
Rasa sakit ditubuh akibat lemparan batu, kini tidak lagi terasa. Ketakutan dan kegelisahan seolah lenyap dengan sendirinya saat sosok yang selalu ingin ia lihat, kini berada tepat di depannya.
"Maafkan aku, aku terlambat," ketulusan suara Alex terdengar jelas dan raut wajah yang tampak begitu sangat menyesal ketika melihat Alessya yang kini hampir babak belur akibat serangan batu-batu kecil dan telur yang dilakukan oleh banyak mahasiswa. Beruntunglah Alessya segera di selamatkan dengan dibantu oleh David, Reza, Rikky serta Bodyguard Alessya yang ikut membantu menyerang balik dan menangkap mahasiswa yang telah berbuat kejahatan.
Tak sanggup berkata apa-apa Alessya hanya bisa menangis bahagia karena Alex kini telah berada di depannya. Tangan yang gemetar sempat menyentuh pipi Alex sebelum semuanya menjadi gellap.
Flashback On (Sebelumnya di Inggris)
Merasa aneh berada di dekat Reza yang tengah senyum-senyum tidak jelas, Alex merasa tingkah Reza sangat mencurigakan. Alex pun melirik Reza yang tengah senyum-senyum sambil menatap ponsel yang bukan milik Reza sendiri yang tak lain adalah milik Alex. Semula Alex berfikir jika Reza tengah bermain game Mobile Lagend dengan menggunakan ponselnya, namun ternyata tidak.
"Siniin hp gue," pinta Alex sinis menatap kesal Reza yang seenak jidat membuka media sosial miliknya. Reza hanya menyengir tanpa rasa bersalah memberikan handphone yang ia genggam.
Alex memeriksa ponselnya yang tengah di bajak oleh Reza dan dugaan Alex sangat benar, tingkah laku Reza yang mencurigakan ternyata telah memposting sticky note dari cewek dan menuliskan caption hilang satu datang seribu
"Ngapain loe posting-posting beginian zaa.... loe pikir ini intagram loe," ucap Alex kesal dan berniat menghapus postingannya sebelum Alessya melihat.
"Eh jangan di hapus bodoh... itu buat bikin Alessya cemburu. Kalau Alessya nanti cemburu..dia pasti bakal ngubungin loe duluan. Ahhhh otak loe mah gak main kalau lagi galau," sahut Reza menasehati sepupunya yang menurutnya sangat lambat.
Mendengar ucapan Reza yang ada benarnya, Alex mengurungkan niatnya dan tidak menghapus postingan yang sudah Reza unggah di media sosialnya. Saat Alex membuka WhatsApp ternyata Reza tak hanya membajak intagram miliknya namun juga WhatsApp. Reza telah membalas pesan chat dari David yang tengah heboh menanyakan kebenaran tentang postingan sticky note, dan Reza juga membalas pesan David jika dirinya telah putus dengan Alessya. Sontak hal ini membuat geram Alex, tanpa basa-basi Alex meninggalkan Reza sendirian di perpus.
"Eee woy tungguin napa," ucap Reza sambil nyengir namun tidak Alex gubris sedikit pun.
Alex berjalan cepat menuju mobilnya dan meninggalkan Reza di kampus tanpa memberinya tumpangan. Perasaan Alex saat ini tidak tenang dan pikirannya selalu teringat Alessya tentang bagaimana jika nanti Alessya tidak cemburu?
Bagaimana jika Alessya malah sebaliknya dan pergi meninggalkannya?
Hatinya yang gelisah membuat pikirannya terus bertanya-tanya.
__ADS_1
Sesampainya di Apartement, Alex langsung menuju kamar dan tidur, ia tidak ingin otaknya terus berfikir yang macam-macam. Belum lagi dirinya sangat lelah karena seharian menjadi asisten dosen yang harus menggantikan dosennya mengajar di kelas.
Paginya ketika Alex bersiap untuk memberi materi di kelas, ponselnya berdering dan ia melihat Alessya mengiriminya sebuah pesan.
Alessya :
???
Alex tersenyum karena akhirnya Alessya menghubunginya, walau hanya sebuah pesan berisi tanda ??? namun Alex sangat senang. Saat Alex tengah mengetik balasan untuk Alessya, tiba-tiba salah seorang muridnya menanyakan materi yang tengah Alex ajarkan, dan dia mengatakan jika dirinya belum bisa memahaminya. Alex pun memilih untuk meletakkan ponselnya, karena baginya saat ini prioritas utamanya adalah muridnya.
Sore harinya setelah Alex selesai mengajar, dirinya menerima telfon dari sahabatnya yaitu David yang mengatakan jika saat ini Alessya tengah menjadi bahan bullyan mahasiswa lain, dan David berpesan agar dirinya melihat video yang saat ini sedang viral di kampusnya. Alex pun akhirnya menonton video yang David katakan, tanpa berfikir panjang dirinya berlari ke parkiran mobil dan langsung bergegas pulang ke Apartement.
Tak lupa Alex menghubungi Profesor Edmund selaku dosen pembimbingnya untuk meminta izin pulang dan tidak bisa menggantikannya mengajar di kelas.
Setibanya di Apartement, terlihat Reza yang juga ikut bingung dan mengabari berita yang tengah viral menimpa Alessya saat ini.
"Lex loe mau kemana?" ucap Reza kebingungan melihat Alex yang mengemas baju-bajunya ke dalam koper.
"Gue ikut," tegas Reza dan berlari ke kamarnya juga ikut mengemasi barangnya.
Setelah semuanya sudah siap Alex dan Reza menuju Airport dan memesan tiket yang bisa berangkat hari ini juga. Beruntung tiket pada saat itu sedang banyak, dan akhirnya tanpa menunggu lama Alex dan Reza pun bersiap terbang menuju Indonesia.
Flashback Off
Melihat Alessya yang sangat lemas dan tidak sadarkan diri, Alex langsung membawa Alessya ke rumah sakit dengan mobil pribadinya. Sepanjang jalan Alex sangat khwatir melihat Alessya yang belum sadar, Alex berusaha untuk ngebut dengan hati-hati agar Alessya bisa sampai dirumah sakit dengan cepat dan selamat.
__ADS_1
Dirumah sakit Alessya langsung ditanangi oleh 3 orang dokter, di saat itulah Alex bertemu dengan mama dan papa Alessya yang terlihat menangis dan bersedih melihat Alessya yang dalam keadaan tidak sadar.
"Putri anda tidak apa-apa pak, hanya sedikit mengalami shock. Bapak dan ibu boleh masuk agar keadaan pasien bisa lebih merasakan keamanan saat dekat dengan keluarganya" ucap Dokter yang menangani Alessya.
Dengan sangat senang keluarga Alessya pun masuk untuk menemui Alessya, namun Alex hanya berdiam diri di luar pintu karena merasa sungkan untuk masuk ke dalam bersama orang tua Alessya. Baginya mendengar kabar jika Alessya tidak mengalami luka yang fatal, dirinya sedikit lebih tenang.
"Loh nak Alex, kenapa di luar? sini masuk..," ucap Jhordan menyuruh Alex agar menemui Alessya.
"Tidak apa-apa om, saya nanti saja masuknya. Sekarang saya mau ke kampus Alessya dulu karena masalahnya belum terselesaikan," ucap Alex menolak ajakan papa Alessya.
"Baiklah nak, terimakasih sudah menolong Alessya. Kamu selesaikan dulu apa yang kamu bisa saat ini, sisanya biar om yang urus. Om tidak akan biarkan orang yang membuat Alessya celaka masih bisa tertawa," ucap Jordhan menepuk pundak Alex dan terlihat sangat kesal.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan dengan cara L I K E dan V O T E untuk author karena dukungan kalian membuat author lebih semangat lagiπ
Terimakasih.....πππ