
Alex memeriksa jam di tangannya yang menunjukkan pukul 7.45 dan itu berarti sudah waktunya untuk mempersiapkan pemberangkatan pesawat Alessya.
"Alessya... yuk siap-siap, pesawatmu akan berangkat," ucap Alex melepaskan rangkulannya pada Alessya dan beranjak berdiri.
Alessya hanya mengangguk dan meraih tangan Alex agar selalu bisa bergandengan tangan dengannya. Sambil berjalan Alessya hanya memandang wajah Alex yang terlihat fokus menatap kedepan. Genggaman tangannya yang erat membuat dirinya tak sanggup meninggalkan Alex dan memulai hubungan jarak jauh.
"Kak, aku masuk yaa... aku akan selalu merindukan kak Alex," ucap Alessya mencoba tersenyum.
Alex yang masih menggenggam erat tangan Alessya seolah tidak ingin melepaskannya begitu saja, namun Alessya dengan tersenyum melepaskan tangannya dengan perlahan.
"Bye kak... ingat !!! janji harus di tepati. Aku sayang kak Alex. Daaa... kak Alex," berjalan mundur dan melambaikan tangan mengucapkan salam perpisahan.
"ALESSYA TUNGGU !!!" teriak Alex berlari menghampiri Alessya.
Mendengar teriakan Alex, Alessya pun menghentikan langkahnya. Ia melihat Alex berlari menghampiri dirinya.
"Pasti kak Alex mau kasih aku pelukan perpisahan," batin Alessya.
Seperti dugaannya semakin dekat dengan Alessya, Alex langsung memeluknya dengan erat dan berbisik.
"Lengan baju kamu terlalu terbuka, maaf aku harus melakukannya," bisik Alex yang membuat Alessya tidak mengerti maksud perkataannya.
Ketika Alessya mencoba memikirkan perkataan Alex tiba-tiba....
CUP (Kecupan itu mendarat di leher Alessya)
__ADS_1
ASeketika Alessya terkejut dan tak tahu harus bagaimana, ia hanya terdiam dan terpaku. Tatapannya kosong, tangannya yang mengepal, jantungnya yang berdetak kencang membuat isi pikirannya kabur tak tahu kemana.
"Pake ini, buat tutupi itu. Sekali lagi maaf yaa sayang," ucap Alex sambil mengalungkan syal di leher Alessya. Kini perasaannya gelisah dan takut jika Alessya marah dan tidak bisa memaafkannya.
Sementara Alessya hanya diam ketika Alex memakaikan syal untuknya. Dirinya masih tak tahu harus berkata apa pada Alex. Iya hanya teringat ucapan Alex saat di tepi danau yang mengatakan jika dirinya bisa seperti semut dan memberikan tanda merah padanya. Mungkinkah ini yang Alex maksud? Semakin sulit untuk dipikirkan dan ia pun hanya bisa memilih diam.
"Sudah waktu kamu berangkat, kamu boleh pergi sekarang..," Alex membelai rambut Alessya dan tersenyum.
"Aku pergi yaa... semut besarku, jaga dirimu baik-baik. Tetaplah menjadi senior kebanggaan kampus. I LOVE YOU Sayang..." Alessya tersenyum dan melambaikan tangannya.
"I Love you ALESSYA," menatap Alessya dan ikut melambaikan tangan.
Alessya berjalan memasuki pesawat dan terlihat pramugari cantik menyapanya. Ia pun duduk di kursi miliknya. Segera Alessya mengeluarkan cermin di tasnya dan ia pun membuka syal milik Alex untuk memeriksa lehernya.
"Hmmmp ini gimana ilangnya? pake minyak kayu putih ilang kali yaa...," ucap Alessya menatap cermin dan melihat tanda merah di lehernya.
Saat pesawat mendarat, Alessya siap-siap untuk turun dan hampir saja ia meninggalkan syal milik Alex di kursi pesawat. Ia pun membawa syal itu dalam genggamannya. Saat keluar dari bandara, Alessya baru ingat jika dia belum mengabari orang tuanya dan kini ia bingung harus menunggu dan menelfon sopirnya.
"Alessya...," panggil seorang pria dari belakang.
Alessya menoleh kearah sumber suara yang terdengar sangat familliar untuknya. Dan benar saja, orang yang memanggilnya adalah Daffa.
"Waah benar ternyata, gue kira bukan loe," Daffa tersenyum menghampiri Alessya.
"Eh Daffa... kamu ngapain disini?" tanya Alessya merasa aneh tiba-tiba bertemu dengannya.
"Gue abis dari bali, lah loe baru pulang dari Inggris nih...," ucap Daffa terus.
__ADS_1
"Iyaa nih, abis nyusulin kak Alex," sahut Alessya tersenyum dan kembali menelfon sopirnya.
Daffa melihat sesuatu yang aneh dari Alessya, karena merasa tidak yakin ia pun menatap Alessya dengan sangat dekat.
"Eh syaa... itu sini kamu kenapa?" tanya Daffa dengan menunjuk lehernya.
"Di gigit semut Daff..." dengan cepat Alessya menutupinya kembali dengan syal milik Alex.
"Oh iyaa Daff, aku duluan yaa... sudah di jemput soalnya," buru-buru Alessya pergi meninggalkan Daffa agar tidak ada lagi perbincangan dengannya.
Menatap kepergian Alessya, Daffa berfikir jika hubungan Alessya dengan Alex mungkin saat ini sudah sangat dekat. Terbukti dengan adanya tanda itu yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan pada Alessya. Meskipun kini Alessya telah bersama Alex, entah mengapa dirinya merasa tidak rela melihat Alessya telah di gunakan oleh Alex, namun apa daya melihat Alessya yang saat ini terlihat bahagia dan ia pun juga menjaga jarak dengan dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
Hai Guys... menurut kalian, Author lebih baik update setiap hari dengan 1 eps atau 3 hari sekali dengan 2 eps?
__ADS_1
Terus ikuti kelanjutan kisahnya... jangan lupa L I K E dan V O T E untuk mendukung author agar lebih semangat lagi