Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Inggris


__ADS_3

"Non, masuk non... diluar mendung, bentar lagi hujan," Pak Ponco yang merasa heran ketika melihat Alessya keluar dari mobilnya.


"Belum hujan kok pak, Alessya cuma teringat seseorang," sahut Alessys sambil menatap langit yang mendung.


Alessya teringat ketika Alex memberikannya payung, dan merelakan dirinya basah kuyup hanya karena tidak ingin melihat Alessya menunggu hujan terlalu lama.



"Maaf kak sudah membuatmu menunggu lama, maafkan Alessya tidak dengan cepat menyadari keberadaan kakak disisi Alessya," Alessya mengusap air matanya dan masuk ke mobil.


Alessya membuka Aplikasi di ponselnya dan segera memesan tiket untuk pergi ke Inggris, ia tidak ingin membuat Alex menunggunya terlalu lama. Ia juga tidak ingin kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupnya untuk kedua kalinya.


"Pak, langsung pulang yaa... Alessya mau ambil koper," ucap Alessya.


"Koper??? mau kemana non, kok mendadak," ucap Pak Ponco dengan mempercepat laju mobilnya.


"Mau ke Inggris pak, Alessya gak mau cinta Alessya seperti cintanya Pak Ponco hehhe," Alessya tersenyum menyindir sopirnya.


"Eleh eleh cah ayu... cah ayu... yasudah non... semoga sukses ketemu mas gantengnya. Bapak sangat yakin kalau non akan bahagia kalau sama mas ganteng itu. Perhatiannya luar biasa," Pak Ponco senang melihat Alessya yang kembali bersemangat.


Alessya tersenyum dan tak sabar ingin segera bertemu Alex. Walaupun ia tidak tahu keberadaan Alex, namun Alessya yakin dirinya bisa menemukan Alex.


Sesampainya dirumah Alessya langsung masuk kamar dan bersiap untuk berangkat menuju bandara, baju-bajunya sudah lama ia persiapkan di dalam koper. Hari ini saatnya untuk Alessya berangkat menemui Alex.


"Loh loh... kamu mau kemana?" tanya Widhia heran melihat Alessya membawa koper.


"Maahh aku gabisa lagi berdiam diri disini, aku mau ke Inggris ketemu kak Alex," ucap Alessya dengan menurunkan koper yang lumayan berat dari tangga.


"Sayang.... kamu yakin mau nyusul Alex ke Inggris, kan Alex belum bisa dihubungi," ucap Widhia khawatir dengan putrinya.

__ADS_1


"Sudah lah maa... biarkan Alessya pergi ke Inggris untuk bertemu cintanya, lagian ini juga bukan pertama kalinya Alessya pergi keluar negeri sendiri," sahut Jordhan sambil santai membaca koran.


"Love You paa...." Alessya tersenyum dan langsung memeluk papanya yang sangat mengerti dirinya.


"Trus nanti kamu mau tinggal dimana disana?" Widhia masih sangat khawatir dengan Alessya yang akan pergi.


"Mama gak perlu khawatir... walaupun ini pertama kalinya Alessya ke Inggris, tapi Alessya tau kok cara memilih tempat tinggal yang aman ketika di luar negeri," ucap Alessya berusaha menenangkan mamanya yang terlihat panik.


"Hati-hati yaa sayang, langsung kabari mama sama papa kalau sudah sampai," Widhia memeluk Alessya dengan perasaan sedih dan khawatir.


"Iyaa mama, Alessya sayang mama," Alessya mencium mamanya.


Alessya menuju bandara dengan diantar oleh sopir pribadinya. Ia sangat bersemang ingin lekas sampai dan menemui Alex. Alessya sangat yakin kalau dirinya bisa menemui Alex. Sesekali Alessya mencoba menghubungi Alex, namun tetap saja nomer Alex tidak dapat dihubungi.


**********


"Wohhh kampret... gue pikir isi dompet loe surat warisan keluarga loe, ternyata malah foto loe sama Alessya," grutu Reza merasa tertipu oleh Alex yang mengira dompetnya benar-benar berisi barang penting.


"Loe gak tau za.. ini itu penting banget karena gue gak punya filenya. Ini aja gue dapet dari kalender yang gue gunting," sahut Alex memasukkan kembali fotonya.


"Lah loe napa gak minta langsung aja ke gibran, kan waktu itu dia yang fotoin," ucap Reza heran.


"Waktu itu dia cuma mencetak satu foto aja, dan itu diambil Alessya.. ya gak mungkin juga gue rebutan sama Alessya. Saat gue mau minta tuh file, ternyata kameranya hilang saat bikin kalender kelas. Yaudah deh terpaksa gue gunting kalendernya," Alex berlalu meninggalkan Reza di balkon. Mendengar hal itu Reza tak habis pikir jika seorang Alex sangat bucin terhadap Alessya.


Alex kembali beraktivitas seperti biasa, saat ini ia bisa fokus mendengarkan dosen yang menjelasakan materi di depan, walaupun terkadang Alex berharap Alessya menghubungi Alex.


Saat perkuliahan selesai Alex berjalan menuju ke taman dengan membawa kamera di tangannya. Alex duduk sambil menikmati pemandangan yang indah dan memotret beberapa objek yang menurutnya bagus.


"Excuse me, can I sit here," ucap Monicha meminta ijin untuk duduk di sebalah Alex.

__ADS_1


"Of course" sahut Alex mempersilahkan Monicha duduk, dan dirinya berdiri kemudian beranjak meninggalkan Monicha.


"Alex, why are you leaving ... I just want to sit next to you," ucap Monicha merasa heran melihat Alex yanh beranjak pergi ketika dirinya duduk.


"Sorry Monicha, I'll just sit next to my girlfriend," ucap Alex tersenyum, dirinya memang tidak sedang ingin duduk bersama gadis lain dan saat ini yang dirinya inginkan hanyalah Alessya. Alessya yang tersenyum ceria ketika di dekatnya.


Alex berbalik arah meninggalkan Monicha yang terlihat kesal karena Alex tidak mau menemaninya.


.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued....


T E R I M A K A S I H A T A S


D U K U N G A N N Y A 💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2