
Di mobil Alex merasa sangat khawatir, dipikirannya selalu terpikir Alessya. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?
Bagaimana jika dia nyasar? dan
Bagaimana jika Alessya di goda orang asing?
Semakin lama pikiran Alex semakin tak karuan, rasa khawatirnya yang besar membuat dirinya semakin tak tenang
Alex pun mencoba menghubungi Alessya, namun ponselnya tidak bisa hubungi. Alex sangat menyesal mengapa ia tidak menghubunginya dari awal.
"Maafkan aku yaa syaa...Aku pasti akan menemukanmu," ucap Alex sambil menyetir.
Alex mencoba mencari Alessya ke mall, karena ia pikir sebagaimana cewek pada umumnya, mungkin saat ini Alessya sedang berada di mall. Alex memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam mall dan mulai mencarinya. Alessya terus mengelilingi setiap store yang ada di mall, namun Alex tidak menemui Alessya.
"Kamu dimana sih syaa... kasih jejak kek," gerutu Alex menuruni eskalator dengan muka bingung.
Alex keluar dari mall dan mencoba mencari ketempat lain. Berkali-kali Alex menelfon Alessya namun tetap saja ponselnya tidak bisa ia hubungi. Alex mencoba mencari Alessya ke kampusnya.
***********
Suara bel berbunyi menandakan perkuliahan dikampus telah selesai. Alessya semakin berharap jika ia bisa bertemu dengan Alex jika ia berdiri di depan kelas. Alessya memperhatikan setiap mahasiswa yang keluar namun ia belum juga bertemu Alex. Raut muka Alessya yang awalnya penuh dengan harapan, kini berubah menjadi kekecewaan. Alessya berjalan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kelas di kampus Alex.
"Hai cantik... kamu dari Indonesia yaa?" ucap salah satu cowok mahasiswa yang dari tadi sedang memperhatikan Alessya.
"Eh... iyaa aku dari Indonesia, namaku Alessya," Alessya senang karena bisa bertemu sesama orang Indonesia.
"Aku Robith, mahasiswa arsitektur disini. Apa kau sedang mencari seseorang," ucap Robith tersenyum melihat Alessya.
"Oww iyaa... kamu kenal orang ini gak," Alessya menunjukkan foto Alex pada Robith.
"Dia mahasiswa sini, haa yang benar aja. Wajah seperti ini aku tidak melihatnya. Apa jangan-jangan kamu lagi di bohongi sama cowok ini," ucap Robith menertawakan foto Alex.
"Kalau kamu gak kenal, yaudah bilang aja gak kenal... gak usah pakek jelek-jelekin segala. Gak ngaca yaa kalau situ lebih parah sama foto ini," sahut Alessya yang entah mengapa dirinya merasa kesal melihat Robith mentertawakan foto Alex di depannya. Alessya langsung pergi dari hadapan Robith karena tak ingin berlama-lama bersamanya.
"Hei tunggu dong... kamu kan baru disini bagaimana kalau kamu ikut aku ke apartemen, pasti kamu gak punya tempat tinggal disini kan? lagian dari pandangan mata aku, kamu cocok bersamaku cantik," ucapnya dengan memegang tangan Alessya.
"Ihh najis banget aku bisa ketemu kamu, jangan mimpi deh... aku gak akan mau pergi sama kamu," ucap Alessya menepis tangannya dan mempercepat langkahnya meninggalkan Robith.
Alessya berjalan lebih cepat sementara Robith masih saja mengikutinya, kini Alessya sadar bagaimana pentingnya memiliki bodyguard dan ia pun menyesal karena telah menyuruh bodyguard nya untuk pergi. Yaahh benar, Alessya menyuruh bodyguard nya untuk tidak mengikuti Alessya, karena pada awalnya Alessya sangat yakin bisa bertemu dengan Alex di kampusnya dan ia tidak ingin sampai bodyguardnya mengganggu apalagi melapor pada papanya mengenai kedekannya bersama Alex.
__ADS_1
"Tunggu dong sayang... jalannya pelan-pelan aja dong, nanti kalau kamu jatuh bagaimana?" ucap Robith merangkul Alessya
"Ihhh lepas gak... atau aku akan melaporkanmu," ucap Alessya menepis tangan Robith dari bahunya dan Alessya pun berlari.
"Hei kamu mau lapor ke siapa? disini gak akan ada yang mau menolongmu, sudah laah... kamu turuti saja aku dan ikut aku ke apartemenku. Disana aku akan memberimu makan," Robith terus mengejar Alessya.
Kali ini Alessya berlari dengan sangat cepat dan ia tidak akan membiarkan Robith memegang tangannya lagi, karena itu sama aja ia akan tertangkap. Alessya berlari dengan melihat sekelilingnya namun benar kata Robith tak ada satu pun yang peduli dengannya. Alessya menoleh ke arah Robith, dan ia masih saja mengejar Alessya...
"Help... Please Help me..." ucap Alessya berlari. Robith hanya tersenyum mengejar Alessya yang sedang meminta tolong.
Alessya berlari keluar area kampus dan kini ia menuju lorong-lorong kecil. Ia tak tahu lagi harus berlari kemana, sementara kakinya sudah mulai lelah.
"Aduhhh gimana dong ini....teriak pun gak ada yang nolong, kalau di rumah yang nolong mesti kak Alex, tapi kalau disini bagaimana?" ucap Alessya mulai menangis sambil berlari.
Alessya berusaha lari dengan cepat dan berharap jalan yang ia lewati tidak buntu dan memiliki akses ke jalan yang lebih ramai oleh orang agar ia bisa mencari pertolongan.
"Hei tunggu !! apa kamu tidak capek lari terus. Apa susahnya ikut aku ke Apartemen," teriak Robith mengejar Alessya.
Alessya berlari sambil berdoa agar dirinya bisa melewati jalan sempit ini dan berharap bisa bertemu orang banyak. Kaki Alessya yang mulai lelah tetap ia paksakan berlari sampai pada akhirnya ia pun menemukan jalan umum yang sangat ramai orang.
"Huuhh huuuhhh Tolong..... Tolong aku...." teriak Alessya terus berlari dengan nafas yang mulai berat.
"Ah ****, disini kan inggris... Help... Help me..." ucap Alessya sambil menoleh kebelakang melihat Robith yang masih mengejarnya.
"Aww... sakit..." ucap Alessya terjatuh dan memegang dahinya yang terbentur, namun ia melihat tangannya sedang dipegang oleh orang lain
"Oh tidak... aaaaa lepaskan.... ihhh... lepaskan," Alessya meronta-ronta melihat tangannya di genggam dengan erat.
"Hei terimakasih sudah menghentikannya berlari, huuuhh aku sangat lelah. Serahkan gadis itu padaku" ucap Robith pada seseorang yang Alessya tabrak, sementara Alessya hanya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman orang itu.
"Loe gak ngerti yaa, Leave the girl to me," ucap Robith ngegas.
"Dia adalah milikku, jangan pernah kau mencoba menyentuhnya," ucapnya membangunkan Alessya.
Mendengar suara itu Alessya menatap wajah orang itu dan ternyata orang itu adalah Alex yang ia cari-cari selama ini.
"Kak Alex," ucap Alessya terheran-heran melihat Alex kini di depannya.
"Apa loe bilang !!! Dia milik gue, gue yang lebih dulu melihatnya," ucap Robith menarik lengan Alessya dan genggaman Alex.
__ADS_1
"Awww sakit, lepasin aku. Kamu gila yaa... dia ini orang yang aku tunjukin fotonya tadi. Lepasin tanganku," ucap Alessya mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Robith yang sangat kuat.
Krrreeetttghhh (Seketika Alex meraih tangan Robith dan mematahkannya)
"Aaaaaaaaaa, sakit woy lepasin tangan gue," Robith berteriak kesakitan
"Pergi atau aku akan mematahkan tanganmu sampai kau tidak bisa menggunakannya lagi!" ucap Alex dengan memutar tangan Robit.
"Oke Oke gue akan pergi, tolong lepasin tangan gue," ucap Robith memohon.
Alex pun melepaskan tanggannya dan menatap Robith dengan tatapan mematikan hingga membuat Robith pergi meninggalkannya.
"Kak, Kak Alex kemana aja... aku mencari kakak tauk," ucap Alessya dengan muka cemberut.
Melihat Alessya yang kini di depannya seperti sebuah kenyataan yang tidak dapat ia percaya, namun dengan sigap Alex langsung memeluknya.
"Maafkan aku membuatmu mencariku, maafkan aku syaa.. aku terlambat," ucap Alex memeluk Alessya dengan rasa khawatir yang masih ada.
"Terimakasih kak, sudah menemukanku," ucap Alessya terharu dan membalas pelukan Alex.
"Aku akan selalu menemukanmu, dimana pun kau berada," ucap Alex membelai rambut Alessya.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
__ADS_1
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💖💖💖