Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Yang Selalu Ada


__ADS_3

"Eh syaa... udah dong jangan nangis lagi," ucap Alex panik


Alessya masih menangis, ia tidak bisa mengungkapkan isi hatinya pada Alex. Air matanya tak kunjung berhenti sampai tiba-tiba Alex menarik Alessya dalam pelukannya.


"Maaf aku salah... Jangan nangis lagi please.." ucap Alex memeluk Alessya dengan erat.


Alessya kaget karena dirinya saat ini berada dipelukan cowok lain yang bukan Daffa, tapi entah mengapa Alessya sedikit tenang dan mulai menghentikan tangisannya. Kemudian Alex melepaskan pelukannya dan menatap Alessya dalam-dalam serasa ingin menanyakan banyak hal pada Alessya, namun Alex tidak mempertanyakannya.


"Kumuhon jangan pernah kamu menangis seperti ini," ucap Alex mengusap air mata dipipi Alessya.


"Gambarku belum selesai kak... Aku gabisa membuat perseptif bangunan seperti yang diperintahkan Prof Dio," ucap Alessya masih sedih melihat bukunya yang kosong.


Alex mengambil bukunya dan mengajak Alessya pergi ke depan gedung 3 lantai dikampunya. Alex dan Alessya duduk di hadapan gedung itu.


"Ini adalah gedung yang belum pernah ada mahasiswa menggambarnya," ucap Alex menunjuk gedung itu


"Kenapa kak?" tanya Alessya.


"Karena gedung ini sangat sederhana, tapi kalau kamu lihat lebih dalam lagi terdapat dua pohon tua disamping gedung ini yang seolah-olah menjaga gedung tersebut," ucap Alex sambil menggambar gedung tersebut.


"Lain kali jangan nangis lagi didepanku, aku gak mau melihatmu menangis. Sumpah deh syaa kamu jelek banget kalau nangis," ucap Alex tertawa.


"ihhh apa'an sih kak, awas loh nanti kak Alex naksir aku," jawab Alessya.


Alex terus menggambar dan tidak membutuhkan waktu lama, 10 menit kini gambar itu telah selesai sangat mirip dengan Desain bangunan aslinya.


"Nih, sudah selesai. Ingat kalau butuh bantuan jangan pernah sungkan," ucap Alex memberikan buku Alessya.

__ADS_1


"Siap kak, makasih kak Alex," Alessya tersenyum melibat bukunya telah terisi gambar perspektif.


Kali ini Alessya tidak takut lagi bertemu Prof Dio karena tugasnya telah selesai. Alex dan Alessya pun kembali kekelas. Hal mengejutkan yaitu Alessya memilih duduk bersama Alex. Alessya duduk tepat di sebelah Alex, sontak hal itu membuat banyak temannya memperhatikan Alessya. Tak hanya teman Alessya, Daffa juga melihat Alessya duduk bersama Alex. Alex merasa aneh menjadi pusat perhatian temannya dikelas. Alex merubah posisi duduknya menghadap Alessya.



"Kamu yakin memilih duduk disebelahku?" tanya Alex pada Alessya yang berada di sampingnya.


"Iya kak, emang kenapa? gak boleh?" jawab Alessya merasa heran


"Tuh liat, pacar kamu dari tadi melihat kearahku dengan sinis. Udah sana cari tempat lain aja, nanti pacarmu bisa marah," ucap Alex melirik ke arah Daffa.


Alessya menoleh kearah Daffa yang sedang mengawasinya. Alessya masih kesal mengingat perilaku Daffa yang kurang peduli terhadapnya. Alessya malas memandang wajah Daffa terlalu lama hingga ia mengalihkan pandangannya ke arah Alex


"Suka-suka aku kak mau duduk dimana, lagian dia sendiri gak pernah mau duduk sama aku dikelas," jawab Alessya.


Prof Dio memasuki ruang kelas dan meminta mahasiswanya untuk mengumpulkan tugas yang ia perintahkan tadi. Alessya dan Alex serta mahasiswa yang lain juga mengumpulkan tugas di meja depan. Prof Dio langsung mengkoreksi hasil gambaran mahasiswanya. Prof Dio memilah hasil yang menurutnya sangat bagus dan mendapatkan nilai + (plus). Prof Dio menunjukkan hasil gambar yang baginya sangat bagus yaitu milik Alex, Alessya dan Daffa.


"Perhatikan gambar ini, Gambar ini adalah milik kakak tingkat kalian yang memang sudah saya akui dari dulu bakatnya," ucap Prof Dio dengan menunjukkan gambar Alex.


"Lihat gambar ini sangat rinci, bahkan jika kalian lihat lebih dekat gambar bangunan ini tak hanya tergambar dari depan dan samping saja, melainkan objek didalamnya pun ikut tergambar. Sungguh sangat Jenius," Prof Dio memberikan Applause pada Alex.


Alex tersenyum melihat teman-temannya bertepuk tangan termasuk Alessya yang merasa bangga pada dirinya. Alex kembali mengacak-acak rambut Alessya.


"Ada 2 gambar lagi yang menurut saya sudah lumayan bagus, gambar yang pertama yaitu milik Alessya dan ke 2 adalah milik Daffa," ucap Prof Dio


"Gambar Alessya sangat bagus, sangat jarang ada mahasiswa mau menggambar gedung tua ini. Kemudian gambar Daffa juga sudah bagus untuk ukuran anak S1," ucap Prof Dio.

__ADS_1


Prof Dio menutup pertemuan hari ini dengan ucapan terimakasih dan pergi meninggalkan kelas. Daffa terus memandangi Alessya yang dari tadi sangat dekat dengan Alex. Selain itu ia sangat kesal melihat Alex yang selalu membelai rambut Alessya. Daffa tak tahan melihat mereka berdua tertawa bersama, hingga akhirnya Daffa bangkit dari duduknya dan menarik lengan Alessya sangat kuat.


"Awww sakit," ucap Alessya.


"Ayo ikut aku," ucap Daffa menarik Alessya dengan kasar.


Alex hanya bisa diam, ia tidak mau terlibat pertengkaran antara Alessya dan Daffa selagi Alessya tidak menangis. Daffa terus membawa Alessya keluar menjauhi Alex.


"ihh lepas Daff, sakit loh..."ucap Alessya.


Daffa tidak menghiraukan Alessya dan mengajaknya pergi entah kemana.


.


.


.


.


.


.


.


Tunggu terus kelanjutan kisahnya, jangan lupa Like dan tambahkan ke favorit kamu😊

__ADS_1


Terimakasih...😘


__ADS_2