
"Hallo Kak.. asyik bener ngobrolnya sama Bunda.." terdengar suara Vina telah kembali.
"Gimana Remonnya udah ada?" tanya ibu kost.
"Kayaknya belum pulang dari kampus Bund," oohh, berarti ini masih siang.
"Hmmm... jadi temennya Akel bekum pulang ya Vin?" terdengar semburat kecewa dari suara Yukita.
"Iya Kak.. Bang Remon belum pulang kuliah.. Mungkin nanti sore lagi orangnya pulang.."
"Hmmm... Kalau begitu nanti kakak ke sini lagi yaaa."
"Lhooh? Kok sebentar aja? Tunggu saja Kak, mungkin sebentar lagi Bang Remonnya pulang.. Udah setengah lima nih," Vina mencoba menahannya, aku masih terus melanjutkan mendengarkan rekaman ini.
"Nanti Kakak balik lagi ke sini.. Kakak mau ke suatu tempat sejenak. Habis itu kakak balik lagi.."
"Mau kemana Kak? Jauh nggak?"
"Enggak, ini mau ke kampus aja.. Ke belakang gedung rektorat.." bukankah itu tempat pertama setelah sekian lama kami menyatukan hati kembali? Mengapa dia pergi sendirian ke sana?
"Ooh, ya udah Kak.. Hati-hati ya.. mungkin nanti Bang Remon udah balik kalau Kakak turun lagi."
"Baik lah, Kakak pergi dulu sebentar ya?"
"Hati-hati ya.."
Lalu tidak terdengar lagi suara apa pun, hanya suara kendaraan berlalu dan melintas. Begitu terus selama sepuluh menit, terdengar lagi suara ketukan-ketukan pada suatu benda. Terdengar suara operator yang menjelaskan bahwa nomor yang ditujunya sedang tidak dapat dihubungi.
Terdengar helaan nafasnya yang lumayan berat, "Harry, aku sedang duduk di tempat pertama kali kita duduk berdua setelah kamu menghilang selama enam bulan. Seandainya kamu tahu, aku semakin takut kehilangan kamu. Tapi nyatanya kamu tiba-tiba menghilang begitu saja. Apa yang terjadi?"
Lalu terdengar alunan lagu lawas dari Ungu.. Cinta dalam Hati, dan dia ikut menyanyi kan lagu itu.
πΆπ΅πΆ
Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
Dalam hidupmu, dalam hidupmu
__ADS_1
telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
Bahagia untukku, bahagia untukku
reff:
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
πΆπ΅πΆ
"Aku bersyukur Ry, jika Harry yang ternyata selama ini aku simpan di dalam hatiku itu adalah kamu.. Padahal aku tak pernah berharap lebih, dan ternyata itu kamu, orang yang lebih dari bayanganku.."
Emang dia ngebayangiku seperti apa? Seperti Bradd Pitt, atau membayangkan aku dengan wajah yang aneh? Kembali dia menyanyikan intro lagu tadi, kemana saja aku selama ini? Baru mengetahui suaranya sangat merdu. Tapi kenapa selalu saja lagu cengeng yang dinyanyikan nya?
"Pemandangan sore dari sini bagus banget.. sayang sekali kamu tidak ada di sini.."
Apa dia memang senang bicara sendiri seperti ini? Nanti disangka orang gila lhoo.. Lalu tidak ada lagi suara. Hanya terdengar suara kendaraan dihidupkan dan suara kendaraan melintas.
"Assalamualaikum," sekarang dia singgah kemana lagi?
"Walaikumsalam, oohh pacar Akel lagi.." itu suara ibu kost lagi. "Tadi saya udah lihat Remon pulang. Saya panggilkan dulu ya.."
Meski tidak berkata apa-apa, beliau sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh gadis ini. Jadi tanpa banyak bertanya, Ibu kost langsung meminta Vina memanggilkan Remon. Tak lama Suara Remon telah muncul dalam rekaman ini.
"Assalamualaikum.." sapa pria Soleh berkacamata itu, dia memang selalu begitu.
"Walaikumsalam.." jawab gadis itu namun terdengar sedikit gugup.
__ADS_1
"Kalau tidak salah kamu itu Yuki kan?" tanya Remon memastikan, karena aku memang belum pernah mengenalkan Yukita kepadanya.
"Iya, aku Yuki.. E.hmm.." dari suaranya Yukita terdengar sedikit ragu-ragu untuk berbicara.
"Kamu mau menanyakan kabar dari Akel?" Remon langsung menebak isi hati gadis itu, dan terdengar dia hanya terdiam.
"Sebentar ya, aku coba untuk menghubungi nya.." tak beberapa lama, "Sepertinya ponsel Akel sedang non aktif. Mungkin kehabisan batrai. Kamu jangan terlalu cemas seperti itu.."
"Hanya saja aku ingin bertanya, apa kamu tahu alasan kenapa tiba-tiba Akel pergi ke Bandung?"
"Nah, itu lah Yuki.. Aku juga kurang tahu. Pas pulang dari kampus, dia sudah tidak ada. Jadi belum sempat menanyakan nya. Bahkan Pesanku yang tadi malam belum dibacanya.." jelas Remon.
"Iya, pesanku pun belum dibaca sampai sekarang. Aku khawatir.. takut dia kenapa-napa di sana...."
"Kita doakan semuanya baik-baik saja. Kamu jangan berprasangka buruk ya. Dia sayang sama kamu kok.." waduuhh.. Remon.. ckckck.. Si gadis hanya diam. Aku jadi penasaran seperti apa rona wajahnya saat ini.
"Dia nyari kamu jauh-jauh dari Bandung ke sini kan? Jadi tidak mungkin dia macam-macam di sana."
"Kamu tahu cerita tentang kami?"
"Secara khusus sih dia tidak bilang banyak. Tapi saat baru sampai di sini dulu, dia langsung gencar mencari cewek bernama Yukita ke kampus politeknik lhoo..." waduuuh.. kenapa Remon sampai menceritakan itu juga.
"Kalau boleh, aku ingin tahu cerita tentang dia dari kamu. Dia tak banyak cerita padaku. Aku pun sampai hari ini masih heran kenapa dia sengaja mencariku hingga ke sini."
"Hmmm.. tadi aku sudah bilang kan, dia tidak berbicara secara detail. Tapi ketika dia menggebu-gebu mencari kamu sampai ke politeknik, namun kata teman kamu, oh kamu kenal orang bernama Vindy nggak?"
"Ooh iya, kami dulu satu kelas waktu kelas dua belas, Jadi Harry.. eh Akel udah ketemu Vindy juga? Apa katanya pada Akel?"
"Katanya kamu memang lulus masuk politeknik, tapi kamu tidak jadi melanjutkan kuliah di politeknik.."
"Iya sih, kawanku banyak banget di politeknik malahan."
"Nah, setelah kata Vindy kamu tidak jadi ambil politeknik, wajahnya terlihat sangat kecewa dan marah. Nah, dari itu aku tahu. Dia ke sini mencari kamu, karena dia cinta sama kamu. Jadi rasanya tidak mungkin melakukan hal aneh-aneh kalau balik ke Bandung. Kamu berdoa ya, semoga semuanya baik-baik saja."
Namun suara Yukita tidak terdengar beberapa saat, "Yuki.. kenapa kamu menangis?" kembali Remon yang berbicara. Katanya Yukita menangis?
"Hmmm.. aku hanya merasa malu dan merasa bersalah. Karena itu aku mengakhiri hubungan ku dengan Dia yang saat itu jauh. Aku tak ingin terus membohongi nya, karena aku tak bisa melanjutkan pendidikan saat itu. Ternyata beneran di cari olehnya.." terdengar suaranya sangat sendu.. Benar apa yang dulu Dirga katakan. Dia punya alasan sendiri, yang tidak bisa dia sampaikan.
"Kalau begitu lebih baik kamu pulang dulu. Nanti kalau ada kabar aku hubungi lagi..."
"Baik lah... aku pulang dulu. terima kasih sudah memberi tahu kan semuanya padaku ya. Sedikit demi sedikit aku bisa mengetahui teka-teki tentang dia yang banyak dia simpan..."
__ADS_1