Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Penyesuaian Kelas Bimbingan


__ADS_3

Alessya merasa puas saat tidur diperpus, udara AC membuatnya tidur nyenyak. Alessya dan Daffa keluar dari perpustakaan dan akan melanjutkan kegiatan yang berbeda. Alessya akan mengikuti kelas bimbingan untuk perlombaannya, sedangkan Daffa akan berlatih Hoki bersama rekan teamnya. Alessya dan Daffa berpisah ditengah lapangan, keduanya saling melambaikan tangan dan tersenyum.


Alessya segera menuju toilet wanita untuk berganti pakaian seragam sesuai yang telah ditentukan. Kali ini Alessya harus satu kelas dengan kakak tingkatnya yang sudah pernah mengikuti lomba kejuaraan, ia harus berusaha keras karena dari 40 mahasiswa dalam 1 kelas, yang terpilih hanya 2 mahasiswa saja. Alessya bertekat dirinya harus lolos dan harus memenangkan perlombaan.


Alessya berdiri didepan pintu kelas dan ingin mencari teman duduk, namun sayang tidak ada yang ia kenal dan Alessya sangat pemalu. Mahasiswa dikelasnya menatap Alessya yang berdiri di depan pintu, seakan menunggu Alessya memilih dimana tempat ia akan duduk. Alessya melihat dan mengenali satu-satu mahasiswa yang akan dijadikan teman sebangkunya. Kegelisahan Alessya hilang seketika ia melihat sosok yang ia kenal. Alessya tersenyum dan menghampiri Alex yang sedang duduk sendiri.


Alessya melihat Alex sedang bengong dan mendengarkan music. Alessya melangkahkan kakinya dan menuju Alex namun langkah Alessya terhenti ketika salah satu wanita menghadangnya. Ibel adalah teman Alex dan itu berarti ia kakak tingkat Alessya.


"STOP !!! Jangan berharap kamu bisa duduk sama Alex, Alex itu gak akan mau duduk sama siapa-siapa apalagi sama loe DEKIL" Ucap Ibel menghadang Alessya dan memberi peringatan pada Alessya.


"What !!! DEKIL, eh mbak emang mbak sapanya kak Alex... kalau mbaknya gabisa duduk sama kak Alex yaaa udah terima aja, berarti kak Alex gak suka sama mbak" Jawab Alessya dengan kesalnya mendengar kata-kata dekil.


"Oke baik, sini gue buktiin sama loe kalau Alex gak bakal mau duduk sama loe dasar DEKIL" Ucap Ibel dengan menarik lengan Alessya dengan kasar.


"Alex permisi, ini nih ada gadis DEKIL yang tingkat percaya dirinya tinggi banget maksa ingin duduk sama kamu... apa kamu mau duduk dengannya? Hah tentu saja tidak kan" Ucap Ibel menatap Alessya dengan sinis dan kebencian.


Alex membuka Headset ditelinganya dan tersenyum pada Alessya, namun Ibel tidak memandang Alex ia hanya memandang Alessya dan mengeratkan genggamannya pada tangan Alessya.


"Kak Alex... masak mbak ini ngelarang aku untuk duduk sama kakak, sinting banget kan dia. Siapa sih dia kak, pacar kakak..gak setuju aku sumpah, cungkring kayak gini" Ucap Alessya menatap balik Ibel yang saat ini sedang menanas karena Alessya menyebutnya cungkring.


Melihat Alessya yang sedang mengadu pada Alex membuat Alex tersenyum karena muka Alessya yang lucu dan tak kenal takut walaupun Ibel adalah kakak tingkatnya.


"Udah sini.. jangan lama-lama berdiri. Lepasin deh bel tangan Alessya, ngapain sih kamu ngelarang dia" Ucap Alex memegang tangan Alessya yang satunya dan menyuruh Alessya duduk di sebelahnya.


"Weeekk emang enak, situ kali yang PD nya minta ampun sampek bikin malu" Ucap Alessya menjulurkan lidah dan melepaskan tangannya dari Ibel kemudian duduk di sebalah Alex.


Ibel pergi meninggalkan Alessya dan kembali ketempat duduknya, ia sangat malu di depan Alex. Dari dulu Ibel sangat menyukai Alex, namun Alex terkenal cuek dan tidak ingin duduk bersebelahan dengan wanita.


"Sial !! sapa sih anak itu bisa deket dengan Alex" Ucap Ibel mengepal tangannya dan memukul meja.

__ADS_1


Alessya tersenyum bahagia bisa duduk dengan orang yang ia kenal, selain itu ia juga bahagia bisa mengalahkan wanita cungkring yang menyebalkan dan hampir merusak moodnya.


"Aaapaa sih... senyum-senyum..." Ucap Alex mengacak-acak rambut Alessya.


"Gak ada" Jawab Alessya masih tersenyum.


Alessya dilirik banyak mahasiswa dikelas, sikap manis dan perhatian Alex sangat jarang temannya lihat apalagi dengan wanita.


"Eh syaa... kamu kok berani sih sama temenku yang tadi, dia ketua geng wanita loh. Bisa dibilang dia yang paling berkuasa di antara wanita kampus, apa yaa intinya dia suka bully orang. Kamu gak takut syaa" Ucap Alex menatap Alessya yang kini wajahnya berubah menjadi kaget.


"Hahh masak sih kak.. emang ada yaa kayak gituan, hemmmp gimana dong kak kalau aku dibully" Ucap Alessya mulai takut dan gelisah.


"Gatau deh syaa... mangkanya aku heran kamu berani banget" Alex menahan tawa melihat Alessya yang mulai ketakutan, namun Alex hanya bercanda. Dirinya tidak akan membiarkan Ibel mengganggu Alessya.


Alessya berfikir dan takut bagaimana jika nanti ia akan dikeroyok dan bahkan dipukul. Ditengah-tengah ketakutan Alessya tiba-tiba seseorang cowok mendekati Alessya dan Alex. Dia adalah gibran teman Alex.


"Eee hai adek cantik, selamat bergabung.. dan selamat sudah bisa menaklukkan hati Alex si cowok berhati es" Ucap nya sambil bersalaman dengan Alessya.


"Ayo foto dulu sebagai album kalau kamu sudah bergabung dan menjadi anggota baru dikelas ini, senyum yaa.." Ucap Gibran dengan bersiap memfoto Alessya ditangannya.


"Eh lex loe kalau gamau ikutan foto minggir sana, ngrusak pemandangan aja" Ucap Gibran kesal karena Alex tidak melihat kamera.


"Gapapa kak, biarin aja kak Alex diem disini" Ucap Alessya tersenyum bersiap di foto.


"Okey 1,2,3 Terimakasih... nanti fotonya aku kirim, okey" Ucap Gibran



Kelas bimbingan dimulai saat Profesor muda dari inggris memberikan arahan pada materi yang akan dilombakan. Awalnya Alessya berfikir jika dosen yang akan membimbingnya adalah dosen kampus yang biasa memberikan materi kuliah di kelasnya, namun ternyata ia salah.. ternyata yang memberikan perkuliahan bimbingan yaitu dosen bule yang berasal dari inggris, untungnya Alessya sangat fasih berbahas inggris. Alessya dan Alex mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Prof William. Alex selesai dengan sangat cepat, ia meletakkan pulpennya dan menatap ke luar jendela. Alex sudah terbiasa menjawab soal-soal perlombaan dan tak heran jika ia menjadi maskot di kampusnya.

__ADS_1


Alex melirik Alessya yang masih mengerjakan soalnya.


"Syaa, itu salah...jangan pake cara itu, kamu gak akan lolos" Bisik Alex pelan


"Ssyuuut diem bentar kak, aku lagi fokus nih" Ucap Alessya yang melanjutkan pekerjaannya menjawab soal.


Alex membiarkan Alessya yang kekeh dengan jawabannya, namun Alex tetap tersenyum memandang Alessya. Alessya benar-benar menarik perhatiannya.


Tugas Alessya pun selesai dan Alex mengumpulkan tugasnya dengan tugas Alessya. Alessya beristirahat sejenak sembari menunggu Prof William menilai soal latihan yang baru saja ia berikan. Tak lama kemudian nama mahasiswa yang bersangkutan dipanggil untuk mengambil lembar jawaban di delan. Alessya tersenyum melihat Alex mendapatkan nilai 100 namun wajah Alex terlihat biasa saja tetap datar.


Ketika Prof William memanggilnya betapa terkejutnya Alessya melihat nilainya sendiri. Alessya mendapat nilai 70 dengan berisi note saya tidak tahu mengapa anda terpilih untuk mengikuti perlombaan ini, apa kamu masih ingin melanjutkannya?


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Author sangat berterimakasih buat readers yang selalu mendukung Author untuk tetap semangat melanjutkan kisah Alessya. Terimakasih buat yang sudah vote, like dan komen.. Jujur itu membuat Author lebih bersemangat 😊😊😊. Jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.💖💖


__ADS_2