Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Preman Kampus


__ADS_3

Hari sudah mulai sore, jam perkuliahan terakhir telah selesai, tidak lupa para dosen memberikan oleh-oleh kepada mahasiswanya untuk dibawa pulang. Tugas, ya memang hanya Tugas oleh-oleh yang diterima mahasiswa dari dosen. Ariyani membereskan buku-bukunya yang bergeletakan diatas meja. Selama jam kuliah Fisika Kesehatan ia berfikir keras karena ia tidak satu kelas dengan Alessya. Ariyani mulai bersiap-siap untuk pulang ke kost. Satu demi satu mahawasiswa sudah mulai berkurang di kampusnya, hanya terdapat beberapa orang saja. Ariyani berjalan keluar kelas dan melihat matahari dengan sinarnya yang sangat cantik terbenam di arah barat. Ariyani hendak menuruni tangga, namun terlihat 4 orang mahasiswa lain sedang berdiri di masing-masing anak tangga. Mahasiswa itu terlihat seperti senior yang banyak ditakuti kaum wanita. Mahasiswa yang terkenal suka menggoda dan melawan dosen hingga membuatnya tidak lulus-lulus kini harus Ariyani lewati di tangga depan kelasnya. Ariyani merasa ragu untuk melewatinya, ia tak punya cara lain karena dirinya harus pulang. Ariyani memberanikan diri untuk menuruni anak tangga itu satu persatu.


"Permisi kak," ucap Ariyani menundukkan kepala agar terlihat sopan pada seniornya.


"Bening nih bro, lumayan...," ucap salah satu senior itu.


"Hei tunggu, kamu mahasiswa baru ya," ucap Pongky ketua geng preman kampus.


"Iya kak, maaf permisi saya mau lewat," Ariyani menepis tangan seniornya yang membelai rambutnya dengan ketakutan.


"Hei tunggu dulu... mau kemana? matahari belum tenggelam tuh, kita kumpul-kumpul disini dulu aja sambil menyaksikan sunset," ucap pongki memegang pundak Ariyani mencoba merangkulnya


"Emmp makasih kak, tapi aku harus pulang maaf kak ijin kan aku pulang..,"Ariyani sangat ketakutan dan seluruh tubuhnya gemetar.


"Bersyukurlah kamu diberi kulit putih mulus seperti ini, hidung cantik dan bibir sexy. Apa kamu mau menjadi pacarku. Aku tidak akan mengecewakanmu jika kamu menuruti perkataanku," Pongky merayu Ariyani dan terus membelai pipi dan rambut Ariyani.


"Enggak kak... tolong lepasin saya kak!" ucap Ariyani berteriak dan mendorong Pongky agar menjauh.


"Ohooo dia berani sekali bro, mau kita apakan anak ini," ucap salah satu temannya.


"Jangan kasar-kasar dong sayang.... hari masih sore, kalau mau main kasar bagaimana kalau nanti malam saja. Kamu pasti akan puas," Pongki megang pingga Ariyani dengan kedua tangannya dan ingin mencium bibir Ariyani.


"Lepasin kak, Tolong.... tolong... tolong aku, Please tolong aku," Ariyani menangis dan berteriak, dalam hatinya berharap ada seseorang menolongnya.


"Lepaskan tangan kotormu dari pacarku"


Tiba-tiba terdengar suara besar berterik sangat menakutkan yang membuat Ariyani dan Pongky menoleh kebawah tangga. Suara itu tak lain adalah milik David. David yang saat itu hendak menuju parkiran tiba-tiba mendengar suara teriakan meminta tolong, pada awalnya David tidak ingin ikut campur urusan orang karena David sudah tau kalau itu pasti ulah Pongky dan kawan-kawannya, namun ia merasa aneh mendengar suara wanita yang meminta tolong. David sangat mengenali suara wanita itu yang cempreng dan sedikit melengking, kemudian David pun berlari menuju sumber suara. Ternyata benar dugaannya, Ariyani menjadi korban gangguan preman kampus ini.


"Hei David, tumben loe peduli sama urusan kita. Pergi sana, bersikaplah sewajarnya," sahut salah satu mahasiswa.


"Lepasin tangan loe semua dari cewek gue, apa loe semua gak denger ucapan gue," David mencengkram lengan Pongky dan menariknya kebawah agar lepas dari Ariyani.


David menarik Ariyani dari pegangan Pongky. David melihat Ariyani yang sedang menangis, hatinya sakit melihat air mata jatuh dipipi wanita yang selama ini sangat ceria.


"Kamu tunggu aku dibawah yaa, jangan kemana-mana," bisik David memeluk dan membelai rambut Ariyani.


Ariyani hanya mengangguk dan mematuhi perintah David, ia segera menuruni anak tangga dan pergi kebawah untuk menyelamatkan diri.


"Brani-braninya loe yaa ganggu urusan gue, loe pikir gue akan takut sama loe hah," ucap Pongky.


"Hajar dia, beri pelajaran maksimal," Perintah Pongky pada teman-temannya.

__ADS_1


David dihajar habis-habisan oleh teman-teman Pongky, namun jangan salah tenaga David sangatlah kuat. Diantara kedua sahabatnya, David lah yang paling kuat. Hantaman demi hantaman melayang di pipi teman Pongky. satu persatu teman Pongky memilih menyerah dan menghindari pukulan David. Namun tiba-tiba...


Bruukkkhhhh (suara tendangan melayang dimuka David saat David memukuli teman Pongky)


Tendangan itu berasal dari Pongky yang mencoba mengalahkan David. David jatuh menggelinding ke bawah tangga. Pongky memukul David yang saat itu terjatuh. Hidung dan bibir David berdarah akibat pukulan keras dari Pongky. Ariyani yang dari kejauhan melihat perkelahian mereka membuat dirinya semakin takut, Ariyani takut akan terjadi sesuatu yang buruk menimpa David. Ariyani menangis tak tahu harus bagaimana.


David kembali bangkit dan menendang balik Pongky, kali ini tendangan David lebih kuat dari Pongky. Pongky tersungkur kebawah, kepalanya terbentur tembok anak tangga. David kembali menghajar Pongky


"Sekali lagi gue lihat loe gangguin cewek gue, loe akan mati," David menonjok muka Pongky.


"Brrughhh Ini buat loe karena loe sudah menyentuh cewek gue," David memukul bagian perut Pongky.


Pongky mengeluh kesakitan, muka babak belur sangat tidak karuan. Darah mengalir di mulut Pongki, sementara didahi Pongky terluka akibat terbentur tembok. Kini Pongky tidak bisa melawan David, tenaganya habis dan tubuhnya terlalu lemas kesakitan untuk bangkit.


"Kak David, Sudah kak... dia bisa mati," Teriak Ariyani ketakutan.


David menghentikan pukulannya. Jika ia tidak mendengar suara Ariyani, David pasti akan terus memukul Pongky.


"Kalau gue sampek liat loe masih ada dikampus ini, jangan harap loe bisa selamat," Ucap David menendang perut Pongky.


David berjalan menuju ariyani, ia meraih tangannya dan membawanya pergi dari tempat itu. David merasakan tangan Ariyani sangat dingin dan masih gemetar. David membawanya ke taman untuk menenangkan dirinya.


"Kamu gapapa?" ucap David memandang Ariyani yang masih menangis.


David memeluk erat Ariyani dan menenangkannya. ia menepuk pelan punggungnya agar lebih tenang.


"Maaf yaa aku telat," ucap David membelai pipi Ariyani.


Ariyani melepas pelukan David dan menatap wajah David. Ariyani kaget melihat luka kecil di bibir bawah David.


"Maafkan aku, gara-gara aku Kak David terluka," ucap Ariyani megang kedua pipi David dengan kedua tangannya. Posisi David dan Ariyani saat ini sangat dekat membuat dirinya grogi dan jantungnya berdetak cepat.


"Aku gapapa kok, cuma luka kecil. Gak sakit kok," kata David.


"Beneran gak sakit kah kak?" Ariyani mencoba memegang luka David dengan jarinya dan tak sengaja menekannya.


"Auuu, yaa jangan ditekan juga kali' " ucap David kesakitan.


"Hehe maaf, katanya tadi gak sakit," Ariyani tersenyum masih sambil memegang kedua pipi David dengan sangat dekat.


David tak tahu harus bagaimana, posisinya saat ini sangat tidak nyaman. David merasa muka Ariyani sangat dekat memandang lukanya.

__ADS_1


"Wao... pemandangan yang tidak boleh dilewatkan nih, ayo kalian liat sini," ucap Alex melihat David dan Ariyani sangat dekat.


Alex yang saat itu sedang memegang kamera berinisiatif untuk memotret sahabatnya.


Cekkkrekkk


"Wahhh kalian ini, tidak baik bermesraan disini apalagi matahari sudah mau tenggelam," ucap Alex geleng-geleng kepala.


"Maaf kak..," sahut Ariyani tersenyum malu-malu.


"Loe ngapain disini sih Lex, ganggu gue aja," ucap David merasa kesal karena keusilan Alex.


"Eh bro.. gue ini kan photografer, yaa gue mau mengabadikan momen-momen indag disini termasuk momen kalian," ucap Alex pada David, namun David tidak memperdulikan ocehan sahabatnya. David masih memandangi Ariyani yang tersenyum malu didepannya.


"Yah Yahh aku dicuekin nih, gini amat nasib jomblo," sahut Alex.


Lagi-lagi Alex tidak dihiraukan keberadaannya, namun Ariyani masih tersenyum malu melihat David memandangnya.


Cekkrekkk (Alex mulai jail dan memotret temannya lagi)


"Eh loe, pergi sana.. gak ada bosennya gangguin gue," ucap David melempar batu pada Alex.


Alex tersenyum bahagia melihat sahabatnya yang dingin akhirnya jatuh cinta. Alex pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Makasih ya kak, udah mau nolongin aku," ucap Ariyani tersenyum menatap dalam wajah David.


"Iyaa, yok aku antar pulang," sahut David pada Ariyani yang juga tersenyum.


Ariyani mengangguk dan tersenyum. Dirinya sangat bahagia hari ini sudah 2 kali ditolong oleh David. Pertama dikantin, kedua di tangga. Ariyani tidak menyangka akan sedekat ini dengan David


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terus ikuti kisahnya yaa, jangan lupa like πŸ‘dan komen. Mungkin kalian ingin mengutarakan pendapat akan autor terima dengan senang hati😊😊


Terimakasih GuysπŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2