
Sesampainya di apartement tanpa basa-basi Alessya langsung masuk kamar. Ia tidak ingin mendengar Alex menggodanya seperti tadi siang. Melihat reaksi Alessya yang buru-buru masuk kamar membuat Alex tidak dapat menahan tawanya, Alessya terlihat sangat lucu ketika grogi, bahkan di mobil pun ia tidak banyak bicara.
"Zaa.. malam ini gue tidur kamar loe yaa, capek banget badan gue," ucap Alex dengan menggosok rambutnya dengan handuk.
"Oke siap,"
Setelah selesai mandi Alex berniat untuk beristirahat dan tidur lebih awal karena besok ia harus bangun lebih pagi untuk mengantarkan Alessya ke bandara. Walaupun ia merasa sedih akan berpisah dengan Alessya namun baginya sudah cukup seharian bisa bersama Alessya di tepi danau.
Sementara Alessya yang dari tadi hanya berguling-guling di kasur tidak bisa memejamkan matanya. Terlalu sulit untuk dirinya menerima kenyataan jika besok ia akan berpisah dengan Alex. Alessya tidak ingin waktu berjalan cepat, dan ia juga tidak bisa tidur karena pikirannya penuh dan gelisah. Merasa lelah karena terus-terusan berbaring namun tak kunjung terlelap, dengan langkah pelan Alessya membuka pintu kamarnya agar Alex tidak terbangun. Namun ketika Alessya membuka pintu, ia tidak melihat Alex tidur di sofa. Alessya hanya melihat Reza dengan layar laptopnya sedang berdiam diri di meja makan yang kosong.
"Kak, kak Alex mana?" tanya Alessya pada Reza yang sedang fokus mengerjakan tugas kuliahnya.
"Di kamar gue, loe ngapain malam-malam belum tidur," Reza menatap Alessya sangat aneh karena tengah malam belum juga tidur.
"Gabisa tidur kak... kak Reza punya minuman gak aku haus nih,"
"Tuh di kulkas, ada minuman kaleng," ucap Reza sambil menatap laptopnya kembali.
Alessya berjalan melewati Reza dan membuka kulkas dan ia melihat banyak sekali minuman kaleng dan ada juga 1 botol wine. Alessya mengambil 1 minuman kaleng yang di maksud Reza dan tak lupa ia membaca komposisi kandungan minuman itu.
"Kak, bener ini minumannya?" tanya Alessya merasa ragu karena terdapat kandungan alkohol di dalamnya.
"Iyaa lah... emang yang mana lagi, apa loe mau Wine? disitu juga ada," jawab Reza tanpa menoleh ke arah Alessya dan fokus pada tugasnya.
"Eh enggak kak, tapi disini ada kandungan alkoholnya," ucap Alessya masih bingung harus meminumnya atau tidak.
"Yaelah syaa... disitu emang ada kandungan alkoholnya tapi cuma 3%, loe minum atau gak yaa urusan loe, lagian masak loe gak kuat sih dengan alkohol yang sesedikit itu," Reza menatap lelah pada Alessya yang terus-terusan bertanya di tengah kesibukannya.
"Hehe maaf, iyaa deh kak aku minum," Alessya tersenyum dan beranjak ke sofa meninggalkan Reza yang sedang sibuk.
Sambil memainkan ponselnya, Alessya meminum minuman kaleng itu dan tanpa terasa minuman itu pun habis, namun kepalanya terasa pening dan penglihatannya sedikit buram. Akhirnya Alessya memilih untuk ke kamar dan tidur, namun pengaruh dari minuman itu membuat langkahnya terasa berat menuju kamar dan setelah ia membuka pintu kamar, ia bisa melihat sosok Alex tengah tidur di kasurnya.
"Heemmmmp kak Aaalex kenapa disini?" Alessya tersenyum melihat Alex tidur di kamarnya seolah seperti mimpi banginya.
Mendengar suara Alessya, Alex terbangun dan terkejut.
"Loh syaa... kok kamu disini," tanya Alex merasa heran.
__ADS_1
"Iiihhh kok malah balik naaanyak. Kan ini kamarku," sambil memberikan kertas kosong pada Alex.
"Tunggu, kenapa kamu belum tidur?" tanya Alex bingung melihat Alessya kini duduk di ranjangnya.
"Tadi aku gak bisa tidur, dan aku ambil minuman di kulkas trus sekarang aku pusing dan mau tidur," ucap Alessya sambil menahan kepalanya yang terasa berat.
"Tunggu !!! Apa tadi kamu bilang? kamu minum? Berarti kamu mabok dong !"
"Ennnggakk aku gak mabok, aku hanya pusing dan aku mau tiidur kak," Alessya menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendekati Alex.
"Ehhh diem jangan mendekat, ALESSYA...," Alex menjauh mundur karena melihat Alessya mendekatinya.
"Akuuh mau tidur kak, kepalaku pusing," ucap Alessya masih mendekati Alex.
"Iyaa tapi gak gini caranya... Oh My God. ALESSYA JORDHAN sadar syaa.... kalau Om Jordhan ngeliat kita sekarang kayak gini, aku bisa di bunuh hidup-hidup," ucap Alex masih berusahan menghindar dari tangan Alessya yang mendekatinya.
"Apa kakak bilang, papah mau bunuh kakak. No no no.. aku gak akan biarkan itu terjadi karena aku sangat ciiintaaa sama kak Alex,"
Debbbbugh ( Alessya terguling di samping Alex dan berbaring tak sadarkan diri)
"Huuufttt hampir aja, Tuhan.... kenapa godaan ini begitu berat untukku,"
Melihat Alessya yang kini tertidur di sebelahnya, Alex memasangkan selimut pada Alessya dan berusaha membenarkan posisi tidur Alessya. Perlahan Alex beranjak keluar kamar untuk menenangkan jantungnya yang sejak tadi berdegup kencang.
"Woy zaa... loe gila yaa ngasih ijin Alessya minum minuman itu," ucap Alex emosi melihat Reza yang sedang duduk di meja makan dekat kulkas.
"Eh kok gue, kan terserah dia mau minum apa enggak," sahut Reza terkejut ketika Alex tiba-tiba menyerangnya.
"Dia itu gak kuat minum, gara-gara loe gue hampir saja kelepasan barusan," ucap Alex kesal.
"Yaa mana gue tau dia gak kuat minum, lagian emang kenapa sih lex.. kan dia pacar loe," Reza geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan tingkah sepupunya itu.
"Percuma ngomong sama loe gak guna," Alex beranjak ke sofa dan memilih tidur karena malas berdebat dengan Reza.
Memang benar rupanya, pada akhirnya Alex harus tetap tidur di sofa dan tidak meninggalkan Alessya sendiri. Dengan begini Alex bisa melindungi dan menjaga Alessya dari luar kamar.
**********
__ADS_1
Pukul 4.30 Alex menyiapkan sup kecambah untuk Alessya yang tadi malam sempat mabuk. Semalam dirinya menyempatkan diri pergi ke supermarket terdekat hanya untuk membeli kecambah untuk meredakan mabuk pada Alessya. Rencananya untuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi semua nya gagal, ia hanya bisa tidur 2 jam kemudian bangun dan memasak sup untuk Alessya.
"Alessya.... bangun," Alex mentoel-toel pipi Alessya namun Alessya tak kunjung bangun.
CUP (Alex mencium kening Alessya)
"Sayang... bangun...," masih mencoba membangunkan Alessya dengan membelai rambutnya dengan lembut.
Alessya membuka sedikit matanya perlahan dan melihat bayang Alex berada di depannya, ia pun merasa kalau dirinya sedang bermimpi dan ia pun memejamkan matanya kembali.
"Baaanguuuunn... nyonya ku yang cantikk baaangunn...," Alex mencubit pipi Alessya dengan keras agar Alessya lekas bangun.
"Aduhh aduuuhh sakit kak, banguninnya gak bisa yang lembut apa," memasang wajah yang cemberut karena kesal telah membuat moodnya rusak di pagi hari.
"Hemmpp kebiasaan deh kalau mabok, gini nih akibatnya. Bangun-bangun langsung marah dan gak inget semuanya," ucap Alex kesal dan meninggalkan Alessya di kamar.
Dari dulu Alex sangat tidak suka dengan acara dugem dan berkumpul di diskotik, ia sangat tidak suka minuman alkohol dan yang paling dirinya tidak suka yaitu melihat Alessya mabuk entah itu sengaja atau tidak.
"Mabuk? aku mabuk? kapan?" Alessya bergeming masih di kamar memikirkan kejadian semalam.
"Loh ini kan bukan kamarku, kenapa aku disini?" ucap Alessya semakin bingung.
"MAU LANJUT TIDUR APA MAU SARAPAN? AKU BUANG NIH SUP NYA !!!" teriak Alex dari dapur.
"Tunggu kak, Alessya datang...," dengan sigap Alessya bangun dan beranjak keluar kamar karena merasa takut dengan Alex yang saat ini sedang marah padanya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To Be Continued....
Terimakasih atas dukungannya. Terimakasih juga buat yang sudah L I K E dan V O T E 😊💖💖💖