
Alessya dan teman-temannya bubar dan akan meninggalkan kampus untuk pulang ke rumah dan kost masing-masing.
"Daffaa...Tunggu," teriak Alessya berlari mengejar Daffa yang akan menuju ke parkiran. Daffa pun menoleh dan menunggu Alessya menghampirinya.
"Ini jaket kamu yang kemarin, sudah aku cuci dan gak kalah wanginya dengan parfum kamu," ucap Alessya tersenyum dan memberikan jaket pada Daffa.
"Ini parfum mu? wanginya seperti parfum cewek," ungkap Daffa mencium jaketnya yang merasa wanginya aneh.
"Lah iyaa, kan aku cewek Daff masak pake parfum cowok," jawab Alessya heran dengan pertanyaan Daffa.
Daffa menghentakkan kakinya dan kembali berjalan menuju parkiran, namun tanpa sadar ternyata Alessya mengikuti langkah kaki Daffa ketempat parkiran motor.
"Daffa, terimakasih ya jaketnya," ucap Alessya dibelakang Daffa. Sementara Daffa hanya memberikan respon 👌 yang artinya oke. Tanpa Alessya sadari dirinya juga masih terus membututi Daffa.
"Daffa... kok jaketnya gak dipake sih.. kan kamu mau pulang. Itu sudah aku cuci kok dan bersih" Ungkap Alessya manyun
Daffa yang sudah sampai ke tempat motornya diparkir mengela nafasnya dan berbalik arah menghadap Alessya yang dari tadi mengikuti Daffa hingga ke parkiran.
"Kamu dari tadi ngikutin aku sampai sini cuma mau liat aku memakai jaket ini kembali atau masih ada hal penting yang ingin kamu katakan?..." ucap Daffa memandang Alessya yang terus mengikutinya.
"Eh aku kok bisa sampek kesini yaa," Alessya memandang kiri kanannya yang tanpa terasa dirinya kini berada diparkiran.
"Maaf Daffa, aku gak sadar kalau aku mengikutimu. Yaudah deh aku pergi kedepan dulu Bye..," ucap Alessya buru-buru pergi meninggalkan Daffa.
Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Alessya yang ternyata sangat polos. Daffa menaiki motor Ninja nya dengan jaket yang masih belum ia pakai. Ia pun mengendarai motornya dan mendekat ke arah Alessya yang sedang berjalan.
"Ayo naik, aku anter kamu pulang," ucap Daffa dengan melempar jaketnya pada Alessya.
__ADS_1
"Eh apaan sih Daff, kok jaketnya dilempar ke aku, kalau jatuh kan kotor," sahut Alessya yang belum siap menangkap jaket Daffa, beruntung jaketnya tida jatuh.
"Ayo naik, aku anter kamu pulang," ucap Daffa mengulang perkataannya kembali.
"Eh gak usah Daffa.. rumah aku jauh dari sini lagian bentar lagi aku dijemput sama Pak Ponco supir aku," jawab Alessya menolak ajakan Daffa.
"Mau nunggu sampek hujan lagi?" tanya Daffa merasa kesal karena dirinya pertama kalinya memberi tumpangan pada seorang cewek namun ternyata mendapat penolakan.
Alessya menggeleng dan segera menaiki motor Daffa. Daffa tersenyum melihat tingkah Alessya yang mungkin ia takut tidak dijemput oleh supir pribadinya. Daffa mengendarai motornya dengan sangat cepat. Alessya yang tidak terbiasa menaiki motor membuatnya takut.
"Daffa...," teriak Alessya memanggil Daffa.
Alessya mengira Daffa tidak akan mendengarnya karena suara motor lain di jalan sangat ramai
"Ada apa teriak-teriak? aku gak budek," ucap Daffa ikut berteriak.
Daffa kembali heran mendengar ucapan Alessya. Dirinya heran kenapa ia harus mengantar pulang gadis sepolos ini.
"Anak ini sopan banget sampe minta izin pegang bahu segala," batin Daffa merasa terpukau dengan kelembutan sikap Alessya.
Daffa yang saat itu belum menjawab pertanyaan Alessya, membuat Alessya menunggu jawabannya dan sungkan akan memegang pundak Daffa. Namun dengan tiba-tiba Daffa meraih tangan Alessya dan melingkarkan pada perutnya agar Alessya tidak ketakutan. Alessya yang saat itu kaget dan ia langsung memeluk Daffa dengan erat. Ketakutan Alessya sangat kuat sampai ia harus menutup mata.
"Kamu gak pernah naik motor?" tanya Daffa perlahan mengurangi kecepatan motornya.
"Gak pernah... ini pertama kalinya aku naik motor tinggi gini, sumpah aku takut Daff," jawab Alessya sambil menutup mata dan memeluk erat Daffa.
Daffa hanya tersenyum mendengar ucapan Alessya, entah kenapa Daffa merasa sangat nyaman dipeluk Alessya dari belakang. Alessya pun merasa dirinya tenang dan aman saat memeluk Daffa. Namun Alessya masih sungkan dan merasa malu atas tindakannya sekarang. Alessya tak henti-hentinnya meminta maaf pada Daffa.
__ADS_1
"Daffa maafin aku yaa... aku peluk kamu kayak gini, maaf banget. Sumpah Daffa aku takut banget, lagian kenapa juga kamu harus ngebut sih," Alessya mengoceh karena dirinya merasa tak nyaman di bawa ngebut oleh Daffa.
"Gilak yaa, sepanjang perjalanan kamu minta maaf mulu dari tadi, ntar aku kasih hadiah piring deh sya biar kamu berhenti," ucap Daffa geleng-geleng kepala merasa malas menanggapi ocehan cewek.
"Lagian mau pake kecepatan berapa coba, rumah kamu jauh syaa, kalau pelan gak cepet sampai kita," ucap Daffa ikut mengoceh di jalan.
Alessya hanya terdiam, ia sudah mulai tenang dan berani membuka mata. Saat dirinya kini tengah memeluk Daffa, ia mencium wangi parfum dari tubuh Daffa yang sangat jelas.
"Daffa sangat wangi," batin Alessya tersenyum.
Tipe cowok yang Alessya suka sejak dia masih remaja selain tampan, ia sangat menyukai cowok yang bersih dan wangi. Alessya tersenyum dan bahagia bisa pulang bareng bersama Daffa, cowok yang masuk dalam tipe cowok idaman dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu dukung Author dengan cara L I K E dan V O T O yaa... 😊