note You are a genius, please defend. I see you are very close to Alex, I hope you are not angry with him because this is the first time I see him being nosy to others.


Alessya berniat mengucapkan terimakasih pada Alex namun ia tidak melihatnya. Alex sudah keluar kelas saat Alessya mengambil jawabannya di depan. Alessya merasa tidak enak telah bersikap cuek pada Alex, ia pun bergegas mencari Alex.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Autor gak akan pernah bosan untuk mengingatkan kalian untuk tetap L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.

__ADS_1


T E R I M A K A S I H A T A S


D U K U N G A N N Y A 💗💗💗


__ADS_2