Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Alessya langsung mengeluarkan semua baju-bajunya yang di dalam lemari dan melemparkannya ke tempat tidur. Alex tercengang melihat barang bawaan Alessya yang sangat banyak seperti sepatu, baju, heels dsb. Alex baru menyadari jika ternyata Alessya memiliki sisi yang sama seperti wanita pada umumnya.


"Syaa... ini barang kamu semua?" tanya Alex berdiri di kamar Alessya dengan menatap setumpukan baju.


"Iyaa kak, waktu itu aku bingung mau bawa baju yang gimana..karena disini kan ada 4 musim, alhasil aku membawa semua yang sekiranya aku butuhkan selama disini..," Alessya tersenyum merasa malu karena Alex melihat barang bawaannya yang sangat banyak.


Tanpa berfikir panjang Alex pun membantu Alessya melipat baju dan celana Alessya kemudian meletakkannya di koper. Alessya senang melihat Alex membantunya prepare barang-barang yang akan di bawa.


"Eh... jangan sentuh itu kak, lipat baju yang lain aja..," ucap Alessya merasa malu ketika Alex mencoba memasukkan bh nya ke dalam koper.


"Kenapa?? kan sekalian... biar cepet selesai juga," tegas Alex melanjutkan pekerjaannya.


"Ihhh jangan... yang ini biar aku aja," Alessya merampas bh nya dari tangan Alex, dirinya bingung mengapa Alex bersikap tidak canggung sedang itu adalah milik wanita.


"Alessya Jordhan.... mending kamu lanjutin gih koper yang satunya kan masih kosong, sebentar lagi Reza akan jemput kita" kata Alex masih melanjutkan prepare barang Alessya dengan memilah antara pakaian dalam dengan baju-baju yang lain.


Alessya menatap Alex yang terlihat biasa saja saat melipat pakaian dalamnya dan menaruhnya di koper, namun dirinya masih sangat malu ketika orang yang kini berstatus sebagai kekasihnya dengan santuy melihat dan melipat pakaian dalamnya. Alessya merasa heran, bagaimana mungkin ada seorang cowok yang terlihat biasa aja saat melihat pakaian dalam wanita, padahal Alessya sendiri ketika membantu mengangkat jemuran dirumahnya merasa enggan jika harus menyentuh pakaian dalam milik papanya. Alessya pun dengan terpaksa membiarkan Alex mengemas baju-baju dan pakaian dalamnya ke dalam koper, sedangkan dirinya kembali memasukkan sepatu dan hells kedalam koper yang lain.


Tok Tok Tok


Alex berjalan membukakan pintu di kamar Alessya, dan benar dugaannya jika Reza sudah sampai di apartemen Alessya.


"Udah...?" tanya Reza pada Alex yang membukakan pintu untuknya.


"Bentar kak... bentar... tinggal dikit lagi," teriak Alessya terburu-buru melihat Reza sudah di depan pintu.


Reza pun menunggu Alessya duduk di ruang tamu apartemennya, sedangkan Alex kembali membantu Alessya yang masih belum selesai membereskan barang-barangnya.


"Eee buset, syaa... loe kesini sendiri dengan bawaan segini banyaknya?" Reza terkejut ketika melihat Alex mengeluarkan dua koper dari kamar Alessya.


"Hehe.. iyaa kak, tapi aku bisa kok bawa sendiri," ucap Alessya nyengir di depan Reza yang terlihat heran.

__ADS_1


"Waaah kalau kayak gini berarti loe harus ngelarang Alessya belanja banyak-banyak selama disini lex, gilaa.. mau ditaruh mana baju dia kalau sekarang aja udah banyak banget," kata Reza nyrocos dengan menunjukkan ekspresi yang tak habis pikir dengan barang yang dibawa Alessya.


Mendengar ucapan Reza, Alessya merasa kesal karena tanpa harus dilarang belanja pun ia juga tidak ada niatan untuk berbelanja selama di Inggris, ia hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Alex.


"Hemmp... gue sih gak masalah, kalau Alessya mau belanja apapun selama disini itu terserah dia...asalkan perginya sama gue," ucap Alex tersenyum melihat muka Alessya yang mulai bete karena ulah Reza.


"Beneran....," tanya Alessya sedikit tidak percaya.


"Iyaa sayang.... asalkan kamu perginya sama aku," Alex tersenyum membelai rambut Alessya.


Alessya pun tersenyum dan memeluk Alex karena bahagia melihat Alex selalu memihaknya.


"Huuhhh gini amat dah nasib gue, udah buruan ke mobil.. mual gue liat kalian berdua peluk-pelukan," ucap Reza beranjak meninggalkan Alessya dan Alex.


"Biar aku aja, kamu jalan duluan gih kedepan," Alex menghalangi tangan Alessya agar tidak menyentuh kopernya, ia tidak mengijinkan Alessya membawa kopernya yang sangat berat itu sendiri.


Lagi dan lagi Alessya dibuat tersenyum karena perlakuan Alex yang sangat baik terhadapnya. Sambil berjalan Alessya menatap Alex yang sedang membawa kopernya, ia sadar jika tak semua pria itu sama. Perlakuan Alex terhadapnya sangat lah berbeda dengan perlakuan Daffa saat ia masih bersamanya dulu. Pada Awalnya Daffa cenderung memikirkan diri sendiri, egois dan bahkan sering bersikap dingin kepadanya walaupun sudah berpacaran. Berbeda dengan Daffa, sikap Alex sangatlah baik padanya meskipun saat itu ia masih tidak punya hubungan apa-apa dengan Alex. Kini Alessya merasa sangat bahagia didekat Alex yang selalu ada untuknya, selalu perhatian dan sangat mencintainya.


"Waaa ternyata kak Alex orangnya rapi juga yaa, bahkan kamarnya aja wanginya sama seperti parfum di jaket yang biasa kak Alex pakai," ucap Alessya tersenyum dan menghirup dalam-dalam wangi khas Alex di kamarnya.


"Kok kamu bisa tau kalau ini wangi parfum aku," kata Alex sambil meletakkan kopernya.


"Iyaa laah... aku tuh di kampus paling hafal sama parfum kak Alex dan Daffa yang wangiii banget, dan aku suka sama wanginya," jawab Alessya tersenyum.


Mendengar nama Daffa tiba-tiba membuat mood Alex sedikit jelek, dirinya merasa tidak terima karena masih disandingkan dengan masa lalu Alessya. Alex pun menatap Alessya yang tersenyum tanpa bersalah dengan tatapan yang sangat dalam dan menghampirinya, dengan sigap ia pun meraih dan menarik pinggul Alessya hingga Alessya tertarik tepat didepannya dengan sangat dekat.


"Lebih suka wangi parfumku atau punya Daffa," ucap Alex dengan tatapan serius di depan Alessya.


"Emmmmp... lebih suka punya kak Alex kok hehe," jawab Alessya memalingkan wajahnya di depan Alex karena merasa gugup berada sangat dekat dengannya, tubuhnya tidak bisa berkutik sedikitpun karena Alex sedang menahan pinggangnya agar lebih dekat.


"Apa sebaiknya malam ini aku tidur bersamamu aja yaa.. agar kamu selalu ingat dengan wangi parfumku dan melupakan wangi parfum Daffa. Bagaimana? aku rasa... cukup untuk semalam," ucap Alex sangat dekat dengan wajah Alessya dan sengaja menggoda Alessya yang terlihat mulai memerah di dekatnya.

__ADS_1


"Emmmp eee nggaakk gakk usah deh kak.... gak enak sama kak Reza, dan aku janji kok bakal lupain wangi parfum Daffa," Jantung Alessya berdegup sangat kencang dan dirinya merasa gugup ketika mendengar Alex meminta untuk tidur bersamanya.


"Lain kali jangan sebut nama cowok lain lagi yaa sayang, karena aku gak ingin kamu masih memikirkan dan mengingat cowok di masa lalu kamu," ucap Alex tersenyum menatap wajah Alessya yang kini memerah karena ulahnya, ia pun melepaskan pinggang Alessya agar sedikit menjauh darinya.


CUP..


"Yaudah... kamu istirah gihh dan jangan memikirkan cowok lain," Alex mencium kening Alessya dan keluar dari kamarnya.


Alessya pun menghela nafasnya dan merasa lega ketika Alex sudah tidak bersamanya, ia lupa jika dirinya menyebut nama Daffa. Alessya tidak menyangka jika Alex memiliki rasa kecemburuan yang besar, namun sikap cemburuan yang Alex miliki memang benar-benar beda, jika pada umumnya seseorang akan marah ketika cemburu namun tidak dengan Alex, Alex justru bersikap sangat romantis hingga membuat jantungnya berdebar-debar sangking gugupnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued....


Jangan Lupa Like disetiap episodenya dan Vote kisah ini.


T E R I M A K A S I H A T A S

__ADS_1


D U K U N G A N N Y A 💖💖💖


__ADS_2