
Seperti yang telah Daffa janjikan pada Alessya jika ia akan mencoba membujuk mamanya agar mau menerima Alessya. Daffa sudah membicarakan semuanya pada mamanya dan mamanya pun setuju dengan rencana putranya yang akan mempertemukan Alessya kembali dengannya. Daffa pun mengajak Alessya untuk menemui keluarganya malam ini.
Berat hati Alessya menolak keinginan Daffa yang sudah mengatur semua rencana yang ia inginkan semata-mata hanya agar orang tuanya mau merestui hubungannya dengan Daffa. Walau hati Alessya sangat takut untuk kecewa kedua kalinya, Alessya tidak punya pilihan. Ia akan menghargai usaha Daffa.
10 menit Daffa menunggu Alessya di depan Restoran yang ia pesan, tak lama kemudian ia melihat mobil Alessya dan Alessya pun turun kemudian tersenyum mendekatinya. Betapa gugupnya Daffa melihat Alessya yang sangat cantik namun ia takut jika orang tuanya tetap tidak menyukainya.
"Aku takut, aku takut kehilangan kamu" Daffa memeluk Alessya sangat erat. Ia bisa merasakan detak jantungnya sendiri karena ia benar-benar takut.
"Ayo kita masuk" Ucap Alessya dengan senyum kesedihan di bibirnya. Ia pun juga merasakan apa yang Daffa rasakan. Rasa takut yang ia rasakan sangat besar, namun Alessya harus menghadapinya.
Daffa melepas pelukannya dan menggandeng tangan Alessya mesuk ke dalam restoran. Alessya melihat papa dan mama Daffa tersenyum menyambutnya. Alessya pun ikut tersenyum dan duduk berhadapan dengan kedua orang tua Daffa. Alessya tak banyak bicara, ia hanya tersenyum dan mendengarkan Daffa yang membicarakan dirinya pada orang tuanya. Sejauh ini orangtua Daffa menanggapi pembicaraan Daffa dengan sewajarnya. Daffa membicarakan tentang Alessya kepada orangtuanya, bagaimana Alessya, Alessya yang sangat jenius hingga dirinya tidak bisa mengalahkannya dsb.
Alessya sedikit tenang karena orang tua Daffa memuji Alessya dan terlihat tulus. Daffa pun tersenyum melihat orang tuanya mulai menyukai Alessya, dan ia senang Alessya tidak sedih lagi. Ditengah perbincangan orangtuanya dan Alessya, Daffa meminta izin ke toilet. Daffa pun berlalu meninggalkan Alessya yang tengah mengobrol bersama orangtuanya.
"Alessya... maaf sebelumnya, Om sudah tau kamu. Kamu adalah anak dari pengusaha kaya raya, tidak ada orang yang tidak mengenal keluargamu. Dulu Om juga sama seperti papamu, pengusaha namun tak lama dimasa kesuksesan Om mengalami kebangkrutan. Akhirnya Om hanya menjadi Profesor Ekonomi yang mengajar di dalam dan di luar negeri. Kami sangat berbeda dengan mu Alessya... Keluarga kami tidak pantas jika berbesanan dengan keluargamu. Bukan maksud Om tidak menyukaimu, tapi Om tidak ingin Daffa mencintai orang yang tidak tepat dengan apa yang ia miliki. Om tahu bagaimana rasanya dibedakan, dicaci maki saat Om bangkrut dulu" Ucap Rio Papa Daffa.
"Keluargaku tidak pernah membeda-bedakan orang kok Om, apalagi papa... papa sangat menghargai semua orang" Ucap Alessya terkejut mendengar ucapan Papa Daffa yang sangat merendah.
"Sayang... maaf.. banget, bukannya tante gak ingin kamu bersama Daffa. Tapi tante takut jika suatu saat Daffa mengalami kesusahan dan orang tua kamu keberatan dengan keberadaan Daffa. Tante hanya ingin 1 untuk Daffa, Daffa menikahi Adinda. Adinda itu sama seperti tante bergelut dibidang kedokteran dan tante sama om sudah setuju begitupun orang tua Adinda. Tante harap kamu mengerti, dan tante tau banyak laki-laki yang ingin bersamamu. Tante juga tau pasti papa kamu memiliki orang yang pas untuk bersamamu kelak" Ucap Lina memberi Alessya pengertian untuk menjauhi Daffa.
Alessya salah mengira pertemuaanya saat ini, Alessya mengira jika orang tua Daffa sudah menyukainya, namun ternyata tidak. Orangtua Daffa hanya tidak ingin melihat Daffa terluka karena sikapnya yang kurang setuju dengan Alessya.
"Baiklah tante om... aku akan berusaha meninggalkan Daffa. Tante gak perlu khawatir, Alessya tidak akan membicarakan hal ini pada Daffa" Alessya meneteskan air matanya dan mengusap air mata di pipinya.
Alessya melihat Daffa tersenyum dan orang tuanya pun ikut tersenyum seolah-seolah tidak terjadi apa-apa. Alessya yang hatinya telah hancur tak mampu melanjutkan makan malamnya bersama keluarga Daffa. Alessya meminta Daffa untuk mengantarnya pulang dengan alasan Alessya tidak enak badan. Daffa pun mengantarkan Alessya pulang.
"Kamu lihat kan, orang tua ku menyukaimu" Daffa tersenyum menggenggam tangan Alessya di mobil
"Iyaa... mereka sangat menyukaiku, terimakasih yaa sayang" Ucap Alessya berbohong dengan perasaan yang sangat hancur, matanya berkaca-kaca hingga membuatnya menangis.
"Kamu kok nangis..." Daffa terkejut melihat Alessya menangis, ia pun mengusap air mata di pipinya.
__ADS_1
"Aku menangis bahagia kok, orangtua mu sangat baik kepadaku" Alessya berusaha menyembunyikan persaannya dan kesedihannya. Mendengar hal itu Daffa senang dan kembali fokus menyetir.
Sesampainya dirumah, Alessya langsung memeluk papanya dengan meneteskan air mata. Tidak biasanya Alessya memeluk papanya, biasanya ia selalu memeluk mamanya. Jordhan merasa bingung.
"Paa... terimakasih sudah mau menjadi papa yang sangat baik untukku, tanpa papa aku bukan siapa-siapa. Alessya sayang... banget sama papa, papa sehat terus yaa... Alessya akan berdoa semoga papa sehat selalu, papa dikelilingi orang-orang yang jujur, dan semoga usaha papa terus tercapai" Ucap Alessya menangis, ia menangis karena hatinya terasa sakit ketika orangtua Daffa menolak Alessya karena ia seorang anak dari pengusaha kaya yaitu Jordhan, papa yang begitu sangat ia sayangi.
"Kamu kenapa sayang... apa ada yang membuatmu sedih, kasih tau papa"Jordhan membelai kepala Alessya dengan perasaan cemas.
"Paa... boleh aku minta permintaanku yang kemarin, aku ingin itu sekarang paa..." Alessya semakin menangis menjadi-jadi. Air matanya tak mampu ia tahan.
"Baiklah sayang, papamu ini akan mengabulkannya malam ini. Papa jamin besok pagi kamu bisa melihatnya sendiri" Jordhan mengepalkan tangannya dan merasa sangat kesal melihat putrinya menangis.
************
Alessya masuk kekamar dan berganti baju, ia menghapus make up yang ia gunakan dan mengikat rambutnya. Kini Alessya berganti pakaian kaos dengan legging tebal, ia menggunakan sepatu. Ia tidak ingin mengurung diri dikamar. Ia ingin menghirup udara malam dengan berlari kecil sambil berolahraga. Alessya pergi tanpa memperdulikan waktu, ia hanya ingin melepas semua kesedihannya. Alessya berlari mengelilingi komplek rumahnya.
1 jam Alessya berlari tanpa istirahat, akhirnya ia pun merasa lelah. Alessya duduk di bangku taman dan meminum Air yang ia bawa dari rumah. Tiba-tiba Alessya teringat saat ia bersama Daffa duduk dibangku itu dan memakan es krim, dirinya kembali sedih dan kesal. Alessya membuang botol plastiknya dengan melemparnya sembarangan, namun siapa sangka jika botol itu mengenai anjing yang tubuhnya sangat besar.
"Aaaaa tolong.... tolong ada anjing...." Alessya berteriak sambil berlari dengan gesit namun anjing itu tetap mengejar Alessya.
"Tolong.... please seseorang tolong aku.." Teriak Alessy yang seketika pikirannya hanya satu, yaitu Alex orang yang selalu ada saat Alessya mengalami kesulitan, tapi itu tidak mungkin karena ini sudah malam dan tempat ia jauh dari tempat Alex.
Anjing itu masih mengejar Alessya dan berusaha menyerang Alessya, namun tiba-tiba ada seseorang yang melemparkan hamburger hingga mengalihkan pandangan anjing itu kemudian memakannya. Alessya melihat anjing itu berhenti dan ia pun berhenti. Alessya terkejut ketika melihat Alex mendekati anjing itu.
"Hah... Kak Alex, bagaimana mungkin ia ada disini" Batin Alessya heran. Alessya menghampiri Alex yang sedang mengelus-ngelus anjing yang baru saja mengejarnya.
"Kak Alex kok bisa disini..." Tanya Alessya dengan nafas ngos-ngosan, kemudian ia duduk ndlosor disamping Alex.
"Iyaa aku main futsal sama temenku, tuh disana. Trus aku dengar ada orang minta tolong, trus dia lari-lari juga" Ucap Alex santai masih mengelus anjing yang memakan humberger.
"Lagian kamu ngapain malam-malam keluar rumah sendirian, trus pengawal kamu mana?" Tanya Alex heran melihat Alessya jogging dimalam hari.
__ADS_1
"Aku mau olahraga biar gak gendut, dan pengawalku gak akan menjagaku kalau cuma keliling komplek. Lagian komplek sini kan aman kak" Ucap Alessya menyandarkan kepalanya pada punggung Alex, ia masih sangat lelah karena berlari dikejar anjing.
"Yaudah sana pulang, aku mau balik juga nih soalnya" Alex tiba-tiba berdiri dan membuat Alessya tertidur di aspal, ia tersenyum dan puas mengerjain Alessya. Alessya pun terkejut karena tubuhnya yang tiba-tiba terlentang karena Alex berdiri. Alessya pun langsung berdiri.
"ihhh kak Alex jahat banget sih, bangun gak bilang-bilang, Bay The Way makasih yaa kak udah nolongin aku" Alessya tersenyum.
"Iyaa sama-sama, udah sana pulang" Ucap Alex menyuruh Alessya pulang, dan ia menggendong anjing itu agar tidak mengejar Alessya kembali.
"Anterin....." Alessya tersenyum dan bersikap manja.
Alex menggeleng-geleng kepalanya dan mengantarkan Alessya pulang. Ia tak habis pikir mengapa ia selalu bertemu dengan Alessya, dan ia berharap Alessya tidak salah paham jika dirinya selalu bertemu dengannya karena itu benar-benar suatu kebetulan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Simak terus kelanjutan kisahnya, jangan pernah bosan dan jangan lupa beri like dan vote author agar author lebih semangat lagi dalam melanjutkan kisah Alessya. Terimakasih atas dukungannya 💗💗😊