
Saat Alex sedang menikmati pelukannya dengan Alessya, dirinya mencium wangi parfum yang sama seperti sebelumnya.
"Syaa.... wangi parfum ini, apakah milikmu?" ucap Alex masih memeluk Alessya.
"Hah, aku bau yaa kak..." ucap Alessya melepaskan pelukannya pada Alex dan mundur satu langkah.
"Kok kamu menjauh" Alex mengangkat alis heran melihat Alessya menjauh dan ia pun menarik tangan Alessya agar kembali dalam pelukannya.
"Lepasin dulu kak... aku tadi abis lari-lari dan sekarang berkeringat, aku bau sekarang," ucap Alessya mencoba melepaskan pelukan Alex.
"Enggak... kamu gak bau kok, parfum kamu sangat wangi. Terimkasih sudah memberiku petunjuk keberadaanmu," Alex tersenyum sambil memeluk Alessya.
Alessya hanya diam tak mengerti apa yang dimaksud Alex yang jelas ia sangat bahagia karena akhirnya bisa bertemu Alex dan memeluknya.
"Yaudah, ayo aku antar kamu ke Apartemenmu," ucap Alex melepas pelukannya dan menggandeng Alessya.
Alessya hanya tersenyum dan mengangguk. Alessya mengikuti langkah Alex walaupun kakinya sedikit pincang karena ia merasa kakinya lecet akibat berjalan mencari Alex dan sampai berlari karena di kejar cowok jahat.
"Kaki kamu kenapa syaa?" ucap Alex menghentikan langkahnya dan merasa aneh melihat Alessya berjalan.
"Gak papa kok kak... cuma lecet dikit," sahut Alessya tersenyum menatap Alex.
Seolah tak percaya dengan omongan Alessya, Alex langsung jongkok dan membuka sepatu Alessya untuk memastikan keadaan kaki Alessya.
"Eh kak Alex ngapain... aku gapapa kok kak.." ucap Alessya merasa tidak nyaman melihat Alex duduk di bawahnya. Namun Alex masih tetap duduk dan membuka sepatu Alessya.
Setelah berhasil membukan sepatu Alessya, Alex terkejut melihat bercak darah di kaos kaki Alessya.
"Kamu bilang ini gapapa, ini berdarah loh syaa..." ucap Alex menatap Alessya yang berdiri di depannya.
"Iyaa gapapa kok kak, udah aku obati..." ucap Alessya dengan santai.
"Berarti luka lecet ini sudah dari kemarin?" tanya Alex semakin heran mengapa itu bisa terjadi.
"Iyaa..." jawab Alessya masih dengan muka santai.
Mendengar jawaban Alessya semakin membuat Alex bersalah padanya, demi mencarinya ia rela kakinya terluka padahal selama ini kemana-mana selalu di antar supir, dengan sigap Alex langsung menggendong tubuh Alessya dan membawanya ke mobil.
"Loh kak, ihhh ngapain... aku beneran gapapa, aku masih bisa jalan kok," ucap Alessya meronta dan berusaha turun dari tangan Alex yang menggendongnya.
"Udah diam, jatuh sakit loh," kata Alex menatap Alessya dengan muka serius dan membawanya ke mobil.
Alessya tersenyum melihat Alex yang begitu perhatian padanya. Semuanya memang benar, tidak ada alasan untuk dirinya tidak bahagia jika bersama kak Alex yang sangat dewasa. Alessya memberi tahu pada Alex Apartemen yang ia tempati selama di Inggris, dan itu memang benar-benar jauh dari kampus Alex.
"Jadi kamu tinggal disini?" ucap Alex keluar dari mobil sambil menggendong Alessya.
__ADS_1
"Iyaa kak, emang kenapa?" tanya Alessya melihat Alex yang menatap ke atas dan melihat apartemen yang ia sewa.
"Jauh banget dari tempatku" ucap Alex membawa Alessya memasuki lift. Dalam hatinya ia sedang memikirkan bagaimana caranya ia akan selalu bersama Alessya jika tempat tinggal Alessya sangat jauh dari tempat tinggalnya.
Sesampainya di apartemen Alex menurunkan Alessya dengan perlahan dan ia pun mengobati kaki Alessya yang terluka. Sementara Alessya tersenyum bahagia karena kini ia melihat Alex ada di depannya dengan perhatian penuh.
"Oh iyaa kak, kok aku gabisa sih hubungi kak Alex... apa kak Alex ganti nomer.." ucap Alessya.
"Enggak kok, nomer ponselku tetap. Mana ada kamu hubungi aku... yang ada aku yang gabisa hubungi kamu," ucap Alex dengan memberikan perbal di kaki Alessya.
"Hah, kok bisa sih... nih liat kalau gak percaya.. aku chat dan telfon kakak, tapi semuanya gak bisa," ucap Alessya merasa heran dan menunjukkan ponselnya pada Alex. Alex pun mengambil ponsel Alessya dan memeriksanya.
"Loh gak masuk gini pesannya, kok aneh," Alex mengernyitkan dahi dan terlihat bingung.
"Sini ponsel kakak, biar aku check," Alessya mengulurkan tangannya meminta ponsel Alex dan Alex pun memberikan ponselnya pada Alessya.
Hal tak terduga terjadi ketika Alessya membuka ponsel Alex, dirinya dikejutkan oleh sebuah foto profil wanita yang terlihat sangat cantik di ponsel Alex.
"Kenapa senyum-senyum," kata Alex heran melihat Alessya tersenyum menatap ponselnya.
"Ini, kenapa ada fotoku disini," Alessya bertanya dan tersenyum dengan menunjukkan pada ponselnya pada Alex.
"Ooo itu... yaa gapapa sih, kalau kamu gak suka ntar aku ganti foto lain deh," ucap Alex bingung harus jawab apa, ia baru sadar jika foto profilnya adalah Alessya dan ia lupa tidak menggantinya sebelum Alessya melihat.
"Maksud kamu apa syaa," ucap Alex semakin bingung mendengar ucapan Alessya.
Alessya menatap Alex yang masih saja belum paham, ia pun berjalan mengambil bukunya di bawah bantalnya karena sebelum Alessya tidur dirinya selalu membaca buku Alex berulang-ulang.
"Nih... udah kakak tulis disitu semua, sekarang bener gak... kalau kak Alex cinta sama aku..." Alessya memberikan bukunya pada Alex dan menatap Alex dengan sangat dekat hanya untuk mendengar jawabannya.
"Yaahh karena kamu sudah baca buku ini, yaudah... berarti gak ada lagi yang perlu aku sembunyikan dari kamu," ucap Alex meletakkan bukunya di meja.
"Berarti beneran cinta gak sama aku..." ucap Alessya masih penasaran dengan jawaban Alex.
"Iyaa syaa... aku benar-benar mencintai kamu dari dulu saat aku jadi kakak pembina ospek di kelasmu," ucap Alex menatap Alessya dengan serius dan Alessya tersenyum malu-malu mendengar jawaban Alex.
"Trus kak Alex kenapa gak bilang sama aku dan minta aku jadi pacar kakak," Alessya semakin penasaran dengan apa yang akan Alex jawab.
"Kan sudah ada Daffa yang jadi pacar kamu," sahut Alex singkat.
"Kan aku sekarang udah putus, kenapa kak Alex masih belum juga minta aku buat jadi pacar kakak," ucap Alessya berusaha memancing Alex agar mau memintanya untuk menjadi kekasih Alex
"Emang kamu cinta sama aku?" tanya Alex dengan serius menatap Alessya yang sangat dekat.
__ADS_1
"Hoel, yaa iyaalah... emang kak Alex pikir aku mau ngapain jauh-jauh kesini dan nyariin kak Alex sampek kakiku kayak gini," ucap Alessya tiba-tiba menjauhkan mukanya dari Alex dengan sangat kesal.
Sementara Alex tersenyum melihat muka Alessya yang kini sangat cantik ketika cemberut, sudah sangat lama ia tidak melihat pemandangan indah ini. Alex pun menarik lengan Alessya dan memeluknya.
"Maafkan aku... sudah membuatmu terluka, aku janji tidak akan membuatmu terluka lagi. Apa kamu mau menjadi pacarku," Alex memeluk Alessya dengan tersenyum. Alessya pun ikut tersenyum dan mengangguk.
"Kak, terimakasih yaa... sudah mau menunggu Alessya, dan selalu ada buat Alessya. Dari dulu Alessya sangat bahagia bisa bersama kak Alex dan Alessya minta maaf kalau Alessya terlambat menyadari perasaan kak Alex," ucap Alessya membalas pelukan Alex.
"Ada kamu di dekatku tanpa menangis pun, itu sudah cukup. Aku bahagia jika melihatmu bahagia, walau itu bersama Daffa. Tapi itu dulu yaa... sekarang sudah enggak, aku harap kamu bisa jaga jarak sama Daffa," ucap Alex melepas pelukannya dan menatap Alessya serius karena ia tidak ingin melihat Alessya bersama Daffa kembali.
"Iyaa kak..." ucap Alessya tersenyum bahagia.
"Yaudah... aku pulang dulu yaa... kunci pintu sama jendela, langsung tidur jangan begadang," ucap Alex beranjak dari duduknya dan bersiap pulang ke apartemennya
"Jangan pergi...." ucap Alessya menahan lengan Alex.
Seketika Alex tersenyum dan melangkah maju mendekati Alessya dengan sangat dekat, sontak hal itu membuat Alessya terkejut melihat Alex tiba-tiba terus mendekatinya.
"Apa aku salah ngomong," batin Alessya. Alessya mundur dengan perlahan, namun Alex tetap maju selangkah demi selangkah mendekati Alessya. Tiba-tiba punggung Alessya terbentur rak buku dan tidak dapat mundur lagi, kini ia melihat Alex semakin mendekatinya dan membuat jantungnya berdegup kencang.
"Jangan meminta laki-laki untuk tidak pulang, apa lagi di Apartemen seperti ini. Apa kamu tidak takut, apa yang akan aku lakukan," ucap Alex tersenyum semakin mendekati muka Alessya.
"Emmp gak enggak gak gitu ka... maksud aku..." Alessya semakin kebingungan mau menjawab apa, sementara muka Alex sangat dekat dengannya dan kini jantung berdetak sangat cepat membuatnya tak karuan. Entah apa yang ada di pikiran Alessya, tiba-tiba ia memejamkan matanya.
"Aku pulang yaa sayang, kalau ada apa-apa kabari aku. Aku gak bisa berada disini bersamamu, karena aku tidak ingin merusak masa depanmu. I Love You," ucap Alex tersenyum melihat Alessya menutup matanya dan mencium kening Alessya.
Alessya membuka matanya dan menatap Alex yang kini sudah menjauhinya, dan ia pun keluar dari pintu Alessya dengan tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terus dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
__ADS_1
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗