
Setelah kesedihannya di siang hari, Alessya berusaha untuk lebih giat dalam belajarnya. Alessya berniat untuk pergi ke perpustakan dekat rumahnya malam ini, ia pun meminta izin mamanya sebelum pergi. Namun Alessya harus mengurungkan niatnya, karena mamanya meminta Alessya untuk menemaninya pergi kerumah sabahatnya Niken (mama Alex).
"Yahh maa... kenapa gak pergi sendiri aja, Alessya sibuk banget maa, mau belajar buat persiapan IPhO" Ucap Alessya merengek pada mamanya agar diperbolehkan pergi.
"Kamu ini gimana sih, kita kan bentar lagi kerumah nak Alex, jadi kamu bisa sekalian belajar dengannya kan..." Ucap Widhia heran pada putrinya.
Alessya diam tidak membalas ucapan mamanya, menurutnya perkataan mamanya sangat benar. Ia bisa belajar bersama Alex yang sebelumnya mendapat poin 100 dari Mr. William. Alessya pun menyanggupi permintaan mamanya untuk pergi kerumah tante Niken. Di mobil Alessya langsung menghubungi Alex agar ia tidak ditinggal pergi keluar oleh Alex.
"Kak, aku sama mama mau berkunjung kerumah kakak. Kakak dirumah kan?" Send
"Iya sekarang aku dirumah, tapi bentar lagi mau keluar" Alex
Melihat pesan dari Alex, Alessya mulai manyun didalam mobil. Widhia tersenyum memperhatikan putrinya yang sedang bertukar pesan dengan Alex.
"ih jangan keluar dong... trus aku sama siapa ntar" Send
"Kan ada mama syaa dirumah" Alex
Alessya semakin badmood karena Alex tidak mau menemuinya. Alessya menyesal mengikuti kemauan mamanya untuk ikut kerumah Alex. Seperti biasa Alessya manyun ketika ia kesal. Sesampainya dirumah Alex, Alessya membunyikan bel. Tak lama kemudian pintu pun dibuka dan ternyata Alex yang membukakan pintu itu.
"Eh nak Alex... terimakasih sudah membukakan pintu. Oh iyaa mama ada?" Tanya Widhia tersenyum
"Ada kok tante di dalam... bentar lagi juga turun" Jawab Alex dengan sopan dan membalas senyuman Widhia
"Udah deh maa... Kak Alex itu buka pintu karena mau pergi" Ucap Alessya dengan tatapan sinis dan mulut yang manyun
Alex terdiam dan tak mengerti maksud perkataan Alessya yang terdengar sangat kesal dan terlihat manyun, namun Alex tetap mendengarkan perkataan mama Alessya.
"Loh nak Alex mau keluar... yahh padahal Alessya sudah jauh-jauh kesini buat ketemu nak Alex... hmmmp pantesan tadi di mobil badmood banget" Widhia tertawa setelah mengerti alasan Alessya yang sedang manyun saat di mobil.
__ADS_1
Alex yang pada awalnya tidak paham dengan ucapan Widhia membuat ia mengkerutkan dahinya karena bingung, namun ia tersenyum karena baru tau kalau Alessya pergi kerumahnya untuk bertemu dengannya
"Apa sih maa... kan mama yang nyuruh Alessya nemenin mama" Alessya menunduk karena malu melihat Alex yang tertawa karena ucapan mamanya.
"Yaudah tante saya gak jadi keluar... nanti Alessya marah" Alex tersenyum melihat Alessya yang menunduk karena malu.
Alex mempersilahkan Alessya dan mamanya duduk, dan ia pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Tak lama kemudian mama Alex menemui Alessya dan mamanya, ia sangat senang melihat Alessya mau berkunjung kerumahnya. Alessya sudah mulai bosan dengan perbincangan ibu-ibu yang mulai heboh bergosip. Alessya melihat ke arah tangga namun Alex tak kunjung turun, Alessya bingung mengapa Alex tidak menemaninya di bawah. Alessya mulai mengantuk dan sangat bosan, penderitaan Alessya pun terlihat oleh mama Alex.
"Sayang... kalau kamu mau ke Alex keatas aja, Alex ada disana kok. Maaf yaa Alex memang gitu.. kurang ramah, anaknya pemalu" Ucap Niken merasa kasihan melihat Alessya yang mulai bosan.
"Ahh tidak tante, saya disini aja nemenin mama" Jawab Alessya merasa sungkan untuk naik ke atas dan pergi ke kamar Alex.
"Yasudah... ayo tante antar ke atas, biar kamu juga gak malu" Ucap Niken mengajak Alessya bertemu dengan Alex diatas. Alessya pun mau diajak oleh mama Alex karena ia memang ingin menemui Alex.
Sesampainya di atas, Alessya melihat kamar Alex dengan pintunya yang terbuka. Alessya ragu untuk mendekati kamar Alex karena saat ini ia tidak bersama mama Alex, ia hanya sendiri. Alessya mencoba mendekat ke arah pintu kamar Alex yang terbuka. Alessya melihat Alex sedang memegang boneka dengan posisi tengkurep di sofa kamarnya.
"Kak Alex ngapain?" Tanya Alessya merasa heran melihat Alex menatap boneka kuning di tangannya.
"Hah, masak aku jelek kayak gini" Jawab Alessya mengerutkan dahi karena merasa dirinya tidak mirip.
"Mirip syaaa... coba deh kamu tirukan ekspresi boneka ini" Ucap Alex menturuh Alessya meniru eksperisi muka boneka yang ia pegang. Alessya pun menuruti ucapan Alex, ia meniru muka boneka dengan memajukan bibirnya
"Tuuu kan mirip buahaahhaha" Alex tertawa lepas melihat Alessya sangat mirip dengan boneka ditangannya. Ia merasa penglihatannya tidak salah. Alessya yang masih penasaran dengan perkataan Alex jika dirinya mirip boneka jellek, ia pun beranjak menuju cermin besar dikamar Alex. Ia melihat eksperi dirinya yang menirukan gaya boneka memang benar-benar sama.
"Eh iyaa kok bisa sama gini" Ucap Alessya merasa bingung melihat dirinya terlihat mirip.
"Mangkanya jangan suka manyun, kamu kalau manyun jellek nya kayak gitu loh syaa ahahhaha" Ucap Alex masih tertawa melihat Alessya yang sangay mirip dengan boneka itu.
__ADS_1
"Yaudah boneka itu buat kamu aja, biar kamu gak selalu manyun kalau lagi kesal. Inget syaa jelek banget sumpah ahhhahah" Alex berusaha menahan tawanya namun ia tidak bisa, ia terus tertawa melihat Alessya.
Alessya melangkahkan kakinya dan duduk di sofa. Ia merasa kesal karena di tertawakan oleh Alex terus-terusan.
"Maaf syaa maaf.." Alex memegang perutnya yang sakit dan ia berhenti ketawa karena tak ingin Alessya semakin bad mood.
"Terus aja..ketawa sampek puas" Ucap Alessya menatap sinis Alex.
"Hehhe gak deh... oh iya ada apa kamu ingin menemui ku?" Tanya Alex yang berusaha menghilangkan rasa lucu yang membuatnya terus tertawa.
"Aku tuh... kesini mau belajar sama kakak, kan kak Alex nilainya tadi bagus..." Ucap Alessya menjelaskan keinginannya untuk belajar bersama Alex.
"Oke deh besok sebelum kelas bimbingan dimulai kita belajar dulu" Alex mengiakan permintaan Alessya, ia sangat senang melihat Alessya yang kembali bersemangat dan akan terus berjuang.
Alessya mengangguk dan tersenyum senang karena Alex mau mengajarinya. Alessya senang bisa belajar bersama Alex karena Alex tipe orang yang sangat sabar, hal itu terbukti saat Alex mengajarkan Alessya menggambar desain grafis, dan Alex bisa membuat Alessya yang tidak bisa menggambar menjadi bisa karena kesabaran Alex saat membimbing Alessya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih buat kalian semua yang sudah dukung dan semangatin Author๐. Simak terus kisahnya jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.๐๐