
Malam harinya ketika Alessya mencoba untuk menenangkan pikirannya, ia mencoba melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa ia lakukan saat ia sedang malas. Alessya mencoba untuk menonton di kamarnya, namun tetap saja... pikirannya selalu teringat oleh Alex.
"Kak Alex lagi ngapain yaa sekarang, udah seminggu lebih gak kasih kabar," gerutu Alessya menatap layar ponselnya.
Alessya selalu memeriksa ponselnya dengan melihat media sosial milik Alex, namun tidak ada satu pun ponstingan terbaru dari akun medsos milik Alex. Alessya yang selalu menunggu Alex memberinya kabar, ingin sekali rasanya jika dirinya menghubungi Alex terlebih dahulu, namun kenyataannya ia tidak berani.
Tok Tok Tok (Suara Pintu)
"Alessya... mama boleh masuk?" ucap Widhia dari luar kamar Alessya.
"Boleh maa.. masuk aja gak dikunci.." ucap Alessya.
"Kamar kamu kok gelap gini, kamu gapapa kan? Oh iya mama mamu nanyak, apa kamu sudah menghubungi nak Alex" tanya Widhia sambil memperhatikan keadaan kamar Alessya yang terlihat gelap.
"Enggak lah maa... ngapain Alessya ngubungi kak Alex duluan, kan malu... ntar dikira Alessya gak bisa hidup tanpa kak Alex lagi" ucap Alessya merasa gengsi.
"Halah, kan emang iya toh nduk... kamu ini baru ditinggal seminggu aja udah uring-uringan. Udah cepet sana kamu hubungi nak Alex duluan" Widhia mulai gemas melihat putrinya yang masih tak mau mengakui perasaannya.
"Gak mau ma... Alessya mau menunggu kak Alex duluan yang kasih kabar" Alessya merasa sedikit kesal karena dipaksa untuk mencoba menghubungi Alex lebih dulu.
"Nak Alex gak akan menghubungi kamu duluan, dia juga sama kayak kamu... menunggu. Kalau sama-sama menunggu gini yang ada malah hilang ditelan bumi yang namanya kabar itu syaa..." ucap Widhia geleng-geleng kepala karena putrinya masih gengsi.
"Mama tau dari mana kalau kak Alex nungguin kabar dari Alessya juga" Alessya mengangkat alisnya merasa tidak percaya.
"Mama tadi sudah ngobrol sama tante Niken, dan beliau juga sudah menyuruh nak Alex buat menghubungi kamu.. tapi katanya dia takut kamu masih marah dan masih butuh waktu sendiri, mangkanya nak Alex gak ngasih kamu kabar. Hemmmp ribet ternyata anak muda sekarang," ucap Widhia heran
"Hehe Iyaa kah maa? Seriusan kak Alex nungguin Alessya," sahut Alessya kegirangan.
"Iyaa... cah ayu... Udah sana telfon Alex, mama gak mau ganggu dan nguping pembicaraan kamu," ucap Widhia membelai rambut putrinya dan keluar dari kamar Alessya.
Alessya tersenyum setelah mendengar ucapan mamanya, ia pun tidak ragu-ragu untuk menghubungi Alex. Walau pun ia sedikit gugup, namun ia memberanikan diri untuk tetap menghubungi Alex. Tak lama kemudian ponsel Alex tersambung, dan seketika Alessya langsung menyapanya.
Alessya
"Hallo Kak Alex...."
Wanita
"Hello ... Who is this?"
Alessya terkejut mendengar suara wanita yang sedang menerima telfonnya.
Alessya
"Hello, may I speak to Alex and give the cellphone to Alex"
Wanita
"Sorry, Alex is taking a shower. If I may know who I'm talking to?
__ADS_1
Tak ingin mendengar ocehan wanita itu Alessya langsung memutus panggilannya dengan kesal.
"Ooo jadi gitu toh sekarang, mentang-mentang sudah di luar negeri trus mainnya sama cewek bule, oke fine," ketus Alessya kesal dan menghapus daftar panggilannya.
Walau pun hati Alessya kesal tapi ia tidak percaya jika Alex melakukan itu disana. Alessya tiba-tiba menangis merasa itu tidaklah benar.
"Kok kak Alex jahat banget sih... padahal baru satu minggu, dia sekarang sudah sama wanita bule," ucap Alessya menangis.
Alessya yang merasa kesal ia pun mengambil buku-bukunya di rak dan membawanya keluar dari kamarnya. Ia tak ingin terus mengurung dirinya dikamar dan memikirkan Alex yang kini sedang bersama wanita lain di luar sana. Alessya pun pergi mencari kesibukan dengan belajar di Perpustakaan.
Sesampainya di perpustakaan Alessya mencari buku-buku yang berisi soal-soal fisika dengan tingkat kesulitan yang tinggi agar Alessya bisa fokus mengerjakannya dan tidak memikirkan Alex kembali. Alessya terus mencari beberapa buku di rak-rak tertentu.
"Halo... aku sering melihat mu disini bersama dengan pacarmu, oh iyaa perkenalkan saya Rini petugas perputakaan disini," ucap Rini dengan membawa buku-buku baru untuk diletakkan di rak.
"Oh hai... saya Alessya," sahut Alessya tersenyum
"Pacar kamu kemana? biasanya dia sering kesini sendiri dan kadang bersamamu," tanya Rini menanyakan keberadaan Alex.
"Oh maaf dia bukan pacar saya, dia senior saya di kampus yang kebetulan memang sering belajar bersama. Dia sekaranh sedang di Inggris untuk melanjutkan S2 nya," jawab Alessya menyembunyikan perasaannya yang kesal.
"Oh sayang kali... padahal kalian terlihat sangat cocok, maaf aku kira dia adalah pacar kamu," Rini merasa kecewa karena dugaannya salah. Sementara Alessya berusaha tersenyum mendengar pujian dari Rini meski ia saat ini sangat kesal dengan Alex
"Oh iyaa... apa kamu sudah membaca buku miliknya, waktu itu saya melihat cover bukunya di desain sangat indah. Tapi saya belum sempat membacanya," ucap Rini.
"Buku??? buku apa? Apa buku kak Alex ketinggalan disini," ucap Alessya merasa bingung dengan maksud Rini.
"Eh bukan...terakhir kali senior kamu kesini itu memberikan bukunya untuk di simpan disini, buku itu tidak terlihat seperti buku pendidikan jadi saya memberinya nomer seri yang dikumpulkan dengan buku-buku fiksi lainnya. Apakah kamu ingin membacanya?" ucap Rini merasa tambah bingung karena Alessya tidak mengerti maksudnya, dan lagi-lagi ia mengira jika Alessya sudah mengetahuinya.
"Oke baiklah, akan aku antar jika kau ingin menemukan buku itu," Rini pun mengantarkan Alessya ketempat buku Alex tersimpan dan menunjukkan pada Alessya.
Benar kata Rini jika buku itu terlihat bukan seperti buku fisika melainkan buku khusus, Alessya menggabil buku Alex di rak dan membukanya. Seketika Alessya terkejut melihat tulisan To Alessya
Alessya pun membuka buku itu dan ternyata di dalamnya berisi foto-foto Alessya. Alessya melihat foto-fotonya ada di dalam buku itu disusun dengan sangat rapi. Alessya pun tidak tahu kapan Alex memotretnya. Alessya terus membuka lembar-lembar buku itu sampai ia pada halaman khusus bertulisan..
🍃 A L E S S Y A 🍃
Bahkan jika kau tidak mengatakan apapun, Ketika aku melihat matamu, Aku bisa merasakan hatimu yang sakit.
Suaramu yang terkunci sangat dalam, Senyummu yang lemah, menunjukkan harimu yang panjang.
Aku tahu kau tersenyum..karena kau tidak ingin aku tahu betapa lemahnya dirimu.
ALESSYA...
Aku selalu disini...
__ADS_1
Seperti Violet yang selalu datang saat matahari tenggelam.
Meski dekapanku kecil, aku akan selalu memelukmu.
Setiap kali kau tidak disini,
Aku merasakan tempatmu yang kosong. Kehampaan meningkat. Suara hujan semakin keras, bahkan jika angin kasar berhembus.
Kau menjadi tempatku berteduh yang lebar.
Aku tahu kau tersenyum..karena kau tidak ingin menunjukkan rasa sakitmu.
ALESSYA....
Aku akan selalu disini,
Seperti Violet yang selalu datang saat matahari tenggelam.
Meski dekapanku kecil, aku akan tetap selalu memelukmu.
Yaa... kau benar, aku akan selalu memelukmu.
Aku ingin kau selalu bahagia walau tidak bersamaku.
I L O V E Y O U 💖
Alex Briand Lee
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
__ADS_1
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗