
Tak terasa sudah seminggu Alessya tidak masuk kuliah. Pagi ini Alessya membuka jendela kamarnya yang sudah lama tidak ia buka karena dokter melarangnya menghirup udara dingin. Alessya berjalan kearah balkon dengan meniup coklat panas di cangkirnya. Angin pagi yang berhembus di muka Alessya membuatnya merasa sejuk yang sudah lama tak ia rasakan. Alessya bergegas ke kamar mandi dan akan memulai aktivitas lamanya yaitu kuliah.
"Eh, kok sudah rapi aja sih. Yakin mau kuliah?" ucap Widhia melihat Alessya yang sudah turun dan akan kuliah
"He'emp maa, tugas Alessya banyak dan Alessya gak mau ketinggalan banyak materi," jawab Alessya dengan menggigit roti.
"Yasudah... Hati-hati yaa dijalan, jangan makan sembarangan dulu," ucap Widhia mencium putri cantiknya.
"Siap maa.." jawab Alessya.
Seperti biasa Alessya berangkat dengan sopir pribadinya Pak Ponco. Sudah sangat lama ia tak merasakan duduk di mobilnya itu. Alessya membuka kaca mobilnya dan melihat pemandangan sekitar.
"Pak Ponco, kira-kira kalau Alessya minta papah buat beli sawah disini apa papah akan mau mengabulkannya?" tanya Alessya pada Pak Ponco yang sedengan menyetir.
"Non ini bagaimana sih, tas yang nona pakai yang harganya lebih dari 1 petak sawah aja dibeliin apalagi sawah ini non, bahkan mobil nona aja yang digarasi harganya bisa membeli 1H sawah aja Pak Jordhan beliin kok," jawab Pak Ponco tersenyum
"Oh mobil itu yaa pak, Alessya gamau mobil itu, soalnya kalau Alessya pakai mobil itu semua orang pada berbisik," ucap Alessya menuntup kembali kaca mobilnya.
Pak Ponco hanya tertawa mendengar ungkapan Alessya. Ia tak habis pikir karena sifat Alessya yang sangat rendah hati, ketika kabanyak orang kaya yang suka memamerkan miliknya namun tidak untuk Alessya.
Setibanya di kampus Alessya langsung disambut oleh kekasih dan sahabatnya yaitu Daffa dan Ariyani.
"Gilak... gue kangen banget sama loe syaa, kebayang gak sih hidup ku dikelas mikir sendiri dengan soal yang sulit," ucap Ariyani dengan memeluk Alessya.
"Hehe iya aku juga kangen banget sama kamu," jawab Alessya kembali memeluk sahabatnya
Daffa hanya memandang Alessya dan Ariyani yang terus menerus saling berpelukan. Ia tak tahu sampai kapan mereka akan berpelukan seperti itu. Bak teletabis yang sedang berpelukan membuat Daffa lelah memperhatikannya, alhasil Daffa masuk kelas lebih dulu.
**********
Ting Ting Ting (Bel Berbunyi)
Hari yang sangat tidak sukai mahasiswa yaitu hari senin yang penuh dengan oleh-oleh tugas dari Dosen. Alessya bersiap-siap pergi keruang dosen untuk mengumpulkan tugas selama ia sakit. Alessya berlari keluar kelas tanpa pamit pada sahabatnya, karena ia tidak mau ketinggalan dosen yang akan ia temui.
"Maaf Prof, ini tugas saya yang kemarin. Saya sakit jadi tidak bisa mengumpulkan tepat waktu," ucap Alessya menemui dosen.
"Yasudah silahkan letakkan disitu," jawab Prof Albert
__ADS_1
Alessya keluar dari ruang dosen, ia bersyukur dosennya masih mau menerima tugas yang lebih dari waktu yang ditentukan. Alessya mengambil ponselnya di tas dan melihat pesan masuk dari Daffa.
Daffa :
"Aku diperpus, Bisa temani aku gak?"
Alessya :
"OTW"
Alessya berjalan menuju perpustakaan untuk menemui Daffa. Sejak Alessya sakit, Daffa sangat perhatian merawat Alessya dan itu membuat Alessya senang.
**********
"Kira - kira Alessya suka gak yaa," ucap Daffa sambil memperhatikan boneka merah didepannya
"Bodoh, kenapa aku gak membeli yang besar aja sih," ucap Daffa mulai bingung
"Bonekanya untuk siapa," tanya Adinda menghampiri Daffa.
Tiba-tiba terdengar suara wanita yang membuat Daffa kaget dan segera menyembunyikan boneka tersebut. Daffa sempat mengira bahwa itu Alessya ternyata bukan.
"Untuk aku mana..." tanya Adinda berusaha dekat.
Sementara Daffa tak mengerti maksud gadis itu dan dirinya mulai merasa risih. Daffa hanya diam dan mengkerutkan dahi merasa heran dengan tingkah aneh Adinda.
"Hehe bercanda kok, Apa aku boleh duduk disini," ucap Adinda tersenyum.
"Duduk saja, aku mau menemui Alessya kok," jawab Daffa singkat.
Daffa melihat Alessya sudah didepan pintu dan sedang mengawasi Daffa dengan tatapan tajam. Daffa meninggalkan Adinda yang duduk sendirian. Daffa mempercepat langkahnya menuju Alessya dengan senyuman. ia sudah mengira jika Alessya sebentar lagi akan memukulnya karena cemburu.
"Kok gak masuk?" ucap Daffa sambil mencium kening Alessya.
"Ihhh kamu nih, ini diperpus tauk," ucap Alessya mendorong Daffa.
"Lagian aku gak akan masuk kalau kamu masih bersama cewek gatel itu," Alessya menatap tajam ke arah Adinda.
__ADS_1
"Aku tadi sendirian kok, cuma dia menghampiri aku," jawab Daffa tersenyum melihat muka Alessya yang mulai garang.
"Oh iyaa... ini buat kamu, karena kamu sudah sembuh jadi aku sudah gabisa lagi menginap dirumahmu, boneka ini untuk pengganti ku," ucap Daffa memberikan boneka pada Alessya.
"Ihhh lucu...makasih yaa," jaawab Alessya sangat menyukai boneka pemberian Daffa.
"Tapi kamu bisa kok menginap dirumahku lagi, kalau mama papa aku keluar negeri" ucap Alessya tersenyum.
"Eh nakal yaa, beneran kamu mau? aku bisa melakukan hal yang lebih loh," ucap Daffa tersenyum menggoda Alessya.
"ihh Dasar OMES. Gak deh, aku gamau kamu menginap lagi," ucap Alessya memerah karena malu.
"Hahaha, salah siapa nawarin cowok kayak gitu. Lagian aku gabakal gitu kok, aku akan menjagamu," ucap Daffa membelai rambut Alessya.
Adinda memperhatikan Daffa dan Alessya tersenyum dengan mesrah membuat Adinda merasa kesal dan ingin sekali melihat mereka segera putus.
"Apa'an sih mereka, gak ada tempat lain apa," ucap Adinda kesal melihat Daffa dan Alessya sangat mesra
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih Guys atas support nya, Jangan pernah bosan.. Dan jangan lupa like dan komen๐๐