
Pulang kuliah Alessya merasa sangat lelah, kurang bersemangat hingga ia langsung menuju kamarnya untuk rebahan. Yaa dia baru merasakan apa yang tengah dirasakan kebanyakan mahasiswa saat kurang bersemangat, hidupnya yang hanya ingin bermalas-malasan dan rebahan di kasur. Alessya berbaring dengan mengaktifkan kembali ponselnya. Ia melihat 10 panggilan tidak terjawab dari Daffa dan 6 pesan teks masuk dari Daffa.
07.30 : Kamu dimana?
08.10 : Sudah masuk kelas? Gimana soalnya.. susah gak
10.58 : Kamu sibuk banget yaa?
11.10 : Miss You...💖
13.45 : Aku lagi latihan nih, kok aku gak melihatmu dikampus? Kamu di kampus apa dirumah?
15.40 : ALESSYA...
Alessya menarik nafasnya dalam-dalam, ia memang sengaja untuk tidak mengaktifkan ponselnya, karena ia tau Daffa akan menghubunginya. Alessya masih teringat oleh pesan orangtua Daffa yang tidak mengingkan dirinya bersama Daffa, dan hari ini walaupun berat Alessya berusaha untuk menjauh dari Daffa secara perlahan. Alessya membalas pesan Daffa agar Daffa tidak terlalu curiga dan khawatir.
"Maaf, tadi kelas Prof William sangat ketat jadi ponselnya aku non Aktifkan" Send
Tak ingin berlama-lama ia menunggu balasan Daffa, Alessya pun beranjak dan pergi mandi, mengingat dirinya ada janji untuk belajar bersama Alex. Alessya berendam di dalam bathup cukup lama sambil menenangkan pikirannya. Selesai mandi Alessya mengenakan baju santai dan ia kembali memeriksa ponselnya yang berdering sangat ramai. Alessya mendapat notif dari grup SMA yang ternyata mengadakan reuni. Alessya ingin sekali menghadiri acara itu tapi Alessya bingung harus pergi bersama siapa, mengingat dirinya saat ini ingin menjauh dari Daffa. Namun siapa sangka tiba-tiba Alessya memiliki ide yang terfikir di otaknya. Alessya pun menghubungi Alex.
"Kak, jadi kerumah kan.." Send
Alessya berfikir tidak ada salahnya jika Alessya menghadiri acara reuninya bersama Alex, karena ia akan sangat malu jika hadir tanpa pasangan, sedangkan semua temannya pasti akan berpasangan. Mungkin Alessya akan menjadi bahan omongan temannya jika datang tanpa pasangan karena mengingat dulunya Alessya terkenal dengan sebutan kutu buku yang tidak pernah berpacaran.
Ponsel Alessya berdering dan ia mendapatkan balasan pesan dari Alex. Alessya pun membalasanya
"Jadi syaa..." Alex
"Kak, aku boleh minta tolong gak" Send
"Apa'an... buruan aku mau berangkat nih" Alex
"Nanti aja deh kak, kalau kakak sudah sampai ntar aku kasih tahu" Send
"Awas jangan aneh-aneh" Alex
__ADS_1
Alessya tersenyum saat membalas pesan Alex dan ia berharap Alex mau menerima permintaannya. Alessya turun dan menyiapkan makanan sebelum Alex datang. Alessya membantu pembantunya yang sedang masak, walaupun di larang tapi Alessya tetap memaksa ingin membantunya untuk menyiapkan makanan.
Ting Tong (Bel Rumah)
Alessya yang mendengar bel rumahnya berbunyi ia langsung lari dan membukakan pintu. Mama dan pembantu Alessya merasa heran dengan perubahan Alessya.
"Selamat datang..." Alessya tersenyum membukakan pintu
"Selamat berbelanja..." jawab Alex dengan muka datar dan langsung masuk ke rumah Alessya.
"ihh kok selamat berbelanja," ucap Alessya menutup pintu dan menyusul langkah Alex. Alex hanya menggerakkan bahunya dan duduk di sofa empuk yang sangat mewah. Walau pun Alex sudah pernah masuk ke rumah Alessya, ia masih sangat terkesan melihat keindahan rumah Alessya yang sangat megah.
"Nih aku bawa buku yang biasa aku pelajari, disini ada catatanku yang bisa kamu pelajari juga. Nah sekarang silahkan kamu kerjakan, karena aku juga akan belajar disini, Jadi aku harap kamu bisa fokus agar aku juga fokus," ucap Alex memberikan tiga buku pada Alessya.
"Hemmmp..." Alessya menerima buku dari Alex dan mencoba mempelajarinya. Sesekali Alessya melirik Alex berharap Alex akan melihatnya, karena dengan begitu Alessya bisa membuka pembicaraan dan menyampaikan permintaannya. Alex sangat terlihat serius dengan buku hingga Alessya tidak sabar menunggu.
"Kak...," ucap Alessya memanggil Alex.
"Hemmp..." jawab Alex singkat masih fokus dengan buku yang ia baca.
"Aku mau ngomong.... dengerin..." ucap Alessya manyun karena Alex tidak menoleh dan masih fokus dengan bukunya.
"Kak, mau bantuin Alessya gak.. please mau yaaa..." ucap Alessya mencoba merayu Alex yang masih fokus dengan buku yang ia baca.
"Bantuin apa dulu..." jawab Alex yang masih cuek pada Alessya yang sudah sangat dekat disampingnya.
"Nanti malam aku ada reuni SMA kak... Aku mau kak Alex ikut nemenin aku, karena kalau aku datangnya sendiri ntar mereka akan menindasku kak... nanti mereka akan bilang kalau aku ini masih gak berubah, tetep kutu buku dan gak punya pacar. Aku yakin kak Alex gak akan mau kan kalau aku dipermalukan seperti itu," ucap Alessya merayu dan membujuk Alex agar mau pergi menemaninya.
"Jangan ngaco deh syaa... kan ada Daffa, ngapain minta ditemenin sama aku. Lagian aku disini juga karena mau ngajari kamu," jawab Alex merasa heran mendengar alasan Alessya mengajaknya pergi.
Seketika muka Alessya langsung masam, ia tak berharap Alex menyebut nama Daffa karena hal itu hanya membuat dirinya teringat oleh orangtuanya yang tidak menyukai Alessya.
"Ih yaa udah deh kalau kak Alex gak mau," ucap Alessya manyun dan kembali menatap bukunya yang mulai membosankan.
Alex melirik Alessya yang tengah manyun sambil mempelajari buku-bukunya. Dirinya merasa ada yang tidak beres antara Alessya dan Daffa namun ia tidak bisa menanyakan itu pada Alessya, ia tidak mau terlihat mencampuri urusan orang. Alex kembali membaca bukunya yang sebelumnya ia tidak fokus karena ada gangguan dari Alessya.
__ADS_1
Satu jam berlalu ruangan itu sangat hening, Alex melirik Alessya yang sedang fokus belajar. Alex tersenyum dan merasa kasihan pada Alessya yang sangat ingin menghadiri acara reunian itu. Alex meletakkan bukunya dan mencoba membuka pembicaraan dengan Alessya.
"Syaa..." Alex memanggil Alessya agar menoleh. Respon Alessya yang sangat mengejutkan membuat Alex lagi-lagi harus menahan tawa, bagaimana tidak ketika Alessya dipanggil, ia menoleh dengan muka sinis dan bibir manyun.
"Kamu beneran ingin ikutan acara yang kamu maksud itu.." tanya Alex menatap Alessya.
"Bohongan," Alessya menjawab ketus pertanyaan Alex yang menurutnya tidak penting. Alessya langsung menatap bukunya kembali karena ia sangat kesal.
"Oh.. yaudah kalau bo'ong, awalnya sih aku kasihan karena kamu terlihat sangat ingin pergi dan aku mau menemanimu. Tapi syukur deh kalau bo'ong jadi aku bisa langsung pulang dan tidur" jawab Alex sambi memasukkan bukunya kedalam tas.
"Eh enggk kak... Alessya ingin banget pergi ke acara itu... jangan pulang dong, kakak mau kan nemenin Alessya. Nanti Alessya traktir deh. Janji," ucap Alessya kegirangan mendengar ucapan Alex yang akan menemaninya.
"Yaudah sana siap-siap," Alex tersenyum melihat Alessya yang sangat bahagia. Dengan sigap Alessya langsung naik dan bersiap-siap untuk pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Simak terus kelanjutan kisahnya, jangan pernah bosan dan jangan lupa beri like dan vote author agar author lebih semangat lagi dalam melanjutkan kisah Alessya. Terimakasih atas dukungannya 💗💗💗