
Hari yang sudah mulai sore, ditemani dengan cuaca yang mendung dan gerimis semua kegiatan hari pertama telah terselesaikan. Tersisa 2 hari lagi untuk kegiatan OSPEK yang mungkin tak kalah melelahkannya. Alessya yang hari itu sudah mulai lelah pergi berjalan menuju gerbang untuk menunggu jemputan Pak Ponco supir pribadinya. Alessya tidak dapat menggunakan handphone karena selama masa OSPEK mahasiswa dilarang membawa handphone, alhasil ia harus menunggu sopirnya yang tak tahu kapan datangnya. Waktu telah menunjukkan pukul 15.45 WIB namun Alessya belum melihat mobilnya diparkiran. Alessya hanya diam berdiri dibawah pohon dan menunggu supirnya.
"Syaa.. tunggu siapa...," tanya David dengan mengendarai mogenya dengan suara kenalpot yang sangat bising dan menggelegar.
"Tunggu jemputan kak," jawab Alessya singkat dan menatap ke arah jalan.
"Mau bareng gak? gerimis loh..," ucap David mengajak Alessya pulang bareng dengannya.
"Gak deh kak, Kak David duluan aja gak papa, saya mau nunggu sopir saya aja," sahut Alessya menolak ajakan David karena dirinya memang tidak ingin terlibat kedekatan dengannya.
"Yakin nih? tanya David berusaha meyakinkan Alessya sebelum benar-benar meninggalkannya.
Alessya menganggukan kepalanya, dan David pun pergi mengendari motornya dengan kecepatan tinggi. Alessya terus melirik jam di tangannya, entah sampai kapan ia harus menunggu sopirnya.
Tiiinnnn (bunyi klakson mobil)
"Gak dijemput dek?" tanya Rikky dengan membukakan kaca mobilnya melihat Alessya yang sedang berdiri di bawah pohon.
"Belum kak, ini masih menunggu," sahut Alessya tersenyum menjawab pertanyaan yang sama untuk orang berikutnya.
"Yaudah ikut aku aja, hujan loh ini... nanti kamu basah kalau diam disitu terus," ucap Rikky mengajak Alessya untuk pulang bersamanya.
"Gak deh kak... makasih, saya tunggu sopir saya aja, kasihan nanti sopir saya bingung cari saya," jawab Alessya dengan lembut menolak ajakan kakak tingkatnya yang sangat baik.
"Owalah OK deh, duluan yaa...," dengan tersenyum Rikky melambaikan tangannya dan meninggalkan Alessya.
"Tuhan.... kapan Pak Ponco datang??" Batin Alessya yang mulai merasa penat karena terus berdiri.
Bajunya sedikit demi sedikit sudah mulai basah, pohon yang ia manfaatkan untuk berteduh akhirnya tak kuasa menahan beban air hujan yang jatuh dari langit. Sembari menunggu jemputan, Alessya melihat kampusnya sudah mulai sepi. Dirinya kembali mendengar suara motor dari belakangnya. Entah mengapa batin Alessya merasa tidak nyaman, dan ia enggan untuk menoleh kebelakang.
"Ngapain kamu berdiri disitu.. gak tau apa kalau lagi hujan," ketus Daffa menghentikan motornya merasa heran melihat Alessya berdiri di bawah pohon.
"Kok kayak kenal suara ini, hmmp bau-bau nya suara ini milik cowok aneh itu," batin Alessya ketika mendengar suara aneh ditelinganya.
"hemmp benarkan Daffa...," batin Alessya mengerutkan dahi ketika melihatnya. Dugaannya ternyata benar, suara aneh itu adalah suara Daffa.
"Aku disini ya suka-suka aku, mau dimana pun ya terserah aku. Lagian ngapain kamu nanyak - nanyak mending langsung pulang aja sana," ketus Alessya menjawab ucapan Daffa dengan kesal.
Daffa menggeleng - gelengkan kepalanya dan melepas jaket kulitnya yang berwana hitam, dan kemudian melemparkannya pada Alessya.
"Aku gak peduli mau kamu ada dimana aja, mau digunung, dihutan atau bahkan di sungai itu terserah kamu. Aku menanyakan hal itu ke kamu karena aku melihat bajumu yang mulai basah dan dalaman mu terlihat jelas," ungkap Daffa yang dengan blak-blakannya mengatakan jika dalamannya terlihat jelas.
"Kamu melihat dalaman ku? Dasar cowok mesum," ucap Alessya kaget, dan langsung menyilangkan kedua tangannya.
"Terserah deh kamu mau sebut aku ini apa, yang jelas pake tuh jaketku, dan pakai otakmu buat mikir kira-kira sudah berapa banyak cowok yang melihatmu sebelum aku dan siapa lebih pantas kamu sebut cowok mesum," pungkas Daffa merasa geram terhadap sikap Alessya yang sangat blagu.
Daffa pun pergi tanpa pamit kepada Alessya, sementara Alessya belum mengucapkan terimakasih dan merasa menyesal telah menyebut Daffa cowok mesum. Alessya tidak menyangka dibalik sifatnya yang dingin dan sok ternyata dia begitu perhatian terhadapnya. Mobil Alessya akhirnya datang dan ia pun masuk ke mobil, dengan perasaan yang sedikit kesal.
"Non apa sudah dari tadi keluar?" tanya pak Ponco khawatir.
"Enggak pak... barusan kok" jawab Alessya tidak ingin membuat sopirnya khawatir.
Selama dimobil Alessya terus memikirkan Daffa, Alessya ingin minta maaf dan berterimakasih. Namun Alessya tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya, Alessya sedikit takut jika harus berhadapan dengan Daffa dan akan membuatnya marah.
****
__ADS_1
Sesampainya dirumah Alessya merebahkan dirinya dikasur yang empuk, ia melirik jaket Daffa dan mengambilnya.
"Wangi banget sih... sampai wanginya memenuhi ruangan kamar" batin Alessya
kemudian Alessya mempunyai ide untuk chat Daffa untuk mengucapkan terimakasih dan meminta maaf,dengan begitu ia tidak perlu kena semprot langsung. Alessya pun meraih ponsel di sebelahnya.
**Alessya :
Daffa**....
5 menit kemudian pesan Alessya telah dibaca oleh Daffa namun tidak ada balasan, merasa diabaikan ia pun kembali mengirim pesan.
Alessya:
Daffa, ini aku Alessya
Sambil menatap layar ponselnya, Alessya melihat pesan yang ia kirim telah dibaca namun tetap tidak ada balasan. Alessya tidak menyerah baginya ia lebih baik mengungkapkannya melalui Whatsap dari pada bicara langsung namun dicuekin.
Alessya :
Daffa,aku minta maaf soal yang tadi aku salah paham. Maafin aku yaa dan terimakasih jaketnya, besok akan aku kembalikan.
Sembari menunggu balasan dari Daffa, Alessya mengambil buku di atas meja dan membacanya, pikirannya tidak tenang, dirinya berharap Daffa mau memaafkannya.
Ting (Notifikasi Pesan)
Mendengar ponselnya berbunyi, Alessya dengan sigap meraih ponsel yang ia letakkan sebelumnya, ia pun membuka pesan masuk di ponselnya.
Daffa :
Alessya :
Maafin aku yaaa please...
Daffa :
IYA ALESSYA
Alessya :
Makasih Daffa
Alessya yang terdiam duduk dikamarnya memikirkan bahwa dirinya salah menilai Daffa, mungkin Daffa memang terlihat dingin tapi hatinya sangat baik. Hal itu membuat Alessya ingin berteman dengannya, namun apakah Daffa mau berteman dengan Alessya.
*****
Sementara Daffa yang dirinya sedang diperpustakaan membuat nya tidak fokus terhadap buku yang akan ia baca karena pesan dari Alessya yang terus masuk
Ting (bunyi ponsel)
085581111*** :
Daffa...
__ADS_1
085581111*** :
Daffa, ini aku Alessya.
"Dari mana cewek ini dapat nomerku" batin Daffa menatap ponselnya yang berisi pesan masuk dari Alessya.
085581111*** :
Daffa,aku minta maaf soal yang tadi aku salah paham. Maafin aku yaa dan terimakasih jaketnya, besok akan aku kembalikan
"Hemmp gadis ini bisa minta maaf juga rupanya" ucap Daffa dengan tersenyum menatap layar ponselnya dan ia pun menyimpan nomer ponsel Alessya dan ia juga membalasnya.
Daffa :
OK.
Alessya :
Maafin aku yaaa please...
Daffa hanya tersenyum melihat pesan Alessya yang memohon untuk minta maaf
Daffa :
IYA ALESSYA
Daffa pun tidak bisa fokus membaca buku yang telah ia pegang dari 1 jam yang lalu, Daffa masih tersenyum dan tidak menyangka jika dirinya kini saling membalas pesan dengan Alessya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Duhhhh Daffa senyumnya manis banget sihhh, autor jadi meleleh melihatnya😁
ikuti kelanjutan kisahnya yaa guys...
jangan lupa like dan tambahkan ke favorit😘😘😘
__ADS_1