
Tidak perlu menunggu ber jam-jam kereta pun akhirnya sampai ditempat tujuan, memang benar kata Alex, akan lebih cepat ketika ia naik kereta namun keamanannya yang kurang.
Alex dan Alessya keluar dari stasiun, mereka tidak perlu lagi memesan taxi atau yang lain karena di depan stasiun sudah berdiri orang yang akan menjemputnya, siapa lagi kalau bukan Reza.
"Hei syaa... apa kabar?" Reza menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alessya.
"Aku baik, kamu gimana?" ucap Alessya yang hendak menyalami Reza namun seketika tangan Reza di tepis oleh Alex.
"Udah... nanti aja tanya kabarnya, keburu telat gue ntar," Alex menepis tangan Reza dan membukakan pintu mobil untuk Alessya.
Alessya hanya tersenyum melihat Alex yang melarang Reza untuk berjabat tangan dengan dirinya.
Reza pun menyetir mobilnya dan membawa Alessya dan Alex ke kampusnya. Reza menyetir dengan sangat fokus, sementara Alex dan Alessya saling menatap satu sama lain melalui spion tengah mobil.
"Ehemmm gak bisa yaa kalau lirik-liriknya nunggu mobil ini sampai dan nunggu gue turun dulu," sindir Reza pada Alex.
"Bacot loe, udah buruan nyetirnya," kata Alex sedikit kesal karena Reza sedikit mengganggu. Sementara Alessya hanya tersenyum di kursi belakang.
Sesampainya di kampus Alex menggandeng Alessya menuju kelasnya, ia tidak mau Alessya jauh darinya walau hanya satu langkah saja. Alex membawa Alessya ikut kedalam kelasnya untuk mengikuti perkuliahan agar Alessya tidak merasa kesepian.
Alessya terlihat sangat fokus mendengarkan dan mencatat semua materi yang di sampaikan oleh profesor di depan. Sementara Alex hanya memperhatikan Alessya di sampingnya.
"Kamu gak cepek nulis terus...," ucap Alex membelai rambut Alessya dan menahannya agar tidak menghalangi penglihatannya ketik Alessya menulis.
"Enggak... kan aku akhir-akhir ini jarang nulis, lagian aku kan nulisnya buat kak Alex," Alessya tersenyum sambil menulis.
"Ooo yaudah, kalau capek berhenti yaa nulisnya, gak usah terlalu memaksakan diri, lagian dari dulu aku gak pernah punya dan gak pernah nulis catatan kok," ucap Alex menatap Alessya dengan tangannya berusaha mengkaitkan rambut Alessya ke telingga Alessya.
Alessya yang merasa risih karena tangan Alex yang sejak tadi memainkan rambutnya membuat ia berhenti menulis dan mengambil jeday dalam tas nya.
"Eh mau ngapain?" tanya Alex kebingungan melihat Alessya akan mengikat rambutnya.
"Mau aku ikat, biar kak Alex bisa fokus ke depan," jawab Alessya mengikat rambutnya.
"Gak usah di ikat," ucap Alex melepaskan Jepit di rambut Alessya.
"Loh kak... kok di lepas sih... emang aku jelek yaa kalau rambutnya diikat," Alessya merasa heran melihat Alex mengambil jepitnya.
"Gak jelek sayang... cuma aku gak mau aja leher kamu terlihat dan menjadi pandangan cowok lain," Ucap Alex merapikan rambut Alessya dan menutupi leher belakangnya.
Alessya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat perilaku Alex yang segitu tidak inginnya dirinya dilihat orang lain, ia pun kembali melanjutkan tulisannya.
__ADS_1
Saat perkulihan selesai semua mahasiswa bubar dan meninggalkan kelas, Alessya pun memasukkan buku-bukunya ke dalam tas Alex. Sementara Alex masih menatap wajah Alessya yang berada di samping.
"Mau sampai kapan kak Alex menatapku, ini sudah selesai jam kuliahnya dan mahasiswa lain juga sudah banyak yang keluar," kata Alessya
"Sampai aku merasa lelah, yaudah yuk keluar juga," Ucap Alex tersenyum dan mengacak-acak rambut Alessya. Alex dan Alessya pun keluar dari ruang kelas dan berencana untuk bersantai di taman.
"Kak aku haus...," rengek Alessya menghentikan langkahnya.
"Yaudah, kamu tunggu disini sebentar yaa... aku belikan kamu minuman dulu. Jangan kemana-mana," ucap Alex membelai rambut Alessya. Alessya hanya mengangguk dan tersenyum.
Alex berlari membeli minuman di kafe kampusnya, ia tidak ingin membuat Alessya menunggu lama. Beruntungnya cafe di kampusnya tidak terlalu ramai hingga memudahkan Alex untuk memesan minuman.
Alex berlari pelan untuk kembali menemui Alessya dengan membawa minuman dan ia melihat Alessya tengah berdiri membaca sebuah informasi di mading kampusnya. Alex baru menyadari jika kebiasaannya membawa kamera kemana pun ia pergi tidak selamanya bisa ia lakukan. Alex lupa tidak membawa kamerannya saat ia ingin memotret Alessya. Alhasil ia hanya mengeluarkan ponselnya dan memotret Alessya diam-diam.
Alex tersenyum melihat Alessya yang terlihat cantik dari sisi manapun.
"Ini minumnya," kata Alex memberikan minuman pada Alessya.
"Terimakasih...." ucap Alessya tersenyum dan menerima minuman dari Alex.
"Cuma terimakasih aja nih.... aku belinya sambil lari-larian loh, belum lagi aku menerobos antrian," ungkap Alex berusaha lebay.
"Nah gitu dong....yaudah yuk duduk di taman," Alex tersenyum ketika Alessya mencium pipinya dan merangkul Alessya pergi ke taman.
Alessya benar-benar sangat bahagia bersama Alex, dari awal Alex tidak hanya menjaganya namun juga memberikan kasih sayang lebih padanya.
"Kak, buku catatan yang tadi aku tulis buat kak Alex dibaca dulu gih... kan kak Alex dari tadi gak memperhatikan dosennya nerangin," kata Alessya
"Nanti aja deh... aku sekarang ingin bersamamu," Ucap Alex membelai rambut Alessya. Sebenarnya walaupun dirinya tidak memperhatikan dosen menerangkan pun, ia sudah memahami materi yang di ajarkan karena dirinya sudah mempelajari sebelum pertemuan kuliah.
"Aku kan disini kak... ihhh kak Alex mah gitu sekarang, berubah... dulu aja nyuruh aku rajin belajar sekarang di Inggris kak Alex malah malas mau belajar. Apa kak Alex gak ingin cepet lulus.., apa kak Alex ingin tinggal lama disini..," gerutu Alessya cemberut dan sedikit kesal.
"Hemmp iyaa iyaa deh ndoro... aku akan belajar di samping ndoro," ucap Alex terpaksa menuruti kemauan Alessya karena tidak ingin membuatnya marah. Alessya pun akhirnya tersenyum melihat Alex membaca buku yang ia tulis.
Selagi Alessya menemani Alex belajar, Alessya menikmati pemandangan taman yang rindang dengan meminum minuman segar yang sudah Alex beli untuknya, namun tak terasa minuman itu cepat habis dan itu membuat Alessya mengantuk.
Hooaaammm....
"Ups, ih bodoh... ngapain nguap begitu sih di depan kak Alex," batin Alessya merasa malu ketika Alex menatapnya.
__ADS_1
"Kamu ngantuk... Apa mau balik Apartemen aja?" tanya Alex tersenyum menatap Alessya.
"Eh enggak kok kak... aku masih ingin disini," kata Alessya geleng-geleng kepala.
"Yaudah sini tidur disini," Alex menepuk pahannya agar Alessya bisa berbaring dan meletakkan kepalanya di paha Alex.
Alessya pun tersenyum dan menuruti perintah Alex.
Alessya memejamkan matanya karena ia benar-benar merasa ngantuk akibat tidur nya yang semalam hanya sebentar, dan ia merasa tidur di paha Alex adalah tempat ternyaman selain bantal.
1 jam Alex membiarkan Alessya tertidur, dan ia melihat Alessya tertidur sangat pulas sampai bibirnha sedikit menganga. Akal usil Alex pun ingin menjahili Alessya ketika ia melihat daun yang jatuh bergururan. Alex pun mengambil satu daun untuk mengusili Alessya.
Seketika Alessya langsung terbangun karena merasa geli di hidungnya, dan ia melihat Alex tengah senyum menatapnya.
"Balik yuk, kamu terlihat sangat capek. Lebih baik tidurnya di lanjut di Apartemen aja," kata Alex tersenyum.
"What !!! tidur??? di apartemen sapa nih, apartemen aku apa kak Alex," batin Alessya merasa bingung.
"Ayo jangan banyak mikir, mending di Apartemenku lebih dekat," ucap Alex membangunkan Alessya.
Alessya masih tidak menjawab dan bingung dengan ucapan Alex yang mengajaknya tidur, namun ia pun mengikuti langkah Alex walau jantungnya berdebar-debar memikirkan sesuatu yang ada di pikirannya 😂😂
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
Jangan Lupa Like disetiap episodenya dan Vote kisah ini.
T E R I M A K A S I H A T A S
__ADS_1
D U K U N G A N N Y A 💖💖💖