
Udara kamar yang sebelumnya terasa hangat karena menggunakan pemanas ruangan, kini tak lagi sama. Kamar yang kini ia tempati terasa lebih sejuk dan dingin karena AC yang semalaman menyala menemani tidurnya. Ternyata apa yang orang bilang itu benar, bangun dari kenyataan lebih sulit dari pada bangun dari tidurnya. Alessya berjalan menuju jendela dan membuka korden kamarnya, langit yang sangat cerah di pagi hari dan taman yang indah depan rumah membuat Alessya tersenyum dan tersadar jika dirinya kini telah berada jauh dengan Alex.
Ting (Bunyi Ponsel)
Alessya hanya melirik ponsel di kasur tanpa menyentuhnya, karena menurutnya itu hanyalah sebuah spam atau dari temannya Ariyani. Ia pun berjalan memasuki kamar mandi untuk bersiap-siap pergi kuliah. Selesai mandi Alessya memilih salah satu baju yang akan ia gunakan tanpa harus berlama-lama memikirkan apakah itu terlihat cocok atau tidak.
Ting (Bunyi Ponsel)
Alessya kembali melirik ponselnya yang terus berbunyi bahkan sejak saat ia mandi. Merasa ada yang aneh, Alessya memilih meletakkan bajunya dan mengambil ponsel di kasur.
05.40 : Morning...
05.55 : Eh belum bangun taa?
06.00 : Panggilan tidak terjawab
06.02 : Panggilan tidak terjawab
06.05 : ALESSYA AMEKHA....jangan bilang kamu sekarang lagi molor. Hubungi aku setelah kamu melihat pesan ini.
Seketika mata Alessya melotot menatap ponselnya, dan ia pun tidak menyangka jika orang yang telah mengiriminya pesan adalah Alex. Alessya tidak menyangka jika Alex akan sepagi itu mengiriminya pesan, karena dirinya mengira jika Alex saat ini sedang tidur, mengingat perbedaan waktu yang cukup jauh.
"******, kenapa bisa aku abaikan sihh...," ucap Alessya kebingungan melihat pesan Alex. Alessya pun langsung menghubungi Alex.
"Hallow kak... maaf, tadi aku pikir bukan kak Alex yang chat, jadi aku abaikan deh..."
ucap Alessya membuka langsung pembicaraan setelah Alex menerima panggilannya.
"Iyaa gapapa kok, aku kira kamu tadi masih tidur, syukur deh kalau kamu sudah bangun. Di Indonesia sekarang pagi kan? aku takut kamu telat ke kampus,"
Alessya tersenyum mendengar jelas suara Alex yang serak, mungkin karena ia sengaja bangun di tengah malam hanya untuk membanguni Alessya.
"Bukannya di tempat kak Alex sekarang tengah malam yaa, kenapa Alex belum tidur?"
"Sengaja sih gak tidur, pengen bangunin kamu,"
Mendengar ucapan Alex seketika hati Alessya meleleh, senyum di wajahnya menandakan dirinya tersipu malu.
"Yaudah deh kak, aku mau pake baju dulu, telfonnya aku tutup yaa... mending kak Alex sekarang lanjut tidur aja,"
__ADS_1
ucap Alessya kembali meraih baju yang sebelumnya ia letakkan di kasur.
"Yakin mau ditutup telfonnya? atau mau di VC aja,"
"Hiiihh nakal yaa kak Alex, aku kan tadi bilangnya mau pake baju... ngapain mau Video Call coba'..."
ucap Alessya geram mendengar suara Alex yang samar-samar tersenyum.
"Yaudah kalau mau ditutup telfonnya. Semoga hari mu menyenangkan. Satu lagi !!! jangan pilih baju yang terlalu terbuka,"
"Iyaa kak Alex...,"
ucap Alessya tersenyum
"Love you...,"
"Love you too..,"
Alessya meletakkan kembali ponselnya dan memakai pakaian yang sudah ia pilih. Tak lupa Alessya bermake up karena hari ini ia akan masuk kuliah yang pertama setelah cuti 2 minggu.
"Pagi maa paa... Alessya berangkat," ucap Alessya mencium pipi mama dan papanya dan mengambil sepotong roti di meja.
"Semangat putri papa yang cantik," sahut Jordhan sambil memotong daging di piringnya.
Alessya berangkat ke kampus ditemani supirnya. Padahal dirinya hanya 2 minggu di Inggris namun rasanya sudah sangat lama ia tidak bertemu orang-orang terdekatnya seperti Pak Ponco supir pribadinya, Ariyani sahabatnya, dan Prof Albert yang selalu memberinya soal tersulit di kelas.
Sesampainya di kampus, Alessya merasa sangat senang karena ia akan kembali ke kehidupan yang hampir setiap harinya ia isi dengan belajar, namun pastinya kali ini akan berbeda karena tidak ada lagi seorang senior yang biasa mengajarinya yaitu Alex. Alessya berjalan menuju kelas, seperti biasa gerak-geriknya selalu menjadi perhatian mahasiswa lain, entah karena penampilannya yang menarik, atau karena dirinya adalah Putri seorang pengusaha ternama.
"Alessyaaaaa....," teriak Ariyani berlari ketika melihat Alessya dan memeluknya.
"Ariyaniiii... ih kangen banget..," sahut Alessya memeluk Ariyani.
"2 minggu tanpa kamu, suasana kelas berubah poll. Gilak yaa... temen-temen semua pada jadi tumbal Dosen tiap hari. Spidol melayang dimana-dimana, tolong selamatkan kita..," Ariyani nyrocos menceritakan kesehariannya tanpa Alessya.
"Hehhe yaudah yaudah.. kan aku sudah balik, sekarang ayo kita buktikan kalau kita bisa," ucap Alessya merangkul Ariyani sambil berjalan.
Alessya memasuki kelas bersama Ariyani, semua teman-temannya bersorak sangat senang melihat kehadiran kembali Alessya di kelas dan itu membuat dirinya senang merasa banyak yang merindukannya. Dengan tersenyum Alessya mengambil 3 kotak coklat dari tasnya yang dalam 1 kotaknya berisi banyak coklat, ia pun memberikan coklat itu pada salah satu temannya untuk dibagikan kepada semua teman-temannya yang lain. Semua terlihat senang ketika Alessya membawakan oleh-oleh coklat mahal. Ketika Alessya hendak memilih tempat duduk, tiba-tiba Daffa menghadang jalannya.
__ADS_1
"Mau duduk di sebelah ku gak?" tanya Daffa tersenyum.
"Emmpp enggak deh, aku duduk di tempat biasa aja," ucap Alessya menolak dan memilih duduk di sebelah Ariyani.
Dengan santai Daffa membiarkan Alessya melewatinya, entah mengapa dirinya ingin sekali bisa dekat dengan Alessya walaupun hanya sekedar teman, namun sepertinya Alessya masih belum bisa menerimanya.
Hari pertama kembali ke kampus masih berjalan seperti biasanya, tidak begitu menegangkan karena bagi Alessya siapa pun dosen yang mengajar, baginya ia adalah sosok guru yang mengajari muridnya dengan kasih sayang, bukan dengan penuh kebencian.
"Kantin yuk...," ajak Ariyani pada Alessya yang sedang mengemas buku-bukunya.
"Kuy...," ucap Alessya menyetujui.
Suasana kantin yang sangat ramai dengan antrian mahasiswa membuat Alessya kembali teringat pada Alex. Dulu saat masih ada Alex dikampusnya, dirinya tidak perlu ikut antri makanan karena ada Alex yang selalu membantunya. ia hanya cukup duduk manis, dan makanan akan datang dibawa oleh Alex. Kini Alessya dan Ariyani hanya terpaku dan terdiam melihat antrian mahasiswa yang sangat panjang dan menunggu urutan mereka untuk sampai di posisi paling depan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan dengan cara L I K E dan V O T E untuk author karena dukungan kalian membuat author lebih semangat lagiπ
Terimakasih.....πππ
__ADS_1