Cinta dalam Hati

Cinta dalam Hati
Sesion 2 Bab 24 Dari Hati ke Hati (PoV Yukita)


__ADS_3

Sampai di asrama, kembali kucoba berbicara dari hati ke hati dengan Mili. Aku tak ingin ini terus berlarut. Jika ini terus dibiarkan, maka hasilnya tidak akan baik untuk persahabatan kami.


Kutemui dia tampak dia tengah menulis.


“Mili...?” dia melihatku sejenak, lalu bertatapan sendu kembali menulis.


“Mili..?” dia seolah tak mendengar, dan membiarkanku yang masih berdiri menunggunya menjawab. Dia bangkit dari duduknya, menuju ranjang yang tersedia.


Membenamkan diri di dalam selimut. Kemudian, kulihat sesuatu yang ditinggalkannya. Ternyata sebuah puisi.


Heningnya kertas lusuh


Ketika hening merajaiku


Merasuk hingga tulang rusukku


Gelap seluruh jiwa ragaku


Ku kelu keliru membisu


Saking ku membatu


Ketika hening meracuniku


Tiada suara yang ku dengar


Hanya radio rusak


Hanya denting jam


Hanya detak jantung


Hanya gesekkan pena


Di kertas lusuhku


Kudekati Mili, menyentuh bahunya. Kusibak selimut yang menutupi kepalanya. Tampak dia merenung, entah memikirkan apa.


“Mili, ada apa? Bicaralah padaku!”


Dia bangkit dan duduk di sebelahku. “Jujur Yuki, hmmm...”

__ADS_1


“Kenapa? Lanjutkanlah!?”


“Aku merasa di antara kita masih terlalu banyak rahasia Yuki. Apakah ini yang dinamakan sahabat?”


“Maksud kamu apa Mili? Bahkan, tak ada yang aku rahasiakan darimu saat ini.”


“Iya, kebetulan semua terungkap tentangmu baru kemarin. Sebelumnya? Dan tentangku? Bahkan tentang Zaki pun aku baru tahu tadi..."


“Makanya Mili, aku ingin tahu semua langsung dari kamu. Maafkan aku yang tidak sepertimu. Bisa membaca semua situasi tanpa perlu diungkapkan langsung. Aku butuh penjelasan dari kamu Mili.. Lagian Zaki kamu lihat sendiri. Dia kuliah di sini, jauh dari kita di Padang..Buat apa aku harus cerita juga?"


Sesaat dia menoleh dan langsung menunduk lesu.


“Harusnya aku yang minta maaf.”


Kenapa? Emang ada apa? Kenapa hanya diam? Apa benar, seperti yang aku duga? Dia menyukai Akel?


“Sebenarnya aku malu, aku tak bisa sepertimu Yuki, bisa gamblang saja mengatakan suka atau tidak dengan seseorang. Berbeda denganku... buatku untuk bercerita itu adalah sesuatu yang sulit. Tentang diri sendiri, tentang keluarga, maupun tentang cinta. Maaf Yuki, sebenarnya aku iri padamu tentang banyak hal.”


“Mili, kamu jangan begitu! Sedangkan aku lebih banyak iri padamu Mili.”


“Nah, itu... kamu begitu gamblang mengungkapkan semua yang kamu rasa. Sedangkan aku tidak. Itu sangat...sangat sulit bagiku!”


“Mili, bukankah kita sahabat? Kamu juga bisa menganggapku sebagai saudaramu. Tapi aku tak akan memaksamu untuk mengungkapkan semua yang kamu rasa jika kamu sendiri tidak bisa. Tapi aku, aku memang begini orangnya Mili. Memang suka blak-blakan. Kadang dengan orang baru saja aku masih suka ceplas-ceplos, apalagi pada kamu dan Anggi yang sudah kuanggap orang yang mengerti dan paham denganku. Mili, setiap kondisi antara manusia itu berbeda. Aku siap dengan semua yang ada padamu sebagai sahabat, menerimamu begini aku juga siap..”


“Aku tak akan memaksa Mili. Jika memang kamu tidak bisa jangan dipaksakan!”


“Aku itu, menyukai Akel sejak dulu...” Jadi benar, selama ini Mili diam-diam sudah menyukai Akel?


“Sebenarnya sejak awal aku menyadari dia sudah ada rasa denganmu. Hanya saja aku masih merasa tenang saat kamu masih memikirkan orang lain. Aku merasa kami memiliki banyak kesamaan. Awalnya hanya sekedar kagum padanya, lama-kelamaan aku menyadari aku menyukainya. Setiap gerak-geriknya memang sudah jelas menyukaimu, hanya saja kamu tidak pernah menyadarinya. Dan ada lagi beberapa orang yang diam-diam menyukaimu, namun kamu tak sadar juga. Belakangan aku tahu, ternyata itu karena selama ini kamu menyimpan nama seseorang di hatimu. Aku paham, dan kembali aku lega bahwa itu bukan Akel. Tapi, ternyata... ada hal yang menyayat hatiku. Sayatan lebar, sehingga lukanya menganga saat ini, setelah mengetahui bahwa Akel itu adalah Harry yang kamu ceritakan beberapa waktu lalu.”


Oh Tuhan, ada dua hati yang kusakiti dalam waktu bersamaan. Apa yang harus aku lakukan?


“Aku tahu ini semua bukan salahmu. Bukan salah kalian berdua. Hanya saja aku yang salah berdiri di antara kalian berdua. Salah memahami teka-teki yang dibuat oleh Akel sehingga ribuan penasaran menggelantung tentangnya.”


“Mili, seandainya kamu menceritakan semua lebih awal...”


“Sudah kubilang, aku...tak kuasa...”


“Mili, maafkan aku!?”


“Yuki, sudah kubilang ini bukan salahmu. Ini hanya sebuah takdir yang tak tahu aku maknanya. Dan kenyataannya, aku lah orang yang harus minta maaf. Menyukai orang yang kamu cinta sejak lama.”

__ADS_1


Kupeluk dia, kami terisak berdua. Aku tak tahu harus berkata pada sahabatku yang satu ini. Kemana rasa kepekaanku sebagai sahabat, sehingga sama sekali tidak menyadari orang-orang yang disukai oleh mereka, Mili dan Anggi.


“Mili, apa kamu benar-benar menyukai Akel?” dia menatapku dan membuang mukanya.


“Sebenarnya aku bingung mesti ngomong apa. Karena aku tahu, rasa cinta adalah anugrah yang dirasakan setiap insan yang hidup. Tapi...tapi...” kembali air mataku menetes..


“Bagaimana pun kita adalah sahabat Mili. Jangan pernah berubah hanya karena itu. Jika kamu lah yang ditakdirkan Tuhan untuk Akel, maka kamu yang akan bersatu dengannya. Aku tak akan pernah membencimu.”


“Apa maksudmu Yuki? Aku tak mungkin melanjutkan rasa ini, karena aku tahu kalian pantas bersatu atas usaha kalian berdua untuk bertemu.”


“Tapi Mili... aku tak pantas untuk dia. Dia lebih pantas untuk wanita baik dan jujur. Karena aku bukan terbaik untuknya, yang terus menyakitinya hingga saat ini.”


“Jangan Yuki! Kamu jangan pernah mengatakan hal itu! Jika kamu berkata begitu, kelak kamu akan menyesalinya!” kembali Yuki memelukku.


“Aku lah yang harusnya mundur. Maafkan aku!”


“Jadi kita akan kembali seperti biasakan? Jangan ada kebencian antara kita berdua ya?” ku ajukan kelinkungku, dan diikat oleh kelingkingnya.


"Terus si Zaki itu bagaimana?"


"Sebenarnya waktu aku belum putus dengan Harry, Zaki mengajak untuk pacaran dengannya. Karena aku merasa hubungan aku dan Harry itu tak akan pernah bisa untuk bersatu. Kamu lihat sendiri dia asli Bandung, aku di Padang. Dan kala itu aku asal terima saja, berpikir bisa mengalihkan perasaanku dari Harry. Ternyata aku salah, aku tak bisa melupakan Harry dan akhirnya aku mengakhiri hubungan dengan Zaki. Namun dia selalu saja mengajak kembali bersama. Makanya dia mencarimu kembi saat tahu aku ada di sini. Aku tahu, dia masih memiliki rasa itu.."


"Aku melihat nya memang begitu. Mungkin sebenarnya tadi dia kesal saat kami ramai-ramai mengganggu rencana dia yang hanya ingin berdua dengan kamu kan?"


"Entah.. bisa jadi begitu. Padahal lebih baik dia mencari cewek lain ya.. Padahal bisa dibilang dia itu ganteng.." Mili mengangguk membenarkan ucapanku barusan.


"Hanya saja dia tak pernah mengindahkan apa yang aku katakan, untuk mencari pacar lagi..."


"Kamu beruntung ya Yuki..."


"Hah? Aku kenapa? Sedangkan hubunganku dengan Harry saja tidak jelas sampai hari ini. Aku tidak berani menghubungi dia..."


"Kenapa?" tanyanya.


"Aku malu Mil.. Kamu lihat sendiri kan? Apa yang telah aku lakukan, dan dia sendiri melihatku berpacaran dengan orang lain.."


"Lagian kenapa dia tidak langsung mengatakan pada kamu, saat tahu kamu lah orang yang dicarinya?" tanya Mili yang sempat ada dalam benak ku juga.


"Intinya karena belum ada kesempatan untuk dia mengakuinya.. Dan yang paling membuatku malu ialah menghilangkan cincin yang diberikan nya untukku saat ospek dulu.. Pantas saja dulu dia melirik ke arah jari-jari ku waktu awal-awal masa kuliah..."


"Hmmm... ini takdir yang indah untuk kalian berdua. Menyatukan kisah yang jauh menjadi sangat dekat. Sayang sekali dia tidak ikut ke sini bersama kita semua..."

__ADS_1


Hmmmfff .. aku kembali sedih mengingat pertemuan terakhir kami. Seharusnya aku bahagia, sempat mengharapkan Akel itu adalah Harry. Dan ternyata memang dia. Bukan malah menangis tak jelas waktu dia menjelaskan seperti kemarin. Aku menyesalinya.. Rasanya ingin kuputar kembali waktu ke saat dia mengatakan semuanya. Mungkin aku menangis, menangis bahagia...


__ADS_2