Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Mati Lampu


__ADS_3

Keadaan apartemen seketika hening, Alessya yang hanya bisa menatap takut Reza yang terlihat sangat marah dan emosi di depannya.


"Asal loe tau, selama di sini... gue yang tau gerak-gerik Alex. Gue tau kemana Alex pergi dan Alex itu gak seperti yang loe lihat di foto !!!" suara bentakan Reza pada Alessya kembali memenuhi ruangan.


"Alex itu gak pernah sekalipun ngerespek cewek-cewek kampus, loe tau sendiri saat dia di Indonesia ketika Ibel yang dengan kekeh mengejar Alex, tapi loe lihat sendiri kan kalau Alex gak pernah memberi respon lebih pada Ibel. Sekarang terserah loe, loe mau pergi ninggalin Alex silahkan !!! Gue cuma mau ingatkan sekali lagi, kalau sekali loe ngelepas cowok yang udah bener cinta sama pasangannya, dia tidak akan pernah mau kembali bersama orang yang sama. Sekarang silahkan kalau loe mau ke bandara, jangan sampai loe menyesal, karena masih banyak yang ingin menjadi kekasih Alex dan tentunya lebih baik dari loe yang sama sekali tidak mempercayai nya," Reza berbalik meninggalkan Alessya ke dapur. Dengan masih emosi ia membuka kulkas dan mengambil sebotol air minum untuk di minumnya.


Sementara Alessya mengurungkan niatnya, dan kembali ke kamar dengan perasaan sedih karena tidak memberi kesempatan bicara pada Alex. Alessya menutup pintu kamar dan berbaring di tempat tidur.


Dua jam kemudian, Alex kembali ke apartemen dan Reza pun langsung mengintrogasinya.


"Loe dari mana aja, lama banget... emang ada urusan apa di luar," tanya Reza penasaran.


"Alessya mana? dia udah makan belum?" ucap Alex sangat menghawatirkan Alessya.


"Eee woy gue ini nanyak, bukannya di jawab malah balik nanyak," sahut Reza dengan kesal karena tidak dijawab oleh Alex.


"Gue juga nanyak woy, Alessya ada kan?" tanya Alex kembali dengan kesal.


"Ada ada... dobrak aja pintunya kalau gak percaya," Reza pun kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.


Alex hendak mengetok kembali pintu kamar Alessya namun ia mengurungkan niatnya karena mungkin Alessya masih butuh waktu.


Alex berjalan melewati Reza yang sedang makan di dapur, ia menuju ke taman belakang untuk menenangkan pikirannya sambil menghirup udara segar.


Alex menatap jalanan yang sangat indah di lihat dari ketinggian apartemennya, namun keindahan itu tiba-tiba menghilang ketika seluruh lampu dan penarangan di kota semuanya mati karena pemadaman total. Tempatnya yang sangat gelap membuat dirinya perlu berhati-hati dalam melangkah.


"Kak..," Alessya yang di dalam kamar seketikan merasa panik dan takut, semuanya gelap. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.


"Kak... Kak Alex," ucap Alessya memanggil nama Alex namun tanpa adanya sahutan. Padahal sebelumnya ia mendengar perbincangannya dengan Reza tapi sekarang tiba-tiba hening.


"Alessya?" Alex berjalan menuju dapur karena mendengar Alessya memanggilnya.


Alex bergegas ingin menghampiri Alessya, namun tempatnya yang sangat gelap membuat ia tidak bisa melihat sedikit pun. Langkah Alex terhenti karena lengannya ditahan oleh Reza.


"Eh, bentar... jangan kesana," bisik Reza menghentikan Alex agar tidak mendekati Alessya.


"Apa apa'an sih loe, Alessya ketakutan disana... lepas gak !!!" kata Alex menepis tangan Reza.

__ADS_1


"Bentar doang.... kita lihat, seberapa pedulinya dia sama loe kalau seandainya loe ninggalin dia," bisik Reza tetap berusaha menahan Alex.


Alex pun mengikuti perintah Reza yang diam-diam memperhatikan dan mendengarkan suara Alessya dari kegelapan.


"Kaakk, aku gabisa lihat....." teriak Alessya berjalan perlahan-lahan mencari Alex namun tidak ada sedikit pun suara terdengar.


"Kak Alex... maafin aku... please jangan tinggalin aku, aku gabisa liat..." Suara Alessya berubah menjadi tangisan yang terdengar sangat ketakutan.


Sementara Alex sudah tidak tahan mendengar suara Alessya yang memanggilnya namun lengannya dengan kuat masih di tahan oleh Reza.


"Kaaaaakkk kak Alex jangan pergi... Aduuuhh," Kaki Alessya yang terbentur meja dan terjatuh hingga membuat vas di meja pecah. Karena takut Alessya terluka, Alex berlari dan menghampiri Alessya dengan rasa khawatir.


"Kamu gapapa? apanya yang sakit? ada yang luka gak," Alex memeluk Alessya dengan sangat panik, namun ia tidak bisa melihat keadaan Alessya karena tempatnya yang sangat gelap.


"Kaakk kak Alex kemana aja... aku takut dan gabisa lihat," Alessya menangis dan memeluk Alex sangat erat.


Tanpa angin, tanpa hujan, listrik di apartemen pun kembali menyala dan apartemen kini terlihat sangat terang.


"Kamu nangis? maafkan aku... maafkan aku membuatmu menangis," ucap Alex mengusap air mata di pipi Alessya. Alessya hanya terdiam dan kembali memeluk Alex.


Alex membawa Alessya ke tempat tidurnya agar ia bisa beristirahat.


"Kamu diam disini yaa sebentar, aku mau ambilin kamu makanan," kata Alex menatap Alessya.


"Gamau... kak Alex jangan kemana-mana, aku mau dengerin penjelasan kak Alex dulu," ucap Alessya menahan Alex agar tidak pergi dengan memegang lengannya.


"Emmp okey.. jadi foto itu editan, aku gak pernah sekali pun tidur atau bahkan nyentuh dia. Tapi aku sadar kalau dia menyukaiku, dia terus memintaku ketemu dan jalan berdua, tapi aku tidak menanggapinya. Oh iya, sewaktu kamu mencariku dan menghubungiku, ponsel ku ketinggalan di apartemennya dia. Dan keesokannya dia mengembalikan ponselku, tapi nomer ponselmu dalam keadaan terblock. Awalnya aku sangat marah, tapi aku biarin toh akhirnya aku ketemu kamu,"


"Berarti kak Alex pernah ke tempat Monic dong, tadi bilangnya gak pernah mau diajak keluar... tapi kok malah ke apartemen segala," Alessya menatap sinis Alex yang berada di sampingnya.


"Eh gak gitu syaa... aku itu ke apartemen Monic gak sendiri kok, tapi sama Reza.. kalau gak percaya tanya aja sama dia. Itu pun aku kesana karena dia nelfonin kita dan minta tolong karena di tempatnya ada perampok..yahh walaupun itu cuma akal-akalan dia aja, untungnya aku bawa Reza," ucap Alex mencoba menceritakan semuanya.


Mendengar cerita Alex, Alessya memeluk lengan Alex dan menyandarkan kepalanya di pundak Alex.


"Tau gak sih kak... aku tadi di katain Bodoh, dan beego sama kak Reza, tapi dia benar juga sih. Mungkin aku akan jadi wanita yang bodo kalau tadi bener-bener pergi ninggalin kak Alex cuma hanya karena foto," Alessya mengadu dengan sangat manja.


"Kalau kamu pergi, aku akan menyusulmu sampai kamu benar-benar memaafkanku," ucap Alex membelai rambut Alessya.

__ADS_1


"Tunggu !!! tadi kamu bilang apa? Reza ngata-ngatain kamu bodoh? Gak sopan banget anak itu," Alex bangkit dari duduknya dan hendak melabrak Reza yang telah membentak Alessya.


"ihhh jangan pergi, aku gapapa kok sama sikap kak Reza dan aku bersyukur karena dia telah menyadarkanku. Aku gak mau kak Alex ninggalin aku dan aku gak akan biarkan kak Alex tidur sama cewek lain," Alessya menarik lengan Alex agar kembali duduk disampingnya.


"Trus aku tidur sama siapa?" tanya Alex mengerutkan dahi.


"Sama aku lah...," ucap Alessya dengan polosnya.


"Bener... kalau terjadi sesuatu gimana?" Alex tersenyum menatap Alessya yang memerah.


Alessya terdiam dan tidak tahu harus berkata apa, ia menyesal telah mengatakan jika Alex hanya boleh tidur dengannya karena sebenarnya ia pun belum siap jika memang benar nantinya akan terjadi sesuatu. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang dan tak tahu harus bagaimana.


"CUP" Alex mencium kening Alessya.


"Aku berjanji tidak akan terjadi sesuatu, asalkan kamu tidak mencoba nakal dan merayuku ahahha," Alex tertawa terbahak-bahak agar suasana kembali normal.


"ihhh... apa'an sih," sahut Alessya malu-malu.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutan kisahnya dan jangan pernah bosan... tetap dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.


T E R I M A K A S I H A T A S


D U K U N G A N N Y A 💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2